
Hirup pikuk keramaian mulai terdengar riuh dipusat desa Konoha yang terlihat berubah tampilannya,, semenjak lima tahun terakhir lima desa besar telah mengalami perkembangan kemajuan yang begitu signifikan, perkembangan teknologi yang sedikit lebih maju dari sebelumnya, bangunan-bangunan mulai tampak memadati desa daun tersembunyi itu.
Dan dalam tempo itu telah didirikan markas pusat Aliansi dari Lima desa besar ditengah-tengah perbatasan Strategis lima desa sekaligus,, Suna kini dipimpin Kankurou semenjak kepergian Gaara, tak satupun diantara mereka yang mengetahui dimana keberadaan Gaara yang sewaktu pertempuran lima tahun lalu menghilang bersama Konohamaru.
Perdamaian benar-benar membawa dampak yang lebih baik, tak ada lagi pertumpahan darah, saling merendahkan antara Shinobi A dengan B, semua hidup berdampingan dengan begitu serasi, tak hanya Suna yang mengalami perubahan kepemimpinan, Kumogakure yang sebelumnya dipimpin A kini telah digantikan Shinobi kebanggaan yang merupakan murid sekaligus tangan kananya dulu, yakni Darui yang secara fisik hampir mirip dengan A, hanya saja bentuk rambut berbeda,, kemudian Iwagakure yang kini kepemimpinan Oonoki sebagai Sandaime Tsucikage telah digantikan cucu perempuannya yang diketahui bernama Kurotsuchi, satu lagi perubahan struktur kepimpinan dialami Kirigakure dimana Mei Terumi selaku Godaime Mizukage memutuskan mengundurkan diri dan menyerahkan pemerintahan selanjutnya kepada Choujuro.
Tawa yang terus menghiasi wajah-wajah naif mereka, wajah-wajah ceria yang tinggal menunggu ketakutan datang dan menggerogoti jiwa mereka secara menyakitkan, mereka tak pernah tau jika apa yang mereka nikmati kini merupakan hasil dari kekejian mereka kepada seseorang, seseorang yang dengan bodoh dan tulusnya mengorbankan segala yang dimiliki hanya untuk menciptakan sesuatu yang disebut ketentraman. Bersenandung ria dengan begitu tenangnya, menikmati secangkir teh dipagi hari, bercanda dengan keluarga mereka, berkumpul bersama dan tertawa bersama, tanpa bernah berfikir jika predator tengah mengintai mereka dibalik kegelapan.
,,
,,
Lima tahun lamanya ia memikul beban penghianatan seorang diri, kehadiranya yang kini terlupakan karena telah diresmikan kematianya waktu itu. Tatapan bengis dan kejam mengiringi musnahnya raga pemuda pirang kala itu, tanpa siapapun menduga jika jasad itu merupakan kutukan keabadian yang takkan pernah pudar hingga hari penghakiman tiba, akan selalu terbentuk kembali meski raga atau jasadnya telah melebur sekalipun,, sungguh kutukan mengerikan yang ia terima dari "Dia",, sesosok makhluk yang tak pernah ada dan tak pernah diciptakan, namun telah menembus batas ketidakmungkinan dengan kemunculanya, merupakan kumpulan hawa negatif dari segala makhluk disemesta alam yang terus beterbangan mencari pemilik sahnya untuk menyambut Ragnarok.
Dan kini,,, sang legenda akan segera memulai debut pertamanya sebagai lambang keputusasaan akan kesengsaraan, perwujudan kejahatan, dendam dan amarah, dan merupakan ketiadaan dari kekosongan dalam kegelapan, rumit memang, tapi begitulah kenyataan yang takkan pernah bisa terbantahkan.
Wajah kosongnya selalu memandang ketidakterbatasan langit, saffier beku yang tak telihat sedikitpun cahaya kehidupan, surai pirang keemasan itu tampak bergerak liar mengikuti deru angin yang menerpa, tak ada lagi guratan tanda lahir dipipinya, bahunya tampak melebar menandakan keperkasaanya, dibaluti otot-otot yang menonjol dari sela-sela permukaan kulitnya yang penuh akan kesengsaraan yang terwujud dalam tatto yang berbeda-beda, dan yang terlihat mengenaskan, dibagian dada itu, hanya kekosongan yang terlihat, lubang menganga itu, selalu mengingatkanya pada penghianatan dari mereka.
Terus berlatih dan berlatih hingga benar-benar menembus batas ketidakmungkinan, tubuh yang kini dipenuhi Tatto itu tampak berkilat terkena sinar Mentari, terus melakukan olah fisik, fisik yang dulu sudah seperti Monster, kini terus ia tempa untuk melebihi Monster itu sendiri, itu semua ia lakukan semata-mata untuk menyambut dendam dihatinya yang telah berkobar dengan ganasnya,,
Didalam tubuh pemuda tersebut tampak seekor monster dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya,, mulai dari bentuk dan ukuran,, bentuknya memang sama seperti sebelumnya, yakni berwujud seekor rubah, namun warnanya kini bukan lagi Orange, melainkan hitam pekat,, dengan 10 ekor yang melambai-lambai dengan malasnya, yah,, itulah perwujudan sesungguhnya dari Legenda penguasa kaum Youkai dan siluman, legenda yang telah hilang karena kutukanya, sebuah kutukan yang menyebabkannya terkurung pada bentuknya yang 6 tahun lalu mengamuk dimedan perang, pohon Shinjuu,, itulah wujud kutukanya kala itu,, entah bagaimana kini ia mampu terbebas,,
Kini penguasa kawanan siluman itu telah kembali, kembali untuk menemani sang legenda yang ditakdirkan menjadi tuanya, sepasang mata Rinnegan merah dengan 9 tomoe tampak bersinar dikegelapan malam, gigi-gigi yang dirancang untuk mencabik dan mengoyak itu tampak menunjukkan seringai yang mengerikan,,, entah mengapa rubah tersebut merasa bangga dengan keteguhan pemuda yang tengah ia lihat, sejauh ini,,, pemuda itu tak pernah lagi mengeluh, tak pernah melakukan sesuatu hal bodoh lagi,, namun disisi lain ia merasa prihatin, bocah yang dulu begitu ceria harus mengalami cerita kelam yang merubah kehidupanya dalam seketika,, jujur ia ingin sekali mengoyak satu persatu mereka yang bertanggung jawab atas derita kelam pemuda yang telah ditakdirkan menjadi tuanya itu, namun semua itu ia urungkan karena bagaimanapun pemuda itulah yang berniat melakukan exsekusi dengan tanganya sendiri,, bahkan tanpa bantuanya ia yakin pemuda itu mampu membantai habis satu persatu Shinobi-shinobi dari Lima desa besar sekaligus, karena pemuda itu bukan lagi sosok yang akan memaafkan.
"Bisakah kau melakukan hal lain selain latihan?,,, 'tanya nya monoton mengomentari apa yang pemuda itu lakukan!
,,
"Tidak,,,!,, inilah satu-satunya yang bisa kulakukan,,, 'balas sipemuda tak kalah monoton dari pertanyaan sang rubah!
"Cih,,, menjengkelkan seperti biasanya"
",,,"
"Dan kau sudah terbiasa bukan,,, 'lanjut pemuda tersebut yang kini tengah mendudukkan dirinya setelah melakukan Push-Up.
"Grrrrrrrrr,,,, bisakah kita percepat waktunya,, aku sudah tak sabar untuk mendengar jeritan mereka semua, terlebih dua mantan rekan Team mu itu"
Mendengar ucapan itu entah mengapa tubuh Naruto menegang seketika, bukan karena takut, melainkan sebuah perasaan sakit dan nafsu membunuhnya seakan meluap-luap,, ini bukanlah sebuah kebencian semata, karena dilihat dari segi manapun, semua tampak menyatu pada diri pemuda itu, dendam, amarah, dan kesakitan begitu jelas terlihat dari raut wajah tampan pemuda berumur 22 tahun itu,,, tatapan matanya seakan memiliki aura jahat yang begitu kental,,
__ADS_1
Tak ingin melakukan hal yang sia-sia,, rubah hitam itu kembali memejamkan matanya pelan, ia sendiri sudah tau jawaban dari pertanyaan yang ia ajukan.
Waktu takkan pernah menghianati,,, 'gumam Naruto dalam hati,, menatap diam telapak tangan kananya yang bergetar, tangan yang sebentar lagi akan berlumuran darah para penghianat, tangan yang akan menjadi penebus rasa sakit yang sejak kecil ia derita, tak perduli tua, muda, kecil, bahkan perempuan sekalipun, mereka yang terlibat,, pasti akan ia hancurkan, itulah janji yang menjadi motivasinya sejauh ini,, tak ada maaf dan pengampunan, karena Uzumaki Naruto yang dulu telah musnah.
Senyum tipis tercipta disudut moncongnya mendengar kata hati pemuda yang telah menjadi Host-nya selama 22 tahun itu.
,,
,,
Dan ketenangan yang mereka rasakan 5 tahun ini mulai menunjukkan tanda-tanda akhir, ketika perlahan ketakukan menghinggapi mereka satu persatu, sebuah mimpi yang terus berulang seperti kaset rusak terus bertebaran dalam bunga tidur mereka, bayang-bayang kekejian yang telah mereka lakukan seakan terus mengingatkan jiwa mereka akan dosa dimasa lalu,, bayangan wajah kosong tanpa kehidupan selalu menjadi penutup mimpi mereka, memberikan pandangan yang begitu menusuk,, pandangan hampa yang membuat jiwa mereka seakan terlepas begitu saja, wajah yang begitu familiar dimata mereka,, wajah dari pemuda yang telah menjadi bukti kebiadaban tingkah laku mereka sendiri.
Mencoba untuk mengenyahkan mimpi itu,, namun tetap saja itu bukanlah hal yang mudah, seakan bayang-bayang mimpi itu telah melekat dan terus menghantui mereka.
,,,
"Ti-tidak,,, kau sudah mati,, tidak mungkin kau bisa hidup kembali"
"A-aku mohon jangan bunuh aku,,, a-ampuni aku,,, aku mohon,,, 'sayup-sayup terdengar sebuah igauan dalam keheningan tidur itu,, lima sosok yang tengah tertidur pulas, 2 diantaranya perempuan dewasa, 1 laki-laki yang merupakan suami dari ke-dua perempuan tersebut,,, dan dua lagi yang tersisa merupakan anak dari masing-masing perempuan tadi, dua perempuan dewasa yang diketahui bernama Hyuga Hinata dan Haruno Sakura, Uchiha Sasuke, dan kedua anak mereka yang bernama lengkap Uchiha Sarada, sebuah garis keturunan baru dari Uchiha dan Haruno,, dan satu lagi anak laki-laki yang merupakan garis keturunan baru dari Klan Uchiha dan Hyuga,, Uchiha Hirata,, yang dimana kedua anak tadi masih berumur 4 tahun,, kelahiran tepat setelah setahun pernikahan mereka.
"Enghhhh,,,, ' sebuah lenguhan singkat dari sang Uchiha yang mulai terganggu tidurnya mendengar sebuah suara yang perlahan mengisi pendengaranya,,
,,
Mendengar suara ketakutan yang terus berlanjut mau tak mau membuat Hokage ke-enam Konoha itu terjaga,, manik hitam kelam itu menoleh kesamping tepat dimana suara itu berasal,, dan netranya menemukan istrinya tengah mengigau dengan keringat deras yang memenuhi wajah cantiknya itu.
"Sakura,,, bangunlah,, 'ucap Sasuke yang mencoba membangunkan istrinya itu.
"Tidak,,, ku-kumohon,, pergi,, jangan bunuh anakku,, jangan bunuh suamiku"
"Sakura,, cepat sadarlah,, 'kepanikan mulai terlihat begitu jelas diraut wajah tampan sang Hokage itu,, tak bisa dipungkiri ia begitu khawatir melihat mimpi-mimpi buruk yang terus terjadi belakangan ini,, bukan istrinya saja,, bahkan ia sendiri dan ke-dua anaknya tak luput dari mimpi buruk itu.
"Hikz,, hikzzz a-aku mohon"
"Ti-tidak-,,,
"Na-naruto,, jangan bunuh Sasuke-kun"
"Bangun Sakura,,, Sakura"
__ADS_1
"Ti-tidak, hikzzz,, ma-maafkan kami"
"SAKURA BANGUNLAH,,, 'teriak sang Uchiha demi melepaskan istrinya dari belenggu mimpi buruk itu,,,
"TI-TIDAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKK,,,,
hah,, hah,,, hah,,, Sa-sasuke a-aku takut,, hikzzzz !"
Greppppp
"Tenanglah Sakura,,, aku ada disini bersamamu,, 'ucap Sasuke sembari mendekap erat istrinya yang tengah menangis ketakutan.
"Enggghhhhh,,, 'lenguhan cukup panjang tengah dilakukan perempuan bersurai hitam keunguan yang terganggu tidurnya mendengar teriakan kencang barusan,, membuka pelan kedua bola matanya untuk melihat apa yang tengah terjadi,, dalam pandangan matanya ia masih menemukan dua bocah disampingnya yang masih tertidur pulas, kemudian mengalihkan pandangannya kesebelah dua bocah tadi,, perasaan terkejut jelas tampak dari iris lavender yang baru saja terbuka itu.
"Sakura-chan,, kau tidak apa-apa?"
"Sasuke-kun,, ada apa dengan Sakura-chan,,,, 'tanya nya dengan cepat setelah melihat Sakura yang tengah menangis ketakutan dipelukan suaminya!
"Hah,,,, seperti biasa,, Sakura mimpi buruk lagi, sama sepertimu beberapa hari yang lalu,, 'jawab Sasuke dengan nada yang terdengar sedih,, setiap malam pasti diantara mereka mengalami mimpi itu.
Entah mengapa mendengar jawaban suaminya itu membuat Hinata menegang seketika,, ia tau,, mimpi itu, terus menghantui mereka, mimpi yang sama tentang pemuda itu,, mimpi yang terus meneror mereka setiap malam, bahkan anak-anak mereka bisa menjelaskan ciri-ciri seseorang dalam mimpi mereka, dilihat dari segi manapun, kedua bocah berumur 4 tahun itu belum pernah bertatap muka ataupun sekedar melihat potret wajahnya, mengingat pemuda itu telah mati.
"Hikz,,, se-sebenarnya apa maksud dari semua ini,, aku takut jika mimpi itu jadi kenyataan, 'gumam Sakura dalam isak tangisnya!
"Ssssstttttt,,, sudahlah Sakura-chan, percayalah itu hanya mimpi, si bodoh itu telah mati, dan kita sendiri menyaksikannya, bahkan mayatnya langsung hancur,, jadi lupakanlah,, 'balas sang Uchiha menenangkan.
Sedangkan Hinata hanya mampu terdiam, mengingat-ingat kembali mimpi mengerikan yang ia alami beberapa hari yang lalu, ia dapat melihat dengan jelas pandangan tajam menusuk penuh dendam kepada mereka ber-tiga, ketakutan tak mampu lagi ia sembunyikan,, menundukkan wajahnya dan ditekukan ke-dua lututnya, tubuhnya bergetar,, dan perlahan airmata mulai menetes dari pelupuk matanya.
"Hikz,, hikz,,, a-aku rasa semua ini merupakan pe-pertanda buruk, 'guman Hinata tanpa sadar.
Sasuke yang melihat keadaan sedemikian rupa menjadi geram, giginya bergemelatuk, tangan dalam pelukan itu mengepal erat.
'Sial,, bahkan dalam mimpi sekalipun kau selalu saja menjadi pengganggu,, cihh ! si brensek itu,, 'ucapnya dalam hati, ia tak habis fikir, 4 tahun setelah kematian Naruto semua tampak baik-baik saja, dan setelah menginjak tahun kelima semuanya berubah mencekam, seakan waktu 4 tahun itu merupakan kesempatan terakhir mereka sebelum sesuatu yang buruk terjadi.
,,,
,,,
,,,
__ADS_1