
Grebbbb
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, 'teriak Ino kencang ketika surai pirang pucatnya telah dicekal erat.
"Diamlah, ******! "
Wussshhhhhhhhh
Brakkkk
"Ohokkkkkkkkk,, 'tubuh perempuan bersurai pirang itu kini telah terlempar dengan begitu keras menghantam permukaan tanah.
Tap
"Na-naruto, hikss,, a-ampuni a-,,,
Duakkkk
"Uhukkkkkkkk, cougghhh"
Grebbb
Sebuah cengkraman membuat Ino kembali berusaha berontak, namun tenaganya tak sedikitpun membuat Naruto bergeming.
"Ughh, Na-naruto, 'rintih Ino bergetar.
Syutttt
Bruaghh
Kembali tubuh itu dihantamkan kepermukaan tanah dengan kuat, cairan merah kental telah membasahi wajah dan surai pirangnya.
,,
"Ti-tidak, Ino! "
"INOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO"
"AKAN KUBUNUH KAU BRENGSEK, 'teriak Sai murka tatkala melihat kekasihnya disiksa. Sembari terus mencoba berontak dari kekangan rantai hitam itu.
Sringgg
Sebuah keajaiban atau memang disengaja, rantai itu melepaskan lilitanya pada tubuh Sai. Secepat kilat Sai langsung melesat kearah Naruto.
Drab
Drab
Drab
"MATILAH BEDEBAAAAHHHHHH"
"HEYAAAAAAAAAA, 'teriaknya kembali sembari menyabetkan Tantto miliknya kearah leher Naruto.
Dan-,,,
Jrashhhhh
Brughhhh
Kepala Sai telah terlebih dulu tertebas sebuah pedang hitam yang muncul dari ketiadaan, jatuh dan menggelinding tepat disamping wajah kekasihnya.
Deggggg
"I-ini"
"Ti-tidak mungkin, S-sai-kun, hikss,, hiksss,'pandanganya nanar tatkala melihat kepala dari calon suaminya itu telah terpisah dari tubuhnya, kemudian Ino menggerakkan lenganya pelan untuk menyentuh wajah pucat tersebut.
"Ke-kenapa,,, kenapa kau yang lebih dulu meninggalkanku, hiks,, Sai-kun, 'ucap Ino yang diliputi kesedihan.
Tak ada jawaban dari wajah pucat itu,, hanya terlihat, sebuah senyuman tulus yang baru pertama kali Ino lihat dari wajah itu.
"Tenang saja,,, kau akan segera menyusulnya, 'sebuah ucapan datar nan dingin seakan menusuk telinga Ino, ia tau,, ucapan itu akan menjadi sebuah realita yang nyata untuknya.
"Hiks,,, Naruto,, ke-kenapa kau tega membunuh teman-temanmu, 'ucap Ino dengan pasrah.
",,,"
"Mengapa kau berubah seperti ini Naruto"
Grebbbb
"Karena,,, kutukan, 'balas Naruto sembari menatap tajam Ino.
Brakk
Krakkkk
"ARRRRRRGGGGGGGGGHHHHH,, Ohooookkk, 'dengan amarah yang memuncak Naruto menghantamkan tubuh tersebut ketanah dengan sangat keras, hingga terdengar bunyi tulang Ino yang patah.
"HAAAAAAAAARRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHHHH"
Buagh
Buagh
Buagh
Tanpa menunggu lama Naruto menghantam wajah cantik itu berkali-kali, terus menerus hingga akhirnya remuk,, dendam dihatinya begitu terasa berkobar ketika mendengar ucapan-ucapan tak berdosa dari gadis tersebut. Sebegitu mudahnya berbicara seakan melupakan perbuatan mereka dimasa lalu, itulah yang Naruto benci dari manusia.
Dan kemudian merobek-robek tubuh tersebut menjadi beberapa bagian, seperti seekor binatang yang tengah mencabik-cabik mangsanya. Wajah dan tubuhnya, kini kembali dipenuhi cipratan darah.
Selesai dengan itu Naruto langsung melesat cepat kearah Raikage ke-4 A.
Syut
Buaghhhhh
Buaghhhhh
Dengan beringas Naruto menghajar A tanpa ampun, terus dan terus tanpa henti. Ia kerahkan seluruh kekuatan fisiknya untuk menghancurkan tubuh kekar Raikage.
Wussshhhhh
Brak
Bahkan silangan tangan Raikage yang terlapisi barbel tak mampu menahan pukulan kuat Naruto, tampak hancur dan menerobos masuk menembus dada bidang Raikage generasi keempat tersebut.
"Ohokkkk"
Wushhhh
Terus bergerak cepat tanpa henti, pukulan, tendangan, tanpa mampu dibendung lagi, sebuah pergerakan brutal yang tampak membabi buta dengan hasrat dendam yang telah berkobar ganas.
Bruaggkk
"ARRRRRGGGGGGHHHHH, BEDEBAH KAU NAMIKAZEEEEEE"
Grebbbb
"Ucapkan itu untuk dirimu sendiri, bedebah"
Brakkkk
Bragggghh
Brakkkk
__ADS_1
Kepala itu dihantam-hantamkan kepada sebuah Batu berkali-kali,, tak cukup sampai disitu, Naruto melompat tinggi keudara, dengan tenaga penuh Naruto meluncur deras kebawah dengan kepalan tangan terkepal erat.
Wusssshhhh
Bruaaaagghhhhhhhhh
Tubuh kekar Raikage keempat telah hancur menjadi serpihan daging-daging kecil yang berhamburan keudara. Dan ada beberapa bagian yang mengenai tubuh Naruto.
Naruto masih terdiam dengan tubuh merunduk menatap genangan darah dibawahnya, dengan kepalan tangan yang menancap pada tanah. Puas? Belum,, semua masih belum cukup, kembali berdiri tegak dengan tatapan buas haus akan darah. Pandanganya terkunci pada satu titik, Darui.
Wusssshhh
Bruaggghh.
Krakkk
"ARRRGGGGGGGHHHHHHH,, 'kedua mata Darui melotot dengan sangat lebar ketika merasakan sakit yang teramat sangat.
Beberapa tulang dari tubuh itu telah patah menerima hantaman kuat dari Naruto.
Tak ingin membiarkan targetnya bernafas lega, Naruto kembali bergerak dengan pedang hitamnya, sedangkan Darui yang telah terbebas dari kekangan rantai, mencabut pisau kotak besar yang ia tempatkan dibelakang punggungnya.
Trank
Trank
Bunyi peraduan dua senjata yang berbeda tampak menciptakan percikan-percikan api kecil.
Darui melompat kesamping kanan tatkala Naruto menyabetkan pedang hitamnya dari samping kiri.
Sretttt
Terlalu cepat hingga pedang hitam itu berhasil memotong beberapa helai rambut jabrik dari Raikage ke-lima itu.
"AKAN KUBUNUH KAU NARUTOOOOOOO, 'teriakan perang dari Darui disambut dengan senyum sinis dari Naruto.
"Datanglah bedebah, 'gumamnya sumringah.
Sebuah tebasan vertikal dari atas kebawah dari Darui berhasil Naruto tahan dengan Horizontal.
Darui yang tak puas seranganya bisa ditahan kemudian mengaliri goloknya dengan Chakra Elemen petir.
Cip
Cip
Terus ditekan berharap mampu membuat Naruto terdesak, namun harapan berbanding terbalik dengan kenyataan, Naruto sendiri telah mengobarkan energi kegelapannya untuk menyelimuti senjatanya.
Wushhh
Krak
Grakkkk
Jrasssshhhhh
Pedang Darui patah menjadi dua bagian, sedangkan pedang Naruto sendiri terus melaju hingga berhasil mencoreng dada Darui dengan sebuah tebasan yang menganga lebar.
"ARRRRGGGGHHHHHH, "teriak Darui kesakitan.
Brughhh
"Coughh, uhukk,,, arrrghhh, sial, bagaimana bisa, 'ucapnya tak percaya ketika melihat senjatanya telah patah menjadi dua bagian.
Grebbbb
Sebuah cengkraman kuat telah mencekik leher Darui hingga membuatnya kembali berdiri.
Dan-,,,,
Wussshhh
Sebuah tendangan kuat dari Naruto menyebabkan tubuh Darui terlempar keudara. Hingga kemudian melesat kembali jatuh kebawah dengan cepat, sedangkan dibawahnya, Naruto telah bersiap dengan pedang hitam miliknya, semakin dekat Dan-,,,
Jrassshhhh
Tubuh itu telah terbelah menjadi dua bagian, dan kemudian jatuh dengan Naruto berada tepat diantara dua belahan tubuh yang terbelah tersebut.
Brugh
Tewas dengan mengenaskan. Si pelaku seakan habis menerima guyuran hujan darah yang membasahi sekujur tubuhnya.
Boffzzz
Bofftzzz
Boftzzzzz
Boftzzzzz
Empat buah kepulan asap melingkupi sekitar Naruto, dan beberapa saat kemudian, tampaklah empat klon yang identik dengan si pembuat.
"Kalian,, habisi empat bedebah itu, dan sisakan mereka berdua, 'perintah Naruto kemudian.
"Kami mengerti, 'jawab empat Bunshin itu dengan serempak. Tak ada yang berbeda dari empat copyan Naruto itu, semua nampak kosong tak berexspresi.
Tak berselang lama, jeritan demi jeritan terdengar begitu pilu, empat bedebah yang dimaksudkan adalah, Shikamaru, Temari, Kurotsuchi, dan Yamato, menyisakan dua sosok yang tak lain adalah Sakura dan Sasuke.
"ARRRRRRRGGGGGHHHHHH,, AMPUNI AKU NARUTOOOOOOOOO, 'Shikamaru hanya bisa berteriak histeris ketika Bunshin Naruto mulai menyiksanya dengan begitu kejam, surai nanasnya telah dibakar hingga habis menyisakan kepala botak yang tampak lecet dan melepuh.
Bunshin Naruto sendiri hanya diam tak peduli, bahkan terkesan begitu menikmati.
Brakkk
Brakkk
Brakkk
"Ohokkkkkkk,, hah, hah, hah,,, ughhh, Na-naruto, m-ma-aff,, 'ucap Shikamaru lemah, matanya nampak nanar, mulutnya telah berlumur darah segar,, kemudian mata nya melihat istrinya yang kini juga mengalami hal yang sama sepertinya. Ia melihat istrinya tengah diinjak-injak Naruto dengan buas.
"Te-temari,,
Grebb
Wusshhhh
Brakkk
Brakkk
"Ohokkkk,, "
"S-shika-kun,, 'Temari sendiri hanya bisa terbaring lemah disamping suaminya yang baru saja terlempar kearahnya.
"Te-temari,, uhukkk,, se-sepertinya kita akan se-segera menyusul yang lainya, uhukkk"
"Hiksss,,, ughh,, coughhh,,, k-kau benar,,, Anata, 'lanjut Temari berusaha sekuat mungkin menjaga kesadarannya tetap terjaga.
"J-jangan menangis,, k-kau terlihat jelek, Tsuma,,'ucap Shikamaru yang kini berusaha menggerakkan lenganya untuk menghapus airmata istrinya. Sedangkan Temari sendiri berusaha untuk membersihkan noda darah diwajah Shikamaru.
Tess
Tessss
Tessss
Airmata itu,, semakin turun deras, sungguh mereka tak pernah berfikir untuk berakhir seperti ini, namun, setidaknya mereka bisa mati bersama jika itu memang karma yang harus mereka terima.
__ADS_1
Sungguh,, Shikamaru merasa begitu sedih, perlahan, ia beringsut menggerakkan kepalanya mendekat.
Cup
Sebuah kecupan lembut telah menyentuh kening Temari saat itu juga, sedangkan Temari kini berusaha memejamkan mata untuk menikmati saat akhir yang begitu menyedihkan ini.
Kemudian dari belakang Temari melesat cepat sebuah besi hitam kelam. Shikamaru hanya bisa membelalakkan matanya saat itu juga.
Sretttt
Jleebbbb
"Ohokkkkkkk,,,"
Shikamaru memilih melindungi istrinya itu dengan tubuhnya sendiri, meski ia tau mereka akan tetap mati cepat atau lambat.
"Sh-shika-kun, K-kenapa, 'ucap Temari dengan wajah sendu, suaminya, rela mengorbankan nyawanya untuk melindunginya.
"Ka-karena, a-aku,, me-mencintaimu, Temari, coughhhhhh"
Brughhh
Tubuh itu, telah terjatuh memeluk istrinya dari samping, seiring hembusan nafasnya yang terakhir.
"A-anata, ba-bangun,, aku mohon, hikks,, 'dalam kesedihannya ia berusaha melakukan kebiasanya ketika membangunkan suaminya itu, dengan airmata yang turun begitu deras, Temari terus menggoyang-goyangkan tubuh tak bernyawa Shikamaru.
"Ti-tidak,, Shikamaru-,,
"J-jangan pergi,, hikssss"
"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKK,, 'jeritnya amat sangat keras.
,,
,,
Sang Hokage hanya mampu tertunduk diam ketika mata itu menatapnya nyalang penuh kebencian, entah apa yang Sasuke rasakan saat itu, namun jujur ia merasa frustasi dan putus asa. Begitu pula dengan Sakura, gadis musim semi itu bahkan sudah menangis pilu, ditambah kedatangan Naruto kehadapanya. Seakan nyawanya telah berada di genggaman Naruto.
"Naruto,,,, kenapa?, kenapa kau melakukanya hingga sejauh ini?, 'sebuah pertanyaan monoton terucap dari bibir Sasuke.
"Hiksss,,, hikssss,,, Na-naruto,, k-kumohon jangan bunuh kami, 'lanjut sigadis musim semi kemudian.
,,
"Sasuke, Sakura,, apa menurutmu yang kulakukan ini salah?, 'ucap Naruto pelan, mencoba meredam sedikit gejolak amarahnya yang terlampau menggebu.
"Ugh,, dulu,, kau selalu berusaha melepaskan dendamku pada Itachi, kau berusaha untuk mengembalikanku kejalan kebenaran, tapi,,, kenapa? Kenapa kau sendiri kini terbelenggu dendam kepada kami semua?,'ucap Sasuke sembari menengadahkan wajahnya menatap manik biru saffier rivalnya.
"Sasuke,,, kita berbeda meski terlihat sama, kita sama-sama lahir bersama kutukan kebencian dan kesendirian, namun kita berbeda, kau diterima dunia dengan layak, berbeda denganku yang bahkan setiap manusia berusaha untuk menyingkirkanku, kau pernah merasakan apa itu kebahagiaan kecil sebuah keluarga, bahkan kutukanmu berakhir dengan Indah, tapi lihat aku,, 23 tahun hidup dalam kesendirian, kebersamaan kalian hanyalah sebuah sandiwara. Dulu aku terlalu naif dan mudah memaafkan"
"Yah,, kau benar,, apa yang kau katakan adalah sebuah kebenaran, tapi,, tak seharusnya kau membalasnya dengan cara seperti ini,"
"Dan apa menurutmu aku harus diam ketika kalian telah mengoyak harga diriku? Jangan berbicara omong kosong, cara kalianlah yang menjadikanku seperti ini,, penghianatan yang kalian lakukan semua, takkan pernah bisa termaafkan"
"Hikss,,, hiksss,, ma-maafkan kami Naruto"
"Kau puas ha? Apa kau puas telah melakukan semua kekejian ini?, 'ucap Sasuke dengan geram, berusaha bernegoisasi untuk sekedar merubah jalan fikiran sahabatnya ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan.
"Ketahuilah, aku bukanlah makhluk seperti kalian lagi, dan kau lihat ini?, 'ucap Naruto sembari menunjuk lubang bulat menganga didada kiri.
"Kau pasti tidaklah buta untuk tak mengerti bagaimana lubang ini bisa ada ditempat ini"
Sasuke hanya mampu terdiam ketika melihat lubang tersebut, lubang menganga hasil dari Jutsunya yang dulu ia tusukkan pada jantung Naruto.
Kembali menunduk diam, Sasuke jelas tau,, karena ia sendirilah penyebab lubang itu menghiasi dada kiri Naruto.
"Baguslah kalau kau sadar Uchiha,, kearoganan membuatmu tamak dan serakah, menghalalkan segala cara untuk menjatuhkanku. Dan selamat,, kau berhasil,, aku telah jatuh pada lingkaran hitam yang jauh lebih mengerikan darimu yang dulu, dimana kau membenci satu orang dan berusaha melenyapkannya, dan aku membenci semua orang dan berusaha melenyapkan mereka semua hingga tak tersisa"
"Dan untukmu perempuan ******,, kau begitu angkuh dan sombong, kau selalu menatapku rendah dan hina, tapi sekarang, kau merengek menangis meminta maaf dan pengampunan. Apa menurutmu aku akan berubah fikiran, jauhkan hal itu dari anganmu,, Sakura, karena kematian adalah hukum mutlak bagi kalian"
"Dan sekarang,, waktunya pertunjukan, 'ucap Naruto dengan seringai khas rubah miliknya.
Degggg
Entah mengapa pasangan suami istri itu merasakan firasat buruk, amat sangat buruk.
Dalam keheningan itu tiba-tiba kobaran api terbelah memisahkan jarak, hingga kini tampak terlihat sebesar ukuran pintu, lalu dari luar Sasuke dan Sakura melihat dua buah tengkorak berjalan tengah menyeret dua anak kecil yang tengah berontak diatas tanah.
Deeggggg
Deeeeegggg
"Hiksss, ti-tidak mungkin, Sa-sarada,, Hi-hirata"
"Ti-tidak,, Naruto,, kumohon jangan lukai mereka, bunuh saja aku, tapi,, kumohon,, jangan sakiti mereka, 'teriak Sasuke kepada Naruto yang tengah diam menatapnya kosong.
Kedua tengkorak itu berhenti tepat 5 meter dihadapan Sasuke dan Sakura yang tengah meronta-ronta dari rantai yang mengekang mereka.
"SARADAAAAAAAAAAAA"
"HIRATAAAAAAAAAAAAAA, 'teriak Sasuke dan Sakura bersamaan.
"Hiksss,, ma-mama,, papa, sarada takut"
"Huwaaa,,, papaaa tolong akuuu, 'tangis dari bocah berusia 4 tahunan itu seakan memberikan kesakitan bagi orang tua mereka.
"NARUTOOOO,, KUMOHON LEPASKAN MEREKA"
"HIKSSSS, JANGAN LIBATKAN ANAK-ANAK KAMI, KUMOHON NARUTO, KASIHANILAH MEREKA, 'teriak Sakura pilu dengan wajah yang berlumur airmata.
"Arrrrrghhhh, rantai-rantai sialan ini, bahkan aku tak mampu mengeluarkan kemampuan mataku, sial, sial, sialllll"
"AKU MOHON NARUTO LEPASKAN MEREKA, 'teriak Sakura lagi.
"Naruto,, aku tau kau benci kepada kami,, tapi kumohon, kumohon jangan sakiti mereka, biarkan mereka berdua tetap hidup, 'mohon Sasuke kemudian.
"Hiksss,, Sarada,, Hirata, 'gumam Sakura sedih.
Tap
Tap
Tap
Bunyi derap langkah kaki Naruto menuju kedua bocah tersebut.
Tap
Grebbbb
Grebbbbb
Kemudian Naruto mencekal erat kedua rambut bocah tersebut.
"Huwaaaaaaaa mamaaa,, sakiiiiiiiiiitttt, huwaaaaaaaaa"
"Huwaaaa, tolong Sarada, papa, sakiiiiiitt"
,,
,,
"BEDEBAH KAU NARUTOOOOOOOOOOOOO"
"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAKKK,,, "
,,
__ADS_1