Dark Creature

Dark Creature
Hades Sang Dewa Badut


__ADS_3

[Nah! Sekarang kita lihat siapa yang telah berani mendatangkan perkara ketempat ini] " seringainya kembali terbentuk, siapapun telah salah untuk bermain-main denganya, mereka hanya tak tahu apa saja yang bisa ia lakukan sebagai kegelapan dunia.


,,


,,


Langkahnya pasti, membawanya kesetiap sudut tempat yang dipenuhi jiwa-jiwa yang dirantai untuk menunggu putusan hukum, tentunya akan ditentukan ketika kiamat nanti, sebagai fase perantara tempat apa yang akan mereka singgahi setelah ini. Karena ini masihlah dalam sebuah tempat penampungan ketika jiwa mereka diambil dari kematian. Bukan tempat abadi yang kekal.


Tap...


Tap...


Surainya berkibar liar, wajahnya terlihat menyeramkan, ia berdiri ditengah-tengah kobaran api yang bergejolak, menatap nyalang sosok wujud yang duduk tenang disebuah kursi kebesaran sembari menyangga dagunya.


Yah! Pada akhirnya langkahnya membawanya juga ketempat dimana yang ia cari berada, sebuah wujud yang juga terlihat menyeramkan, sosok tengkorak dibalik jubah hitam, dengan surai hitam pekat.


Dia lah yang menjadi dalang sekaligus yang berkuasa ditempat ini.


Plok plok plokk


Sosok tersebut bertepuk tangan, entah apa maksudnya, namun,, semua akan terjawab dengan sendirinya.


"Hohohooo,, tak kusangka kau bisa sampai ketempatku ini, sungguh sebuah kehormatan kedatangan tamu yang membuat Raja Iblis Satan, Sang Gubernur Ramiel, dan Sang Pemimpin Seraph Syurga Michael kewalahan,," ucap sang Dewa berbasa-basi, menatap penuh ketertarikan kepada sosok tamu yang berdiri pada kobaran api yang menghalangi jalanya.


[Jadi,, kau yang telah mengundang petaka ini] " balas Naruto kemudian, ia tak peduli dengan siapa ia berhadapan, baginya sosok Dewa dihadapanya bukan sesuatu yang membuatnya memiliki Exspetasi lebih.


"Khukhukhuu, mulutmu tajam sekali heh, makhluk aneh!,, tapi,, lupakan hal itu,, aku memiliki penawaran yang Bagus untukmu! " entah apa yang direncakan sang Dewa tersebut, yang jelas, ia berusaha melakukan sebuah negoisasi dengan makhluk bermuka dua dihadapanya.


[…?]


"Keh! Baiklah-baiklah, bagaimana kalau kau menjadi bawahanku ditempat ini, sejujurnya aku sangat tertarik dengan kekuatanmu yang mampu membuat pemimpin tiga fraksi meminta bantuanku" pada akhirnya Hades memiliki niat licik untuk memenuhi permintaan Ramiel, yah! Ia memanfaatkan keadaan untuk bisa merekrut makhluk yang hampir serupa bentuk denganya tersebut. Dengan begitu ia akan memiliki kekuatan tempur untuk bisa menyaingi saudara-saudaranya. Akan tetapi tanpa Hades sadari, ia benar-benar dalam masalah besar sekarang, ia berhadapan dengan makhluk yang salah.


Seketika itu,, separuh wajah yang berbalut kulit telah tanggal dan terkelupas hingga kini hanya terlihat tengkorak kepala saja, menyusul tumbuhnya satu tanduk lagi disebelah kanan.


Drago telah kembali sepenuhnya, surai pirang sebelumnya telah berganti merah pekat melambai-lambai bersama gejolak api yang membara.


Hades melihatnya dengan sangat tertarik, terlebih ketika atensinya terfokus pada lubang bulat menganga didada kiri makhluk misterius tersebut. 'Siapa makhluk ini sebenarnya, dan dari mana Existensi semacam ini ada? ' ucapnya dalam hati, meskipun ia terlihat rilexs namun ia tetap waspada dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, bagaimanapun Hades tidaklah bodoh, dan menyandang gelar Dewa bukan hanya sebagai pajangan saja, akan tetapi menggambarkan jika ia adalah makhluk yang benar-benar Superrior.


Dan sejujurnya Hades merasakan sebuah sensasi yang menggetarkan, makhluk tersebut serasa menyatu dalam kobaran api, berdiri kokoh bagaikan sesosok petarung yang sebenarnya. Itu artinya penawaranya telah gagal.


Sikap Rilexs perlahan menjadi gestur penuh siaga, tampaknya makhluk dihadapannya ini tak mengenal basa-basi.


"Kau ta,, -


Wussshhhh


"Ap-,,,


Grebb


Bruakkkk


Seketika kepala tengkoraknya dicengkram, dihantamkan dengan keras, lalu terseret kebelakang ketika cengkraman kuat itu terus menekan kepalanya menghancurkan apapun yang berada dalam jalurnya.


Refleknya sebagai Dewa nyataya tak mampu membaca kecepatan yang ditunjukkan makhluk tersebut, ia terlambat dan harus rela terkena karma atas kesalahanya mengundang Existensi yang tak ia ketahui sama sekali asal muasal dan jadi dirinya.


Tubuhnya terperosok jatuh tertimpa reruntuhan tembok istana sakral kebanggaanya, ini yang pertama kali ia tersentuh lawan dalam sebuah duel. Dan ini terasa sangat memalukan bagi reputasinya sebagai penguasa alam kematian dan kegelapan.


..


[Bangunlah,,, jangan kecewakan waktuku untuk datang menemui Dewa lemah sepertimu] " Drago berucap sembari menatap kearah lain, tak memperdulikan tentang fakta yang baru saja ia lakukan. Yah! Ia baru saja menginjak harga diri seorang Dewa.


..


Blaaaaaarrrrrrr


Hades terbangun bersama ledakan besar yang mengiringi, tampak surainya melambai-lambai, dan kemudian melayang diudara dengan mimik wajah yang mengisyaratkan kemarahan besar.


Andai saja kedua rongga mata yang kosong itu terisi bola mata, mungkin akan terlihat jelas sebuah tatapan tajam yang ditujukan Hades kepada sosok tengkorak hitam bercorak merah tersebut.


"Aku sangat terkejut kau bisa membuatku berantakan hanya dalam tempo satu detik, tapi,,, -


,,,-kau melakukan kesalahan besar dengan berani menyentuh Dewa yang Agung dengan tangan kotormu"


Seketika itu kegelapan telah berbaur dalam satu wadah atas kehendak sang Dewa, terkumpul membentuk menyerupai sebuah wujud tulang kepala manusia raksasa berwarna hitam legam dengan pancaran kekuatan yang sangat mengerikan.


"Maka,, -


,,-binasalah wahai bedebahhh"


Wusssssshhhhhh


Hempasan Energi kuat menerpa wajah Drago, membuat surai merah darahnya melambai tak beraturan, ia tak gentar dengan ancaman itu, Dewa dihadapanya hanya tak tahu apa saja yang bisa ia lakukan.


Terlihat gesturnya berdiri kokoh, tetap tak bergeming meskipun sebuah kekuatan besar hendak menerjangnya.

__ADS_1


Wunnggggggg


Brakkkk


Blaaaaarrrrrr


Hanya dengan tangan kosong, yah! Bagaikan menepis sebuah lemparan benda yang diarahkan kepadanya. Terlihat begitu sangat mudah, tapi memang begitulah fakta yang terjadi.


Tak bisa dipungkiri jika sang Dewa Kegelapan kini tengah melotot Horror ketika serangan yang mungkin mampu membinasakan satu kota itu berlalu tanpa bisa memenuhi tujuan dan Exspetasinya untuk melenyapkan makhluk dihadapannya. Baginya ini terlihat mustahil, bagaimana mungkin hal itu dilakukan.


Dan tentu saja ini membuatnya amat sangat geram, ketenangan yang begitu memuakkan, seakan Dewa sepertinya bukanlah sebuah ancaman.


..


[Keh,,, mengecewakan] " ucap Drago dengan nada meremehkan sekaligus menghina, baginya yang memiliki kekuatan diluar fikiran makhluk manapun hanya menganggap hal barusan sebagai angin yang berlalu.


Wuuuuussshhhh


"Sialllll"


Brakkk


Tak


Brakkkk


Dan sekarang Hades harus mengerahkan seluruh kekuatan fisiknya untuk menepis segala serangan yang dihujamkan kepadanya. Dan tentu saja ini semua berada diluar dugaan, seperti yang dikatakan sang tamu, undanganya benar-benar berhujung petaka baginya.


Braaakkkkkkk


"Aaaaarrrgggh"


Wunggggh


Blaaaaaarrrrr


Sang Dewa terhantam dan meluncur deras kebawah, menyebabkan lantai istananya hancur. Pukulan yang sangat kuat telah Hades rasakan detik itu juga, sementara waktu ia masih tertinggal point dari lawanya yang tampak menguasai keadaan.


"Ughh,, sialan,, makhluk ini sangat berbahaya" ringisnya yang berusaha bangun sambil tertatih-tatih, benar-benar pukulan telak yang menyakitkan persendian tulang belulangnya.


Srring


Sringgg


Muncullah rantai-rantai merah menyala, rantai yang merupakan kumpulan logam baja yang terpanggang ditempat terdasar Tartarus.


"Gahhh, tangkap makhluk bedebah itu dan seret dia ketempat terbawah Tartarus" seakan memiliki nyawa rantai-rantai itu memanjang dan langsung mulai menerjang Drago satu persatu.


Drago yang dalam kondisi berjongkok kini mencengkram pedang Neraka miliknya.


Wussshh


Tanpa basa-basi Drago melesat cepat menghadapi puluhan rantai berpijar bara api yang menyala tersebut.


Trank


Trak


Prankkk


Percikan-percikan api mewarnai tempat yang didominasi kegelapan tersebut, terlihat begitu Indah ketika rantai yang memancarkan hawa panas yang begitu menyengat itu terputus dan jatuh terkulai satu persatu, bagaikan menari dengan lincah sang Exsekutor menghindari hujaman rantai-rantai yang berusaha menangkapnya.


Cringgg


Rantai yang terakhir telah tumbang, menyisakan seonggok tubuh yang berdiri menyamping sembari menunjuk sang Dewa dengan pedang digenggamanya. Inilah seni bertempurnya sebagai mantan Shinobi, sebagai sesosok Veteran Perang, efektif, cepat dan akurat. Dan mematikan, ditunjang kekuatan fisik yang bahkan tak diketahui batasanya.


Tak ada alasan lagi bagi Hades untuk tidak terperangah kagum, meskipun hal itu tertutup oleh amarah dan kebencian yang perlahan menghinggapi jiwanya terhadap sosok tersebut. Titlenya sebagai Dewa telah tercoreng oleh sosok makhluk yang tak ia ketahui sama sekali dalam riwayat kehidupanya.


Dan kini pedang telah teracung kearahnya sebagai pertanda perang, mau tak mau Hades harus mengerahkan apa yang dimiliki mengingat makhluk yang diundangnya tak mampu ia tundukkan.


Crinngggg


Jari-jemari tulangnya menggenggam sebuah pentagram yang terikat pada rantai panjang dimana hujungnya merupakan sabit pengikat jiwa, yah! Itulah senjata keramatnya, sekali tergores nyawa akan langsung melayang.


"Kau akan mati" kali ini suara yang terlepas dari rahang anak Raja Titan Kronos itu terdengar berat.


Wuuushhhhh


Hades melesat cepat dengan amarah tak mampu lagi dibendung.


"HAAAAAAAARRRRRRGGGGGGG"


Mulut yang hanya kumpulan gigi kotak itu menganga lebar bersama dengan teriakan murka.


Trannnkkkkk

__ADS_1


Sabit hitam bermata dua itu ditahan dengan pedang hitam yang tumpul pada bilahnya. Hembusan energi yang tercipta dari pertemuan dua senjata keramat itu menerpa keduanya, Kedua kepala berwujud tengkorak itu terpotong jarak yang begitu dekat, dan begitu jelas terasa hawa permusuhan yang begitu kental.


[Kau hanyalah Dewa yang gagal] " Drago mendengus angkuh dihadapan Hades, ucapan yang tak sedikitpun mengandung rekayasa ataupun sekedar omong kosong.


Gigi-giginya bergemelatuk, ucapan itu begitu menusuknya, bagaikan harga diri yang telah terinjak-injak dengan sangat hina.


"Keppparattt, kau,,, kau akan menarik ucapanmu bedebahhhh"


Blaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr


Hades meledakkan Energinya dengan jumlah besar-besaran, dan itu berhasil membuat Drago agaknya terpental beberapa meter kebelakang..


"Mati" suaranya kian serak nan terasa begitu berat, diiringi Energi yang meningkat pesat, rongga mata yang kosong itu terpancar sepasang mata yang menyala merah terang pertanda jika Hades telah terkontaminasi kegelapan liar yang tak mampu dikendalikan.


Menatap penuh amarah lawanya yang berada jauh disebrang.


Tik...


Tik...


Tik...


Wusssssshhhhhhh


Keduanya kembali bertarung lengan level yang lebih gila lagi,, membuat Tartarus serasa diguncang gempa besar, dua Raja kegelapan yang menunjukkan kesuperioranya.


Drago terlihat terbawa suasana, serasa menikmati setiap gempuran-gempuran yang diberikan sang Dewa.


Braaakkkk


Hades kembali terpental jauh tatkala sebuah Uppercut Elbow menghantam tubuhnya, tak ingin kalah begitu saja, Hades kembali bangkit dengan amarah yang meledak-ledak.


"HAAARRRRRRGGGGGGGHHHHHHH"


Lalu,, Hades kembali melaju bersama sabit keramatnya kearah Drago yang berada disudut lain.


Drago yang mengetahui hal itu kini menancapkan pedang hitam miliknya pada pijakan ia berdiri.


Jlebbb


Krakkkk


Blaaaaaaarrrrrrrr


Tercipta sebuah aura hitam kelam yang melaju cepat membelah tanah kearah Hades.


Wushhhh


Seakan lajunya tak ingin dihentikan Hades mengayunkan sabitnya untuk menghancurkan serangan tersebut.


Sringgg


Blaaaaaaarrrrrrr


Drago terdiam, kemudian instingnya meneriakkan alarm tanda bahaya.


Hades muncul dengan kecepatan tinggi dibelakang makhluk bertanduk banteng tersebut, dengan sekuat tenaga mengayunkan Sycte miliknya kearah kepala yang tak bergeming itu.


Sedikit lagi,, ,,


Sretttt


"Bedebahhhhhhh" lagi dan lagi Hades tak mampu menggapai makhluk tersebut, ia menebas udara kosong ketika tinggal satu senti lagi senjata keramatnya akan menyentuh leher lawan.


Dan kini,,, Hades menyiagakan diri, lawanya telah melenyapkan keberadaanya tanpa mampu ia deteksi, berkali-kali Hades dibuat berpaling terkejut tanpa menemukan apapun.


"KELUAR KAU BEDEBAAAAAAAH" sialnya Hades kini yang merasa dipermainkan didalam wilayah kekuasaanya sendiri.


Sreeettt


Deeegggg


Dalam sekejap,, makhluk bertanduk tersebut telah berdiri tepat dihadapanya terpaut jarak setengah meter, itu terlalu dekat dan mendadak untuknya.


Greeepppp


Trankkkk


"ARRRRGGHHHHH"


Batok kepala sang Dewa kembali menerima cengkraman yang begitu kuat, membuat Hades meraung-raung Histeris dan menjatuhkan senjata kebanggaannya.


[Kukatakan satu hal,,,,, -


,,,-akulah,,,, yang akan menjadi maut bagi kalian para Dewa.

__ADS_1


__ADS_2