Dark Creature

Dark Creature
Kedatangan Para Makhluk Superior


__ADS_3

Merasakan getaran yang cukup besar membuat Bellial yang sedang bertarung dengan Bellzebub mengalihkan pandanganya kesudut lain tempat dimana sebuah gunung yang menjadi pembatas wilayah bangsa Iblis dan Malaikat jatuh berada.


'Apakah mungkin? Heeemm jadi begitu ya! 'Gumamnya dalam hati, mengobservasi kesegala sudut untuk menemukan penyebab ledakan besar yang mampu menghilangkan puncak gunung tersebut.


"Jangan lengah,,,,


Deggg


Slasssssshh


'Siall 'rutuk Bellial dalam hati berusaha menghindari hujung pedang yang sedikit lagi menyentuh lehernya.


Wusssshh


Refleknya yang terlatih berhasil menyelamatkanya dari kematian.


Blarrrrrr


Tap


"Cih,, mengapa kau tak diam dan membiarkanku menebas kepalamu? "Geram Maou Bellzebub kemudian.


Sedangkan sang wakil gubernur melemparkan senyum sinis mendengar celoteh dari salah satu pemimpin kaum Iblis tersebut. "Heemm,, apakah secara tidak langsung kau mengatakan jika tak mampu melakukanya? "


Wussshhh


Keenam pasang sayap hitam kelam tersebut mengepak cepat kedepan. Sangat-sangat cepat hingga membuat Maou Bellzebub tersentak ketika sosok tersebut tengah menghujamkan sebuah pukulan didepan pandangannya.


Brakkkkkk


Terus terhempas kebelakang dengan terus menahan pukulan tersebut menggunakan kedua lengannya. 'Sial,, pukulanya kuat sekali, 'rutuknya dalam hati. Hingga penghujungnya salah satu pemimpin ras Iblis tersebut melakukan manuver keudara menggunakan sayapnya.


Wusssshhh


Dari situ Maou Bellzebub melepaskan sebuah serangan berupa pedang-pedang yang berbalut kobaran Api merah yang terbentuk dari energi demonic.


"MATILAH KAU BEDEBAHHH"


Slashhh


Slasshhh


Slashhh


Menghindar sudah tak memungkinkan lagi mengingat jarak yang begitu dekat. Dalam seketika Bellial menciptakan tombak-tombak cahaya dalam jumlah sama banyaknya dengan serangan tersebut.


Wushhh


Blarrrrrrr


Seperti sebuah kembang api yang meledak dan bertaburan diudara bercampur asap yang menjadi hasil akhir tabrakan kedua serangan barusan.


Bellzebub memicing tajam menatap kumpulan asap tersebut, menyiagakan diri untuk mengantisipasi serangan dadakan yang mungkin saja terjadi.


Sebuah tangan melesat cepat dari kepulan asap tersebut membentuk sebuah cengkraman.


'Sialan!


Grepppp


Terlambat sudah, cengkraman itu lebih dulu menggenggam lehernya dengan kuat bersamaan munculnya Bellial dari balik asap tersebut. Dalam seketika sang wakil Gubernur tersebut menghentakkan cengkramanya seperti melempar sebuah barang.


Wusssshhh


Syutttt


Brakkkkkk


"Arrrghh, Ke-keparat "hanya mampu mengerang kesakitan disusul umpatan rasa marah ketika merasakan sakit disekujur tubuhnya akibat benturan keras.


Diudara Bellial memandang lawanya dengan datar, lalu tercipta sebuah tombak cahaya digenggaman lengan kirinya.


"Dengan ini, akan kuhapuskan keberadaanmu untuk selamanya"


Wussshhh


yang terbaring terlentang membelalakkan matanya ketika beberapa meter dihadapanya menukik cepat sebuah serangan tunggal.


'I-inikah akhir bagi-,,


Wushhhh


Blarrrrrrr


Entah apa yang terjadi, namun serangan dari wakil gubernur Datenshi itu terpental dan meledak kearah lain.


'Apa yang terjadi?


Tapp


"Perlu bantuan kawan "sebuah suara membuyarkan bayangan kematian dari sosok Raja Iblis Bellzebub.


"Sepertinya begitu, sahabatku Asmodeus! "Balasnya kemudian, ia mengenal betul pemilik suara barusan.


Tap


Tap


Tampak sosok yang dipanggil Asmodeus tersebut berjalan menghampiri Bellzebub yang masih dalam keadaan terlentang. Ketika telah berada didekat Bellzebub, Maou Asmodeus mengulurkan tanganya bermaksud membantu rekanya untuk berdiri.


"Heemm,, terimakasih Asmodeus!


"Tak usah difikirkan"


"Hoooh,, dengan kata lain aku harus menghadapi dua Maou sekaligus, menarik! "


"Hah! "Azazel menghembuskan nafasnya lelah ketika ia harus menghadapi sosok Iblis betina yang memegang gelar Mou Levhiatan. Bukan karena apa, bagaimanapun ia merasa ini tak adil baginya, sebelumnya ia berfikir untuk mendapatkan lawan yang pantas, bukan bermaksud meremehkan, hanya saja ia terlalu lembut jika harus berurusan dengan namanya perempuan.


"Entah ini sebuah kesialan atau keberuntungan harus menghadapi Iblis betina sepertimu,, Levhiatan"


Iblis betina yang dimaksud hanya memberikan tatapan dinginya ketika mendengar ucapan yang menunjukkan seakan-akan ia tak pantas dijadikan lawan bertarung. "Terlalu banyak bicara"


Wushhh


Sayap-sayap kelelawar itu mengepak cepat dengan membawa sebuah tongkat sepanjang satu meter berhiaskan mahkota berbentuk cermin diatasnya.


Wusssshh


Tongkat tersebut terayun kuat berniat menghancurkan kepala dari Jenderal Datenshi yang menjadi lawanya.


Sedangkan Azazel hanya menatap horror dengan apa yang kini berada beberapa centi dikepalanya. "Oi oi bisakah kau sedikit bersikap lembut"


"Matilah kau bedebah"

__ADS_1


Sretttt


Sedetik kemudian sang target sudah tak lagi berada ditempatnya, kecepatan seorang jenderal memang tak bisa diremehkan begitu saja.


"Fiyuhhhh,, hampir saja "eluhnya lega ketika ia berhasil menghindari pukulan tongkat yang pastinya akan terasa menyakitkan tersebut.


"Sepertinya kita memang dipertemukan disini untuk bertarung"lanjut Azazel yang tampak masih berbasa-basi, tak lupa senyum yang membuat Levhiatan semakin muak.


"Bisa kau hentikan ucapan bodohmu itu malaikat hina? "Tak bisa dipungkiri jika Maou Levhiatan tersebut merasa kesal dan geram.


"Ah,, aku tak tau kau begitu sens-,,


"Sial apa ini "gumam Azazel ketika pijakanya terbentuk sebuah lambang sihir yang bercahaya, kemudian membentuk sebuah selubung kaca yang mengitari 360° tubuh sang jenderal.


"Kau hanya berbicara omong kosong, dan melupakan pertahananmu sendiri, aku meninggalkan tanda sihir pada tempat yang kau pijaki saat ini, dan akan aktif saat kau terperangkap didalamnya, dan cermin-cermin itu seperti sebuah kekkai yang hingga saat ini belum ada yang mampu menembusnya, "


Azazel terdiam sesaat ketika mendengar penjelasan tersebut, "Dengan kata lain aku terjebak bukan begitu maksudmu"


"Bukankah sudah jelas! "


Kemudian dari atas sang Jendral muncul sebuah lingkaran sihir yang sejenis pula, bersinar terang dan kemudian memunculkan pendar kuning terang berbentuk laser yang langsung menghujam tepat keberadaan Azazel.


Sang jenderal menatap diam lingkaran sihir diatasnya, apapun bisa terjadi dalam sebuah Medan pertempuran, banyak hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, seperti ia kini yang belum bertempur tapi sudah akan mati.


Blarrrrr


Lalu meledak menghancurkan tempat tersebut, tanah terbengkalai dan berhamburan kesegala arah, bersamaan debu yang mengepul pekat. Maou Levhiatan menatap diam apa yang berada dalam pandanganya, ia yakin serangan tersebut setidaknya mampu membuat Jenderal Azazel tewas ataupun sekarat.


Kedua matanya terbelalak seketika, ia merasakan energi suci yang ternoda telah berkobar hebat dari balik asap tersebut, dan kemudian ia bisa melihat sang Jenderal yang bangkit dari berlututnya, dengan membungkus tubuh menggunakan ke-enam pasang sayapnya yang berbalut energi suci berupa partikel cahaya yang begitu terang.


Braaasssttt


Kemudian ia bentangkan ke-enam pasang sayap gagaknya dengan lebar, bukan tanpa alasan ia menjadi salah satu yang terkuat dari Ras pengkhianat Syurga, karena memang itu semua sesuai dengan bukti dan kenyataanya. "Aku cukup salut kau bisa membuatku sedikit terdesak, tapi kurasa aku harus menunjukkan betapa salahnya kau harus berhadapan denganku Iblis-chan"


Wushhhhh


"A-apa-,,,


Brakkkkkk


Brakkkkkk


"Ohoooookkkkkk,, "semua begitu cepat bagi Iblis betina tersebut, ia seperti melihat sebuah kilau putih yang bergerak dan kemudian menghantam perutnya dengan telak, dan pukulan tersebut berhasil membuat Maou Levhiatan terpental jauh kebelakang.


Brukkk


"Ughh,, sial! Kecepatanya benar-benar tak bisa diremehkan, "


,..


...


Sang tamu yang baru saja datang kian menggila, moncong penuh taring tajam itu tiada henti menembakkan bola-bola berpijar destruktif, ekor yang begitu kokoh itu terus bergerak liar menghantam sekelilingnya. Sang kaisar Naga Surgawi telah turun dari tahtanya untuk mengikuti festifal berdarah tersebut.


[GRRROOOOOOAAAAAARRRR]


Raungnya memekakkan telinga, mata khas predator itu terus bergerak liar kesegala arah, bukan karena apa, ia merasakanya, kehadiran dari yang ia tunggu-tunggu.


Sang Rival abadi sampai mati.


Wussshhhhhhh


Braaaaaaakkkkkkkkk


[GROOAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRR]


Deggggg


"I-itu,, -,,,


"W-white Dragon Emperror,, Albion! "Dalam keadaan panik mereka semua dikejutkan lagi dengan kedatangan kaisar Naga Surgawi yang lainya, dengan pahit mereka segera meneguk ludah ketika melihat bagaimana keduanya saling baku hantam dan beradu moncong, benar-benar ganas.


Tak ada yang berniat mengganggu Reuni dari ke-dua Naga Surgawi tersebut, Bagi mereka itu sudah bukan lagi berada dilevel yang mampu mereka jangkau.


"SEMUANYA CEPAT MENYINGKIR DARI TEMPAT INIIIIIII" mereka berteriak lantang memberikan peringatan bahaya.


Tanpa berfikir panjang mereka semua berlari tunggang langgang, terbang berhamburan ketika dua Monster itu semakin memperlebar jarak tempurnya. Ketiga kaum Akhirat menjeda sesaat peperangan mereka akibat kedatangan dua monster tak diundang, dua kaisar naga Surgawi yang dilegendakan mampu membunuh sang pencipta itu sendiri.


Albion yang baru saja tiba memandang tajam Rivalnya tersebut, begitu juga dengan Draig, keduanya kini terpotong jarak 100 meter setelah keduanya terpental akibat beradu fisik, mereka berjalan berputar layaknya sabung ayam, bisa dirasakan hawa kematian yang semakin pekat ditanah terkutuk Mekkai.


,,,


"[GRRRRR,,,, SUDAH LAMA SEKALI AKU MENUNGGU SAAT-SAAT INI,,] "simerah mengutarakan sepenggal kalimat untuk rivalnya, tersirat rasa senang ketika pada akhirnya mereka kembali dipertemuan setelah awal penciptaan mereka, dengan ini mereka berdua akan menentukan siapa yang pantas memegang gelar Kaisar Naga Surgawi, harus ada satu yang keluar sebagai pemenang, dan satu lagi harus jatuh dan tersingkir.


"[GRRR,,,, SUDAH BEGITU LAMA SEJAK HARI ITU, DRAIGG] "pada kenyataanya keduanya memang sejalan meski saling bertentangan, pertengkaran waktu kecil menjadikan mereka sahabat sekaligus musuh bebuyutan karena Ego keduanya yang begitu besar.


Kini keduanya dalam posisi bertahan dengan kuda-kuda yang begitu kokoh, dua bola kecil dari kedua moncong itu perlahan mulai membesar hingga mencapai ukuran maximal yang mampu mereka buat.


Wushhhhhhhhh


Nafas-nafas itu seakan tercekat di tenggorokan ketika melihat dua serangan pemusnah berukuran raksasa tersebut. Yah! Itulah mengapa mereka begitu menjauhi Existensi kaum Naga, mereka hanyalah ibaratkan para semut yang bisa tewas kapan saja, mungkin hanya para pemimpin mereka yang setidaknya mampu untuk mengimbangi power dari para predator buas dihadapan mereka.


Satu detik berlalu hingga kedua serangan itu telah melesat cepat, satu detik berikutnya kedua serangan itu bertemu ditengah-tengah jarak keduanya.


Tik...


Booooooooooommmmmmmmm


Entah berapa kilometer radius ledakan tersebut, menerbangkan pepohonan, bebatuan dan benda-benda lainya termasuk mereka yang bernasip sial.


Mungkinkah hari akhir telah dekat, begitulah yang ada dalam benak pemikiran para makhluk supranatural.


Sayap-sayap mereka bukan hanya sebagai pajangan semaja, setidaknya bisa mereka gunakan sebagai pembungkus tubuh mereka guna melindungi hempasan angin dan bebatuan yang menerjang.


Mereka yang awalnya saling berperang malah diam menyaksikan tingkah dua kaisar Naga surgawi tersebut, apakah hal ini harus mereka biarkan hingga Mekkai hancur dan menyentuh bumi tempat tinggal mereka para manusia.


Sungguh tak ada yang menyangka jika peperangan antar Ras ini mampu mengundang para makhluk Superrior yang sejauh ini memilih bersembunyi dari khalayak dunia. Dan kini, mereka telah sukses mendatangkan tamu yang kapan saja mampu merenggut kehidupan.


Sesal, itulah yang berusaha mereka pungkiri sejauh ini, seandainya mereka tak egois dan bisa menyelesaikan masalah dengan damai, mungkin pemandangan mengerikan ini tak akan pernah terjadi.


Sekarang mereka hanya bisa berharap jika bisa kembali pulang dengan selamat, berharap semuanya lekas berakhir. Tapi sayang,,,,


Semua ini barulah permulaan dari bencana yang lebih besar lagi.


Sensor mereka merasakan hal yang lebih mengerikan mulai mendekat dari tiga sudut, apalagi sekarang, makhluk mengerikan apa lagi yang akan datang. Inilah saat-saat dimana mereka putus asa untuk sekedar melarikan diri dari Medan pertempuran.


Kraakkk


Sesosok merah kehitaman datang dengan membelah udara kosong, menciptakan retakan dimensi seukuran tubuh monster bertanduk satu tersebut, kegagahanya sebagai sang Dewa naga dominasi membuat siapapun tercengang, existensi yang tercatat dalam kitab tuhan, naga merah penjaga Gap Dimension, "Sang Impian" Apocalypse Dragon 'Great Red'


Ia terbang berputar-putar diudara layaknya burung pemakan bangkai, sepasang sayapnya itu mampu menaungi seluruh peserta perang besar.


Mereka terpaku, gemetar, dan takut, baru kali ini mereka menyaksikan langsung sang Naga kolosal yang begitu melegenda.

__ADS_1


Brukk


Brukk


Bruukk


Satu persatu dari mereka jatuh berlutut ketika menyadari kematian semakin dekat menghampiri mereka semua.


"Ta-tamatlah riwayat kita semua" mereka meracau dengan lidah kelu dan bibir bergetar.


"K-kau benar,, kita semua tidak mungkin selamat, dan sepertinya masih ada dua lagi yang semakin mendekat, sesuatu yang dipenuhi ketidakterbatasan, dan,,,,,


"Sesuatu yang dipenuhi kegelapan, makhluk kehancuran kiamat,, "Apocalyptic best 666" Trihexa" ucapnya tatkala dikejauhan ia melihat sosok monster hitam dengan beberapa kepala dan ekor sedang meraung-raung marah, menerobos gunung, dan menghancurkan segala sesuatu yang menjadi penghalang jalanya.


"D-dan li-lihatlah kakek tua kecil yang melayang disebelah Timur itu, aku merasakan kekuatan besar yang tiada batas didalam tubuhnya"


"Dengan kata lain,, mereka tiga Dewa Naga Dominasi telah berkumpul, dan ini artinya-,,,


"Dunia semakin mendekati akhir,,," mereka tiga Ras berbaur dalam satu wadah mengenyahkan segala permusuhan diantara mereka, lebih memilih menyaksikan para makhluk mengerikan yang sedang berkumpul.


..


..


Mereka bertiga para pemimpin Ras terus bertarung dengan ganas, beradu kekuatan, fisik dan kecepatan.


Namun tak berselang lama mereka tersentak kaget ketika merasakan tekanan Energi dasyat dari Ras Dragon, bukan hanya satu, akan tetapi tiga tekanan yang berusaha saling mendominasi, hanya ada satu kemungkinan.


Deggg


Ketiganya terdiam diangkasa, menatap tak percaya dengan apa yang kini mereka lihat.


"Apocalyptic best 666-Trihexa"


"Apocalypse Dragon-Gret Red"


Dan kakek tua kecil itu?..


"Oorobous Dragon, God of Infinity-Ophis"


,,


"Sebuah hal yang berada diluar dugaan,, bukan begitu eh Lucifer" salah satu diantara mereka bertiga membuka suaranya yakni ia sang pemimpin pengkhianat Syurga.


Lucifer tetap diam dengan pandangan tajam kedepan, ia sudah menduga hal ini akan terjadi, hingga tak perlu membuatnya berexspresi lebih. Karena bagaimanapun,, takdir tetaplah takdir, dan kehadiran kaum naga bukanlah sesuatu yang ia tunggu,, melainkan sesosok lagi. Meski tak ada siapapun yang menyadari, tapi hatinya entah mengapa terasa gelisah, akankah yang menjadi pemicu kegelisahannya akan datang untuk menjawab takdir masa lalu.


Ramiel mengalihkan pandangannya kepada sosok yang tak kunjung buka suara akan pertanyaanya, 'apa yang sedang kau fikirkan Lucifer,, '


Dan kehadiran kaum naga tersebut membuat sang pemimpin para Seraph menyesal, ia gagal melerai kedua Ras pembangkang, dan secara tak sengaja malah ikut memicu terjadinya perang yang lebih besar lagi. 'Maafkan aku Ayah,, aku telah gagal menghentikan Lucifer dan Ramiel' sesalnya dalam hati, tampak kesedihan yang begitu kentara diraut wajah rupawan sang pemimpin Seraph tersebut.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? "Gumam Michael yang menundukkan kepalanya. Namun tak ada siapapun menjawab kegundahan hati Michael, karena mereka pun sama-sama tak mengerti.


Duarrrrrr


Terdengar bunyi ledakan disegala sudut, api berkobar ganas yang sekaligus memakan banyak korban jiwa.


[GROOOOOAAAAARRRRRR]


WUSSSSHHHH


BLAAAAARRRRRRRRRR


Sebuah gumpalan energi menghantam sang Malapetaka yang tengah mengamuk, namun nyatanya hal itu tak membuat sang akhir bergeser sedikitpun dari pijakanya.


Kepala-kepala yang terpisah dengan bentuk yang berbeda itu bergerak mencari asal serangan yang menghantam tubuhnya. Dan ia melihat sosok merah besar yang telah meluncur cepat dari angkasa.


Wussshhhh


Brakkkkk


Raksasa kegelapan itu roboh menerima hantaman kuat dari rivalnya. Tubuhnya tertindih dengan cakar-cakar yang menekan anggota tubuhnya. Gret Red mulai menunjukkan keperkasaanya sebagai sang Naga merah dominasi.


Sretttt


Braaakkk


Tak ingin terus dihantam Trihexa melayangkan ekornya menghantam tubuh merah kehitaman yang menindihnya tersebut.


[GROOOOOAAARRRRR]


Great Red jatuh tersungkur menghantam bebatuan, sedangkan Trihexa sudah berdiri kokoh dengan bola energi hitam yang muncul dari setiap moncongnya.


Wussshhh


Braaakkk


Serangan-serangan itu terhempas kesegala arah ketika sang Naga merah Dominasi menyabetkan sayap kokohnya.


Blarrrr


Blarrrr


"ARGGGGGHHHHHH


"ARGGGGGGGHHHHHHHHH


Itu adalah teriakan kematian dari ketiga kubu Akhirat,, tubuh mereka lenyap seketika saat misil-misil hitam berpijar itu merengkuh tubuh mereka, sedikit demi sedikit kaum tiga Fraksi mulai berguguran.


Wussshhhh


Duaaaaaarrrr


Ia yang sedari tadi diam menonton dengan posturnya sebagai kakek tua kecil akhirnya menunjukkan wujud Monsternya sebagai salah satu Dewa Naga.


[HAAARRGGGHHGHHHHHHHH]


Satu lagi sosok Raksasa bersayap memenuhi pandangan mereka kaum yang memicu perang, mereka melihat sendiri bagaimana sosok kakek tua tadi melepaskan tekanan energi gilanya diikuti perubahan bentuk yang hampir sama besar dengan kedua Dewa Naga lainya.


Oorobous Dragon, atau yang lebih mereka kenal dengan sebutan Ophis nyatanya tak ingin ketinggalan dengan dua saudaranya yang lebih dulu mengamuk.


Lutut-lutut itu tertekuk lemas, apalah daya mereka tak mampu, hanya dengan merasakan hawa permusuhan ketiganya sudah membuat tiga Fraksi Akhirat putus asa, berlindung dan memikirkan nyawa pribadi adalah satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan saat ini.


,,


,,


Semuanya berhenti, terkecuali untuk kedua Kaisar Naga Surgawi yang terus bertarung tanpa memperdulikan kehadiran tiga Dewa Naga tersebut, mereka berdua lebih memilih menyelesaikan urusan mereka masing-masing.


Terlihat Draig kini tengah menerkam leher dari Rivalnya.


[GRROOOAAAARRRHHHHHH] "Albion meraung kesakitan ketika taring-taring tajam milik si merah serasa mengoyak lehernya.


Bruuukk

__ADS_1


Ekor yang penuh tenaga itu menghantam tubuh Draig seketika hingga tersungkur, lalu Albion mulai berdiri kembali dengan kokoh.


Mereka berdua terus beradu fisik tanpa mengenal lelah, entah sudah berapa lama petaka mengerikan ini berlangsung, yang jelas hari masih begitu panjang untuk semuanya berakhir.


__ADS_2