
"Baiklah Kurama, mungkin sudah waktunya kita bergerak,, menutup kisah lama, dan memulai cerita baru,, meski aku ragu untuk bisa bertahan dari kegelapan yang perlahan-lahan mulai mendominasi tubuhku,, dan jika suatu saat kegelapan ini bangkit, bisa dipastikan cahaya kecil yang tersisa akan segera meredup, semua akan berubah, tak lagi sama seperti dulu. Kau mengerti maksudku bukan?
"Hah,, tentu saja aku tau Naruto, dan bisa dipastikan kau akan menjadi mimpi buruk yang lebih mengerikan dari mereka-mereka sebelumnya,, tapi meski itu terjadi, kau harus bisa mengendalikan kesadaranmu, jika kegelapan itu yang mengendalikanmu,, kau pasti tau sendiri jawabanya, jadi,, berhati-hatilah, sekali kau tertelan olehnya,, tak ada harapan lagi kau akan tetap waras".
"Aku mengerti, tapi ada beberapa hal terlebih dahulu yang harus kuselesaikan.
'Sepertinya takdir terus mengujimu Gaki,, aku harap apa yang ku khawatirkan tidak benar-benar terjadi',, 'Ucap sang Bijuu dalam hati, memejamkan kembali kelopak matanya, dan membiarkan sejenak ketenangan yang tersisa sebelum masa itu tiba,,, masa yang benar-benar ia takutkan.
Dan kemudian tubuh pemuda bersurai pirang tersebut perlahan mulai memudar terbawa angin disela-sela hujan deras yang mengguyur pemukaan tanah Konohagakure no Sato, menyisakan tempat kosong seakan tak pernah ada siapapun yang pernah berdiri ditempat tersebut. Terus pergi dalam hembusan angin, dan tak pernah tau dimana akan singgah.
..
..
Suara kicau burung mulai terdengar bersahutan disetiap sudut desa daun tersembunyi, sinar matahari mulai menyusupi celah-celah kosong tiap rumah penduduk desa Konoha, pagi telah datang dengan begitu cerahnya, terasa begitu segar setelah semalam hujan deras mengguyur desa tersebut. Pohon-pohon tampak terlihat lebih sehat dengan hijau yang lebih terang, dan mulai terlihat penduduk desa yang mulai melakukan aktifitas rutin mereka setiap pagi, ada yang sedang melakukan lari-lari kecil untuk sekedar meregangkan otot-ototnya, beberapa diantara mereka terlihat bocah-bocah kecil yang mulai berlarian kejar-kejaran menikmati masa kecilnya dengan tertawa lebar bersama teman-temanya. Dan terlihat beberapa Shinobi yang tetap aktif melakukan Patroli rutin meski dalam keadaan damai sekalipun, tak pernah menurunkan penjagaan dan kewaspadaan bagi desa terkuat dari lima negara besar Shinobi.
Setahun sudah pasca perang terbesar semenjak Era-Shinobi dimulai, dan dari perang tersebut telah melahirkan dua sosok pahlawan besar yang berjuang hingga titik penghabisan untuk meraih kemenangan. Namun bukan berarti menyandang gelar pahlawan akan membuatmu merasakan apa itu kebahagiaan,, karna semua dukungan dan motivasi dari semua pihak kepada pemuda yang menjadi kunci kemenangan hanyalah sebuah sandiwara dan topeng untuk memanfaatkan. Dan pada akhirnya semua itu tak ada bedanya dengan sebuah penghianatan.
Kini disebuah kediaman, lebih tepatnya Komplek perumahan bangsawan Klan Hyuga tampak terlihat ramai. Pasalnya hari ini merupakan hari yang penuh sejarah dimana putri sulung ketua Klan Hyuga akan melangsungkan pernikahanya dengan Generasi terakhir Klan Uchiha, sekaligus kini menjadi Uchiha yang pertama kali menjabat sebagai Hokage ke-Enam Konoha. Bukan itu saja tetapi ditambah satu lagi Kunoichi berambut merah muda yang juga ikut mendapat kesempatan dalam Program CRA tersebut, Dimana untuk mengembalikan Klan yang telah punah harus memiliki lebih dari satu pasangan.
Tampak wajah-wajah cerah para Maid yang sibuk melakukan persiapan dengan menata pernak-pernik perlengkapan pernikahan,, meja dan kursi telah tertata rapi didepan Aula pernikahan, dan beberapa waktu kemudian para undangan mulai datang satu persatu untuk menghadiri pernikahan dari Sang Rokudaime-Hokage aka Uchiha Sasuke dengan Hyuga Hinata dan Haruno Sakura.
Disebuah kamar terlihat dua perempuan cantik yang kini tengah di-rias oleh beberapa Maid, tampak ke-dua raut wajah gadis tersebut tak henti-hentinya menunjukkan senyum bahagia mereka, terlebih bagi gadis berambut permen karet yang kini bisa dikatakan Kunoichi terkuat di Elemental National menggantikan posisi sang Sensei "Tsunade Senju" yang terlihat begitu bahagia karena penantianya selama ini untuk bersanding dengan laki-laki pujaanya akan segera tercapai.
Bahkan untuk Hinata sekalipun tampak tersenyum manis tanda bahwa ia kini tengah bahagia, padahal sejak Akademi siapapun tahu bahwa gadis tersebut hanya mencintai pemuda pirang yang kini entah dimana keberadaanya,,
"Waaaaah Hinata-chan, kau terliat sangat manis dengan gaun yang kau pakai,, 'ucap Sakura mengungkapkan kekagumanya kepada putri sulung Hyuga Hyashi tersebut !
"A-arigatou Sakura-chan,, kau juga terlihat cantik sekali, bahkan kau terlihat begitu sempurna,, 'jawab Hinata dengan sikap rendah dirinya disertai sedikit exspresi malu-malu sebagai ciri khas-nya.
"Eeehh benarkah begitu, padahal aku merasa grogi dan tidak percaya diri, entah mengapa aku takut jika Sasuke-kun tidak menyukai penampilanku saat ini,, 'lanjut Sakura kemudian.
"Tentu saja Sakura-chan,, bu-bukan kau saja yang merasa grogi Sakura-chan, aku pun sama,,
"Arigatou Hinata-chan,,
Sedangkan Hinata hanya mengangguk singkat sebagai jawabanya terhadap Sakura, dan para Maid yang sedari tadi diam menyaksikan obrolan ke-dua gadis tersebut hanya bisa menorehkan senyum tipis dibirnya.
__ADS_1
Dikamar yang berbeda dari ke-dua gadis tersebut kini tengah berdiri dengan gagah seorang pria berambat Raven dengan wajah datar bak papan cucian didepan cermin, dengan penampilan formal ala seorang pengantin laki-laki, terliat begitu tampan dan berwibawa.
Sejenak ia memandang pantulan rupa nya lewat sebuah cermin dihadapanya, meneliti segala inchi penampilanya dari atas hingga kebawah, dan dari hal tersebut tercipta sebuah senyum kemenangan diraut wajah datarnya.
"Akhirnya,, sebentar lagi Klan Uchiha akan kembali bangkit, 'gumamnya mengomentari keadaanya yang sebentar lagi akan menikahi Kunoichi cantik dan kuat sebagai acuan untuknya menciptakan Generasi Uchiha baru yang kuat nantinya.
"Heh,, lihatlah Naruto, bahkan aku telah merampas seluruh nya darimu, dan sebentar lagi kau akan tersingkirkan untuk selamanya, 'lanjutnya dengan penuh ambisi berniat menjadi yang terkuat diseluruh Elemental National.
"Bahkan semua teman-temanmu kini telah berpihak kepadaku,, dan kau akan kembali tenggelam dalam kesendirian tak berhujung. Sampai kapanpun kau tak akan pernah menang dariku, 'ucapnya bangga dengan apa yang telah ia raih sejauh ini.
..
..
Sampailah ketika saat yang ditunggu-tunggu telah datang, seluruh hadirin undangan dari lima desa besar telah berkumpul untuk memenuhi undangan pernikahan dari pahlawan Perang Dunia Shinobi ke-4, Uchiha Sasuke, yah siapa yang kini tidak mengenal sosok tersebut, sosok yang digadang-gadang menjadi ninja terkuat saat ini akan segera melakukan pernikahan dengan dua Kunoichi sekaligus.
Mulai dari sisi meja paling kanan terlihat rombongan dari Kumogakure, Raikage A yang didampingi beberapa antek-antek nya, bergeser kesamping kiri terlihat undangan dari Kirigakure yang dipimpin Mei Terumi didampingi dua Bodyguard setianya, Ao dan Choujuro, kemudian sebelah Kiri lagi nampak sosok kerdil berjenggot yang sedang menggerutu tidak jelas akibat kelakuan cucunya, siapa lagi kalo bukan Tsucikage Oonoki dari Iwagakure yang datang bersama anak dan cucunya, Kitsuchi dan Kurotsuci, kemudian tersisa satu lagi tamu undangan dari Sunagakure yang kini tengah duduk dengan tenang, Kazekage Gaara bersama ke-dua saudaranya.
Dan tidak lepas pula tamu undangan dari Konoha sendiri yang terlihat memenuhi aula pernikahan, petinggi-petinggi desa, dan Shinobi yang kebanyakan diisi para Jounin sekaligus memberikan keamanan berlangsungnya pernikahan.
..
"Hooooammm,, mau bagaimana lagi Kiba, yang kini menikah bukan hanya sekedar warga biasa,, melainkan seorang pahlawan besar, yang kini menjadi Hokage ke-6, yang merupakan satu-satunya Uchiha yang tersisa, dan tentunya menikahi dua perempuan sekaligus,, 'sahut Shikamaru yang mendengar gumaman dari Kiba yang duduk disampingnya.
"Heh, betapa beruntungnya Sasuke bisa menikahi dua perempuan cantik dan kuat sekaligus, 'lanjut Kiba kemudian dengan exspresi lemasnya mengingat salah satu perempuan yang akan menikah dengan Hokage-nya merupakan gadis yang ia sukai dari sejak Akademi. Hyuga Hinata.
"Sekilas kau terlihat begitu iri Kiba dengan Hokage-sama?, 'komen rekan yang duduk disampingnya dengan kacamata hitam berhoddie yang menutupi kepalanya. Aburame Shino.
"Cih,, diamlah kau Shino, kau hanya membuat mood-ku semakin buruk saja, 'balas Kiba dengan sengit, meski sejujurnya ia mengakui hal tersebut.
"Bisakah kalian semua diam,, 'ucap gadis berambut pirang yang sedari tadi nampak murung, Yamanaka Ino, yang sejujurnya tak terima jika ia kalah dengan Rival-nya untuk mendapatkan pujaan hatinya sejak Akademi, tapi yah, ia tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Anggota laki-laki dari Rokkie-12 yang mengetahui nada dan raut wajah Ino nampak tidak bersahabat memutuskan untuk langsung bungkam, karena mereka tau persis bagaimana perasaan Ino saat ini, yang jelas, mereka tak ingin mengambil resiko jika terjadi sesuatu yang merepotkan.
"Kau tidak apa-apa Ino-chan,, "tanya Sai dengan Eye smile buatanya terhadap Ino.
"A-aku tidak apa-apa kog Sai-kun, tenang saja, 'jawab Ino dengan sedikit tergagap, entah mengapa ia merasa lebih rilexs ketika Sai tampak mengkhawatirkanya, dan kemudian berusaha untuk bersikap normal meski sejujurnya hatinya ingin berteriak.
__ADS_1
"Hooooooammm,, trimakasih Sai sudah mengamankan keadaan, entah mengapa tadi nyawaku seakan berada digenggaman Shinigami.
Sedangkan Sai hanya membalas ucapan Shikamaru dengan senyumnya. Berbeda dengan Ino yang mengerti maksud Shikamaru langsung mendelik tajam.
Glekkk
'Tamatlah riwayatmu Shikamaru, 'begitulah rata-rata ucapan batin Rokkie-12 yang sedang berkumpul.
Bletakk
"Awwww, mengapa kau menjitakku Ino,, "protes Shikamaru yang merasa tak terima.
Namun bukanya menjawab malah Ino semakin mempelototi Shikamaru, entah mengapa hal tersebut langsung membuat nyali Shikamaru ciut seketika.
Begitulah sekilas obrolan ringan dari undangan yang menghadiri pesta pernikahan Uchiha Sasuke atau yang kini akrab dengan panggilan Rokudaime-Hokage.
Suasana bahagia nampak terlihat jelas diraut wajah-wajah penduduk desa Konohagakure no Sato saat ini, penduduk desa pun banyak yang ikut menyaksikan acara pernikahan tersebut, berniat melihat betapa gagahnya sang Hokage ketika mengenakan setelan baju pernikahan nantinya.
Namun diantara ribuan orang tersebut tak ada satupun dari mereka yang mengingat ataupun mempertanyakan keberadaan seseorang lagi, seseorang yang telah dilupakan setelah jasa-jasanya selama ini.
Cukup jauh dari kediaman Klan Hyuga yang saat ini tengah dipenuhi nuansa meriahnya pesta nampak berdiri tenang seorang pemuda di sebuah pucuk pohon, terpaan angin mengibarkan surai pirangnya menyapu raut wajah kosongnya, permata biru Saffier dari pemuda tersebut hanya bisa mengamati keramaian jauh didepanya saat ini, permata yang tak ada lagi sinar didalamnya yang memancarkan kehangatan, menyisakan kesepian dan kekosongan.
"Jika aku jadi kau, aku akan membantai mereka satu-persatu, dan kemudian meratakan tempat ini tanpa sisa saat ini juga, 'gema suara berat nan serak menggema di otak pemuda tersebut.
Mendengar ungkapan Partner-nya barusan Naruto hanya bisa menyunggingkan senyum tipis, ia mengerti betul watak makhluk yang terpenjara didalam tubuhnya.
"Mungkin terdengar kejam dan jahat, tapi,,, aku setuju dengan pemikiranmu, namun mustahil untuk bisa melakukan itu dengan kemampuanku yang sekarang, seberapa ingin pun aku melakukan hal itu, itu semua sia-sia jika mengambil tindakan bodoh tanpa persiapan yang matang, Ke-lima Kage bisa dikatakan sedang berkumpul saat ini, dan masih banyak lagi ninja-ninja kuat yang tak bisa diremehkan, bukanya takut, tapi dilihat dari segi manapun bisa dikatakan aku hanya akan mengantarkan nyawa sia-sia.
"Keh,, aku tak menyangka ucapan seperti itu bisa tercipta dari otak dangkalmu itu Naruto, seperti bukan kau saja, tapi kuakui semua ucapanmu memang benar.
"Tapi lupakan itu dulu, biarkan semua berjalan semestinya, mungkin sudah sepantasnya pecundang ini mengubur semua harapan bodohnya selama ini, 'lanjutnya dengan mata terpejam.
Tak bisa dipungkiri raut wajah tenang nya saat ini hanyalah sebuah topeng untuk menutupi luka yang kini tertatam di dalam hatinya.
"Entah hanya perasaanku saja atau apa tapi kini kau semakin pintar dalam ber ackting Gaki, aku tidaklah bodoh untuk tidak memahami perasaanmu saat ini,,,,
'Dan mencoba mengubur kebencianmu yang lebih mengerikan dariku,,,,, 'ucapnya dalam hati.
__ADS_1