
"23 tahun yang lalu,, aku terlahir dalam tragedi berdarah yang mengerikan, dimana dalam tragedi itu telah merenggut ibu dan ayahku. Waktu itu, hanya tangisanlah yang mampu kuteriakkan ketika mulai menyambut apa itu kesengsaraan hidup, sebuah kutukan pahit yang akan terus melekat erat ditubuhku, aku perlahan tumbuh tanpa mengenal siapa jati diriku yang sesungguhnya, dan mulailah,, satu persatu kesengsaraan mengisi kepolosanku dalam bentuk bocah berumur 6 tahun"
"Dan dalam 23 tahun ini, sudah begitu banyak Koleksi kesengsaraan yang kudapatkan, dan pada akhirnya, aku tahu, seorang "Uzumaki Naruto" tak akan pernah mendapatkan kebahagiaan, karena takdir,,, tak pernah menuliskannya, dan tak akan pernah ada yang sudi menuliskannya, bahkan,, sang pencipta pun memilihku untuk semakin jauh dari anganku, karena memang, "Akulah bukti nyata dari kehendak hitam sang pencipta"
,
,,
Sejauh mata memandang, hanya terlihat kehancuran, seluruh insan yang bernyawa akan memulai debut dan perananya sebagai makhluk serakah yang ingin tetap bertahan. Mereka yang lemah,, gugur tanpa menunggu lama, yang kuat akan terus berusaha untuk mencapai kemakmuran pribadi, dalam ketenangan mereka saling berpegangan, dan dalam kehancuran mereka saling menikam. Ironis memang, tapi,, itulah manusia.
Tampak remaja bersurai coklat itu tengah mengamuk dengan gilanya, seorang bocah yang tengah mengalami kekecewaan berat terhadap dunia yang memandang rendah kakaknya.
Sarutobi Konohamaru,,,, itulah nama dari remaja yang tengah memporak-porandakan desa tempatnya lahir dan tumbuh, desa yang dulunya ia cintai dan begitu ia banggakan, juga desa yang paling ia benci. Tidak ada keadilan ditempat ini, semua sudah jauh berubah. Sebuah Desa yang menjadi tempat kutukan itu berada.
Meski sejauh ini ia masih merasa lemah, namun dalam pembuktiannya, ia telah menunjukkan kemampuanya sebagai seorang Shinobi.
Dan kini ia berdiri ditengah-tengah kumpulan ninja yang mengepungnya, terlihat wajah familiar dari seorang Jounin berkacamata hitam bulat yang terengah-engah.
"Hah,, hah,, hah,, kenapa? Kenapa kau tega menghianati desa Konohamaru?,, 'ungkap Jounin berkacamata hitam tersebut.
Wajahnya nampak begitu tenang, namun terlihat tegas dan berbahaya disaat bersamaan.
"Ebisu-sensei,, seorang Shinobi sejati adalah mereka yang memikul beban dan penderitaan dipundaknya seorang diri, dan aku tak menemukan itu lagi ditempat ini, "Tekat Api"yang mereka para pendahulu terapkan dan dijunjung tinggi telah kalian rendahkan dengan sikap dan keserakahan,, justru kalian sendirilah yang menghianatinya,"
"Dan karena itu, aku datang dan melakukan semua ini, demi sebuah keadilan untuk jiwa kecil yang telah dilupakan, 'ucapnya tenang, meskipun begitu, entah mengapa tersirat sebuah ketegasan mutlak dari perkataanya.
Ebisu tak mengerti,, bagaimana mungkin ia yang kini berusaha keras mempertahankan desa dari kehancuran mendapat anggapan seperti itu.
"Apa maksud perkataanmu Konohamaru,,, kami disini sekuat tenaga berusaha menghentikanmu yang berniat menghancurkan desa, atas dasar apa kau mengatakan jika kami semualah penghianat disini?, 'sekilas terpancar exspresi geram pada raut wajah mesum Ebisu.
Dan sebuah senyum tipis tercipta dari bibir remaja berusia 15 tahun tersebut.
"Kalian bukanlah mempertahankan desa ini,, melainkan,,, nyawa dan kehidupan kalian masing-masing, tatapan kalian penuh Ego dan keserakahan, dan aku,,, tak melihat sedikitpun "Tekad Api"dalam diri kalian semua, kalian hanyalah sampah yang tetap hidup karena pengorbanan seseorang, 'lanjutnya kemudian.
"Brengsekkkk,,, aku tak perduli meski kau cucu dari Sandaime-sama sekalipun,, kami semua akan membunuhmu bocah?, 'ucap salah seorang Shinobi.
"Yah! Ayo kita hajar bersama-sama bocah pengkhianat itu"
Dan kemudian,,, senyum lebar terpampang jelas diwajah Konohamaru.
"Kalau begitu,,,, majulah kalian semua, 'jawab Konohamaru sembari menggenggam erat sebuah tongkat yang merupakan perwujudan Henge dari King Enma.
"Grrrrrr,,, semuanya ayo kita Serang bersama-sama bocah pengkhianat itu, 'ucap Ebisu memberikan Komando kepada seluruh ninja yang tersisa.
"HEYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
WUSSSSSSSSHHHHH
Tanpa menunggu lama seluruh ninja itu melesat cepat secara serempak,, menuju seorang remaja yang berdiri tenang dihujung sana.
'Akan kutunjukkan,,, siapa bocah pengkhianat ini sebenarnya'
Wusssssshhhh
Trank
Prank
Deb
Brakkk
Ayunan tongkatnya terus menerus ia hantamkan kepada mereka para Shinobi yang tengah menyerangnya dari segala arah, entah mengapa, Konohamaru begitu merasa bersemangat.
"Heyaaaaaaaa"
Brakkkk
"Argghh,, seoonggok tubuh telah terpental tatkala Konohamaru menghantamkan tongkatnya keperut Shinobi tersebut.
"Matilah kau bocah, 'lagi dan lagi, kini sebuah ayunan pedang hendak menebas tubuhnya dengan cepat.
Instingnya mulai berperan penting,, sekali sentak Konohamaru lebih dulu melompat diatas Shinobi tersebut.
Sret
Buaghh
Tongkat keras dan kuat yang digenggamnya telah menghantam punggung Shinobi tersebut hingga menyebabkanya tersungkur pada tanah.
Brughhh
"Uhukkkk"
Kemudian kembali bergerak liar tatkala dari arah samping sebuah kunai hendak mengenainya, merunduk cepat dan kembali menghantam kaki dari sipemiliki kunai.
Terus dan terus menerus bergerak, fisiknya yang sudah ia tempa membuatnya mampu bergerak cepat seperti seorang Shinobi yang berpengalaman. Inilah debut awalnya sebagai seorang Shinobi, sebagai modal untuknya menyambut hal besar lain dikemudian hari.
,,
Sedangkan dilain pihak,, Gaara kini telah menenggelamkan desa kelahirannya sendiri dalam gelombang badai pasir raksasa, berdiri tenang diatas hamparan Padang gurun yang gersang, memandang sendu hasil perbuatanya.
__ADS_1
'Setidaknya,, kalian semua beruntung aku sendiri yang menghukum kalian, jika tidak maka,, "Dia"lah yang akan menghukum kalian dengan tanganya sendiri'
"Maaf, 'tampak buliran bening jatuh dari iris mata Jade sang Kazekage yang terlupakan, mengiringi kepergiannya tatkala melebur dalam serpihan pasir yang beterbangan diudara.
..
..
Dimalam yang terasa begitu kelam dan suram itu, "Dia"telah menjawab kegelisahan mereka selama ini, menatap diam mereka para penghianat yang tersisa, dan menunjukkan sendiri,, bagaimana kejamnya sebuah jiwa yang hidup dalam kesengsaraan duniawi, ia telah memutuskan untuk tidak akan pernah berpaling dari takdir hitamnya sebagai pemangsa jiwa para pendosa, karena takdirnya adalah Absolut dan mutlak untuk dapat dibatalkan ataupun dirubah.
Sebuah debut baru untuknya menyambut pertempuran akhir, "Ragnarok",,, satu kata yang ia temukan pada jiwa barunya, dan "Dia"lah tokoh penting yang akan ikut meramaikan semarak dari parade kepunahan massal dari seluruh Ras dialam semesta.
..
..
Apabila waktu dapat terulang, jujur mereka ingin kembali pada masa itu,, masa dimana sebelum konspirasi kejam dalam Tema Penghianatan itu ada dan berlangsung, karena,, kini mereka merasakan, apa itu karma. Sebuah karma yang membawa petaka mengerikan, yang perlahan, merengkuh nyawa mereka sedikit demi sedikit. Dan pada kenyataanya, tak ada tempat berlindung, ataupun lari darinya.
..
"Hosh,, hoshh,, hosshh,, ti-tidak mungkin,, makhluk macam apa "Dia" ini,, 'nafasnya terengah-engah, sudah sejauh ini mereka semua mencoba untuk terus menggempur Naruto dengan susah payah, namun, seakan usaha mereka semua dibuat sia-sia.
"Hoshh,,, e-entahlah, hoshh,, "D-dia" benar-benar kuat"
Sasuke hanya bisa berlutut tertunduk,, menjadikan kedua lutut dan telapak tangan sebagai penyangga tubuhnya, keringat deras seakan mengguyur tubuhnya, sedangkan disampingnya, Sakura tengah jatuh bersimpuh dengan exspresi yang sulit digambarkan.
Meski telah bersatu sekalipun, kekuatan mereka tidaklah berarti untuk Naruto.
Hatake Kakashi,, saat ini hanya mampu terdiam sesaat, semua sudah ia perkirakan jika mereka semua tidaklah mampu menumbangkan Naruto.
'Hah, hah,, tidak ada pilihan lain, 'ucapnya dalam hati. Entah apa yang akan ia lakukan, karena pada dasarnya ia telah bersiap melakukan sesuatu untuk bisa mengalahkan mantan muridnya tersebut.
,,
Mata penuh kekosongan itu, tengah memandang diam apa yang kini berada di hadapannya, kobaran api yang menyala memberikan gambaran wajahnya yang tak nampak sedikitpun kehidupan, hanya terlihat raut wajah dari mereka yang telah mati.
Tap
Tap
Tap
Perlahan kaki jenjang berbalut celana hitam itu berjalan pelan kearah seorang laki-laki bersurai biru laut dengan kacamata yang bertengger diatas hidungnya.
,,
Degggg
Glekkk
Kemudian sekuat tenaga mencoba beringsut untuk sekedar melarikan diri,, betapa bodohnya, tak ada tempat berlari,, Choujuro hanya mampu melihat kobaran api disegala sudut yang akan menjadi penghalang untuknya.
'Tamatlah riwayatku, 'lanjutnya kemudian, ia sudah sangat lelah sejauh ini, Stamina yang telah mencapai titik terendah, juga cadangan Chakra yang telah terkuras habis, pada akhirnya, ia pasrah dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Tap
Semua mata memandang sendu Rokudaime-Mizukage itu, mereka pun faham apa yang akan terjadi selama tak ada yang mampu menghentikan iblis itu. Kesengsaraan dalam siksaan pedih sebelum kematian, meregang nyawa secara perlahan, dan menyakitkan.
,,
,,
Drab
Dan pada akhirnya,,, langkah itu telah berhenti tepat dibelakangnya, dengan gerakan patah-patah, Choujuro menolehkan kepalanya kebelakang.
Deggg
Penerangan dari pencahayaan kobaran api itu membuat Choujuro dapat melihat betapa menyeramkannya wajah dari pemuda bersurai pirang tersebut. Bahkan disaat itu pula, nyawanya seakan telah berusaha berontak untuk melepas diri dari raganya.
Dan kemudian, Choujuro melihat sebuah Kunai yang tergeletak disampingnya, entah apa yang akan ia lakukan dengan kunai tersebut.
'Sial,, lebih baik aku mati bunuh diri dari pada disiksa hidup-hidup, 'racaunya kemudian, ternyata Choujuro berniat mengakhiri hidupnya menggunakan Kunai itu.
Dalam gerak semampunya Choujuro mengulurkan lengan kananya yang gemetar, sedikit lagi, semakin bergetar. Dan-,,,
Debbbb
Lengan tanganya terlebih dulu terinjak sebuah kaki.
"Mengapa harus terburu-buru? "
Deggggggggg
Mendengar ucapan datar nan kosong itu tak ayal membuat Choujuro lemas seketika, tak ada kesempatan dan keringanan dalam prosesi kematiannya. Itulah yang kini tengah ia fikirkan.
"Na-naruto,, ampuni aku,, a-aku tak pernah ikut dalam penghianatan waktu itu, 'ucapnya berusaha mencari pembelaan diri.
Dan kemudian,, pemilik nama tersebut memutuskan untuk duduk jongkok dihadapan Choujuro yang tengah tergeletak.
"Kau kira aku peduli?, 'jawab Naruto tenang, karena pada dasarnya, terlibat atau tidak, semua sama saja, pada akhirnya ia akan menghancurkan seluruh kehidupan ditempat ini juga.
__ADS_1
"Ta-tap-,,,
Bruagghhh
Satu hantaman keras membuat wajah itu tampak memar lebam dengan gigi yang rontok menyembur keluar bersama liur bercampur darah.
"Uhuukkkkkk,, a-aku mohon Na-naruto a-ampuni aku"
Entah mengapa permohonan demi permohonan maaf membuat Naruto semakin muak, kemudian mengangkat lengan kananya agak tinggi didepan wajah tersebut. Membuat raut wajah Choujuro semakin ketakutan, mata itu semakin melotot ketika melihat kepalan tangan itu semakin mendekat, namun-,,,
Sretttt
Sebuah sulur-sulur hitam terlebih dulu menghentikan pergerakan Naruto, termasuk lenganya yang berhenti beberapa senti dari wajah Choujuro.
'Hah, lagi-lagi sikeparat itu, 'desahnya dalam hati.
,,
"Hah,, hah,, hah,, kuharap kau bisa menyelesaikanya Kakashi-sensei"
"Percayakan padaku,, Shikamaru"
Bzittt
Cipp
Cipp
Sebuah kilatan percikan petir tercipta ditelapak tangan kananya, tak membutuhkan waktu lama untuk membuat Jutsu kebanggaannya itu terbentuk sempurna, Kakashi segera melesat cepat ketempat Naruto berada.
'Aku harap ini berhasil, jika tidak, terpaksa aku harus melakukan itu'
Dalam keadaan tersebut Naruto tetap diam dalam kekangan Jutsu kebanggaan Klan Nara yang menjeratnya kuat. Namun,, bukan diam berarti pasrah, senyum sinis nampak menghiasi sudut bibir pemuda berumur 23 tahun tersebut.
'Dasar bodoh!, 'gumamnya dalam hati.
Wushhhh
Semakin mendekat, kilatan petir berbentuk sebuah tombak tersebut tinggal setengah meter lagi menembus tubuh Naruto.
Dan-,,,
Debbbbb
Seketika itu,,, waktu seakan berhenti begitu saja, menghentikan mutlak pergerakan Kakashi, dan perlahan, percikan petir yang hendak ia hunuskan mulai lenyap begitu saja.
'A-apa ini,,, sial! Bagaimana bisa tubuhku mendadak terhenti'
,,
,,
"Shi-shikamaru,, apa yang terjadi?"
"Dia"telah menghentikan pergerakan Kakashi,, sama seperti ketika Naruto menghentikan senjata Tenten beberapa waktu yang lalu, 'jawab Shikamaru sembari terus berkonsentrasi menahan Handseal Jutsunya.
"Sial,, sial,, sialll,, kekuatan bocah itu, benar-benar mengerikan, 'keluh Raikage keempat sembari memukul tanah dengan exspresi geram bercampur kesal.
"Naruto yang sekarang,,, lebih berbahaya dari Madara, jauh lebih berbahaya, kekuatanya benar-benar mustahil untuk kita kalahkan, 'sahut Kankurou pesimis.
"Kau benar Kazekage-dono, tatapan matanya jauh lebih menusuk dari pada seorang Madara, 'sahut Darui kemudian.
,,
,,
Meski dalam kekangan Jutsu Kagemane sekalipun, tak membuat Naruto gentar sedikitpun, perlahan,, tubuh kekar itu berdiri tegak, dan membalikkan badanya menatap mantan gurunya tersebut.
Deggg
'Tidak mungkin,, bagaimana bisa "Dia"lepas dari pengaruh Jutsu Kagemane'
"Astagaaaa,,, makhluk macam apa "Dia"sebenarnya? "
,,
,
,,
"Bisakah kau diam sebentar?, 'ucapnya sembari menatap tajam mantan gurunya itu, lalu Naruto menggerakkan lenganya pelan kearah bayangan hitam yang menjeratnya.
Grebb
Bayangan hitam tersebut tercekal erat digenggamnya, sebuah ketidakmungkinan yang kembali ia tunjukkan, dimana bayangan merupakan sebuah benda semu yang tak memiliki bentuk padat, cair, maupun gas,, namun, kembali seorang Naruto mampu mematahkan sebuah presepsi mutlak tersebut.
Tak ayal hal itu membuat Shikamaru dan kawan-kawan kembali terkejut. Entah sudah berapa kali mereka dikejutkan makhluk yang mereka anggap Iblis itu.
Dan-,,,
BUAT YANG NANYA *THOR MAO BANTAI AJA LAMA BGT. BANTAI TINGGAL BANTAI AJA ANJG KEBANYAKAN DIALOG*
__ADS_1
GUA SENGAJA SOALNYA GUA MAU NYIKSA SEMUA ORANG YANG NGEHIANATI NARUTO WKWKWK BIAR PUAS:D
OH IYA NANTI SELESAI ARC INI NARUTO BAKALAN PINDAH KE DUNIA .......