
Kehilangan arah,, dan pada akhirnya harus terus berjalan untuk mencari makna dan tujuan ia diciptakan, putih telah ia lalui sedimikian rupa, dan pada jalan putih ia berakhir pada titik hitam,, dan ketika ia menempuh jalan hitam, apakah takdir lagi-lagi akan menyesatkanya dalam ketidakpastiaan, dunia penuh akan mysteri yang tak bisa dengan mudah diungkap, kapan dunia ini diciptakan, kapan dunia ini berakhir, itu hanyalah contoh utama dalam sesi kehidupan yang terus berputar, jangan pernah mencari tau jika memang tak mampu, karena itu bukanlah sekedar hal sederhana yang bisa diperhitungkan.
Dunianya telah jauh berubah, semuanya pun nampak berubah, tak ada lagi sorot kehidupan di kedua biru saffier itu, hanyalah kekosongan dalam kegelapan yang menggambarkan hati dan kehidupannya, terombang-ambing oleh waktu, menyusuri setiap tapak permukaan dunia, tanpa pernah tau apa yang ia tuju, hanya menghabiskan waktunya untuk sekedar mencari ketidakpastian,,
,,
,,
,,
5 Years ago...
Sudah lima tahun sejak hari itu,, hari dimana namanya terukir ditugu monumen kematian para kriminal, ia telah dinobatkan sebagai Kriminal Rank-SSS, dalam kenangan itu pun hanya keburukan yang ia dapatkan, kebiadaban mereka yang telah kelewat batas.
Dan kenyataan lagi-lagi harus menipu, dia tidaklah mati,, meski kini hidupnya merupakan kutukan itu sendiri, dengan menerima takdirnya, ia kekal dalam penantiannya, penantian untuk menunggu hari itu tiba,, hari dimana ia akan mewarnai dunia dengan darah dan lolongan kesakitan, ia akan meremukkan satu persatu mereka yang bertanggung jawab atas kesengsaraan yang telah melekat erat semenjak kelahirannya.
Hari dimana ia akan menghapuskan rasa sakitnya, dan ini bukanlah hanya sekedar dendam, melainkan caranya untuk menegakkan hukum keadilan dunia yang telah manusia nistakan. Sebagaimana dulu mereka mengadilinya dengan begitu angkuh nan bengis, dan saat-saat yang dinantikan telah tiba.
,,
,,
Disebuah tepian jurang tampak berdiri tenang seorang pemuda berumur Kisaran 20 tahunan tengah menatap diam Bulan Purnama dihadapanya,, angin bertiup dengan irama yang begitu menenangkan, seakan terbuai pemuda tersebut memejamkan pelan kelopak matanya.
"Sudah lima tahun,, 'gumamnya pelan disela-sela mata yang terpejam, anganya jauh mengingat memori itu, memori yang telah menjadikanya sebagai makhluk yang telah lepas dari batasnya.
"Grrrrrrrr,,,,, sudah waktunya kah?, 'sahut sebuah suara serak dan berat dari ketiadaan kepada pemuda tersebut!
"Heeeemmm,, satu minggu lagi,,, dan sepertinya nanti akan ada tamu yang ingin ikut dalam pesta kita nanti,, 'lanjut sipemuda yang kini telah kembali membuka kelopak matanya, kembali menerawang jauh kedepan tempat dimana Bulan berada.
"Maksudmu tiga Chakra yang sempat kau rasakan beberapa hari yang lalu"
__ADS_1
"Kau benar,, dan tampaknya mereka tengah mengincarmu,,, 'lanjut tenang pemuda tersebut.
"Grrrrrrr,, begitukah,, lalu apakah kita akan mengamuk setelah sekian lama?"
"Kau sudah tau jawabanya,, lakukan sesukamu,, binasakan semua"
"Gyahahahahaaaaa,, padahal jika mau kita bisa memusnahkan mereka detik ini juga gaki,, 'lanjut sang rubah kemudian, memang tak bisa dipungkiri,, dalam 5 tahun terakhir kekuatan dari pemuda bersurai pirang tersebut terlampau mengerikan untuk sekedar dinalar fikiran. Lima tahun terakhir ia habiskan untuk berpetualang kesegala penjuru dunia sekaligus berlatih, dan menyempurnakan apa yang telah menjadi miliknya sejak hari itu.
Pemuda itu hanya diam dengan pandangan hampa, kehidupannya telah benar-benar mati, hanyalah raga tanpa kehidupan untuk menuntut penebusan dosa, hari-hari berat telah ia lalui dalam kesendirian, setiap harinya ia hidup dalam bayang-bayang wajah para penghianat itu, seakan terus tersenyum mengejek kepada dirinya, menghantui nya terus-menerus, tawa meremehkan, senyum sinis, dan tatapan merendahkan terus terbayang pada setiap detiknya, sungguh ia ingin sekali merobek satu persatu wajah-wajah itu, memberikan rasa sakit yang mengerikan sebelum kematian mereka, seekor kambing yang dulu selalu dijadikan pecundang, kini telah bertransformasi menjadi seekor predator buas yang mengerikan.
Jubah hitam yang ia kenakan tampak berkibar dengan anggunya,, dengan latar belakang Bulan Purnama,, hawa jahat yang begitu kental perlahan menyeruak dari sekitarnya,, membangunkan burung-burung yang tengah tertidur di pepohonan dan terbang menuju tempat yang lebih aman melintasi sinar Bulan Purnama malam itu, sayup-sayup lolongan Anjing liar mulai terdengar bersahutan memekakkan telinga.
Kemudian kabut hitam entah darimana datangnya hadir secara tiba-tiba, melewati tubuh pemuda tersebut,, dan hanyalah kekosongan yang tersisa setelah kepergian kabut hitam barusan, takdirnya akan dimulai secepatnya, takdir yang sudah melekat diingatanya tentang pertarungan akhir para makhluk superior yang memicu terjadinya kiamat, dan ia lah sang legenda yang telah bangkit akan menunjukkan Existensinya cepat atau lambat.
,,
,,
,,
"Kemarilah Naruto,,,, terimalah apa yang sudah menjadi bagian hidupmu, kau takkan pernah bisa lari dari takdir yang telah menunggumu"
Diam dan tak bergeming ketika makhluk dihadapannya mengulurkan telapak tanganya yang tampak kuku-kuku jarinya yang begitu runcing, fikiranya masih bergelut dengan kebimbangan, haruskah ia menerimanya dan menghadapi takdir yang "Dia" katakan, atau menolaknya dan membiarkan dirinya terhapuskan untuk selamanya.
Bagaimanapun ia kini hanya sebuah roh, sedangkan raganya telah binasa, dengan kata lain ia telah mati. Jujur,, ingin sekali ia menolak dan lekas pergi menuju tempat berkumpulnya mereka yang telah mati, bertemu dengan ke-dua orangtuanya, dan Sensei-nya,, tapi disisi lain ia masih tak terima jika harus mati dengan keji seperti ini, setidaknya ia ingin terbebas dari belenggu dendam dan amarah yang telah mendarah daging ditubuhnya.
"Percayalah nak, tak perlu ragu,, semua ini telah direncanakan-NYA sedemikian rupa, sebuah takdir berat yang telah digariskan pada satu makhluk, satu makhluk yang akan menjadi jawaban dari kebiadaban semesta yang tak pernah berakhir, kau akan segera mengerti mengapa dunia memilihmu menjadi wadah negatif dan kesengsaraan dunia ini"
Cukup lama ia berfikir, menerka-nerka segala kemungkinan yang akan terjadi, kemudian keputusan telah ia ambil, entah benar atau salah, semua sudah tak lagi ia pedulikan.
"Baiklah,, aku menerimanya,, lakukanlah,, 'jawab Naruto setelah berfikir keras, mungkin tak ada salahnya jika ia kembali kedunia bedebah itu, setidaknya ia ingin membalas ketidakadilan yang diterimanya. Kemudian mengulurkan telapak tangan kananya kedepan, dan melakukan sebuah kontrak permanen terhadap sesuatu yang akan diterimanya.
__ADS_1
"Pilihan yang bijak,, persiapkan dirimu,, ini akan sangat-sangat sakit"
Dan tanpa menunggu lama lagi sebuah energi gelap yang begitu pekat keluar dari makhluk bertanduk banteng itu, hawa jahat dan negatif sangat jelas terasa menyayat permukaan kulit.
"AAAAAAAARRRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHH,,, 'teriak Naruto dengan amat kencang ketika ia merasakan energi dahsyat yang penuh akan kegelapan itu merasuki tubuhnya, sungguh sangat sakit ketika sedikit demi sedikit aura jahat itu mulai mengoyak tubuhnya, dan perlahan memori-memori mengerikan mulai bertebaran diotaknya ketika ia melihat dirinya nanti berdiri tegap diatas partner-nya menghadapi tiga makhluk mengerikan itu,, bukan lagi rubah Orange berekor-9,, melainkan wujud sesungguhnya dari legenda "Juubi no Ookami" dengan wujud rubah hitam berekor-10 yang tampak ukuranya jauh lebih besar dari ukuran Kyubi sebelumnya.
Perlahan namun pasti energi gelap itu mulai terhisap sepenuhnya kedalam tubuhnya,, jeritan kesakitan terus menggema di lorong-lorong jurang kehampaan, dan-,,,
Brughhhh
"Hosh,, hosh,, hoshhhh,, sial,, energi,, hosshhh,, yang,, hossh,, sangat mengerikan, 'ucapnya dengan nafas tersengal-sengal,, jatuh berlutut, tubuhnya bergetar hebat dengan keringat dingin membanjiri tubuhnya, sungguh sesuatu yang begitu mengerikan.
Kemudian Naruto menengadahkan kepalanya kedepan untuk melihat apa yang terjadi dengan makhluk bertanduk banteng itu,, dan ia dapat melihat tubuh makhluk tersebut mulai melebur secara perlahan,,
"A-apa yang terjadi denganmu,, 'ucap Naruto dengan tergagap.
"Terimakasih nak telah membebaskanku dari kutukan ini, sekarang tugasku telah selesai, dan bisa pergi dengan tenang,, kaulah lambang dari kekosongan dalam kegelapan dunia ini, dan akan sampai pada masanya ketika kau berhadapan dengan mereka ber-tiga,, makhluk akhir yang bahkan membuat tuhan gentar,, karena kau adalah,,,,,,,,
,,,,,
,,,,,
Kurayami no Sora",,,,,, 'Ucap sosok tersebut untuk yang terakhir kalinya ketika tubuhnya telah melebur sepenuhnya, menyisakan tempat kosong dengan bekas rantai yang menjadi saksi bisu jikalau existensinya pernah ada.
Kembali ia dalam kesendirian, berteman dengan sepi, dan bernaung dalam gelap, entah sampai kapan semua ini akan berlangsung. Namun yang pasti, semua baru saja dimulai.
Flashback Off.
...
...
__ADS_1