Dark Creature

Dark Creature
Konohamaru


__ADS_3

Gersang, itulah yang menggambarkan keadaan tempatnya berada, pada terik matahari yang begitu panas, tak menyurutkan tekadnya untuk terus berlatih dan bertambah kuat, demi membalaskan dendam sang guru, ia berlatih setiap detiknya, bahkan jika perlu ia rela meremukkan tulang-tulangnya agar menjadi kuat, kebencianya kian hari semakin besar terhadap ninja-ninja Konoha, semenjak ia mendengar berita kematian sang mentor, ia bersumpah akan berlatih keras untuk menjadi kuat agar mampu membalaskan kematian sosok yang telah ia anggap keluarga satu-satunya.


Dipinggiran hutan yang merupakan perbatasan antara Suna dan Iwa, sebuah hutan yang hampir tak pernah terjamah sama sekali, karena menyimpan banyak hewan buas dan Monster didalamnya, terlihat pemandangan yang cukup tak mengenakkan, keadaan hutan yang begitu berantakan, pepohonan banyak yang tumbang, tanah-tanah tampak berlubang dibeberapa tempat, dan beberapa diantaranya terlihat kobaran api yang mulai padam, ditengah-tengah tempat tersebut tampak seorang remaja berumur 16 tahunan tengah berlutut dengan nafas terengah-engah,, yah,,, pemuda itulah penyebab kekacauan pada hutan itu.


Nafasnya nampak tersengal-sengal, peluh membasahi kulit, dan membuat pakaian yang ia kenakan tampak lusuh dan basah, remaja yang kini mulai terlihat dewasa semenjak 5 tahun silam, banyak perubahan yang terjadi pada remaja yang tak lain adalah cucu dari mendiang Sandaime-Hokage, tubuhnya mulai terbentuk dengan cukup proporsional, wajah yang mulai menunjukkan tanda-tanda masa peralihan, dari masa kecil, remaja, dan menuju jenjang kedewasaan.


Berkat latihan keras yang telah ia lakoni sejauh ini, membuat Konohamaru mengerti, betapa berat hidup yang dilalui sosok panutanya yang kini tinggal nama, senyum miris ia sunggingkan jika mengingat betapa kerasnya latihan yang dilalui sosok panutanya dulu, jika ia bisa membandingkan, pelatihan yang ia lakukan tidak ada apa-apanya dengan sosok guru, mentor, kakak, sekaligus keluarga, ia masih belum merasa puas, ia ingin menjadi kuat, ia tak boleh lemah, hanya itu yang terus menjadi tujuan hidupnya.


"Ni-san,, a-aku akan terus bertambah kuat untuk membalaskan kematianmu,, 'gumamnya pelan dengan pandangan nanar ketanah, telapak tangan yang ia jadikan tumpuan pada tanah tampak mengepal meremas tanah, jujur ia akui fisik yang ia miliki tak sebanding dengan Ni-san nya yang memilik stamina Monster.


Namun tanpa ia sadari, seseorang tengah memperhatikannya dari kejauhan, tepatnya duduk diam pada sebuah dahan pohon, senyum tipis tercipta pada bibir sosok tersebut kala mendengar gumaman remaja yang berada 50 meter di hadapanya.


,,


"Kita lihat apa yang bisa kau lakukan Kono,,,, 'ucap sosok tersebut dengan tenang, kemudian tertelan kabut hitam hingga melenyapkan wujudnya.


Kembali pada Konohamaru yang kini tampak berdiri kembali, ia masih berniat melanjutkan latihanya, namun tiba-tiba saja ia merasakan firasat buruk, sangat-sangat buruk, suasana siang hari nampak berganti gelap seketika, entah darimana asalnya muncul kabut hitam secara perlahan,,, hawa mencekam begitu terasa ketika samar-samar ia mendengar derap langkah kaki yang menambah kesan horror,


Deggggg


"Siall, ada apa ini,,, 'ucapnya dengan badan sedikit gemetar.


Perlahan kabut hitam tadi tampak menipis,, membuat konohamaru berinisiatif untuk menajamkan mata dan insting Shinobinya,,, menerka-nerka berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi, sebilah kunai ia genggam erat, untuk berjaga-jaga jika ada sebuah pergerakan,,,


Tak berselang lama kemudian konohamaru yang tengah bersiaga mulai merasakan tanda-tanda aneh ketika telinganya mendengar bunyi-bunyi tulang yang bergerak dari segala sudut tempatnya berada, dalam pandangan samar,, Konohamaru mulai melihat sedikit demi sedikit dari segala arah puluhan tengkorak berjalan mendekat kearahnya,,


"Oh tidak,,, apalagi sekarang"


'Shitttt,,, apa ini sebuah Genjutsu,,, tapi aku merasakan Aliran Chakra ku mengalir normal tanpa gangguan,, apa itu yang disebut hantu,, tidak-tidak,, jika sebanyak ini hal itu terdengar konyol,,, 'fikirnya dalam hati.


"Dan sepertinya mereka berniat mengeroyokku,, cih,,, tak ada pilihan lain"


"Majulah kalian semua tengkorak tak berguna,, 'ucapnya lantang yang terkesan menantang.


Tanpa banyak kata lagi tengkorak-tengkorak itu mulai mendekat satu persatu.

__ADS_1


Heyaaaaaaaaaaaaaaaaa, 'teriaknya keras dengan melesat maju kearah tulang-tulang berjalan tersebut.


Trank


Trank


Prank,,


Bunyi tebasan kunai yang terus membelah kumpulan tulang-tulang itu, Konohamaru terus menyerang dengan Taijutsu yang pernah ia pelajari dari mentornya, sebuah Taijutsu yang tidak mengarah pada gaya khusus,, melainkan sebuah skill yang terus bergerak mengandalkan Insting, cepat, brutal dan acak-acakan.


"Heh,, jangan remehkan murid dari Naruto Ni-san,,, 'ucap Konohamaru dengan bangga melihat tumpukan tulang yang berserakan dihadapanya.


Namun hal itu tak berlangsung lama ketika tulang-tulang tadi nampak mulai bergerak menyatukan anggota tubuh mereka yang hilang,,, dengan kata lain hidup kembali, tak membutuhkan waktu lama tulang itu untuk menyatukan diri hingga terbentuk sempurna menyerupai tengkorak berjalan seperti sebelumnya, Konohamaru yang melihat hal tersebut hanya bisa membuka mulutnya lebar menyaksikan kejadian didepanya.


'Sepertinya tak semudah yang kubayangkan,, sial! Tenagaku juga sudah mulai terkuras setelah latihan'


Dan kali ini ada yang berbeda,, tengkorak itu kini seakan memiliki nyawa dan keinginan untuk membunuh, berbeda dari awal yang terlihat tak melawan sama sekali.


Satu persatu dari tengkorak itu mulai bergerak cepat kedepan,, mengayunkan lengan cakarnya yang tajam untuk menyerang Konohamaru.


"Sial,,, 'rutuknya kemudian sembari terus menghindari serangan dari segala arah,


Sebuah cakaran berhasil menggores pipi bocah remaja berumur 15 tahun tersebut,,, darah segar perlahan menetes menuruni pipinya.


"Argh, 'ringisnya merasakan perih yang menjalar pada kulit pipi bekas cakaran dari salah satu tulang berjalan itu.


Konohamaru yang terus terdesak berinisiatif untuk melepaskan diri dari kerumunan tengkorak yang terus menyerangnya,,, kemudian melompat tinggi dan mendarat disebuah dahan pohon.


Tap


"Hah,, hah,, hah,, 'nafasnya nampak kembali memburu, berusaha menenangkan diri sejenak, dan mengatur tempo pernafasannya.


Sempat terlintas difikiranya untuk kabur, tapi itu bukanlah gayanya melarikan diri dari pertempuran.


"Aku tak akan menyerah, heyaaaaaaaa"

__ADS_1


Rasengan,,


Duarrrrrrrrrrrr


Bunyi ledakan besar mengisi kesunyian hutan yang kini menjadi medan pertempuran.


Tampak Konohamaru berlutut dengan nafas yang teramat kacau ditengah kawah hasil dari Jutsu nya, dan anehnya tengkorak yang sedari tadi menyerangnya tak terlihat sama sekali,, bukan berarti musnah karena efek dari Jutsu yang digunakan,, bahkan tak sersisa sama sekali, seakan kehadiran tulang tadi tak pernah ada, dan pada akhirnya Konohamaru harus berfikir keras untuk mengambil kesimpulan, perih yang dirasakan begitu nyata, kelelahan yang ia alami membuktikan jika apa yang ia alami merupakan sebuah hal nyata, bukan ilusi,, tapi tetap saja Konohamaru memiliki pertimbangan lain, melihat tengkorak yang sebelumnya memenuhi hutan tempat ia latihan.


"Hah,, hah,, se-sebenarnya apa yang terjadi,, 'gumamnya dengan nafas yang masih seperti sebelumnya.


Sunyi, itulah yang tengah Konohamaru rasakan, tak ada suara sekecil apapun,, kabut hitam perlahan kembali hadir membawa hawa yang terasa begitu mengerikan dari sebelumnya, tekanan Chakra gelap memaksanya untuk tunduk, keringat dingin serasa membalut sekujur kulitnya.


"Hah,, si-sial,, te-tekanan Chakra gelap macam apa ini,, 'ucapnya Konohamaru terbata,


'Ta-tapi aku seperti mengenal samar-samar Chakra seseorang yang kukenal dibalik Chakra gelap itu,, 'lanjutnya dalam hati,,


,,


,,


Degggggggg


,,


Seorang pemuda bersurai merah bata yang sedang duduk bersila kini membuka ke-dua matanya lebar-lebar ketika merasakan Chakra yang begitu gelap berada ditempat pelatihan Konohamaru saat ini.


"Ti-tidak mungkin,, Chakra gelap macam apa ini"


"Sial,,, Konohamaru pasti dalam bahaya, 'ucap pemuda tersebut yang langsung pergi menggunakan pasir-pasirnya.


,,


,,


Tap

__ADS_1


Tap


Tap


__ADS_2