
Akankah sang Mentari datang dan kembali bersinar dihari yang semakin meredup ini, sebagai penyemangat untuk menembus gelapnya kehidupan, meskipun tak pantas,, mereka juga makhluk tuhan yang ingin merasakan ketentraman hidup dan ketenangan batin, mereka memanglah pendosa yang berjalan pada sisi gelap dunia, namun,,,, bukankah lagi-lagi itu semua karena hakikat dari takdir itu sendiri. Tuhan memiliki kuasa mutlak atas hal itu,, tapi mereka? Mereka juga tak pernah berharap menjadi bagian dari pendosa itu sendiri. Karena apa?.
Karena mereka tak pernah meminta hidup ataupun diciptakan dalam takdir yang merepotkan itu sendiri.
Dan sebenarnya semua ini hanyalah permainan dari sang pencipta, mereka tinggal menjalankan skenario yang telah ditetapkan, baik buruknya itu,, semua karena ada yang merencanakan.
Adakalanya mereka mampu merubah atau melawan takdir, namun pada akhirnya mereka gagal, karena lagi, tak ada yang mampu berkuasa atas semua itu kecuali ia sang pencipta.
..
..
Ah,, wajah-wajah yang beberapa saat lalu terlihat ketakutan itu kini terlihat ceria, mereka tertawa lepas, menandakan kebahagiaan sesaat yang mereka raih itu terasa sangat berharga, ucapan-ucapan congkak nan sombong mulai terdengar di indra pendengaran sang Predator.
Ia benci saat-saat seperti ini,, selalu saja mereka menunjukkan sisi kotor yang menjijikkan, sebegitu yakinkah jika tusuk-tusuk gigi ini bisa membunuhnya, betapa bodoh dan tololnya mereka, apa mereka tak tau jika permainan baru saja akan dimulai.
Pemuda yang duduk jongkok diatas sebuah bangkai itu perlahan membuka kelopak matanya, mata berwarna biru yang nampak beku itu memandang benda putih kebiruan yang menancap hingga menembus tubuhnya. Ia amati senjata tersebut,, lalu,,,, sebuah senyum,, ah itu bukanlah senyum,, melainkan sebuah seringai menyeramkan, menambah kesan Horror diraut wajah penuh lelehan darah segar tersebut.
..
"Gyahahahaaa,, kita apakan enaknya mayat pemuda yang sok jagoan itu? " sesosok Datenshi dengan tiga pasang sayap mengintrupsi rekan-rekannya.
"Hoooo,,, bagaimana kalau kita telanjangi pemuda itu, kita potong tubuhnya kecil-kecil sebagai makanan peliharaan Kokaibel-sama? " sahut rekanya yang lain memberikan usulanya.
"Ah kau Genius kawan, itu ide yang sangat Bagus"
"Hahahahaaaa"
Tawa-tawa itupun semakin terdengar nyaring dan menjengkelkan, andai saja ia tak teringat wajah-wajah dari jahannam itu,, pastilah beberapa saat lalu mereka telah menjadi seonggok mayat tak berguna.
Genggaman yang penuh darah itu mengepal erat, otot-ototnya nampak menonjol keluar.
Krakkkk
Kraaakkkk
Tanah yang ia pijaki perlahan retak dan bergetar, mulai membungkam tawa-tawa yang menggelegar barusan. Beban kekuatan yang pemuda itu lepaskan terus bergejolak menghancurkan apapun disekitarnya.
"Tu-tunggu,, apa yang sebenarnya terjadi? "
"A-aku juga tak tahu,, ughhh,,, a-aura apa ini,, sa-sangat mengerikan"
"K-kau benar,, "
,,
Alisnya merajut tak mengerti akan apa yang ia saksikan sejauh ini, ia sang Raja Iblis tak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari sosok tersebut, berbagai macam tanda tanya terus beterbangan di otaknya, 'pemuda ini,, siapa dia sebenarnya, mengapa Ayah dulu merahasiakan Existensinya'
Dipihak Syurga hanya bisa terdiam, menunggu apa yang akan terjadi setelah ini, adakah lagi sebuah kejutan yang mencengangkan untuk dilihat.
Salah satu diantara mereka tengah memandang sendu pemuda itu, Gabriel tahu, dan ia lebih tau dari pada siapapun tentang pemuda tersebut. Terkecuali untuk tuhan yang memang maha tau.
'Aku memang tak tau apa yang sedang kau rasakan Naruto-san, tapi,, aku harap kau menemukan apa yang kau cari di alam semesta ini, meskipun aku tak tau apa itu, tapi kuyakin kau melakukan semua ini atas nama keadilan, meskipun dengan cara kejam seperti ini, tapi disisi lain, aku beserta Michael dan yang lainya memiliki tugas untuk menghentikanya, caramu berbeda dengan kami'
Kemudian Gabriel mengalihkan pandangannya ketempat sang Raja Iblis berada, Gabriel tahu,, keduanya seperti memiliki kesamaan, menatap iba sosok yang dikaguminya tersebut.
'Lucifer-kun'
Deg
"Kekuatan macam apa ini?" mereka yang berada cukup jauh dari pemuda tersebut bertanya-tanya keheranan, pasalnya udara seperti dipenuhi kegelapan yang membuatnya seperti gas beracun yang menyesakkan.
"Sepertinya ini berasal dari pemuda itu,, lihatlah sesuatu yang keluar dari tubuhnya, aura hitam yang perlahan bergejolak"
"Kau benar Barakiel,, ini sangat kelam" sahut Semhazai kemudian, tampak wajahnya dipenuhi lelehan keringat dingin.
..
Dan perlahan tubuh pemuda itu bangkit dengan menggenggam kuat pedang hitam yang nampak tumpul pada bilahnya, masih terlihat beberapa tombak cahaya yang bersarang ditubuh tersebut, berbaur bersama luka kesengsaraan di masa lalu, hal itu tak pelak membuat para prajurit perang tiga fraksi melotot penuh rasa terkejut, pasalnya mereka menduga jika tubuh pemuda itu telah menjadi mayat akibat banyaknya tombak yang menghujam tubuhnya, namun sekarang apa yang mereka lihat benar-benar salah, pemuda itu telah bangkit dan berdiri kokoh tanpa merasakan sedikitpun tanda-tanda kesakitan.
Dan itu artinya,, mereka benar-benar sedang menghadapi mimpi buruk, tak pernah terlintas sebelumnya akan bertemu hal tabu semacam ini.
"Mu-mustahil,, bagaimana mungkin pemuda itu masih hidup? " racaunya ketakutan, menatap tak percaya sesosok tubuh yang berdiri membelakangi mereka semua.
"Ka-kalian semua waspadalah," peringat salah satu di antara mereka Semua.
Srettt
Srettt
Tombak-tombak itu ia cabut satu persatu, inilah berkah sekaligus kutukanya yang lepas dari rasa sakit, tubuhnya bagaikan telah mati rasa, tak ada darah dari luka-luka itu karena ia bukan lagi bagian dari makhluk yang dikehendaki tuhan.
Yah! Raganya hanyalah sebuah bangkai masa lalu yang bangkit dari keputusasaan, bersama jiwa yang membawa perkara sulit di masa depan nanti, dua makhluk berbeda yang berpadu dalam satu wadah, mahkhluk yang tak pernah diharapkan keberadaanya.
Lalu pemuda itu berbalik menghadap kerumunan makhluk Anomali yang menurut mereka para manusia hanya berada dalam mitos. Memberikan pandangan sayu nan kosong, menggambarkan bagaimana keadaan seseorang yang telah kehilangan semuanya.
Surai pirangnya menjuntai kebawah menyelimuti bagian wajahnya sebelah kiri, zirah hitam yang ia kenakan telah hancur dikoyak tombak-tombak dari para pengkhianat Syurga. Memperlihatkan kembali keperkasaan tubuh yang telah dikutuk dunia.
__ADS_1
Bahunya begitu lebar nan berotot, dada bidang dengan perut kotak-kotak, sebuah hasil mahakarya dari pelatihan gilanya selama lima tahun di Neraka dunia, sedangkan lengan kanan itu masihlah berbalutkan perban putih, menutupi warna aneh dari tangan palsu yang dibuat dari Sel leluhurnya. Dan itu merupakan satu-satunya rasa terimakasih yang pernah diberikan sebagai penghargaan atas semua jasa-jasanya, hanya itu saja tak lebih
Lalu,, luka-luka bekas tombak cahaya tadi mulai menutup dengan cepat, meninggalkan sebuah luka menganga yang tak akan pernah tertutup sampai kapanpun, tepatnya didada kiri tempat bersarangnya jantung.
Tak ada Exspresi yang mampu digambarkan diwajah dingin penuh kesemuan itu, pandangannya kosong seperti mayat hidup, membuat siapapun yang melihat mata itu serasa tenggelam dikehampaan dunia, garis bibirnnya lurus horizontal, anting bulat hitam ditelinga kirinya bergerak-gerak pelan, Dengan sesekali surainya bergelayut manja diterpa angin.
Glekkkk
Mereka meneguk ludahnya kasar, makhluk apa yang sebenarnya sedang mereka hadapi sekarang, dan berapa banyak nyawa yang dimilikinya, sungguh mereka terus berfikir keras, tak ada Aura manusia, Vampir, Youkai ataupun makhluk yang mereka kenali sejauh ini, hanya ada kegelapan yang kelam.
Bagaimana mungkin Existensi semacam pemuda itu ada didunia ini.
..
Tap
..
Tap
..
Tap
Dan pada akhirnya pemuda itu berjalan kearah mereka dengan langkah pelan, kaki jenjang itu terus berayun diiringi dengan irama jantung-jantung yang berdetak cepat, terus menapak diatas genangan darah yang telah ia tumpahkan.
"J-jangan mendekat,, M-monster" beberapa diantara prajurit itu melangkah mundur ketakutan.
Mereka seperti melihat Shinigami yang hendak membawa mereka semua ke alam baka. Alam kematian, tentunya dengan mencabut nyawa mereka terlebih dahulu.
"J-jangan bercanda brengsekkkkkkk" salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk menyerang pemuda tersebut.
"MATILAH KAU BEDEBAHHHH,, HEYAAAAAAAAA"
Sretttt
Tubuh itu terhuyung hendak tersungkur ketika sipemuda memiringkan sedikit tubuhnya, tampak sipenyerang terbelalak lebar, tubuhnya tepat berada disamping pemuda tersebut, dengan kata lain ia berada dalam posisi yang sangat matang untuk dibunuh. Hanya tinggal menunggu kapan sang Predator akan mengeksekusinya.
Trank
Grebbbb
Pedangnya terjatuh namun tubuhnya tertahan ketika sebuah tangan mencekram sayap kananya, ia hanya bisa menahan nafas, ketakutanya begitu besar, peluh-peluh mulai membasuh mukanya yang begitu tegang, dan,,,, tubuhnya seakan enggan menerima perintah otaknya untuk berontak melepaskan diri dari sang Predator.
"A-aku mohon,, a-ampuni aku tuan" penghujungnya bibir itu tampak bergetar memohon ampun, karena bagaimanapun ia tahu, nyawanya akan segera berakhir jika keajaiban tak segera datang.
Krakkkk
"ARRRRRRGGGGGGHHHHHHHH " jeritnya terdengar pilu untuk didengar mengiringi bunyi tulang sayap yang telah diremukkan dalam sekali remasan kuat. Matanya tampak melotot disertai urat-urat syaraf yang menonjol, begitu teramat sakit.
Brukkk
Tubuh Iblis bergenre laki-laki itu jatuh dan terjerembab ketanah yang beberapa saat lalu telah berubah menjadi kubangan darah pembantaian, meraung-raung kesakitan sambil berguling-guling seakan mewarnai tubuhnya sendiri dengan darah.
Lalu,,, jari telunjuk pemuda itu bergerak pelan, teracung lurus tepat dimana tubuh Iblis itu berada, sedetik kemudian sebuah pendar hitam kemerahan sebesar kelereng tercipta dihujung jari telunjuk tersebut.
"Waktumu telah berakhir"
Blaaaaaaarrrrrrrrr
Tubuh yang tergeletak itu tenggelam bersama ledakan barusan, musnah dan terhapuskan begitu saja, lalu, bekal apa yang akan pendosa itu bawa ketika bertemu sang penguasa Alam kematian.
Kenyataanya mereka hidup sebagai pembangkang, mereka jelas telah ingkar, dan jika memang Iblis itu memang makhluk laknat, bukankah sudah jelas dimana nanti mereka akan singgah dalam keabadiannya?
,,
Kala itu mereka semua dibuat bungkam oleh ledakan yang cukup besar tersebut, hanyalah sebatas sebesar kelereng namun memiliki daya hancur yang mengerikan. Dan mereka kini tahu, pemuda itu tak mengenal kompromi ataupun belas kasih. Dan mereka bisa memastikan jika rekan mereka telah hancur berbaur dengan debu yang mengepul bercampur asap.
Tap
Tap
Lalu mereka semua tersadar ketika tahu pemuda tersebut mulai meneruskan langkahnya, mereka kuatkan senjata-senjata yang sedang mereka genggam. Karena,,,, bisa jadi salah satu diantara mereka akan menjadi korban selanjutnya.
Deg
Deg
Deg
Detak jantung dari para prajurit perang tiga fraksi itu terdengar samar namun berirama tak beraturan, gugup, takut, dan tegang, tentunya semuanya terasa begitu mencekam, mereka serasa dihadapkan dengan kematian itu sendiri.
Kembali pemuda itu menunjukkan wujudnya setelah asap hasil ledakan barusan hilang bersama angin yang berhembus.
"A-apa yang harus kita lakukan sekarang? " otak mereka dibuat blank seketika, tak mampu untuk sekedar berfikir Realistis, padahal masih banyak cara untuk menghadapi situasi seperti ini. Hanya saja, ketakutan telah membuat pemikiran mereka kacau dan Insting berantakan.
"Entahlah,, pemuda itu dengan mudah membantai rekan-rekan kita yang mencoba menyerangnya, tak ada diantara rekan-rekan kita yang tewas dengan layak, se-semuanya mati dengan mengenaskan" ungkap prajurit lainya dengan tubuh bergetar, mencoba menceritakan keadaan yang sejauh ini mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri.
__ADS_1
"Se-semuanya,, ayo kita satukan kekuatan, jangan takut dengan lawan dihadapan kita, kita semua memang musuh dan saling berperang sebelumnya, tapi sekarang, kita dihadapkan dengan makhluk yang akan mengancam kehidupan Ras kita semua, jadi,, tak ada salahnya kita bekerja sama untuk membinasakan pemuda itu" sesosok Malaikat jatuh dengan tiga pasang sayap tampak memberikan pidato singkat guna untuk menyatukan kekuatan bersama. Meskipun begitu, tak dapat dipungkiri jika ia pribadi berusaha menyembunyikan ketakutannya, ucapanya tergagap, keringat dingin membasuh wajah, dengan gestur yang terlihat gemetaran.
Mereka semua diam dan berfikir sejenak, mencerna ucapan barusan, menimbang-nimbang untuk mengambil manfaat ataupun kerugian, namun,,, ucapan tersebut memang benar adanya, mereka tak boleh takut, dan harus bisa bekerja sama, dengan begitu kemungkinan besar mereka bisa menang.
"Yah aku setuju denganya, tak ada salahnya kita semua bekerja sama"
"Mungkin itu terdengar lebih baik dari pada satu persatu diantara kita tewas mengenaskan"
"Bukan ide yang buruk, baiklah kami setuju" pada akhirnya mereka menerima tawaran yang diajukan salah satu Datenshi, karena pada dasarnya mereka semua memiliki ketakutan yang sama, dan musuh yang sama.
Lutut-lutut yang awalnya gemetar itu perlahan berubah menjadi gestur sebuah kuda-kuda, tampaknya mereka akan melakukan perlawanan yang sengit.
Langkah yang semula pelan itu perlahan tampak seperti dipercepat. Seberapa banyak pun lawan yang akan ia hadapi, selama mereka memiliki jantung, ia akan menang.
Drap
Drap
Drapp
Wushhhhhh
"SEMUA AYO SERANG PEMUDA ITU BERSAMA-SAMAAAAA"
"HORYAAAAAAAAAAAAAA"
"AYO MAJUUUUUUUUU"
Drap drap drap
Langkah-langkah itu terdengar keras bersamaan teriakan semangat untuk berperang sampai mati, mereka tekadkan untuk terus maju, tak perduli jika akhirnya mati,, mungkin itu lebih terhormat dari pada mati tanpa perlawanan.
Dengan gaya bebas dan brutal, pemuda itu mulai menghunuskan pedang Neraka itu dengan liar, ia ayunkan kesegala arah, dan mulai melakukan pembantaian dengan membabi buta. Meliuk-liuk dengan cekatan, kekuatan fisik yang tak perlu ditanyakan lagi, kecepatan yang mampu merivali cahaya, dan Insting tajam seekor predator, sudah cukup untuk membuat pemuda itu mendapatkan predikat petarung fisik yang berbahaya sekaligus mematikan, bahkan jika andai pemuda itu tak memiliki kekuatan lainya.
Jrashhh
Jrasshhh
Jlebbb
"ARRRRGGGGGGHHHH"
Jrasssshhhh
Darah-darah terus beterbangan bersamaan Roh-roh yang bergelayutan diudara, ratusan ribu Ras Akhirat melawan seorang pemuda, perbandingan yang terpaut begitu jauh, namun kenyataan itu bukanlah masalah besar bagi si pemuda. Legenda mendiang Ayahnya mampu menumbangkan beberapa ribu pasukan Ninja seorang diri bermodal sebuah kunai dan kecepatan dimasa perang dunia Shinobi ke-tiga, sebagai Legacy nya,, ia akan melakukanya jauh lebih baik, ia telah mengukir Legenda nya sendiri, sebagai mesin pembunuh yang akan terus bergerak sampai mangsanya tak tersisa, dan hal itu sudah terbukti dimana tanpa ampun pemuda itu membantai ratusan ribu Shinobi dalam parade berdarah dengan tema penghianatan dan balas dendam.
Ninja resu Zentai no zetsumetsu no Shunkan'
Kepala yang terpenggal, tubuh yang terbelah seakan menjadi korban mutilasi, bau anyir darah begitu menyeruak diudara, organ-organ tubuh yang berceceran dimana-mana, tak perduli siapa yang ia hadapi, bahkan malaikat sekalipun, mereka melawan tetap akan ia hancurkan, mungkin saja ia akan dikutuk setelah membunuh hamba-hamba tuhan yang setia itu.
Takut? Tidak,,, pemuda itu tak lagi mengenal kata tersebut,
Karena bagaimanapun,, ia adalah kutukan itu sendiri.
..
"KUBUNUH KAU MAKHLUK HINAAA" sesosok Iblis berteriak lantang, berlari cepat penuh amarah, menggenggam erat sebilah kapak.
"HEYYAAAAAAAAAAA"
WUSSHHHH
"A-apaaa"
Pemuda itu menghilang cepat lalu muncul seketika diatas tubuh sosok Iblis tersebut.
Crassshhhhh
"ARRRGGGGGHHHHHHH" sungguh mengenaskan ketika tubuhnya telah terpisah menjadi dua bagian. Terlihat daging yang begitu segar.
Brukkkk
Kembali tergeletak menjadi bangkai yang hina, andai saja tubuh mereka mampu melebur seperti bagaimana semestinya, mungkin pemandangan menyedihkan ini tak akan pernah terlihat, mungkin hanya akan ada darah yang tergenang dimana-mana. Akan tetapi kutukan dari pedang hitam itu tak akan pernah membiarkan jiwa mereka pergi dengan layak, dan itu hal yang pantas bagi pendosa, mereka yang melanggar aturan dari tuhan, mereka yang membangkang dari perintah tuhan akan mati ketika pedang hitam itu diacungkan.
Sesosok malaikat dengan dua pasang sayap melesat cepat, menggenggam pedang suci bercahaya.
"Aku tak peduli siapa kau, tapi aku akan mengirimmu ke neraka makhluk kejam"
"Heeeeeyaaaaa"
Sebuah gelombang putih bersinar membentuk tebasan bulan sabit secara vertikal, membelah tanah lalu merangsek cepat menuju sang target berada.
Matanya berkilat tajam merasakan sesuatu yang mendekat begitu cepat, insting predatornya mampu mendeteksi sekecil apapun bahaya, bukan karena ia takut, namun ia tak ingin membuang-buang waktu lagi. Ia harus menabung sedikit demi sedikit nyawa-nyawa itu di penampunganya, dengan begitu mungkin bisa mengurangi sedikit rasa muaknya setelah bertahun-tahun jengah menunggu.
Wuuussshh
Pemuda itu melakukan lompatan cepat keudara, menggerakkan lengan kananya yang terbebas kedepan dada membentuk single handseal.
__ADS_1
Futon : Daitoppa