
[ "DIA" TELAH BANGKIT] " sang Raja Youkai menyeringai senang, memandang angkuh ketiga Dewa Naga dihadapanya.
[GRRRR,,, AKU TAK TAU BAGAIMANA BISA KAU BEGITU SENANG DENGAN KEHADIRAN MAKHLUK GILA ITU„ YOUKAI NO KAMI] " balas Great Red dengan Exspresi yang sulit diartikan.
[APA MAKSUDMU RED,, TENTU SAJA AKU SENANG, KARENA SEMAKIN CEPAT KEMUNCULANYA, SEMAKIN CEPAT PULA KEPUNAHAN EXISTENSI KEHIDUPAN, TERUTAMA BAGI BANGSA KALIAN ]
[KEH,,, BUKANKAH BERARTI ITU JUGA BERLAKU UNTUKMU SENDIRI?]
[KAU BENAR,, SUATU SAAT AKU JUGA AKAN IKUT MUSNAH,, AKU TELAH MENJALANKAN KARMAKU DIDIMENSI YANG JAUH DARI TEMPAT INI,, KAU TAU APA TUJUAN KAMI-SAMA MENGHUKUMKU WAKTU ITU]
[YAH, UNTUK MENUNGGUNYA, TAKDIRKU BERBANDING TERBALIK DENGAN KALIAN BERTIGA, DAN ASAL KALIAN TAU,, AKU BANGGA DENGAN TUGASKU INI, TERMASUK UNTUK MENGHANCURKAN KALIAN, TAPI SAYANGNYA,, BUKAN AKU YANG AKAN MELAKUKANYA]
[GRRRRRRR,, AKU BERSUMPAH AKAN MENCABIK-CABIK TUBUHMU RUBAH KEPARAT]" tampak kemarahan yang begitu besar mewakili Exspresi dari Trihexa.
[DAN ASAL KAU TAU,, KAMI BERTIGA TAK AKAN PERNAH TUNDUK KEPADA SIAPAPUN, TERMASUK DENGAN TAKDIR BEDEBAH ITU] " kali ini Ophis lah berbicara
[KHUKHUKHU, MAKA AKU YANG AKAN MEMBUAT KALIAN TUNDUK SEBELUM KEMATIAN KALIAN ] " Rinne Sharingan itu berputar perlahan, taring-taring tajam itu penuh lelehan cairan hijau yang merupakan darah dari bangsa Naga.
,,
,,
[Khakhakhakhaaaa]
Tawa itu kembali terdengar, terus menggema lagi dan lagi, tawa jahat bagai merindukan kematian, mereka tak pernah tahu kenyataan mengerikan dibalik layar, mereka hidup dengan kebodohan mereka sendiri, berlaku semaunya tanpa mengenal hukum, dan tak mengerti jika,,,,,, semua itu akan mereka tebus pada suatu masa, entah kini atau nanti, karma akan hadir menyapa tubuh mereka satu persatu. Sebagai titik balik jika tuhan itu maha adil.
"Aku bersumpah jika aku bisa gila jika terus seperti ini" ucap sesosok Iblis yang merasa frustasi sembari mengacak-acak rambutnya.
"A-aku takut" kali ini sesosok Datenshi perempuan nampak meringkuk ketakutan, memeluk erat kedua lututnya.
Sedangkan kaum Malaikat berusaha terus berdo'a berharap perlindungan dari sang pencipta.
Sungguh pemandangan yang memilukan, dari bunyi lonceng kematian, riuh lolongan anjing liar dan burung gagak, dan kemudian tawa mengerikan, berbaur menjadi satu dengan bau anyir darah dan bangkai-bangkai yang bergelimpangan.
Tap
Tap
Kali ini,,, sebuah langkah kakilah yang terdengar, membuat siapapun berjengit kaget.
Wussshhh
Kabut hitam itu perlahan sirna terbawa angin, dan dari situlah,, "Dia" telah menunjukkan wujud Sakralnya untuk yang pertama kali didimensi ini, wujud yang dipenuhi oleh Energi Negatif dunia dan sang pencipta.
DEG
"Mmmm-ma-makhluk a-apa itu? " ratusan ribu pasang mata itu serasa dipaksa untuk melotot, bibir mereka seperti dipaksa untuk lumpuh, dan tubuh mereka seakan dipaksa untuk tunduk dalam dominasi makhluk penuh hawa jahat itu.
"Ha-hantu"
"Me-menyeramkan"
,,
Deggg
"Astagaaa,, makhluk macam apa itu? " Asmodeus berucap terkejut melihat sesosok makhluk bertubuh manusia tepatnya tubuh pemuda tadi, dengan kepala berwujud tengkorak hitam bercorak merah dari batok kepala atas yang turun vertikal melintasi rongga mata yang kosong, sepasang tanduk banteng yang mencuat kedepan, surai merah darah yang melambai-lambai, dengan tubuh yang dipenuhi corak hitam yang berbaur bersama Tatto yang terlihat menebal. Diiringi rembesan-rembesan Energi hitam dari tubuhnya.
"E-entahlah,,, yang jelas, aku merasakan kekuatan yang sangat-sangat mengerikan dari makhluk itu, lebih besar dari apapun, dan lebih hitam dari yang terhitam"
,,
'Itukah wujud asli dari pemuda itu' Satan membatin dalam diam, hatinya telah goyah untuk mematahkan takdir ketika melihat Evolusi dari si pemuda yang akan membantainya, dan itu jelas-jelas sudah sangat jauh melampuinya yang digadang-gadang membawa kekuatan terbesar dari Ras-nya.
Dan Gabriel memilih mengalihkan pandangannya kearah lain, baginya wujud pemuda itu benar-benar menyakitkan untuk dilihat, sebuah wujud yang membawa begitu banyak misteri dan kesengsaraan. Wujud yang menggambarkan derita abadi dalam sebuah kutukan.
Kehadirannya telah menghadirkan sensasi yang begitu dingin, semua tercengang, dan tentunya akan menghadirkan sebuah babak baru yang lebih berbahaya.
..
Tap
Grebbb
"KYAAAAAAAAAAAAAAA" sesosok Iblis betina dicekal surainya, terdengar jeritan terkejut nan ketakutan yang sangat memekikkan pendengaran. Lalu kemudian diseret paksa seiring makhluk tersebut berjalan.
Srett
Srett
Bagaikan sebuah tontonan mata mereka menyaksikan, tubuh mereka kaku seakan tak mampu bergerak, syaraf-syaraf motorik mereka bagai telah lumpuh. Miris sekali nasip Iblis betina itu.
Lalu kepala tengkorak bertanduk banteng itu menengadah kesudut lain tepatnya bagian para petinggi dan pemimpin berkumpul. Memandang diam penuh misteri.
Dan,, -
Sebuah seringai jahat terbentuk dari taring-taring tajam itu.
Wusssshhhhh
"KYAAAAAAAAAAAA"
Kemudian tubuh yang sedari tadi diseret ia hempaskan terbang kearah kerumunan petinggi tiga fraksi tersebut. Tepatnya terhempas menuju tempat sang Raja Iblis berada.
Brakkkkkk
"Ohoookkkkkk"
Bukanya tertangkap tubuh Iblis betina itu malah langsung dihancurkan sang pemimpin sendiri dengan sekali ayunan tangan.
"Apa itu sebuah tantangan?" ucapan itu terdengar begitu datar, bahkan mampu membuat beberapa punggawa yang berdiri melayang dibelakangnya menegang.
,,
[Khakhakha,,, kemarilah kalian semua, hadapi aku. Atau aku harus menghapuskan dulu Existensi pengikut kalian yang tak berguna ini] " Drago,,, itulah panggilan tuhan kepadanya. Berucap seenaknya bagai makhluk gila yang tak peduli aturan.
Mereka semua yang dimaksud kini menggertakkan giginya kuat, ancaman itu,, bukanlah lelucon belaka, mereka tau jika ucapan itu akan menjadi kenyataan.
"Keppparat kau makhluk aneh"
Wuuussssshhh
Sang Bintang yang tak kuasa mendengar ucapan itu telah melesat cepat dengan lima pasang sayapnya, meluncur deras dengan energi suci yang berkobar bagaikan Bintang jatuh yang mencoba masuk menerobos Atmosfer bumi.
Wusssshhhhh
Dari pihak Iblis Asmodeus ikut meluncur tanpa basa-basi, terlalu lama berdiam diri akan semakin memperburuk keadaan, mungkin ini sudah saatnya mereka mengerahkan seluruh kemampuan yang ada untuk menghabisi sosok tersebut.
..
"Heeeemmmmm,,,, apakah kita akan bertarung bersama setelah sekian lama seperti waktu itu Lucifer,, begitu juga denganmu Michael? "
__ADS_1
"Aku tak peduli dengan hal itu, tapi yang pasti,, aku akan tetap menunjukkan apa yang aku miliki, sebagai kehendak awal tuhan"
Seperti De Javu,, mungkin begitulah yang saat ini dirasakan Michael, hal ini tentu saja mengingatkanya dengan kebersamaan mereka bertiga dahulu kala, ketika sang pencipta dengan sengaja menciptakan sosok Monster untuk menguji kemampuan mereka bertiga, Lucifer, Ramiel, dan Michael, mereka bertiga bekerja sama untuk menumbangkan Monster itu dengan susah payah.
Dan apakah saat-saat itu akan kembali terulang?
"Entah ini merupakan kebenaran ataupun kesalahan, tapi,,, tugasku untuk menjaga umat manusia, karena makhluk itu bisa membahayakan mereka para manusia, aku akan ikut bertarung bersama kalian apapun yang terjadi"
"Tunggu Michael,, apa tidak apa kita bergerak tanpa mendapat perintah Ayah? " sergah Raziel sang pemegang bukan Rahasia tuhan.
"Tidak apa Raziel,, kita sudah mendapat perintah dari Ayah sejak awal kita diciptakan, untuk menjaga kehidupan dibumi dari gangguan apapun, kita tak bisa diam sementara Makhluk-makhluk itu terus mengamuk, dan juga makhluk itu, meskipun pemuda itu memiliki pecahan Negatif dari Ayah, kita tetap memiliki peranan masing-masing, jadi, mau tak mau kita harus tetap menjalankan tugas"
"Ta-tapi Michael,, bumi sudah hancur? "
"Itulah mengapa kita harus bertanggung jawab Raziel, kita harus bisa memadamkan Api yang tersulut dari peperangan kita Tiga Ras Akhirat"
"Baiklah kalau itu keputusanmu Michael, aku percayakan kepadamu"
,,
Wuuunngggg
"Dia" dihadapakan dengan dua sosok yang telah melesat dari tempatnya berada, jarak yang terpotong pun semakin dekat, namun "Drago" tetap diam, tak sedikitpun bergeming ketika melihat amarah-amarah yang meledak itu telah mencapai tempatnya berdiri.
"MATILAH KAU KEPARAATTTTTT"
"HEEEEYYYAAAAAAAAAAAAA"
Asmodeus dan Kokabiel mengeluarkan pukulan super kuat yang dibaluti Aura Demonic dan Aura suci yang berkobar di kepalan tanganya. Amarah pun bergabung menjadi kekuatan didalam pukulan tersebut.
Bruaaaaakkkkkkkkkk
Dua pukulan itu tepat menghantam tengkorak itu dengan telak dari dua sisi yang berbeda. Namun kepala berwujud tengkorak itu tidaklah bergeser seinchi pun.
"A-apa? "
"I-ini ti-tidak mungkin? "
Keduanya berucap terbata, penuh rasa terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Sekuat apa makhluk dihadapan mereka ini,, hal apa yang bisa melukainya, pukulan fisik tak berarti, seberapa banyak pun serangan sihir magis yang mereka lancarkan juga tak mampu melukai, malah terus menutup seakan tak pernah terjadi apa-apa.
Grebb
Grebb
Kedua leher dari Jenderal perang Datenshi dan pemimpin Iblis yang bergelar Maou Asmodeus itu dicengkram dengan kuat. Mereka lengah karena terkejut berlebihan.
Rongga mata tanpa isi tersebut memandang mereka kosong, dan mereka berdua berani bersumpah, mereka bisa melihat sebuah Neraka yang berkobar didalam kekosongan itu, penuh siksa yang begitu sangat mengerikan untuk dilihat, hingga teriakan kesakitan yang amat sangat memekikkan telinga, tangisan sesal, nyanyian yang berupa tawa dari mereka yang telah gila dari siksaan, semua angkara murka, kesengsaraan, dan kebiadaban terpancar jelas dari rongga mata yang kosong itu.
[Pendosa,,,!] " desis Drago tajam, menatap nyalang dua jiwa yang berada dicengkramanya.
Desisan satu kata itu berhasil membuat tubuh Sang Bintang dan Asmodeus bergetar hebat, bahkan disetiap helai kata yang terucap dari mulut yang dipenuhi taring tajam itu mampu membawa ketakutan yang begitu besar.
"Ughhh,, le-lepaskan aku brengsekkkk" rintih Kokabiel terbata.
[Gyahahahahaaaa, teruslah memohon nak] " namun hanya tawa bedebah lah yang menjawab pintanya.
"Cuiiihhhh,, a-aku tak sudi m-melakukanya" ego yang tinggi memang watak seorang Kokabiel, bahkan ia meludahi sosok tersebut dengan aroganya.
Drago terdiam tatkala cairan putih agak kental itu mengenai mukanya yang hitam bercorak merah. Ini kali pertama baginya diperlakukan demikian.
[Kau pendosa yang berani nak]
Lalu cengkraman itu ia lepaskan begitu saja membuat tubuh Kokabiel jatuh terhuyung.
Brakkkkkkkk
"Ohokkkkkkkkkkk"
Tulang rusuknya kemungkinan besar telah hancur tatkala kaki kiri sosok tersebut menghantam dadanya dengan kuat, Kokabiel melesat jauh hingga jatuh tersungkur, dalam kenyataanya ia langsung sekarat dalam derita yang menyakitkan, nafasnya tersengal tanpa mampu bergerak, namun telinganya mampu mendengar samar-samar pekikan rekan-rekannya yang memanggil namanya. Akankah ia tewas begitu saja, dan kemudian semua menjadi gelap baginya.
Lalu Drago menatap Asmodeus yang terus meronta-ronta dicengkramanya.
[Jiwa yang kotor, penuh dosa yang tak akan termaafkan]
[Meleburlah bersama api yang berkobar di Neraka]
Wusssssshhhhhh
"ARRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHH"
Tubuh Iblis berpangkat Maou itu dilahap Aura hitam mengerikan, gejolak energi yang terbentuk dari dosa dan kesengsaraan. Tubuh sang Iblis seakan dihisap inti Sari kehidupannya, daging tubuh semakin menyusut, rambutnya memutih hingga penghujungnya hanya terlihat tulang yang berbalut kulit dan kain yang dikenakan.
Bahkan seorang Maou sekalipun dibunuh dengan sangat mudah dengan kekuatan yang tak mampu mereka jabarkan, lalu,,, bagaimana dengan mereka yang jauh lebih lemah,, bukankah itu berarti nyawa yang mereka miliki bagaikan telah terkunci oleh sosok tersebut.
Lalu jiwa sang Iblis di tarik dalam keabadian, untuk menghadapi fase berikutnya bagi jiwa yang telah lepas dari urusan duniawi.
Tak ada yang mampu mereka ucapkan, banyak diantara mereka jatuh berlutut pasrah, kali ini mereka telah putus asa menghadapi makhluk mengerikan ini, mereka sadar, satu persatu diantara mereka telah gugur menemui ajalnya.
..
'Ti-tidak mungkin,, A-asmodeus telah mati! ' Bellzebub yang merupakan rekan dari Asmodeus hanya bisa melotot tak percaya, sebegitu mudah sahabatnya itu berakhir.
Tanganya mengepal erat, gigi-giginya bergemelatuk penuh amarah, ini tak bisa dibiarkan, Bellzebub harus membalas dendam kematian rekanya itu.
"KUBUNUH KAU BEDEBAHHHHHHHHHHHHH" teriakan amarah terdengar berkobar-kobar, lalu meluncur cepat dengan tubuh yang berbalut kobaran Energi Demonik.
"HAAAAAAARRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHH"
Drago menatap pendosa yang kini sekujur tubuhnya telah berbalutkan kobaran Aura penuh Amarah. Wajah itu terlihat begitu dendam melihat kematian rekanya.
Wuussssshhhhhhhhhh
Kobaran Api merah bagaikan meteor itu akan segera menghujam sang target.
Menghadapi hal itu, Drago mengayunkan pedang hitam yang digenggamnya.
Sreeettttt
Sebuah kilat hitam melesat cepat menyongsong kobaran api tersebut.
Blaaaaarrrrrrrr
Bellzebub yang melihat seranganya dipatahkan, kembali menembakkan puluhkan kobaran api merah dari tanganya dengan amarah yang melecut-lecut ganas, baginya Asmodeus adalah rekan sekaligus saudara, jadi,,, apapun akan ia lakukan untuk membalas kematian rekanya tersebut.
"Sial,, sial,, sialll,, Huwaaaaaaarrrggggghhhhh"
Puluhan Kobaran api itu terus meluncur pada satu titik dimana makhluk itu berada.
[Keh,, api yang menyedihkan]
Perlahan dari sepasang tanduknya itu, terciptalah pendar hitam pekat berbentuk bola Spiral yang terus berputar cepat. Hingga akhirnya mencapai ukuran sebesar bola sepak.
__ADS_1
Cero : Dai,,,,
Rasenringu
Bwoooooooooooooosssssshhhhhhhh
Sepasang mata dari Maou Bellzebub terbelalak lebar ketika melihat kematian dihadapanya.
Ci-,,,, CIKUSOOOOOOOOOOOOOO"
Blaaaarrrrrrr
Serangan yang dilancarkan Bellzebub termakan seutuhnya,, begitu cepatnya hingga membuat tubuh Maou Bellzebub ikut tenggelam didalam gumpalan Energi hitam pekat tersebut.
Serangan yang bagaikan komet itu terus meluncur dahsyat kearah langit.
Blarrrrrrrrrrrrrr
Langitpun pecah hingga mampu membelah dimensi, serangan penghancur yang mampu membinasakan apapun yang dilaluinya.
Mereka yang melihat hal itu, tak mampu lagi berkata-kata,, itukah kekuatan sang Exsekutor, hanya dengan ukuran sebesar kepala, mampu menghancurkan langit sekaligus menyayat batas Dimensi.
[Kalian yang terkubur bersama penantian, kalian yang terbelenggu dosa yang hina sepertiku, kalian ingin terbebas sama sepertiku, datanglah,,, datanglah bersama semangat kalian seperti waktu itu, tunjukkan pada dunia jika kalian semua lebih hina dari para pendosa,, bangkitlah wahai jiwa-jiwa yang telah mati]
Tiba-tiba saja tanah-tanah dilembah terkutuk itu perlahan bergetar hebat, dan mulai muncul gundukan-gundukan bagaikan biji yang hendak tumbuh.
Krakkk
Krakkkk
Krakkkkk
Lalu, jiwa-jiwa itu bangkit dari kematian dalam wujud tengkorak-tengkorak hitam, menggenggam senjata seadanya. Berbaris dengan acak bagaikan menghadap para pasukan tiga Fraksi.
..
"A-apa itu? "
"Astaga banyak sekali, ini benar-benar perang yang mengerikan"
"Bagaimana bisa semua ini terjadi, dan tulang-tulang itu, mereka hidup sebagai pasukan makhluk mengerikan itu"
"Kita harus cepat bertindak, kita tak bisa terus diam dan menunggu saja sementara pasukan kita bertarung mati-matian" tukas Azazel menginterupsi kawanan makhluk bersayap disekitarnya.
"Aku setuju dengan Azazel, kita harus segera turun kemedan perang, jika tidak, kita tiga belah pihak akan kehilangan banyak pasukan" lanjut Semhazai meneruskan.
"Ramiel-sama beri kami perintah! "
Sang pemimpin hanya bisa memejamkan matanya, jujur,, ia sendiri merasa tegang menghadapi situasi seperti ini, begitu banyak resiko dan ancaman, tapi, ia harus mengambil keputusan.
"Baiklah,, Samsiel, Barakiel, Semhazai, Dan kau Azazel, kalian bantu pasukan kita menghadapi mayat hidup itu, Dan,, -
"Jangan sampai terbunuh"
"Kami mengerti"
Lalu Tanpa berfikir panjang keempat nama yang disebutkan langsung meluncur cepat kemedan perang. Begitu pula dari pihak Tenshi, dan Akuma, menyisakan empat sosok yakni, Michael, Lucifer, Ramiel, serta Bellial.
"Apa kita akan diam disini saja? " tukas Bellial memecah kesunyian.
"Tentu saja,, tidak! Makhluk itu,,, akan menghadapi kekuatan kita berempat sekaligus!" balas Ramiel kemudian.
"Aku ingin bertanya Ramiel,, dan ini juga berlaku untukmu Lucifer! " ucap Michael kemudian.
"Katakanlah! "
"Jika seandainya kita mendapat kemenangan, apa yang akan kalian lakukan setelah itu? "
"Semua akan berjalan sebagai mana semestinya Michael, kau sudah tau kenyataanya, aku tetap tak bisa menerima kehadiran yang lain ditempat yang Ayah khususkan bagi kaumku! "
"Cih,, jangan kau kira aku akan menyerah untuk hal itu Lucifer, kau juga tahu jika Ayah menjatuhkanku ditanah ini juga, itu artinya Ayah secara tak langsung memintaku tinggal di Mekkai" balas Ramiel sengit.
"Kalian berdua hentikan saja berdebatan konyol ini, tidakkah kalian sadar jika apa yang kalian perdebatkan ini tak akan berarti jika kita pada akhirnya tewas" sergah Bellial yang berusaha meredam suasana.
"Apa maksudmu Bellial,, apa kau akan menyerah untuk mempertahankan wilayah kita setelah sejauh ini? "
"Bukan begitu Ramiel, hanya saja aku tak peduli lagi dengan semua itu, karena aku ragu kita bisa selamat dari petaka ini" gumam Bellial pelan,, atensinya tak pernah lepas dari sesosok pemuda yang kini telah menjelma menjadi sesuatu yang mengerikan.
"Aku hanya berfikir Realistis, aku tetap berpegang teguh dengan prinsipku sejak awal, apa yang Ayah rencanakan, apapun yang ditakdirkan, itu mutlak akan tetap terjadi, apabila kita ditakdirkan mati setelah ini, apa peduli kalian tentang kedudukan, wilayah, ataupun dunia ini, bukalah mata kalian, bahkan aku melihat kita sedang berada diperbatasan antara kehidupan dan kematian, dan kalian berdua merupakan ciptaan Ayah yang paling awal buta dengan kenyataan itu, lupakan saja apa yang menjadi tujuan awal kita berperang, karena semua itu tak lagi berarti"
Ucapan itu,,, entah mengapa menggugah jiwa mereka yang telah lama mati, jiwa suci yang telah tertimbun noda beratus-ratus tahun lamanya karena dosa, ucapan penuh kebijaksaan sebagai mantan Archangel Syurga yang paling Genius, Bellial memiliki apa yang tak pernah mereka bertiga miliki.
"Kau benar Bellial,, aku merasa jiwamu tetaplah seperti Archangel Syurga, kau tetaplah bijaksana, kau tetap pula percaya dengan-NYA" ucap Michael kemudian.
"Dan entah mengapa kita sekarang terlihat seperti waktu itu, kita berdiri sebagai para pemimpin mereka semua, hingga akhirnya Ayah memberikan takdir yang berbeda untuk kita, aku menyesali perpisahan dan perpecahan tiga pilar Syurga, tak ada hal yang lebih Indah dari pada bisa terus bersujud kepada Ayah dan terus berkumpul bersama saudara-saudara kita" ungkap Ramiel dengan nada sendu, mengenang memori yang telah lalu.
Lucifer diam, hanya ia yang belum mengungkapkan apa yang ia rasakan saat ini, namun sesaat kemudian, wajahnya terlihat memancarkan exspresinya, sebuah senyum tulus nan meneduhkan itu kembali menghiasi raut wajahnya yang telah lama muram, dan hal itu tak lepas dari pandangan Ramiel, Bellial, dan Michael, bagi mereka, apa yang dirasakan Luciferlah yang paling ingin mereka ketahui.
"Aku kira, memang inilah saatnya, kita tak pernah sepaham, kita memang berbeda pada akhirnya, namun, ada satu persamaan diantara kita semua,,, -
"Pada kenyataanya, kita semua tetaplah mencintai Ayah dari apapun didunia ini, kita bagaikan seekor anak kambing yang kehilangan induknya, kita kehilangan arah, dan berusaha menempuh semuanya dengan cara kita sendiri, tapi kita tetap ingat dengan-NYA, aku pernah berfikir jika seandainya Ayah tak pernah menciptakan yang namanya Manusia, dosa dan pemberontakan tak akan pernah terjadi, dan kita tetap berkumpul untuk terus mengabdikan diri pada Ayah, dan untukmu Michael, kau lah yang tersisa dari tiga Pilar Syurga, aku percaya,,, semua ini memang sudah ditakdirkan, jadi,, lakukanlah yang terbaik, aku percaya, kau bisa lebih baik dariku"
Mereka bertiga tercengang mendengar penuturan panjang itu, pada kenyataannya, Lucifer tetaplah Lucifer, meskipun menyandang nama Satan, namun kenyataanya, hatinya tetaplah suci.
Diantara semua kejutan, mungkin pertemuan inilah yang akan menjadi kejutan terindah diantara mereka.
Raut wajah tampan dari Michael tampak sendu, "Seandainya Gabriel melihat ini, mungkin ini akan menjadi kado yang Indah untuknya, Gabriel selalu merindukanmu, setiap waktu ia terus berdo'a agar Ayah mencabut kutukannya"
"Aku tak menyangka jika adik kita yang manis itu tetap mengagumimu, meski kau dikutuk sekalipun, ia terus mengingatmu, selalu melamun ketika melihat tempat biasanya kau duduk" lanjut Michael kemudian.
Lalu Lucifer menengadah keatas, melihat langit yang begitu suram, "Yah! Aku bisa merasakanya Michael, do'a-do'anya terus menyapa tubuh yang dikutuk ini, tak terhitung berapa banyak do'a yang ia tujukan untukku, dia tak pernah berubah" gumamnya pelan, mengingat sejenak bayang-bayang Archangel tercantik Syurga yang beberapa saat lalu berada cukup dekat dari posisinya.
Mereka terus berbincang-bincang, terkadang mereka tertawa mengingat kejadian-kejadian dimasa lalu, pada akhirnya jalinan yang pernah terputus entah berapa ratus tahun itu kembali diikat dalam benang takdir, menghabiskan saat-saat terakhir mereka dengan bernostalgia, sebuah perpisahan yang manis.
Tuhan tau isi hati setiap ciptaanya, kuasanya memang susah untuk ditebak, hanya mampu menunggu waktu berjalan bagaimana semestinya, lalu mereka akan mengerti perlahan maksud dan tujuan tertentu dari sang pencipta.
"Ah sepertinya kita terlalu terbawa suasana, dan melupakan makhluk itu yang sedari tadi melihat kita" ucap Ramiel kembali.
"Aku tau, entah mengapa aku merasakan jika makhluk itu memberikan waktu untuk kita melakukan reuni perpisahan"
"Yah! Ayo kita bertarung bersama,, -
"Untuk yang terakhir kalinya"
"Tentu saja,, karena memang kita adalah,,-
"Saudara."
.
.
__ADS_1
.