
Lupakanlah, semuanya telah berlalu, kau tak akan bisa kembali kemasa itu, masa dimana kebersamaan Indah itu kau genggam dalam kepastian, kau tersenyum lepas tanpa rasa takut dibalik kejamnya hal yang tak kau ketahui waktu itu.
Kuburlah, sejauh mungkin kau bisa memendamnya dalam asa, kau tetaplah kau, tak kan bisa menjadi yang lain, sisi burukmu bangkit karena rasa kecewa yang begitu besar. Dari sejak saat itu kau tak kan bisa kembali lagi menjadi dirimu yang cengeng dan penuh cahaya.
Kau tentu sadar dan tahu kenyataan itu, nikmatilah fakta dimana kau semakin jauh dari hasrat untuk menggapai mimpi.
Lalu berpalinglah kedepan, lanjutkan kembali langkah kakimu yang sempat goyah, itu lebih baik dari pada harus memikirkan sesuatu yang menjadi mitos dalam secercah harapan yang pernah kau simpan.
..
..
Gelap,,, sangat-sangat gelap, itulah yang ia temukan ketika sebelah wajahnya yang tampak normal membuka mata, ia memiliki pertanyaan tersendiri, bukan karena apa yang sedang terjadi, melainkan,,,
Siapa yang berani mengganggu acaranya? Tangan-tangan dari jiwa yang bergentayangan telah menariknya kedalam sebuah peti mayat, menariknya kealam lain yang begitu kental dengan hawa kegelapan yang begitu pekat.
Pada dasarnya ini memang ia sengaja, berlagak bagaikan telah kalah dan menyerah, membiarkan raganya yang berupa sebujur bangkai tersegel bersama jiwanya yang dikutuk tuhan dan dunia. Bukan tanpa sebab dan alasan, karena ada hal lain yang menarik minatnya.
Sebuah fakta baru yang ia temukan, tangan-tangan yang menyeretnya itu bergerak atas perintah dari yang berkuasa atas alam kematian dunia ini, ia mengira alam kematian dunia ini tergabung dalam satu wadah bersama alam kematian sebelumnya yakni didunia tempat ia berasal.
Karena ia tahu, Shinigami tak akan berani mengusik keberadaanya apapun yang terjadi, ini berbeda dimana kedua tempat roh-roh itu kembali berada dalam dimensi dan wadah yang berbeda, dan satu kemungkinan, sang penguasa alam kematian ditempat ini juga berbeda.
Dan sekarang, ia tinggal mencari tahu,, makhluk seperti apa yang dengan berani memerintahkan jiwa-jiwa yang bergentayangan itu menyeretnya.
Tap Tap Tap
Langkahnya bergema disetiap sudut, hawa yang begitu dingin tak sedikitpun membuat tubuh kekar itu goyah dan bergeming. Tatapan sebelah matanya itu nampak datar dan kosong.
Tap
Tap
Tanpa lelah kaki itu berjalan diatas pijakan yang entah terbuat dari apa, bagaikan menyusuri lorong panjang tak berhujung.
Tap
Langkah itu berhenti ketika dihadapkan sebuah pintu raksasa.
[Grrrrrrrrrrr]
[Grrrrrrrrrrrrhh]
Saat itu pula terdengar dua buah geraman dari sisi kanan dan kiri gerbang, sosok tersebut terdiam, seakan tak tertarik dengan apa yang didengarnya.
Drap
Drap
[Grooooooooooaaaaaarrrrrr]
Ah sepertinya langkahnya tak akan berjalan mulus untuk memasuki gerbang dihadapanya.
Sesuatu berwarna hitam pekat, dengan enam pasang mata merah menatap si pemuda dengan penuh intimidasi, berharap hanya dengan tatapan mata itu mampu membuat tamu tak diundang itu ketakutan.
Si pemuda menengadah sedikit keatas, menatap kosong dua makhluk penjaga gerbang tersebut, sedikit pencahayaan mampu memperlihatkan wujud keduanya, berupa dua ekor anjing raksasa yang memiliki tiga kepala.
,,
[Grrrrrrr,, siapa kau ? ] " tanya keduanya bersamaan, terdengar nada tak bersahabat dari ucapan yang terucap barusan.
Hening!
Tak ada jawaban atas pertanyaan penuh amarah tersebut, hanya tatapan kosong yang kedua monster itu dapatkan.
Brakkkkkkkk
[KUTANYA SIAPA KAU MAKHLUK ASING?] " kedua Monster itu menghentakkan kaki bagian depanya kepada pijakan tempat mereka berdiri dengan amarah yang memuncak, berani-beraninya sosok dihadapan mereka mengabaikan pertanyaanya.
[Aku,,, bukan siapa-siapa, dan,,
,,-tak pernah ingin menjadi siapa-siapa] " ucapan serak nan berat terlontar dari mulut sipemuda, dimana mulut itu setengahnya hanyalah taring-taring tajam dibagian kiri, dengan kulit yang tak melekat sama sekali diwajah bagian kiri. Berhiaskan satu tanduk yang mencuat kedepan.
Degg
Mata kedua monster itu terbelalak lebar, ucapan itu,, bagaikan sebuah pedang yang mampu membunuh mereka dalam sekejap, ucapan yang serasa menggetarkan lutut mereka, dan kini mereka tahu, sosok dihadapan mereka ini bukanlah suatu Existensi yang biasa, yang jelas,, apa yang kini berada dihadapan mereka merupakan sesuatu yang amat sangat berbahaya. Ditambah mata merah disebelah kanan yang terus berputar pelan bagaikan menghitung detik-detik yang berlalu.
[Menyingkir dan biarkan aku masuk,,, atau,,, -
,,-kubunuh]
Brukk
__ADS_1
Brukkk
Kedua anjing penjaga yang dimana dinamakan Cerberus itu jatuh berlutut tatkala makhluk dihadapan mereka ini melepaskan sebuah kegelapan pekat, sesuatu yang tak memiliki batasan dan sangat-sangat jahat.
[G-GILA,, ENERGI MACAM APA INI] "ucap salah satu Cerberus dengan mata yang melotot horror.
[K-KAU BENAR,, I-INI SANGAT-SANGAT MENGERIKAN] " sahut rekanya kemudian dengan exspresi yang tak jauh berbeda.
[GAHHH,, A-APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?]
[KI-KITA TAK BISA BERBUAT APA-APA,, KITA BAHKAN TELAH DITUNDUKKAN HANYA DENGAN TEKANAN ENERGINYA]
Tap
Tanpa mampu berbuat lebih, kedua Cerberus itu hanya bisa melihat sosok tersebut berjalan tanpa rasa takut melewati pertengahan jalan keduanya. Menunjukkan dominasi yang dimiliki, tentang siapa yang lebih kuat, dan siapa yang lemah, itulah faktanya.
Blarrrrrrrr
Kedua Cerberus itu menutup mata atas kekalahan telak ini ketika gerbang yang mereka jaga beratus-ratus tahun itu dihancurkan begitu saja, dan ini akan menjadi sebuah penghinaan besar, ketika sosok makhluk tak dikenal nyelonong masuk begitu saja, menundukkan mereka tanpa syarat, dan kemudian meluluh lantakkan gerbang dunia kematian yang selalu mereka berdua jaga.
Tartarus,,, itulah tempat ini dinamakan, tempat dimana jiwa manusia kembali, dan juga,,,
Tempat dimana sang Dewa kegelapan berkuasa, tempat yang begitu Sakral bagi makhluk hidup, dan tak ingin siapapun yang berniat berkunjung. Karena,,,,
Mereka yang telah singgah,, tak akan mampu kembali lagi.
Sampai kapanpun.
..
..
Drap Drap
Drap Drapp
Terdengar puluhan langkah kaki yang berlarian karena panik, ini bukan sesuatu yang biasa dimana Tartarus mengalami sebuah guncangan, sepertinya sesuatu telah terjadi.
Dan arah pintu gerbang lah yang menjadi tujuan para punggawa Tartarus itu.
Para makhluk berjubah hitam yang dimana disebut Gream Reaper itu berbaris rapi menutup jembatan yang menjadi terusan setelah melewati gerbang.
Dihadapan mereka saat ini telah berdiri sosok makhluk aneh yang entah dari golongan apa. Dan anehnya, sosok itu bukanlah sebuah Roh yang memberontak, melainkan wujud lengkap dimana menandakan jika sosok itu merupakan sesuatu yang hidup dan berasal dari dunia atas.
Tap
Para Gream Reaper yang lain mempersiapkan senjata mereka masing-masing untuk mengantisipasi, karena mereka tahu,, tamu tak diundang ini cukup berbahaya terbukti berhasil masuk dengan melewati penjaga gerbang yang merupakan makhluk buas yang sangat berbahaya.
[Siapa yang berani mengganggu acaraku di Mekkai] " desis sosok tersebut tanpa basa-basi, ini semua diluar perkiraanya, ia tak suka acaranya diganggu.
..
"Khukhukhuuu, jadi,, inikah makhluk yang diminta Ramiel kepada tuan untuk diseret kealam kematian" sang pemimpin para Gream Reaper tersebut berucap sinis, ternyata sosok dihadapanya ini merupakan makhluk yang telah membuat pemimpin tiga Frakai Akhirat kerepotan. Hingga harus meminta bantuan kepada tuanya lewat berkah tuhan.
[Siapa pemimpin kalian?] " ucap Naruto yang kini berada dibatas kesadaran antara wujudnya dengan wujud Drago, namun,, terlihat Drago yang lebih mendominasi, mengingat Naruto kurang begitu peduli dengan yang terjadi, Naruto lebih suka menonton, melihat sisi kehidupan yang semakin aneh ini, dan lebih suka menyerahkan kepada jiwa yang menghuni bangkainya.
"Keh! Kau mungkin kuat,, tapi,,, kau tak pantas tahu atau bahkan bertemu dengan tuan Hades, sang Dewa kegelepan" ucap Pluto Sarkastik, baginya tuanya yang terkuat, dan ia tak ingin menyandingkan siapapun dengan Tuanya karena itu sangatlah tak pantas.
[Begitukah?,,, kita lihat,,-
Wussshhhhh
Srettttt
,,-seberapa jauh kau bisa bertahan dari makhluk yang dikutuk ini]
Degggggg
'A-apaaaaaa'
Belum sempat berkedip sosok tersebut telah berada tepat disampingnya dengan sebuah kecepatan yang begitu mengerikan, bersamaan dengan sebuah desisan tajam menusuk telinganya, tak bisa dipungkiri jika tubuh Pluto menegang seketika, tubuhnya bagai lumpuh tanpa mampu bergerak, namun,, dengan sekuat tenaga Pluto mengayunkan Sycte digenggamanya bermaksud menebas sosok tersebut.
Wussshhh
Grebbbb
Grebbbb
Lagi dan lagi Pluto harus terkejut, Sycte kebanggaanya ditangkap dengan begitu mudah. Seakan senjata kematian itu tak mengancam sama sekali.
[Aku bisa saja meremukkan tubuhmu detik ini juga] " kepala setengah tengkorak bertanduk itu menoleh kearahnya dengan tatapan mengerikan, saat itu pula Pluto berfikir kemungkinan yang terburuk jika ucapan itu menjadi kenyataan, ucapan itu bukanlah sebuah lelucon belaka. Makhluk kuat selalu memiliki hawa intimidasi lewat tatapan mata dan ketenangan. Itulah yang Pluto ketahui.
__ADS_1
Rongga mata yang kosong bagaikan lambang sebuah kekosongan dan kegelapan dunia, dengan satu mata berwarna merah pekat berpola aneh yang dihiasi sembilan tanda koma, menatapnya penuh Aura jahat, tatapan mata yang sangat mengancam.
Dan Pluto benar-benar sadar, makhluk yang tengah mencengkram senjata kematianya, bisa membuktikan ucapanya dengan mudah, akan tetapi ia sebagai pengawal tertinggi sang Dewa tak akan menyerah dengan mudah, ia lebih memilih mati demi menjaga tugas dan reputasinya dari pada harus tunduk dengan sangat hina.
Wussshhh
Pluto melompat keatas bermaksud melepaskan diri, membuat Hoddie yang ia kenakan terbuka memperlihatkan wujud kepalanya yang berupa tengkorak kepala berwarna putih polos tanpa memiliki corak tertentu.
Yah! Tempat ini hanya dihuni oleh makhluk-makhluk sakral sebagai penjaga alam kematian, hanya berisi tengkorak-tengkorak hidup, dan sebagai Algojo yang akan memerangkap jiwa-jiwa yang telah mati untuk diadili,
Mereka tak sepenuhnya bergerak atas perintah tuhan, terkadang mereka dengan seenaknya mengambil jiwa yang bukan takdir dan waktunya mati, beginilah sistem kehidupan dunia ini, aturan dan hukum tak berlaku, siapa yang lebih kuat, akan berbuat semau mereka mengenyahkan segala aturan dan Konskwensi yang berlaku. Dan yang lemah selalu menjadi korban bagaikan sebuah tradisi ataupun kutukan turun temurun.
,,
Kumpulan pasukan itu mulai bergerak kearah sang tamu tak diundang, mereka tak memiliki kesadaran, dan bergerak atas perintah Tuan mereka, dengan kata lain mereka diciptakan demi kepentingan dari sang Dewa.
Separuh wajah yang berbalut kulit itu perlahan berhiaskan sebuah seringai, ia tak ingin mengotori tanganya untuk melakukan sesuatu seperti ini. Baginya mereka hanyalah kerumunan dari sesuatu yang tak berguna.
[Bangunlah,,,-
,,,- kawan-kawan ]
Wushhhhhh
Kabut hitam datang menaungi area pinggiran jurang kematian yang menjadi pusat kericuhan saat ini, dan tak lama kemudian hadirlah kembali mereka para punggawa sang Exsekutor, pasukan keabadian yang Absolute, pasukan yang suatu saat akan berjuang bersamanya tatkala masa itu tiba.
Krakkk
Krakkkk
Tulang-tulang berwarna hitam yang baru saja terbangun itu tampak berjalan dengan langkah gontai dan kepala yang tertunduk, lalu berbaris rapi menghadang para Gream Reaper yang tentunya sangat terkejut ketika dihadapkan makhluk-makhluk sejenis dengan mereka meskipun jelas berbeda, antara Energi maupun ciri fisiknya yang berwarna hitam kusam dan kotor. Seperti usai terbangun dari pemakaman.
Pasukan mati melawan pasukan yang dikutuk bersama keabadian.
Dan pada akhirnya kedua kubu bentrok dan mulai bertarung atas kehendak Tuan mereka masing-masing, mungkin ini akan terlihat sangat menarik ketika berada dimedan Perang yang sesungguhnya.
Sekali lagi Pluto harus terkejut, ini sangat mustahil baginya ada makhluk yang mampu menguasai jiwa-jiwa yang telah mati selain tuanya.
'Siapa makhluk ini sebenarnya, dan bagaimana bisa ia memiliki pasukan yang hampir serupa dengan pasukan Gream Reaper milik tuan Hades'
Tap,, Tap,,
Tap,, Tap,,
Drago yang tak ingin berlama-lama segera melanjutkan langkahnya, yang ingin ia ketahui hanya siapa yang berani mengusiknya, itu saja, dan jika banyak hal merepotkan terjadi, ia tak akan segan meledakkan tempat ini tanpa sisa.
"Jangan lupakan aku brengsekkkkk" terdengar lengkingan teriakan marah yang harus membuat Naruto menghentikan langkahnya.
Dari arah belakang muncul Pluto yang melesat cepat dengan sabit hitamnya, sejujurnya hal ini cukup membuat Naruto jengkel.
[Kau sangat mengganggu bocah!] " ucapnya sembari membalikkan badan menatap Pluto yang sedikit lagi mencapai tempatnya.
"HEEYAAAAAAAAAAAHHHH"
Sretttt
Slassshhhhh
Hanya deru angin singkat yang tercipta, ia tak menebas apapun, hanya udara kosong seakan tak pernah ada siapapun yang pernah berada ditempat tersebut.
'S-sial kemana perginya Dia? ' rutuk Pluto dalam hati, apa yang sebenarnya sedang ia hadapi, mengapa pengawal Elite sepertinya terlihat seperti seorang pecundang. Kepala tengkoraknya bergerak kesana kemari mencari sang musuh berada. Saat itu pula fikiranya kalut dikuasai perasaan was-was.
Plukk
Degggg
Sebuah tepukan dipunggung membuat Pluto Syok seketika.
[Tidurlah sebagai anak yang baik]
"Si-,,,
Bruaaaakkkkkkkkk
Naas sekali nasibmu Pluto, mungkin setelah ini kau harus melakukan operasi untuk kembali menyatukan tulang-tulangmu yang remuk, dan kau harus mencatatnya dalam sejarah kehidupanmu untuk penghinaan besar yang telah mencoreng reputasimu sebagai pengawal No. Satu sang Dewa kegelapan.
Baginya ini merupakan sebuah lelucon, apa memang ia yang terlampau kuat, ataukah lawanya yang terlalu lemah, semua sama saja baginya, makhluk didunia ini penuh omong kosong yang menjijikkan.
[Nah! Sekarang kita lihat siapa yang telah berani mendatangkan perkara ketempat ini] " seringainya kembali terbentuk, siapapun telah salah untuk bermain-main denganya, mereka hanya tak tahu apa saja yang bisa ia lakukan sebagai kegelapan dunia.
,,
__ADS_1
,,