Dark Creature

Dark Creature
Takdir Yang akan di mulai.


__ADS_3

"Aku melihat mereka tertawa dengan lebar, mereka bercanda dengan riang, melepaskan Exspresi lepas tanpa beban, raut bahagia tanpa sedikitpun ada kesedihan, pada saat itu,, aku hanya bisa tersenyum kecut,, apa yang kulihat selalu membawaku pada masa-masa sulit yang telah kucoba kubur dalam-dalam, ingatan pedih tentang bagaimana perjalananku dimulai"


"Semuanya kembali hitam, dan tak ada cahaya, hatiku mengatakan,, 'Aku bukanlah Siapa-siapa didunia ini, siapapun tak akan menerima keberadaanku, karena mereka para makhluk akan selalu menganggapku ketiadaan yang seharusnya tak pernah ada, seandainya mereka tau bagaimana tubuh ini merintih setiap kali membasahi tangan ini dengan darah, mungkin mereka akan mengerti yang kurasakan"


"Waktu terus berjalan untuk menuju masanya, silih berganti bersamaan dengan pergantian hari, mereka akan tua dan rapuh, lalu mati dengan sendirinya termakan usia, namun tidak denganku,, sampai kapanpun tubuh ini akan tetap begini adanya, takkan pernah berubah, atau bahkan menua, aku tak diizinkan tertidur dalam keabadian, melainkan untuk terus hidup dalam keabadian, sebagai pengawal dunia yang dipenuhi kebusukan ini"


"Saat seperti ini,, aku teringat dengannya, manusia yang dulu mengajarkanku arti kehidupan, meski jika ingin aku mampu membangkitkannya, membangkitkan mereka yang kukehendaki dari kematian, tapi,, sudah cukup,, lagi-lagi pada masanya ia akan mati, hanya aku makhluk yang diberi berkah sekaligus kutukan ini"


"Terimakasih pernah mengajarkanku untuk menjadi seorang Shinobi sejati,, ajaranmu akan selalu kuingat, meski kini aku bukan lagi seorang Shinobi, bukan lagi sosok Ninja yang berada jalan putih untuk menciptakan perdamaian"


Flashback On.


Kehampaan,, disitulah semuanya berawal, tak ada kehidupan, dan tak ada apa-apa selain kekosongan, hitam, adalah warna awal sebelum matahari terbentuk, seiring berjalannya waktu, tuhan mulai menciptakan penghuni untuk dunia yang Ia ciptakan, matahari mulai bersinar menerangi dunia yang sebelumnya berwarna hitam, disitu pula mulai muncul kehidupan secara perlahan ketika tuhan menghendakinya, tumbuhan mulai bermunculan di Dimensi tersebut, uniknya sang pencipta tak hanya menciptakan satu dunia, melainkan beragam.


Disudut lain, sang pencipta memandang diam apa yang kini berada dihadapanya, Aura hitam mulai berkumpul dari setiap sudut dunia, berpusat pada satu tempat, terus menerus Aura hitam itu berkumpul, perlahan mulai membentuk sebuah wujud, mulai dari hujung kaki, terus naik, terbentuklah badan, lengan,, dan kemudian leher,, identik dengan manusia memang, namun, dari situlah, "Dia"hadir, kepala itu nampak berbeda, hanya tampak tulang tengkorak, dengan tanduk yang perlahan tumbuh memanjang mencuat kedepan.


Wushhhhhhh


Bommmmmmmm


Seketika itu ledakan maha dasyat serasa menggelegar ketika makhluk itu terbentuk dalam ketidaksempurnaan.


Alam semesta yang baru saja terbentuk itu terguncang hebat dengan kehadirannya.


Sang pencipta hanya terdiam menyaksikan sendiri Makhluk tersebut bangkit dari seluruh Energi Negatif alam semesta, bahkan Energi Negatifnya ikut tertarik keluar menyatu dalam diri sosok tersebut.


Sesuatu yang tak pernah ia kehendaki telah bangkit, namun Ia tau,, dan Ia maha tahu, walau bagaimanapun ia Sang pencipta dan mengetahui seluruh rahasia dunia beserta isinya, meski Ia tak pernah menghendaki, namun, Ia mengerti, mengapa dan kenapa Makhluk itu harus ada.


,,


[Khakhakhaaaaa,,,, khakhakhaaaaa] „'tawa gila itu terdengar menggelegar dalam kehampaan.


Perlahan namun pasti, asap tebal yang menutupi pandangan mulai sirna, menunjukkan perawakan kokoh penuh Tatto, sebuah celana hitam tampak membalut tubuh bagian bawahnya, rahang yang dipenuhi taring itu terus tertawa gila, tak memperdulikan sang pencipta yang menatapnya disebrang.


,,


[Sudahkah kau mengerti apa tujuanmu harus ada wahai jiwa yang terkutuk "Drago"?],, 'ucap sang pencipta kemudian.


Dan perlahan tawa itu berhenti saat itu juga ketika sebuah suara yang terdengar Agung mengisi pendengarannya.


[Keh,,, siapa kau?], 'tanya sosok bertubuh manusia berkepala tengkorak yang dimana Kami-sama memanggilnya "Drago".


[Akulah yang menciptakan semua ini, dunia beserta isinya, wahai makhluk hitam dari ketiadaan]


[Khakhakhaaa, jadi,, kau yang menciptakanku juga?] 'lanjut "Drago"sembari menatap cahaya putih terang agak jauh darinya.


[Tidak,,, kau tak pernah kuciptakan, dan tak ada yang pernah menciptakan makhluk sepertimu]


Mendengar jawaban tersebut tak ayal membuat "Drago"terdiam.


'[Tak pernah diciptakan?] 'tanyanya dalam hati.


[Lalu,, bagaimana bisa aku harus ada didunia ini?]


,,


[Keinginan dunia,,,, kau ada karena keinginan dunia itu sendiri, mereka memberikan seluruh Energi Negatif itu untuk membentukmu]


,,


[Lalu,, untuk apa makhluk sepertiku harus ada, bukankah kau sebagai sang pencipta tak pernah menghendakinya?]



[Mungkin memang aku sendiri tak pernah menghendaki kehadiranmu dinunia ini, namun ada hal penting tentang itu]


[Kau adalah Elemen penting bagi kehidupan, pada masanya, kau akan menjadi pengakhir alam semesta, itulah mengapa kau harus ada, bersamaan dengan kehadiranmu, aku memberikan takdir ini]


Sosok tersebut tetap terdiam, memikirkan perkataan dari sang pencipta, ia sendiri tak pernah tau untuk apa ia harus ada, dan sosok dihadapannya mengatakan tentang tujuanya harus berada pada dunia ini.


[Khakhakhaaaa,, bukankah kau sebagai pencipta bisa melakukanya, mengapa harus aku?]


["Drago",,, kau akan mengerti seiring berjalannya waktu mengapa aku harus memilihmu, jadi,, terimalah takdir yang kuberikan]


,,

__ADS_1


[Begitu,, lalu,, apa yang kudapatkan setelah itu?]



[Kebebasan,, kau akan terbebas dari belenggu hitam dunia ini, kau akan kembali pada ketiadaan, sebagaimana kau tak pernah ada, kau akan terhapuskan dan kembali pada kekosongan dan kegelapan, bukankah kau sendiri tak pernah menghendaki dirimu harus ada, wahai jiwa yang terkutuk "Drago"]



[Khakhakhaaa, menarik, sangat menarik,, baiklah,,, aku menerimanya]


..


..


Flashback Off.


..


..


Dunia semakin terasa sesak akibat pancaran Energi hitam yang dimana mereka bangsa Youkai menyebutnya Chakra, sebuah Energi khas mereka makhluk berekor. Mereka yang sebelumnya tertindas oleh kaum dua Fraksi akhirat, keluar dari sarang persembunyian mereka dengan kilat kebahagiaan,, akhirnya,, akhirnya kaum mereka akan menjadi Ras yang ditakuti, Ras mereka akan bangkit dari keterpurukan penindasan selama beratus-ratus tahun.


Mereka berseru dengan serempak, menyambut Sang Legenda yang telah mengobarkan tekanan kekuatanya sebagai pemimpin Ras pertama yang mengisi kekosongan bumi.


Tiga Fraksi Akhirat hanya bisa terbelalak lebar, bagaimana mungkin ada energi Youkai sebesar dan sehitam ini,, hanya satu kemungkinan, sang Legenda makhluk buas berekor-10 telah kembali dari pengembaraannya.


Ras lain seperti Vampir, Naga, dan Dewa serasa menelan kasar ludah mereka ketika dengan jelas mereka merasakan pancaran energi hitam yang meledak dasyat seakan mengabarkan kedatanganya. Hanya ada satu kemungkinan,, mereka tau energi ini berada pada Ras Youkai yang selama ini mereka jadikan ternak seperti manusia.


,,


Melayang diudara kosong dengan Aura hitam kemerahan yang melambai-lambai, kobaran itu terus melecut ganas, memberikan kesan horror dan teror bagi makhluk manapun, termasuk kedua Malaikat jatuh yang berusaha melindungi tubuh mereka dari gempuran energi kegelapan dengan Aura suci yang terus mereka pompa keluar untuk menahan Radiasi.


Peluh dingin membasahi raut muka Bellial dan Azazel, sungguh,, sungguh mereka tau betapa berbahayanya pemuda tersebut, hanya dengan ledakan energi telah membuat mereka terhempas jauh,, gelombang ledakan Aura barusan seakan menyapu daratan tempat sekitar, pepohonan tumbang,, seperti baru saja diterjang badai.


Setelah berlangsung beberapa menit, akhirnya ledakan energi itu mulai turun secara perlahan, langit kembali cerah setelah beberapa saat lalu terasa menggelap. Angin mulai kembali bertiup dengan irama normal, menyisakan seorang pemuda yang berdiri melayang dengan gagah, tenang, dengan tatapan kehampaan dan kekosongan yang tak pernah luntur.


Jauh dihadapanya terlihat dua makhluk bersayap gagak tengah memandangnya tajam.


,,


"Yahh!,,, aku juga tak menyangka jika makhluk berekor-10 itu tersegel dalam diri pemuda itu, dan Energi barusan adalah satu dari dua energi hitam yang bersarang didalam tubuhnya, 'jawab Bellial dengan raut wajah yang terpancar keseriusan.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan, tidak mungkin kita bisa mengalahkan pemuda itu, 'lanjut Azazel pesimis, bahkan ia merasa sudah kalah sebelum berperang.


"Azazel,, kita pergi meninggalkan Markas membawa satu tujuan, ini demi masa depan Ras kita yang terbuang dari Syurga, jadi,,, lupakan ketakutanmu,, jika tidak,, kau bisa kembali ke markas sekarang, Jenderal,, 'balas Bellial datar, menyerah ataupun melarikan diri bukanlah gayanya.


Seketika itu Azazel terdiam sesaat,, ia Dilema dengan pilihan yang sulit, mentalnya telah dihancurkan begitu saja oleh ledakan Aura hitam barusan, maju pasti mati, kembali akan terkesan memalukan, ia bukan juga karakter yang akan meninggalkan sahabatnya disaat apapun. Dengan itu ia putuskan.


"Baiklah,, aku akan terus bertempur bersamamu, aku adalah jenderal perang Datenshi, dan aku akan membuktikan itu"


Tak ada exspresi yang harus Bellial tunjukkan, saat ini ia telah berada pada mode perang antara hidup dan mati.


"Persiapkan dirimu,, Jenderal,, ini tak akan mudah, 'lanjut Bellial kemudian.


"Kapanpun,, Bellial, 'balas Azazel mantap.


Disisi lain entah mengapa Naruto merasa cukup tertarik ketika dihadapkan sebuah Ikatan Solidaritas persahabatan, dan itu cukup mengingatkanya kepada rekan-rekan yang telah berpisah takdir denganya, rekan-rekan yang pada akhirnya menghianatinya, dan kemudian tersisa dua rekan yang masih bersedia untuk bersamanya.


,,


Wushh


Wushh


Kemudian, terciptalah dua buah tombak cahaya dari ketiadaan digenggaman kedua malaikat jatuh tersebut. Terasa pancaran Aura suci yang begitu kental.


Dengan itu Bellial dan Azazel menatap tajam pemuda yang melayang jauh disebrang pandangannya.


"Matilah kau bedebah,, 'ucap Azazel sembari melemparkan tombak digenggamanya dengan kuat.


Wushhhhh


Tombak berwarna putih bersinar khas cahaya itu melesat dengan sangat-sangat cepat bak sebuah Bintang jatuh. Menuju satu titik dimana pemuda bersurai pirang itu berada.


,,

__ADS_1


Biru Saffier itu memandang datar sebuah tombak yang merangsek cepat kearahnya, ia tetap diam, tanpa sedikitpun berniat menghindar.


Wushhhh


Brakkkkkkk


Duaaaarrrrr


Seketika itu Ligh Spear yang hendak mengenainya terpental dan hancur tatkala Naruto mengibaskan lengan kekarnya. Seakan hal tersebut bukanlah sesuatu yang berarti, menurutnya, Serangan tersebut masih terlalu lambat, sehingga mudah diantisipasi ataupun dihindari.


,,


Terkejut, begitulah yang Azazel rasakan,, seranganya bahkan dimentahkan begitu saja. "Ti-tidak bisa dipercaya, "Dia" mementalkanya seperti sebuah mainan, 'racaunya tanpa sadar.


Sedangkan Bellial tetap terdiam, sudah ia duga jika serangan amatir tersebut tidak akan berguna untuk menghadapi lawan tangguh dihadapannya. Tombak cahaya yang ia pegang perlahan memudar dan hilang begitu saja.


'Sudah kuduga serangan seperti ini tak akan berguna, tipe petarung semua jarak, sikap yang penuh ketenangan, pengendalian emosi yang sempurna, kekuatan fisik yang melampui makhluk Supranatural, makhluk apa sebenarnya pemuda itu,'


Dan jika pemuda itu tak memiliki jantung, lalu,, dimana aku bisa menemukan titik vital kelemahannya? 'Koreksi Bellial dalam hati, dalam diam ia mencoba mencari titik lemah dimana ia bisa menemukan celah, namun Nihil, pemikiranya seakan berhenti ditengah jalan, sikap pemuda tersebut seperti telah banyak mengalamani pertarungan antara hidup dan mati, hingga semua sifat dan pembawaanya, benar-benar menunjukkan karakter petarung sempurna dimana semua Skill dan keunggulan berada dalam diri pemuda tersebut.


Keahlian dalam menganalisa, mungkin itulah kemampuan yang begitu menonjol dari sosok wakil Gubernur tersebut.


Change sceane.


Tap


Tap


Tap


Langkah kaki itu terus berjalan dengan tergesa-gesa, melewati setiap sudut tempat yang begitu megah dengan tiang-tiang raksasa yang bediri kokoh, terpancar jelas raut wajah sendu dari Malaikat perempuan tersebut.


Beberapa saat kemudian Malaikat terindah dengan enam pasang sayap tersebut berhenti ketika dihadapanya tampak sebuah singgasana dengan pendar cahaya yang begitu putih dan terang. Ia lah sang kehendak, yang berkuasa atas tahta dunia kehidupan dan kematian,, yang mencakup seluruh alam semesta dari berbagai macam dimensi yang ada.


Tap


Pada saat itu,, Gabriel langsung berlutut hormat, tunduk, tanpa berani menatap pendar putih terang tersebut, bagaimanapun, ia takkan mampu untuk sekedar menatap cahaya itu.


Bibir ranum itu masih terkunci rapat, namun ia tak bisa menyembunyikan gerakan tubuhnya yang bergetar.



[Katakan saja,, wahai malaikat yang mengajarkan Manusia untuk selalu berbuat kebaikan] 'pada akhirnya sang pencipta lah yang bersuara, meskipun Ia maha tahu, akan tetapi Ia selalu memberikan ciptaanya kesempatan untuk mengungkapkan keluh kesahnya.


Kepala bersurai pirang itu semakin menunduk ketika mendengar langsung izin dari sang pencipta.


"A-ayah,,, ke-kenapa, kenapa engkau harus menciptakan makhluk sepertinya,, mengapa "Dia"harus ada? 'Dengan nada bergetar, Gabriel memberanikan diri untuk mengatakan apa yang yang ia coba ungkapkan. Yah! Semua tentangnya, makhluk awal yang suatu ketika akan membawa dunia pada kekosongan.


[Wahai ciptaanku Gabriel,,, percayalah, banyak hal yang tak akan pernah kau mengerti, "Dia"yang akan selalu mewakili kegelapan, jiwanya akan selalu menembus batas, dan tak ada siapapun yang mampu menghentikanya untuk menyelesaikan takdirnya]


"Ta-tapi ayah,,, s-siapa pemuda itu sebenarnya? 'Satu yang ingin benar-benar ia ketahui, siapa dan darimana pemuda itu berasal.


[Raga itu pernah hidup dan tinggal dibelahan Dimensi lain, Dimensi kehidupan bagi para Ninja, tempat dimana aku mengutuk Monster kegelapan Mekkai, sesuai takdirnya, "Dia"telah melakukan tugasnya sebagai Exsekutor dan penghancur abadi]


Kepala bersurai pirang itu makin tertunduk setelah mendengar jawaban langsung sang pencipta, ternyata apa yang ia lihat dalam ingatan pemuda tersebut merupakan sebuah kebenaran yang tak akan bisa terbantahkan, "Dia"nyata, dan akan tetap berdiri untuk menyelesaikan kutukan dan takdir.


"Ta-tapi,, apakah takdir itu tak bisa dihentikan Ayah, aku tak tega jika harus melihat kehancuran dunia ini nanti ditangan yang sama, pemuda itu sudah menanggung banyak beban, aku melihat semuanya, pemuda itu kesakitan, dan merintih dalam hati setiap mencabut satu persatu nyawa ciptaanmu"


Disaat itu,, tak ada yang mampu untuk melihat perwujudan langsung sang pencipta, jika mereka mampu, mungkin Gabriel akan melihat sebuah senyum dari-NYA.


[Gabriel,, hatimu begitu suci untuk melihat penderitaan makhluk lain, kau akan tersenyum ketika melihat mereka bahagia, dan kau akan menangis ketika melihat ciptaanku yang lain menderita, kau kuciptakan sebagai lambang kesucian hati dan kasih sayang, tapi,, ketahuilah Gabriel,, hitam sendirilah yang memilih pemuda itu, meski pemuda itu tak pernah ingin, namun,, pemuda itu telah merelakan jiwanya dengan sepenuh hati, pemuda itu pernah jatuh dititik terendah dimana siapapun enggan untuk bangkit kembali, kekecewaannya pada takdir yang kuberikan membuatnya bangkit dari sisi putih menuju sisi hitam, semua selalu berjalan pada takdirnya masing-masing, sebagaimana dulu aku mengusir Lucifer]


[Mereka hampir sama,, mereka ibaratkan Cahaya matahari yang tenggelam dalam kegelapan, perbedaanya, pemuda itu melakukanya semata-mata atas nama keadilan]


Gabriel hanya bisa terdiam tatkala ingatanya membawanya pada malaikat pertama bersurai perak panjang yang tak lain adalah Lucifer, dan kemudian bayangan pemuda bersurai pirang itu kembali datang begitu saja memasuki ingatanya, yah!, sekilas terlihat persamaan, namun pemuda bersurai pirang itu terlihat lebih dingin, setiap tatapan matanya seakan menusuk, dipenuhi hawa jahat yang begitu kental.


"Baiklah Ayah, aku mengerti, aku yakin apapun itu adalah yang terbaik, dan tak ada yang lebih tau dari pada Engkau didunia ini, 'jawab Gabriel kemudian, setidaknya hanya kepasrahan dirilah yang bisa ia lakukan, lagi-lagi semua akan berjalan atas takdirnya masing-masing.


"Terimakasih telah mendengarkanku Ayah, hamba mohon undur diri, 'kemudian Malaikat bersurai pirang itu membentangkan ke-Enam pasang sayapnya, melenggang pergi dari hadapan sang pencipta.


[Sebentar lagi,, kau akan memulai peranmu, "Drago",, akan tiba masanya aku menyerahkan nasip dunia ini kepadamu,, wahai Makhluk yang melambangkan ketiadaan]



__ADS_1


__ADS_2