
Di sisi lain Konohamaru yang melihat Bunshin Naruto menghilang secepat mungkin, entah mengapa mengapa demikian buruk, ia tahu Naruto tak mungkin sengaja melepas Bunshin-bunshin yang menjaganya dari tadi, tak ingin hanya diam dan berpikir Konohamaru memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut di mana keberadaan Naruto,,, namun beberapa langkah kemudian langkahnya terhenti ketika sebuah lengan dihentikan lajunya, kemudian dengan cepat Konohamaru menoleh ke belakang,
"Kenapa kau harus mengetahuiku Kazekage-sama, aku harus mencari Naruto-nichan,,, dengan cukup keras dan tergesa-gesa, bagaimanapun fikiranya sedang diliputi tinggi,,
"Kita tinggalkan tempat ini,, 'balas Gaara dengan serius,,
"A-apa kau bilang,, dan tinggalkan Nichan disini,, cih,, aku takkan melakukan hal serendah itu, aku Sarutobi Konohamaru tak kan menembakkan senjata dari pertarungan, 'balas Konohamaru dengan geram, bisa-bisanya Kazekage mengajaknya kabur dan meninggalkannya Naruto sendiri,
"Konohamaru,, kau tak mengerti, Naruto telah berpesan padaku untuk membawamu pergi jika sesuatu yang buruk terjadi,, 'balas Gaara dengan tenang, namun jelas terlihat raut wajah khawatir dibalik ketenangan itu,,
Konohamaru yang mendengar ucapan Gaara hanya bisa membelalakkan matanya lebar, jika benar begitu, Naruto sekarang benar-benar dalam bahaya,,,
Lepaskan aku Kazekage-sama,, aku Akan menyelamatkan Naruto-nichan,, 'ronta Konohamaru dengan kuat, tampak bergetar ketika ia mendapat kesimpulan dari apa yang ia khawatirkan, ada kemungkinan Naruto telah tertangkap atau yang terburuk, telah meninggal,, ,
"Konohamaru,, tenanglah, aku yakin Naruto tidak akan kalah kalah itu, 'lanjut Gaara!
"Tidak bisa, aku harus membantu Nichan,, 'teriak Konohamaru dengan emosi,, hingga membuat Gaara cukup kesulitan untuk menahan rontaan demi rontaan yang dilakukan cucu dari mendiang Hokage ke-tiga itu. Tidak ada pilihan lain,,,
Debb
itu pula Konohamaru kehilangan kesadaran setelah Gaara memukul tengkuknya,
"Mungkin dengan ini kau bisa tenang,,
"Aku tak percaya kau meninggalkan bocah keras kepala ini kepadaku, tapi,, kuharap kau selamat selamat Naruto,, 'ucap Gaara pelan, kemudian meletakkan Konohamaru pijakan pasir terbang milik mereka dan melenggang pergi kemanapun, Naruto telah berpesan kepadanya, untuk membawa Konohamaru pergi sejauh mungkin, jujur ia menolak ketika Naruto menyuruhnya untuk pergi pergi dengan membawa Konohamaru. Namun percuma saja melawan ego dan keras kepala sahabatnya tersebut,,
,,
,,
__ADS_1
,,
,,
Gelap,,, hanya bayangan yang ia lihat,, kembali ia ketempat entah berantah, bangkit dan terus berjalan menuju tempat yang pernah ia tau, baru saja ia kembali sadar namun harus kembali pada bayangan lagi, dunia seolah mempermainkannya, begitulah setidaknya pemikiran dari Namikaze muda itu, sempat ia menerka bahwa ini adalah alam kematian tempat kembalinya makhluk yang telah habis waktunya, namun demikian persepsinya salah ketika ia hanya dalam kesendirian, tak melihat apapun yang ia lihat, hanya dalam gelap,,,
'Dimana lagi ini,,' fikirnya ketika ia terus berusaha mencari satu jawaban dari jutaan pertanyaan diotaknya,,
"Sebenarnya apa yang terjadi,, barusaja aku bangun dan sadar, membuka mata dan kemudian bedebah itu menusuk jantungku dengan Jutsu ciptaan Sensei bajingan itu, lalu sekarang, 'ucapnya dengan monoton, kepalanya hanya menoleh tak tentu arah berusaha untuk menemukan sesuatu, ,
Sungguh ingin bertanya kepada rubah yang menghuni tubuhnya sekarang juga, namun sejak awal dirinya beberapa saat lalu, entah mengapa ada tanda-tanda keberadaan Mitra tersebut,,
Terus berjalan hingga ke-dua langkah itu membawanya ke jurang yang terlihat sangat dalam, namun ia menemukan sebuah tangga yang bisa dipastikan merupakan perantara untuk menuruni jurang itu,
Mengetuk
Mengetuk
Mengetuk
Entah sudah berapa ribu anak tangga yang telah ia pijaki, namun sepertinya masih belum ada tanda-tanda langkahnya menuju tahap akhir dari apa yang menjadi tempat kakinya berpijak,
Tak ada lagi rasa takut, karena ketakutan telah mati, dalam sehari semuanya telah berubah, perlahan lengan kananya ia gerakkan ketempat dada kirinya, tempat yang beberapa saat lalu menjadi sarang sebuah Jutsu yang dihunuskan mantan sahabatnya untuk hidup,,,
Kosong,,, 'gumamnya lemah ketika iya menemukan sebuah lubang bulat menganga menembus hingga punggung,, dan itu hanya berarti ia tak lagi memiliki jantung sebagai karakter utama pendukung kehidupanya, tapi apa yang terjadi milikmu, bahkan ia masih merasa begitu hidup tanpa awal merasa sakit,, lagi-lagi otaknya terpaksa harus terperas untuk berfikir super keras,,
"Apakah benar aku sudah mati,, 'lagi-lagi ia menjawab pertanyaan yang entah ia tujukan kepada siapa,,
"Hah,,,, 'menghela nafas lelah ketika ia telah sampai pada dasar jurang, melihat sekeliling dengan teliti, difokuskan segala yang ia miliki untuk sekadar merasakan atau menangkap sesuatu, dan beberapa saat kemudian ia menemukan sebuah jembatan yang ia teliti mengarah pada sebuah gerbang raksasa yang menutup rapat jembatan itu berada, tak ingin terus dalam ketidakpastian Naruto segera melanjutkan langkahnya untuk menapaki jembatan yang kini terbentang beberapa meter dihadapanya, berharap segera menemukan jawaban dari hal yang jauh dari wajar sejauh ini.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti dengan semua ini, tapi kuharap ini yang terakhir dan mendapat jawaban, 'lanjutnya yang kini mulai berjalan di atas jembatan, entah apa yang berada di bawah jembatan yang kini tengah ia sebrangi,, yang jelas ia tak mau menambah pertanyaan lagi dibenaknya,, kapasitas memori IQ nya begitu terbatas untuk menambah hal yang membuat otak dangkalnya serasa ingin meledak.
Beberapa menit telah berlalu, dan setelah Naruto berhasil melewati jembatan tersebut, pandangan menuju gerbang yang tak jauh dihadapannya, terlihat dua buah obor di sisi kanan dan gerbang kiri itu,,
Namun Indra penglihatanya samar-samar melihat sebuah ukiran-ukiran kuno pada permukaan gerbang raksasa yang hendak ia buka,,,,
"Apa ini, 'gumamnya ketika ia melihat lambang dari tiga makhluk makhluk di tengah melawan seekor makhluk yang akrab diotaknya, cukup dengan satu makhluk berfisik manusia yang tengah bersila diatas satu bentuk makhluk tersebut,,
"Siapakah makhluk makhluk ini,,, 'ucapnya ketika merasa penasaran dalam apa yang berada dipandanganya saat ini,,
Grakkkk
Krakkkkkkk
posisi Naruto mundur ketika gerbang itu bergetar hebat, seolah-olah berguncang, muncul debu-debu berjatuhan, pertanda jika gerbang itu tertutup rapat entah untuk berapa lama,,,
'Sialll, sekarang sekarang, 'fikirnya kemudian,, benar-benar ia merasa hidupnya telah melenceng jauh dari keinginan sederhananya selama ini,,
Degggggggg
"Ti-tidak mungkin, hawa gelap macam apa ini,,, 'ucapnya setengah tergagap ketika ia mulai merasakan hawa yang begitu cepat ketika pintu itu mulai terbuka secara perlahan, aura hitam kelam seolah terbuka ketika pintu mulai terbuka sedikit demi sedikit,,,
Brughh
Naruto menjatuhkan ayak ketika kakinya tak sanggup lagi menahan beban tubuhnya yang seolah bergetar,,
'I-ini lebih mengerikan dari Juubi,' 'ucapnya dengan susah payah, peluh yang menyiksa tubuhnya yang kini tak lebih dari seekor semut, matanya tak percaya, nafasnya pun seolah tercekat,,,
Hawa kematian seolah menguar hebat dari gerbang yang telah terbuka seluruhnya,, dengan susah payah Naruto berusaha bangkit dari ayaknya, memperkuat diri untuk bertahan dari gempuran aura kelam yang seolah-olah disekujur tubuhnya itu, dengan langkah berat Naruto mulai melangkahkan kaki kananya, begitu seterusnya, langkah yang seolah melawan beban gravitasi itu tampak tidak bergetar, namun bukan Naruto namanya jika hanya dengan itu bisa membuat menyerah,,
__ADS_1
"A-aku harus bisa,, aku harus segera menemukan jawaban tentang takdir yang "Dia"katakan,,, 'ucapnya memperkuat diri untuk tetap bertahan dan mencari jawaban tentang jati diri dan takdirnya yang akan dimulai,,
,,