
Pada masanya aku memutuskan untuk segera mengakhirinya, mengakhiri semua yang memang sudah seharusnya aku lakukan, aku tak perduli pandangan kalian tentangku, jika kalian menganggapku jahat dan kejam, maka itulah kenyataan yang menjadi bukti keberadaanku, katakan padaku apa yang bisa makhluk ini lakukan, apakah hanya diam sementara dunia telah membecimu, bahkan ingin menghapuskan keberadaanmu, jangan berbicara omong kosong dan naif.
Karma selalu hadir pada saat-saat akhir dalam sebuah dilema penyesalan, yang kulakukan hanyalah naluri dari seorang makhluk yang ingin bertahan hidup, tak pernah membenci dan tak pernah ingin menyakiti, ini hanyalah sebuah tindak keadilan, dimana darah harus dibalas dengan darah, dan nyawa harus dibalas dengan nyawa, bukankah itu adil.
Sejujurnya aku tak ingin, dan tak pernah ingin merenggut nyawa dan kehidupan kalian semua, namun aku hanya tak ingin kejadian yang sama menimpa orang lain, dimana nanti harus ada lagi pecundang lain yang menjadi contoh diskriminasi dan ketidakadilan, seperti bocah bodoh waktu itu, hanya ingin diakui dan hidup normal, namun,, lagi-lagi harus tersingkirkan, sudah cukup kebusukan, keserakahan, ketidakadilan, dan keangkuhan terus bertahta ditanah terkutuk ini, dan izinkan makhluk ini untuk mengembalikan semua pada titik awal, kehancuran sebagai penebus dosa mereka yang khianat. Jika ingin menghentikanku,, datang dan angkatlah senjata kalian para dewa, dan mari kita bertempur, dan kita lihat,, siapa yang akan tetap berdiri hingga akhir.
,,
,,
,,
Pada akhirnya penantianya telah memasuki penghujung akhir dalam kisah rumit kehidupannya, detik-detik pergantian waktu terasa begitu lama, seakan enggan untuk menjalankan tugasnya melakukan pergeseran waktu,, namun itu hanyalah sekedar perumpamaan sederhana, karena walau bagaimanapun, waktu akan terus berjalan, dan mendekati takdir yang telah digariskan waktunya masing-masing.
Berdiri tegap dengan telanjang dada pada sebuah tebing tinggi yang dimana didepanya merupakan bentangan jurang luas dan begitu dalam, dia tokoh utama dalam kisah ini tengah menunggu Fajar datang,, sebagai pengawal hari dan waktu exsekusi masal yang telah ia tunggu.
Perlahan namun pasti, matahari mulai muncul dari ufuk Timur dengan gerak lambat, mulai memberikan pencahayaan sinar pada hari yang masih cukup gelap.
Dan ketika itu pula sinar Mentari mulai menerpa tubuh pemuda tersebut, dengan sebuah cahaya yang menerobos bebas melewati dada kiri pemuda tersebut yang kosong, dan tampaklah bayangan hitam yang mulai terbentuk akibat sisi belakang pemuda tersebut yang tak terkena cahaya matahari, dengan warna putih terang pada bagian kiri dada berbentuk bulat dan pipih.
Dan pada bagian itulah, semuanya berawal, sebuah tragedi awal yang menciptakan sebuah tragedi akhir.
Bahunya yang begitu lebar dan kokoh, bagian perut yang berbentuk kotak-kotak, dengan permukaan kulit yang penuh akan Aksara rumit dengan banyaknya luka sayatan, dimana pada bagian punggung tampak sebuah simbol besar berbentuk tengkorak bertanduk banteng, itulah segel kontrak permanen yang akan terus melekat bersamanya hingga akhir.
Kutukan mengerikan yang menjadikanya sebagai sosok makhluk yang lebih mengerikan dari Monster dan Iblis.
Saffier yang telah lama beku itu memandang diam matahari yang mulai merangkak naik, awal hari yang begitu Indah, untuk akhir yang begitu buruk.
"Kematian adalah hukum mutlak bagi mereka, 'gumamnya pelan, mengungkapkan sebait kalimat sederhana yang telah diikrarkan..
"Dan kehancuran adalah akhir bagi dunia tempat mereka para pendosa, akan terkubur bersama keangkuhanya sebagai manusia yang telah ingkar, dan semua akan kembali pada titik awal sebagaimana awal dunia ini diciptaka-NYA, 'lanjut sang rubah hitam menimpali ucapan pemuda yang telah menjadi tuanya tersebut.
Tap
Tap
Tap
Dari arah belakang terdengar bunyi langkah kaki yang mendekat kearah sipemuda, dan sudah dipastikan siapa pemilik dari dua langkah kaki tersebut.
"Gaara, Konohamaru, waktunya Exsekusi,, kuberikan kalian pilihan untuk tetap tinggal dan menungguku kembali, atau ikut dan melakukan pembalasan, 'ucap sipemuda dengan nada datar tanpa exspresi.
Yang bersangkutan hanya mampu terdiam, bukan karena apa, tapi,, mereka berdua melihat sesuatu yang membuat mereka tercengang, kedua pasang mata tersebut tengah memandang lubang bulat menganga tepat dibagian jantung Naruto, dan juga sebuah Tatto yang melekat erat dibagian punggung, mereka berdua tak menyangka jika pemuda dihadapanya ini benar-benar telah melalui sesuatu yang benar-benar buruk dalam hidupnya.
Naruto yang mengerti hal tersebut hanya tersenyum tipis, siapapun akan bertanya-tanya jika dalam pandanganya disajikan sebuah pemandangan yang tak masuk akal, bagaimana mungkin seorang manusia dapat hidup dan bernafas tanpa jantung, mungkin begitulah pemikiran dari Gaara dan Konohamaru saat ini.
Kemudian membalikkan badanya untuk menghadap kedua rekanya tersebut.
"Inilah yang kumaksudkan, aku bukan lagi makhluk seperti kalian, inilah kutukanku, sebagai lambang dari kesengsaraan hidup duniawi, yang tak lagi pantas hidup berdampingan dengan manusia seperti kalian, aku kembali bangkit bersama jiwa baru, yang tak bisa lagi untuk kalian berdua fahami, 'ungkapnya kemudian, memberikan sedikit penjelasan untuk kedua orang dihadapanya yang sedang diliputi pertanyaan dalam benak fikiranya.
Gaara yang telah tersadar terlebih dahulu kini tengah memejamkan matanya untuk meredam gejolak emosinya tatkala itu, ia tau, lubang menganga itulah yang menjadi bukti akhir penindasan mereka pada sahabatnya, kejam dan menyedihkan.
Naruto, sejauh ini, dunia telah menganggapmu mati, namun tidak bagiku, aku tau kau hanya pergi untuk mempersiapkan diri, bagiku yang mengenalmu cukup lama, kau ibarat manusia yang takkan pernah bisa mati, seakan kau memiliki begitu banyak nyawa. Dan sejauh ini, kami berdua juga tidak hanya duduk diam untuk menunggu, Aku dan Konohamaru berlatih setiap harinya untuk bisa membalaskan apa yang telah mereka perbuat kepadamu. Sejauh ini pula, kami berdua telah memutuskan untuk tetap maju dan terus mengikuti jalanmu, walau itu keneraka sekalipun, kami berdua telah siap untuk bertempur, 'sorot mata tajam kini tampak jelas diiris mata Jade mantan Kazekage kelima tersebut, mungkin memang sudah waktunya Era Shinobi berakhir.
"Yah, Gaara-Ni benar,, semua sudah sejauh ini, tak mungkin bagi kami untuk menoleh kebelakang, aku sudah siap untuk ikut bertempur bersama Ni-san, 'jawab bocah berusia 15 tahun tersebut dengan tegas dan mantap, tak ada lagi candaan atau sekedar untuk melakukan kekonyolan, baginya sudah waktunya untuk berubah, dan bersikap lebih dewasa seperti sosok mentor dihadapanya.
Naruto memandang keduanya dengan diam, dan perlahan tersenyum tipis, sangat-sangat tipis hingga tampak samar tercipta pada sudut kiri bibirnya.
"Baiklah, kalau begitu persiapkan diri kalian"
"Dan untukmu Konohamaru, kali ini kau harus siap untuk langsung bertarung dimedan pertempuran tanpa perlindungan, buktikan jika kau memang pantas disebut sebagai Legacy Hiruzen Sarutobi, 'ucap Naruto kemudian.
"Hai,, aku mengerti, 'jawab Konohamaru mantab tanpa sedikitpun keraguan.
..
__ADS_1
..
..
Change Sceane.
..
..
Semarak keramaian kini tampak memenuhi sebuah tempat baru yang menjadi markas pusat Aliansi Lima desa besar, terletak di perbatasan lima desa sekaligus, dengan fungsi sebagai pusat komando sekaligus tempat berkumpulnya Shinobi-shinobi di Elemental Nation, memiliki luas beberapa hektar, dengan lima menara yang di masing-masing menara tersebut menunjukkan nama-nama dari lima desa, dan didekat menara tersebut memiliki gerbang masuk masing-masing desa, itulah bukti utama dari ikatan Aliansi perdamaian yang berusaha mereka jaga agar semakin erat dan kuat.
Kini terlihat banyaknya warga biasa serta Shinobi yang berlalu lalang untuk memasuki gerbang, dengan wajah berseri-seri untuk menyaksikan acara festival peringatan 6 tahun perdamaian,, mereka semua begitu antusias untuk terus menghadiri acara tersebut dalam setiap tahunya, karena bagaimanapun perjuangan mereka sewaktu perang dunia Shinobi keempat sungguh terasa berat dan melelahkan, banyak yang dikorbankan untuk meraihnya, kehidupan seperti inilah yang selalu mereka harapkan, tak ada lagi pertumpahan darah atau kejahatan, membuat setiap yang bernyawa bisa bernafas lega.
Rombongan dari masing-masing desa pun mulai berdatangan satu persatu, untung saja tempat tersebut memiliki luas yang begitu besar hingga mampu menampung banyaknya Shinobi yang hadir, terlihat pula beberapa Shinobi-shinobi penting yang cukup berpengaruh, para tetua desa, dan mantan para Hokage.
Sedangkan digerbang masuk untuk Negara Api kini mulai terlihat rombongan dari desa Konoha yang dipimpin langsung Hokage, disusul Shinobi-shinobi lain yang termasuk rekan sang Hokage, kemudian diikuti ribuan Shinobi Konoha itu sendiri. Bahkan terlihat dua Legenda Sannin yang tersisa ikut dalam rombongan Konoha, Tsunade dan Orochimaru, sejauh ini Orochimaru telah menjadi ilmuan resmi dan diakui diKonoha, sedangkan untuk Tsunade hanya menikmati masa pensiunya dikediaman Klan Senju hingga menyebabkannya jarang lagi terlihat, namun sosoknya tetap dianggap penting bagi desa.
Hal itu juga berlaku untuk desa lain, karena festival kali ini dibuat semeriah dan sebesar mungkin, guna merayakan keberhasilan mereka dalam meraih perdamaian secara serempak.
Beberapa saat berlalu, kini semua telah tertata rapi dan acara akan segera dimulai, Ribuan Shinobi berbaris sesuai bendera Negara masing-masing menghadap sebuah podium yang berisikan ninja-ninja penting yang berperan banyak dalam perang dunia Shinobi Keempat.
,,
,,
Lima kursi terdepan diatas podium telah diduduki oleh lima Kage dari lima desa besar, dari kiri kekanan, tampak wajah-wajah muda pada generasi Kage periode ini, dimana yang tua memilih untuk lengser dari jabatannya dan menikmati masa tuanya ditemani secangkir teh, kemudian dibelakang kursi Kage tersebut tampak diisi oleh mantan para Kage, dan selanjutnya berisikan Ninja-ninja penting lainya termasuk kerabat Kage itu sendiri.
Suasana yang tampak formal dan cukup menegangkan, kemudian terlihat seorang Shinobi yang berjalan kehujung podium untuk memberikan sambutan pembuka.
,,
,,
"Yo,,, apa kabar semuanya,?, 'sapa seorang Jounin yang sudah tidak asing lagi dalam dunia Shinobi, Hatake Kakashi, yah! Itulah sosok yang kini berdiri dihadapan ribuan Shinobi dari berbagai desa, siapa pula yang tak mengenalnya. Seorang Shinobi yang menjadi guru pembimbing bagi pahlawan perang dunia Shinobi ke-empat, sekaligus ikut andil besar dalam perang 6 tahun lalu. Kini sedang berdiri dengan sikap malasnya sebagai perwakilan lima Kage sekaligus untuk memberikan sambutan.
"Ahahaaaa,, baiklah terimakasih atas antusiasnya, langsung saja, tidak banyak yang akan saya sampaikan disini"
"Hari ini, kita telah dipertemukan kembali dalam keadaan damai, berdiri sejajar bersama, dan saling menghargai pihak masing-masing desa, semua Shinobi sudah merelakan konflik masing-masing, tak ada lagi kebencian dan dendam yang akan menyebabkan peperangan, kehidupan seperti inilah yang selalu kita harapkan selama ini"
"HORYAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
"HAAAAAAAAAAAAAAAA"
"HIDUP PERDAMAIAAAAN,,, 'teriakan penuh semangat yang menggebu tampak menggema disetiap sudut markas pusat Aliansi.
Mereka yang tengah duduk dipodium pun tak bisa untuk tidak tersenyum bahagia, mengingat kembali moment-moment perjuangan mereka ketika peperangan yang banyak merenggut nyawa, meskipun beberapa berhasil dibangkitkan kembali, namun tak bisa dipungkiri jika banyak nyawa lainya yang harus benar-benar pergi.
"Dan sekarang kita disini kembali berkumpul untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan untuk bisa meraih kemenangan, saya ucapkan terimakasih banyak untuk Shinobi dari lima desa yang dengan gagah beraninya maju dimedan perang waktu itu, tanpa ikatan Aliansi ini, kita tak mungkin bisa meraih kemenangan dan menikmatinya hingga saat ini"
"mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, setelah ini kalian semua bisa bebas berpesta, dan acara akan segera dilanjutkan dimana nanti para Kage akan melakukan rapat, jadi, mohon kerjasamanya"
"YA,, HIDUP ALIANSIIIIIIIII"
"HIDUP GOKAGEEEEEEEE"
"HORYAAAAAAAAAAAAAAAA"
Skiptime.
Suasana dalam ruang rapat kini tampak hening dan cukup tegang, bukan karena masalah perselisihan, melainkan karena tema pembicaraan, fikiran buruk mulai mengganggu kewarasan mereka.
"Heeemmm,, tampaknya masalah yang kita hadapi kali ini begitu rumit, mimpi yang terus berulang seperti sebuah virus yang menyerang mental kita semua secara perlahan, 'gumam pria kekar dengan rambut putih yang sedang menyangga dagunya, "Darui" yang merupakan Godaime-Raikage.
"Hn, begitulah, aku kira kejadian aneh itu hanya terjadi pada kami penduduk Konoha, 'balasnya dengan mata terpejam, mengingat kembali satu-persatu mimpi itu menyerangnya dan juga keluarganya.
__ADS_1
"Awalnya kami juga berfikir demikian Hokage-dono, kami juga sengaja menyembunyikan hal itu, bagaimanapun hal itu merupakan sesuatu yang begitu buruk jika harus diketahui dunia luar, terdengar konyol mungkin, tapi kami juga tak bisa mengambil resiko, 'lanjut Yondaime-Tsucikage, "Kurotsuchi".
"Hah,,, terkadang aku juga bingung,, bagaimana mungkin hal aneh semacam itu bisa terjadi, dan aku setuju dengan apa yang kau katakan Raikage-dono,, "Seperti sebuah virus yang menyerang mental kita semua secara perlahan", 'lanjut Kankurou menambahkan. Dan ucapan tersebut juga didukung Mizukage yang menganggukkan kepalanya setuju.
Dan kemudian tampak suasana kembali hening larut dalam fikiranya masing-masing, dan firasat buruk mulai beterbangan diotak mereka masing-masing. Mulai menggerogoti pemikiran positif yang mencoba mereka bangun untuk mengenyahkan segala sesuatu yang menjadi beban mereka akhir-akhir ini.
Wajah-wajah yang pada awal kedatangan mereka ketempat ini menunjukkan senyum bahagia perlahan pudar, digantikan wajah kecemasan dan kegelisahan.
Disudut lain seorang perempuan bersurai Indigo tengah berdiri termenung menatap kaca jendela yang dihadapannya terbentang ribuan pohon, sengaja menyendiri untuk menenangkan fikiranya, karena bagaimanapun, bayangan dari wajah sosok itu seakan terus mengejarnya.
Wajahnya nampak pucat, iris lavender itu kembali berkaca-kaca, kesedihanya yang sudah tak mampu lagi untuk dibendung, dan-,,
Tess
Tessss
Memang perempuan yang begitu rapuh dan lemah, airmata selalu menjadi penutup setiap ketakutanya.
Brughhhh
Jatut berlutut dan terisak, ia tak mampu lagi untuk sekedar bertahan, pada akhirnya ia sadar, ia telah berlumur dosa, menghianati pemuda itu dengan begitu keji, penyesalan, sudah sangat jauh dari kata terlambat. Berharap dosanya termaafkan, hanya itu yang mampu ia lakukan.
'A-apa yang telah kulakukan, 'rintihnya dalam hati sembari memandang kedua telapak tanganya.
Anganya mengingat jauh memori yang telah lama terkubur direlung jiwanya, sosok bocah berambut pirang yang dengan gagah berani melawan tiga bocah yang lebih tua darinya pada musim salju, dalam anganya ia melihat gadis kecil tengah menangis ketakutan ketika dihadapanya tiga bocah laki-laki tengah mengganggu dan mengolok-oloknya.
Kemudian tiba-tiba saja terdengar suara cempreng dari arah lain.
"Heiiiii, berani-beraninya kalian mengganggu gadis itu"
"Heh,, siapa kau?, 'balas salah satu dari tiga bocah laki-laki yang tengah mengganggu gadis kecil dalam pandangannya.
"Aku adalah,,, Uzumaki Naruto, Hokage masa depan Konoha"
,,
,,
Sekali lagi, dirinya terperangkap dalam kubangan ingatan yang selalu bisa membuatnya tersenyum kala ia masih remaja dulu.
"Na-naruto-kun, 'bibirnya bergetar ketika mengucapkan nama itu. Hina,, benar-benar dirinya merasa hina dan kotor.
Andai ada pilihan, ia ingin kembali pada masa itu, masa dimana ia bisa melihat senyum dari mataharinya kembali, namun apa mau dikata, ketidakmungkinan tidak akan selalu dapat disemogakan, waktu tak kan pernah terulang.
..
..
..
Waktu kini tengah menunjukkan terik yang begitu menyayat kulit, pada siang yang terasa begitu panas tak menyurutkan semangat mereka yang tengah berpesta, menikmati hidangan dengan minum-minuman yang memabukkan, tertawa dengan lepas, saling bertukar cerita dan pengalaman, tak ada lagi perbedaan, hingga perlahan suasana itu mulai berubah.
Pada angkasa yang begitu luas, langit yang semula putih dengan sinar yang begitu menyilaukan, kini telah tergantikan oleh awan hitam yang begitu kelabu, meredupkan sinar cahaya disiang hari Elemental Nation, angin yang semula begitu tenang memanjakan nafas, kini bertiup kencang hingga terasa menyesakkan, suara burung-burung gagak terdengar riuh mengiringinya, dan gonggongan anjing liar disetiap sudut hutan mulai memberikan pertanda jika sebuah petaka besar akan datang.
,,
,,
"Astaga,,, apa yang terjadi, 'gumam salah seorang Shinobi ketika merasakan hawa yang tak begitu mengenakkan.
"Entahlah, aku juga tidak tau, tapi aku seperti pernah merasakan saat seperti ini entah kapan, 'balas Shinobi lain ikut menimpali. Sembari berusaha mengingat-ingat fenomena serupa yang pernah ia rasakan.
"Kau benar,,, suasana ini, entah mengapa terasa begitu buruk"
,,
__ADS_1
,,
Minimal Like lah bro biar gua semangat:)