
"Apa yang membuat makhluk sepertimu mampu hidup tanpa jantung?, 'ungkap Toneri kemudian, mencoba memecahkan rasa keingintahuanya akan pemuda dihadapannya.
Mengacuhkan Momoshiki ketika ia mendengar ucapan dari sosok yang cukup membuatnya tertarik, Naruto merasakan sesuatu yang berbeda ketika melihat Toneri.
"Kutukan,,, 'jawab Naruto kemudian, "Kutukanlah yang tetap membuatku untuk terus berdiri tegak hingga hari itu tiba"
'Pemuda ini,, "Dia"sangat berbahaya dan menyimpan begitu banyak misteri, tatapan mata itu, tatapan dari mereka yang telah melalui banyaknya kekejaman hidup. Siapa pemuda ini sebenarnya? "
"Tuhan, Dunia, dan mereka yang pernah hidup, semuanya telah mengutukku, jika kau bertanya siapa aku sebenarnya, akan kuberikan sedikit jawaban atas rasa keingintahuanmu. Aku hanyalah makhluk yang sedang terbelenggu oleh jerat takdir dan keabadian, dimana aku harus terus mencemari tangan ini dengan darah para pendosa, 'jawabnya dengan lemah, diiringi sebuah senyum kecut yang menghiasi sudut bibirnya, menatap kedua telapak tanganya yang menjadi saksi keji perbuatanya, dan kemudian memandang langit dengan pandangan sayu, walau bagaimanapun hal ini bukanlah kehendaknya, bukan juga keinginannya,, keinginannya hanya tak lebih dari hasrat ingin merasakan kebahagiaan, Cinta dan kasih sayang, keinginan sederhana yang harus membawanya menuju kesengsaraan yang lebih pedih untuk sekedar ia rasakan.
Toneri tak mengerti, apa maksud dari perkataan pemuda tersebut, tapi ia tahu, tatapan mata itu,, penuh akan kesedihan, sama ketika ia memandang pantulan wajahnya pada cermin, sebuah kesedihan karena hasil peperangan yang memusnahkan seluruh rasnya dibulan, hanya ia yang tersisa. Terbelenggu dalam kesendirian hingga pada akhirnya ia bertemu dengan kedua Otsutsuki yang tersisa.
"Ashura,, boleh kupanggil kau demikian? 'Balas Toneri kemudian.
"Bukan,, aku bukan lagi Ashura,, aku sudah mengakhiri kutukan menyedihkan yang ditinggalkan pak tua itu, tak akan ada lagi kebencian dan dendam, tak akan ada lagi Cinta dan kasih sayang didunia yang dibesarkan Hagoromo ini, mereka para pendosa telah menerima karma dari apa yang selama ini mereka lakukan, dimensi ini sudah tua dan rapuh, dan sudah sepantasnya sebagai Exsekutor aku menenggelamkan dimensi ini pada kehampaan"
Deggg
'Dia,, memiliki tujuan yang sama denganku'
"Entah mengapa tapi aku setuju dengan ucapanmu pemuda-san,, 'balas Toneri kemudian. "Lalu,, Makhluk apa sebenarnya kau ini? "
"Entahlah,, aku sendiri tak pernah tau apa dan siapa aku ini, dan aku tak peduli lagi akan hal itu, pada akhirnya semua sama saja,, aku tetaplah sebagai makhluk yang hanya hidup untuk dibenci, 'lanjut Naruto kemudian!, entah hal apa yang membuatnya berbicara sejauh ini.
„„
Wajah itu memerah padam dan tampak berasap, gigi-giginya bergemelatuk keras dengan tangan terkepal erat, sungguh,, ia benar-benar marah, baru kali ini ada yang berani mengabaikannya.
"Keparat kau makhluk rendahan, berani-beraninya mengabaikanku, 'ucapnya kemudian.
Sringg
Dengan kemarahan yang sudah tak mampu lagi dibendung, Momoshiki menghunus Katana yang terselip di pinggangnya.
Wushhhh
Lalu melesat cepat kearah pemuda dihadapanya yang tetap memandang diam langit cerah.
Sretttt
Grebbbbbbbb
'Ughh, a-apa!'
"Ughhhhhh lepaskan aku brengsek, 'belum lekas sampai tujuan Momoshiki terlebih dulu tercekik lengan kekar yang penuh lumuran darah. Membuatnya meronta dengan kuat, pedang yang ia genggampun telah jatuh ketanah.
Dan kemudian mata kosong itu menatapnya nyalang penuh intimidasi, sorot mata yang baru pertama kali ia jumpai sejauh perjalananya berkelana untuk mengumpulkan Chakra dari satu makhluk yang terpecah. Tatapan mata yang seakan memancarkan kegelapan pekat.
"Aku bisa saja membunuhmu detik ini juga Otsutsuki,, 'ucap Naruto penuh ketenangan.
Srett
Buaghhhh
Wussssshhhhh
Brakkkkkkk
Arrghhh, sialan, KUBUNUH KAU BEDEBAHHHHH,, 'teriaknya marah tatkala tubuhnya terhempas beberapa meter ke belakang akibat sebuah pukulan kuat menghantam wajahnya.
Wuuusssshhhh
Muncullah burung-burung api yang keluar dari Rinnegan ditelapak kiri yang ia rentangkan kedepan, melesat cepat kearah sipemuda yang tetap tak bergeser dari tempatnya berada.
Sedangkan Toneri entah mengapa tak berniat membantu rekanya, ketika mendengar ucapan pemuda yang ia anggap sebagai reingkarnasi Ashura tersebut, membuatnya larut dalam fikiranya sendiri.
Pemuda itu,, telah mengakhiri hal yang ia benci lebih dulu, dan memiliki tujuan yang sama untuk menghancurkan dunia ini, pada awalnya ia sendiri telah bertekad untuk menghancurkan dunia Rikudou beserta seluruh kehidupan didalamnya. Karena ia benci melihat peperangan yang terus merusak tatanan kehidupan semenjak kematian Rikudou, dan Toneri menganggap dunia ini merupakan sebuah kegagalan, dan harus dilenyapkan. Namun kini ia bingung dalam dilema tatkala pemuda itu memberikanya sedikit pencerahan yang sulit untuk ia mengerti.
'Apa yang harus kulakukan! 'Hatinya berucap lirih, ia masih berusaha memahami perkataan pemuda tersebut, tentang "Jerat takdir dan keabadian".
„„
Senyum sinis nampak tercetak diraut wajahnya, memandang kosong burung-burung api yang beterbangan kearahnya. "Bahkan Shinigami tak akan pernah mampu mengambil nyawaku, 'gumamnya datar, sedetik kemudian Naruto berlari cepat menerjang kumpulan burung api tersebut sembari mengeratkan pedang hitam digenggamanya..
Jrash
Jrashh
Duarrrr
Duarrrrrr
Terus menebas burung-burung api tersebut hingga tampak ledakan-ledakan kecil memenuhi area disekitarnya, asap mengepul menutupi pandangan sesaat hingga akhirnya tampak Naruto yang tetap berdiri kokoh tanpa luka sedikitpun.
Instingnya kembali memainkan perannya tatkala dari arah belakang, sesuatu yang terlupakan melesat kearahnya.
„„
Tampak kini Kinshiki meluncur deras dengan berbagai macam senjata disekitarnya, merangsek cepat menuju pemuda yang tetap berdiri membelakanginya.
"HEYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, 'teriak Kinshiki keras tatkala jarak tinggal dua meter dari target.
Namun-,,,
Krakk
Grakkk
Duarrrrrrrrr
Sebuah Benteng kokoh yang terbuat dari pasir terlebih dulu menghentikan pergerakan Kinshiki. Bahkan harus rela tubuhnya terpental kebelakang beberapa meter.
"Ughhhh,, brengsek,, apa yang terjadi, 'ringis Kinshiki kemudian, mencoba menganalisis keadaan, dan samar-samar sensornya mendeteksi dua Chakra berbeda telah ikut bergabung.
'Bantuan kah? 'Tukasnya dalam hati.
„„
Tap
Tap
"Yo Naruto-nisan, 'sapa seorang remaja bersurai Coklat dengan Syal biru.
"Sudah lama menunggu?, 'ucapan yang terkesan datar itu terucap dari pemuda bersurai merah bata, Saabaku Gaara.
„„
__ADS_1
"Hemmm, kalian datang juga, 'balas Naruto ala kadarnya, tak berniat menoleh ataupun melihat kedua rupa rekanya.
Tap
Tap
Dan kemudian keduanya merapat dengan posisi saling membelakangi membentuk sebuah sudut segitiga, pemuda bersurai pirang keemasan itu tetap menatap kosong lawan dihadapannya yang terlihat begitu geram, Gaara menatap datar pemuda bersurai perak kebiruan yang juga tampak menatapnya sama, sedangkan Konohamaru yang berada disudut lain tengah menatap tajam Kinshiki yang terpental beberapa meter kebelakang.
"Sepertinya sudah cukup sampai disini kalian bermain keroyokan, 'ucap Gaara yang mulai mengangkat suara dalam keadaan bersitegang tersebut.
"Dan sepertinya aku mendapat lawan yang menyeramkan, 'sahut Konohamaru kemudian ketika ia mengamati postur dari Kinshiki.
Naruto sendiri memilih diam, tak berniat mengomentari ucapan rekan-rekannya.
„„
"Keh,, sebanyak apapun bantuan yang datang, itu tak akan merubah keadaan, 'balas remeh momoshiki.
"Bisa kau hentikan sikap meremehkanmu itu Momoshiki? 'Entah mengapa Toneri menuai rasa jengkel ketika mendengar ucapan remeh yang terus menerus rekanya ucapkan.
"Khukhukhuuu, apa kau takut dengan ketiga serangga itu Toneri? "
'Cih! Sudah kuduga, Ego-nya terlalu tinggi'
",,,"
„„
Tekanan ditempat tersebut semakin terasa berat dan mencekam, Killing Intens atau hawa membunuh seakan menyeruak keluar saling mendominasi, Naruto tetap diam tanpa berminat menunjukkan tekanan auranya, karena ia tau rekanya pasti juga akan terkena dampaknya
Saling memberikan tatapan tajam kepada lawanya masing-masing, detik-detik terlewat secara perlahan ketika mereka saling menunggu pergerakan.
Dan sebuah daun kering yang tersapu angin perlahan jatuh dan mulai bergerak turun hendak menapak tanah.
3 detik...
2 detik...
1 detik...
Wushhhhh
Wusssshhhh
Wussshhhhhhhh
Keenamnya langsung melesat cepat seiring menapaknya daun pada permukaan tanah.
„„
Trank
Trakk
Dengan lihai bak sedang menari Naruto meliukkan badanya menghindari setiap tebasan pedang dari Momoshiki, surai pirangnya bergerak liar mengikuti pergerakan tubuhnya.
Trank
Wushhh
"Grrrrrr,,, Aku akan mengambil Monster peliharaan Otsutsuki itu dari dalam tubuhmu, dan juga, Energi besar itu,, Makhluk rendah,, 'ucap Momoshiki sembari terus menyabetkan pedang miliknya.
Trankk
Sebuah tebasan berlapis Chakra Momoshiki lesatkan untuk membelah lawanya.
Wushhh
Matanya berkilat tajam saat itu pula, kemudian Naruto melompat keatas dengan cepat. Dan memberikan sebuah tebasan Chakra berwarna hitam kelam.
Wusssshhh
Duaaaaarrrr
Dua tebasan Chakra itu saling berbenturan diudara kosong dan menciptakan ledakan kecil.
Tak henti sampai disitu, dalam kondisi melayang tersebut instingnya kembali meneriakkan alarm tanda bahaya tatkala lawanya telah menghilang cepat dan telah bersiap menebasnya dari arah belakangnya.
"Matilah bedebah"
„„
Sreett
Grepp
Krakkkkkkkkk
'A-apa?, 'rasa tak percaya begitu dirasakan Momoshiki tatkala ayunan pedangnya ditahan dengan tangan kosong dan kemudian dipatahkan menjadi dua bagian.
Dan kemudian patahan ujung pedang yang digenggam Naruto telah terlempar kearah sipemilik.
Crassshhh
Sekilas mata Byakugan itu tampak melotot lebar tatkala sebuah goresan tipis terasa nyeri dipipinya.
Sedangkan sipelaku kini melayang hendak jatuh secara perlahan dalam posisi berbaring dengan pandangan kosong kepada lawanya, lengan kanannya masih terulur kedepan setelah melepaskan genggamannya dari patahan pedang Momoshiki,
Sedetik kemudian Naruto telah menghilang dengan gerakan cepat.
„„
'Sial kecepatannya mengerikan, 'racaunya dalam hati sembari mengamati keberadaan lawanya dengan Byakugan yang telah aktif, tampak urat-urat menonjol disekitar pelipis.
Ia mengakui lawanya benar-benar memiliki kekuatan fisik yang jauh diatasnya, baik itu kecepatan, Stamina, dan juga tenaga yang setidaknya diatas Kinshiki, namun tetap saja Arogansi kembali menguasainya.
„„
Plukk
"Mencariku,, 'sebuah tepukan pelan dipundak membuat Momoshiki tersentak kaget hingga berjengit sesaat.
Degggg
"Tidak mungkin,,,, siallll"
Sreettt
__ADS_1
Tak ingin terkejut lebih dari ini, dengan cepat Momoshiki segera menjauh dengan kecepatan yang ia miliki.
Dan kini keduanya tengah saling melayang terpotong jarak sekitar 50-an meter diudara.
"Kauuu,, 'geram Momoshiki ketika ia merasa dipecundangi serangga dihadapannya. "Berani-beraninya membuat seorang Dewa seperti ini? "Lanjutnya kemudian.
Lalu dengan segera menggerakkan telapak tangan kirinya kedepan menengadah keatas.
"Akan kutunjukkan bagaimana kekuatan seorang Dewa, 'ungkapnya dengan exspresi marah, sangat-sangat marah.
Wushh
Wushh
Wushh
Wushhh
Wushhhhh
Kemudian muncullah lima pendar berbeda warna dari Rinnegan ditelapak tangan kirinya. Dan perlahan bergerak membentuk lingkaran dimana Momoshiki berada ditengah-tengah kelima pendar tersebut.
Kelima pendar tersebut merupakan Sub-Elemen yang saling bertentangan satu sama lain. Dimana tiap pendar mewakili satu dari lima Elemen pokok (utama) yang ada, Api, Air, Angin, Petir, dan Tanah.
„„
Naruto hanya tersenyum pelan tatkala mendengar ucapan lawan dihadapanya. "Heeemmm, Dewa ya! "Gumamnya kemudian.
Tak sampai disitu saja, lima pendar yang mengelinginya kemudian mulai membesar dan masing-masing saling membentuk dan mengadopsi wujud seekor naga (Replika), hingga kini Momoshiki tampak dikelilingi lima Monster Elemen ciptaanya.
"Gyahahahahaaa, dengan ini aku akan mengalahkanmu makhluk rendahan, 'entah hal apa yang membuat Momoshiki begitu percaya diri jika seranganya kali ini akan mampu menumbangkan pemuda dihadapanya tersebut.
"Mengamuklah kalian semua"
GROOOOOOAAAAARRRRRRRR
Wushh
Wushhh
Wush
Wush
Wushhhh
Dengan meliuk-liukkan tubuhnya Kelima naga Elemen tersebut segera melesat dengan cepat kearah targetnya berada.
„„„
'Lima sekaligus dalam sekali Serang ya!,, Impresif, tapi sayang,,,, itu saja tak cukup, 'guman Naruto dalam hati.
GROOOOAAAAAARRRRRR
Raung keras kelima naga tersebut ketika telah bersiap menghantam lawanya.
DUUAAAAAARRRRRRR
Ledakkan besar terdengar memekikkan telinga ketika serangan Momoshiki tepat menghantam Naruto dari lima sudut sekaligus. Menciptakan kepulan asap tebal membumbung diudara, dan ledakan tersebut sukses menarik perhatian keempat lainya yang sedang bertarung.
„„„
"Gyahahahaaaaaa,, lihatlah bocah,, Tuan Momoshiki telah menghabisi temanmu, 'tawa keras Kinshiki ketika ia melihat tuanya berada disebrang ledakan tersebut, pertanda jika tuanya lah yang menciptakan ledakan besar barusan untuk membinasakan lawanya.
Sedangkan remaja berusia 15 tahun itu tetap diam ketika ia mengalihkan pandangan kearah ledakan tersebut.
'Tidak mungkin Naruto Ni-san kalah semudah itu,, Ni-san sangat kuat, jadi,,, tak mungkin serangan itu bisa mengalahkan Ni-san begitu saja, 'batin Konohamaru.
"Cih,,, jangan terlalu percaya diri kau Makhluk aneh, kau tidak tau siapa Naruto Ni-san sebenarnya, bahkan aku yakin Naruto Ni-san bisa membunuh kalian semua dengan tanganya sendiri, 'balas Konohamaru sengit, ia percaya dan yakin dengan kemampuan pemuda pirang tersebut, terbukti ketika kakaknya itu telah berhasil membunuh Ninja-ninja kuat sendirian dalam satu hari satu malam.
"Grrrrrrr,, berani-beraninya serangga sepertimu memanggil Dewa seperti kami Makhluk aneh, 'balas geram Kinshiki. "Akan kubunuh kau bocah ingusan"
"Kehh,, majulah gumpalan otot tak berguna"
"Heyaaaaaaaaa"
"HEYAAAAAAAA"
Dan pada akhirnya keduanya melanjutkan pertarungan yang sempat tertunda karena ledakan besar barusan.
„„„
Disisi lain gaara yang tengah bertarung dengan Toneri pun mengalihkan pandangannya kearah ledakan tersebut.
"Sepertinya temanmu sudah dibereskan, 'ucap Toneri datar tanpa exspresi.
Gaara tetap diam ketika mendengar ucapan lawan bertarungnya. Hingga kemudian senyum tipis tercipta diraut wajah datarnya.
"Kau salah!,,,"
Toneri mengernyitkan alisnya bingung ketika mendengar jawaban penuh ketenangan dari pemuda bersurai merah bata beberapa meter dihadapanya itu.
"Karena yang rekanmu hadapi bukanlah makhluk seperti kita lagi,, "Dia"adalah makhluk yang penuh teka-teki, yang dimana aku sendiri tak mampu menjabarkan sejauh mana batasan kekuatan yang "Dia"miliki, lagipula,, "Dia" tidak bisa mati, 'lanjut Gaara kemudian.
Deggg
'Jerat takdir dan keabadian'
Anganya mengingat sesaat perkataan pemuda bersurai pirang beberapa waktu lalu.
'Jadi,, "Dia"makhluk Immortal, 'tukas Toneri dalam hati tatkala ia mendapat sebuah jawaban dari satu pertanyaan dibenak fikiranya. 'Lalu,,, takdir apa yang menjeratnya? 'Lanjutnya kemudian, teryata masih tersimpan satu lagi pertanyaan dibenaknya.
"Dan kau pasti melihat kerusakan, kehancuran dan bangkai ribuan nyawa pada 2 Kilometer dari tempat ini kearah Timur? "
"Yah! Kami bertiga melihatnya, memangnya ada apa dengan hal itu, 'jawab Toneri kemudian.
"Dia"lah yang melakukanya seorang diri, membantai ribuan nyawa dengan kejam, dan banyak puluhan Shinobi kuat ditempat tersebut, semuanya ia hancurkan dalam satu hari satu malam, dan kau berkata serangan barusan mampu membereskan Naruto,, kurasa itu adalah hal yang mustahil, dan asal kau tahu,, "Dia"Naruto mampu membunuh kalian bertiga tanpa bantuan kami sekalipun"
Entah mengapa jawaban dari pemuda bersurai merah bata itu membuat rasa keingintahuanya tentang pemuda bersurai pirang itu perlahan menunjukkan titik terang dan semakin rumit bersamaan.
Kemudian Toneri menorehkan senyum tipis. "Siapa namamu,, pemuda-san?, 'tanya Toneri kemudian.
"Kau bisa memanggilku Gaara, 'balas Gaara datar.
"Gaara ya!, heemmm entah mengapa ketika bertemu kalian, terutama pemuda yang kau panggil Naruto itu membuatku begitu penasaran, 'lanjut Toneri kemudian.
Kini Gaara yang mengernyitkan alisnya bingung ketika mendengar ucapan dari lawan bicaranya.
__ADS_1
"Penasaran? 'Beo Gaara kemudian.
"......