Dark Creature

Dark Creature
Pembantaian I


__ADS_3

"Siapa kau sebenarnya pemuda-san? "Sebuah pertanyaan monoton diucapkan Ramiel kepada pemuda tersebut.


"Dia" adalah sang Exsekutor Ramiel" tentunya kau sudah tau ketika dulu aku mengatakan jika sosok itu menyegel Dewa Youkai dalam tubuhnya, Pemuda itu pula yang hampir membunuhku beserta Jenderal Azazel waktu itu" dalam kesempatan ini Bellial mengutarakan apa yang pernah ia alami dan ketahui.


'Jadi benar dugaanku'


"Apa yang kau lakukan ditempat ini pemuda-san? " tanya Michael memastikan..


Pemuda itu menatap ratusan ribu makhluk bersayap dihadapannya, dan ia menemukan tiga sayap berbeda yang menghiasi punggung mereka.


"Merpati,, kelelawar, gagak,, dengan lima ekor kadal yang menyedihkan" ucap pemuda tersebut dengan gamblangnya.


"Hei,, tutup mulutmu brengsek,, siapa kau be-,,,


Jleeebbbb


Ucapan itu takkan pernah terselesaikan ketika sebuah besi hitam melesat dan langsung menghancurkan kepala sosok Iblis yang protes barusan.


Syokkk


Begitulah rata-rata Exspresi yang ditunjukkan rekan-rekannya beserta anggota fraksi lain yang menyaksikan bagaimana mudahnya pemuda tersebut menghilangkan nyawa.


Sedangkan si pelaku hanya menatap dingin bangkai Iblis yang perlahan mulai terbakar itu, mereka tak tau sedang berbicara dengan siapa. Sang Dewa Youkai hanya menyeringai sadis melihat sifat tuanya yang tak lagi mengenal kompromi, dan itu sukses membangkitkan gairah tempurnya.


Atas kejadian itu mereka semua mengambil sikap siaga dan waspada, sosok dihadapan mereka saat ini bukanlah sesuatu yang baik, bahkan dari Ras Tenshi pun ikut menyiagakan senjata mereka.


"Michael,, apa kita harus terlibat lagi? Kita sudah semakin terseret jauh kedalam perang" tanya Raphael untuk mendapatkan intruksi.


"Entahlah Raph,, aku tak ingin semua ini berlanjut, tapi,, kita sudah terlanjur terlibat, dan kita harus bisa menyelesaikan semua ini apapun caranya" jawab Michael yang sepertinya masih ragu dan bimbang dengan pilihan yang dia ambil.


"Aku hanya tak ingin mendapat Murka Ayah Michael, bagaimanapun kehadiran kita bukan sebagai penengah melainkan sebagai pemicu perang yang lebih besar lagi dengan kita yang terseret jauh didalamnya" kali ini Uriel mengutarakan pemikiranya.


Michael sendiri tak bisa menyangkal jika apa yang dikatakan Uriel barusan benar adanya, tapi tetap saja Michael memiliki pertimbangan lain, justru karena telah terseret jauh didalamnya, Michael berusaha mempertanggung jawabkan semuanya dengan segera menyelesaikan semua petaka ini. Dengan begitu ia tak lari dari tugasnya.


"Michael-ni,,, " panggil Gabriel yang beberapa saat lalu telah bergabung kembali.


"Ada yang ingin kau sampaikan Gabriel?


Wajahnya terlihat sendu, dengan pelupuk mata yang terus mengeluarkan airmata kesedihan, "Du-dunia manusia telah hancur, mereka para anak adam telah berhenti berdo'a,"


Deg


Tubuh ketiga Seraph yang mendengar hal itu menegang seketika, dengan kata lain, ia telah gagal menjalankan tugas.


'Maafkan kami semua Ayah'


Beralih kepada pemimpin bangsa Iblis, Satan berdiri paling depan diantara ketiga Maou lainya, "Kita bertemu lagi,,,, Uzumaki Naruto" ucapnya sambil menatap tajam pemuda yang berdiri diam diatas sang Legenda Dewa Youkai.


,,


Atensinya beralih kepada sosok Iblis rupawan bersurai perak panjang, ah Naruto ingat wajah itu, "Kau yang waktu itu,,, Raja Iblis,, Satan Lucifer"


"Keh,, kau masih mengingatku dengan baik" balas Lucifer dengan seringai yang kembali ia tunjukkan.


Naruto terdiam sesaat, lalu menatap kearah dimana gerombolan para gagak itu berada, "Dan biar kutebak jika kalian berdua adalah bocah-bocah yang waktu itu mengeroyokku? "Ucapnya sembari menunjuk Datenshi bersayap enam pasang.


Deg


Deg


Bellial maupun Azazel tersentak sesaat ketika pemuda itu menunjuknya, tak bisa dipungkiri ucapan dari pemuda itu serasa membuat mereka bergetar. Dingin dan penuh Aura intimidasi, seakan menunjukkan betapa Superrior dirinya.


"Jangan basa-basi,,, apa maumu sebenarnya? " bukan Azazel maupun Bellial yang menjawab, melainkan sang pemimpin Agung Ras Datenshi.


"Hanya ingin membersihkan sampah-sampah pendosa seperti kalian, "lanjut Naruto kemudian.


Deg


Mereka semua terkecuali pihak Tenshi memerah padam mendengar hujatan sedemikian rupa, selama ini tak ada yang berani merendahkan kaum mereka seperti ini, mereka kaum Superrior yang ditakuti bangsa lain, mereka seakan berdiri dipuncak rantai makanan sejauh ini, lalu siapa pemuda ini dengan beraninya berucap lancang.


"Ke-keparat kau makhluk ren-,,,,


Wusshhhh


Tubuh itu tertarik kearah pemuda tersebut.


"Si-sial ada apa dengan tubuhku" racaunya ketakutan.


Grebbbb


Leher dari Datenshi itu dicengkram kuat oleh sipemuda, sepasang mata merah dari pemuda itu menatapnya penuh Aura jahat.


[Ningendo]


"A-apa yang kau laku-,,,


"ARRRRGGGGHHHHHHH"


Tak satupun diantara mereka untuk tidak melotot ketika melihat bagaimana Roh dari punggawa Datenshi itu tertarik keluar, tubuh mereka menegang hebat, baru kali ini melihat makhluk yang memiliki kekuatan sedemikian rupa.


"Azazel,,, itulah hal yang hampir membunuhmu waktu itu" ucap Bellial serius, sembari tetap mengamati cara kerja dari pemuda tersebut.


Nafas dari sang Jenderal Azazel tercekat, ia teringat ketika pemuda itu pernah melakukan hal yang sama, namun ia beruntung rekanya waktu itu berhasil menggagalkan Ritual pelepasan Roh tersebut dari raganya.


Tubuh itu terkulai lemas seakan tak memiliki tulang, matanya memutih sempurna, dengan kulit yang langsung kering dan keriput.


Pyaaarrr


Lalu tubuh itu hancur dan kembali melebur dalam cahaya digenggaman pemuda tersebut. Terhapuskan begitu saja tanpa ada yang akan mengingatnya.


Gabriel menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tanganya ketika melihat bagaimana pemuda yang ia panggil Naruto itu memberikan kematian bagi mereka para pendosa. Kejam, dan tak berperasaan. Matanya kembali berkaca-kaca saat itu juga.


Krakk


Krakkk


Krakk


Mereka yang sedari tadi diam terpaku mengalihkan pandangannya ketika mendengar bunyi gemerincing rantai yang hendak putus.

__ADS_1


Dass


Dasss


Dasssss


Ketiga dewa Naga mulai membebaskan diri setelah beberapa saat terkekang tanpa mampu berbuat apapun.


Dassss


[GRRROOOOOOAAAAAAAAAAAAARRRR,,, KUBUNUH KAU DRAGOOOO]


Trihexa berhasil bebas lebih awal,, menyusul kedua lainya.


,,


"Kurama,, apa kau keberatan melawan tiga kadal itu sekaligus,, aku harus membereskan sampah-sampah ini lebih dulu"


[Khukhukhu,, apa itu artinya kita akan mengamuk]


"Sepertinya begitu" lanjut Naruto mengonfirmasi ucapan Rubah hitam tersebut.


Semuanya dalam keadaan tegang,, ketika mendengar percakapan antara Sang Legenda Dewa Youkai dengan pemuda misterius tersebut tak ayal membuat mereka bersiaga penuh, sepertinya babak baru antara hidup dan mati akan segera dimulai.


Naruto menggerakkan lengan kirinya menggenggam pedang Ragnarok dari punggungnya.


Sringgg


Hawa kegelapan menguar pekat dan berhamburan kesegala arah, lalu pedang itu teracung lurus kedepan, sebagai pertanda pernyataan perang.


Matanya menatap tajam ratusan ribu makhluk bersayap dihadapanya, ini adalah saat baginya untuk ikut campur.


Hajime...


Wussssssshhhhhhhhh


Ia menghilang tanpa jejak, bagaikan menyamarkan diri untuk mengintai, menyergap, lalu mengeksekusinya.


Jrrrraaaaaassshhhh


"A-ap-,,,,


Bruukkk


Seonggok tubuh telah terbaring mengenaskan dengan terbelah menjadi dua bagian, roh yang bersemayam didalam tubuh bangkai itu berontak keluar dalam bentuk cahaya hijau, dan sebuah keanehan terjadi ketika bangkai-bangkai itu tak kunjung melebur ataupun terbakar, dan jiwa-jiwa yang beterbangan itu seakan berusaha lari dari kuasa pedang hitam digenggaman sang Exsekutor,


"Death Sword of Ragnarok", sebuah simbol untuk menggambarkan nyawa, pedang yang penuh kutukan untuk menyegel jiwa-jiwa pendosa. Ketika mereka tewas karena pedang itu, Roh-roh dari para jahannam itu akan tersegel dalam keabadian, akan terbebas ketika hari kebangkitan telah tiba untuk mempertanggung jawabkan semua dosa. Benar-benar mengerikan.


Satu persatu dari kerumunan makhluk bersayap itu jatuh tersungkur menjadi mayat yang bergelimpangan menjijikkan, bersamaan genangan darah yang seakan menjadi warna dalam tragedi yang akan terus dikenang sepanjang sejarah ini.


Trankkk


Sesosok Iblis berusaha menahan sabetan pedang dari pemuda bersurai pirang itu.


Kraaaakkkk


Wuuussshhh


Dan akhirnya sosok Iblis itu memilih melompat keatas sekaligus berusaha terbang menjauh.


"Kau tak kan bisa lari dari kematian"


Sreetttt


Wuuuusshhh


Jleeeebbb


Begitu malang nasipnya ketika pedang itu telah tertancap dari leher belakangnya hingga menembus leher bagian depan, kedua matanya melotot seperti hendak copot dari rongganya, kemudian ia gerakan bola matanya untuk melihat apa yang kini bersarang dilehernya.


"Couuughh,, A-aku kena,, "ucapnya untuk yang terakhir kali dengan semburan darah dari mulutnya, lalu sayap-sayapnya terkulai lemas bersamaan dengan tubuhnya yang terhempas jatuh ketanah.


Brukkkk


Dan kemudian menjadi sebujur bangkai menyedihkan.


Tap


Naruto menatap datar bangkai Akuma yang terbujur kaku, lalu mengambil senjatanya yang kini telah usai memakan roh dari bangkai tersebut.


Sreett


Pedang hitam itu masih terus bergejolak lapar, rasa haus darah dari senjata kematian itu benar- benar mengerikan.


Pemuda itu tetap diam meskipun dari arah belakang sosok Datenshi hampir menikamnya dengan tombak cahaya.


Sreeettt


"Sial,,, " sosok itu hanya menemukan kekosongan dihadapanya tatkala pemuda bersurai pirang itu menghilang begitu saja, alhasil membuatnya menusuk udara kosong saja.


Greeebb


Tubuhnya menegang tatkala sesuatu bertumpu pada pundaknya, dengan gerakan patah-patah Datenshi tersebut menengok keatas.


Deegg


Yang ia temukan adalah tatapan kosong mengerikan dari pemuda bersurai pirang dengan sebuah pedang yang hendak dihujamkan dari atas kepalanya.


Jleeeeebbb


Hanya perlu waktu kurang dari sedetik pedang itu telah menancap dikepalanya, menembus otak, lorong tenggorokan, hingga sampai pada organ dalam tubuh Datenshi tersebut.


"Coughhhhh,,, " darah itu menyembur keudara bak sebuah hujan yang turun dari langit.


Brukkkk


Dan kemudian cahaya hijau mulai meninggalkan raganya, berniat berontak pergi sejauh mungkin namun tetap saja pedang itu menjadi tempat persinggahan abadi untuk jiwa-jiwa yang telah mati tersebut.


Si pembunuh telah bermandikan darah, dan tentu saja hal ini mengingatkannya akan bangkai-bangkai dari para mantan sahabatnya waktu itu yang telah ia bantai tanpa ampun, dan tak satupun diantara mereka yang mampu lolos dari mautnya.

__ADS_1


Wajah yang dipenuhi percikan darah segar itu tampak amat sangat mengerikan, namun ia tak peduli akan hal itu, ia sendiri bukanlah bagian dari kehidupan ini, ia hanyalah makhluk asing yang mencari pembebasan.


Ingatanya perlahan kembali membawanya pada untaian kisah masa lalu yang enggan pudar dari benak fikiranya, bagaimana ia dibenci pada awalnya, kemudian disanjung-sanjung bak seorang Raja bahkan seperti Dewa, lalu semua itu menjadi hitam ketika ternoda oleh penghianatan. Sandiwara yang begitu sempurna hingga sedikitpun ia tak menaruh curiga.


Jlebb


Jlebb


Jlebbb


Jlebbb


Tubuh pemuda yang sedang jongkok diatas mayat Datenshi itu terkoyak beberapa tombak cahaya, namun itu tak sedikitpun menggetarkan tubuh dari Mantan Rengkarnasi Ashura tersebut.


Tentunya mereka begitu bergembira ketika yakin hal itu bisa menumbangkan si pemuda, namun betapa salahnya mereka. Karena bukan sipemuda yang akan mati melainkan mereka makhluk yang ditakdirkan mati.


"Hahahaaa,,, lihatlah pemuda itu,, begitu menyedihkan! " sesosok Datenshi tertawa girang ketika bidikanya berhasil mengenai sasaran.


"Hehehee,, kau hebat kawan, kuyakin Ramiel-sama akan memberimu hadiah setelah perang ini usai" sambung Datenshi lainya yang ikut merasa senang.


"Keh, aku kira pemuda itu benar-benar kuat, ternyata begitu saja sudah tak bisa berbuat apa-apa" beberapa Iblis pun ikut mengomentari hal tersebut.


Mereka para petinggi dan pemimpin hanya diam melayang diudara bersama Ras-nya masing-masing, mereka tak ingin gegabah dengan menyerang pemuda itu begitu saja, oleh sebab itu, mereka berusaha menyusun Strategi terlebih dulu dan mencari kelemahan si pemuda.


"Bellial,, apa mungkin pemuda itu sudah kalah? " tatapan mata dari sang Gubernur menajam melihat dari kejauhan pemuda itu tak bergerak sama sekali.


Semhazai, Barakiel, Kokabiel, Samsiel dan Azazel yang merupakan pentolan dari Ras Datenshi mengalihkan pandangan kearah Bellial yang terdiam dengan mata terpejam.


"Belum,,, bahkan pemuda itu belum mengeluarkan kekuatanya sama sekali, dan sayangnya aku harus mengatakan jika pemuda itu adalah-,,,


"Makhluk Immortal"


Deeeggg


Mereka semua terkecuali Jenderal Azazel hanya bisa membulatkan mata mereka ketika mendengar jawaban dari Datenshi Genius tersebut.


"Dari mana kau tau hal itu Bellial,, apa ada yang belum kau ceritakan padaku waktu itu? " lanjut Ramiel yang begitu penasaran.


"Kalian akan terkejut jika melihat sesuatu dibalik pakaian pemuda itu? " bukan Bellial yang menjawab melainkan Azazel yang jelas-jelas pernah bertemu bersama Bellial waktu itu.


"Apa maksudmu Azazel,, jangan buat kami kebingungan! " tukas Barakiel kemudian.


"Hah! Baiklah-baiklah,,, pemuda itu,,, bahkan hidup tanpa jantung, dibalik pakaian itu tepatnya didada bagian kiri, terdapat lubang bulat cukup besar yang menembus hingga punggung, Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bersama Bellial ketika pertemuan kami didunia manusia beberapa ratus tahun yang lalu" jelas sang Jenderal dengan serius.


Degggg


"A-apa kau bilang Azazel,,, ini bukan saatnya untuk bercanda"


"Sayangnya itu memang benar,, aku bersama Azazel waktu itu" tambah Bellial untuk menguatkan penjelasan Azazel.


Tak ada lagi yang bisa mereka katakan, sungguh jika itu semua memang benar, maka mereka benar-benar dipertemukan dengan hal yang benar-benar mengerikan sepanjang hidup mereka.


Mendengar hal itu Kokabiel langsung menyeringari senang, jika benar begitu, ia akan menjadi satu-satunya makhluk yang akan membunuhnya, bayangan ketika namanya akan diagung-agungkan ketika berhasil membunuh makhluk itu akan menjadi motivasi tersendiri baginya.




Sedangkan sang Rubah hitam kini tengah menatap tajam Tiga Dewa yang meraung marah.


[Nahh,,, ayo kita mulai pestanya kadal-kadal bodoh]


Wussshhhhh


Ia berlari cepat lalu melompat cukup tinggi khas predator yang hendak menerkam mangsanya.


BRAAAKKKKK


[GROOOOOAAAAAAARRRRRR,,, KEPARAT KAU JUUBI] Trihexa mengumpat marah ketika tubuhnya limbung akibat terjangan sang Dewa Youkai.


Buakkkk


Krakk


Lengan hitam penuh tenaga dari Raja Youkai itu menghantam salah satu kepala Trihexa yang berbicara, terdengar pula bunyi tulang yang remuk akibat hantaman tersebut.


[GRRRRRRRAAAAAHHHHHHH]


Grebbbb


Kedua lengan dari Ekor-10 itu mencengkram kuat anggota tubuh Trihexa.


[HAAAAARRRRRGGGGGGHHHH] "sang Dewa Youkai berteriak murka tatkala ia mengerahkan tenaganya untuk mengangkat Monster Raksasa itu.


Mereka yang melihat aksi dari sosok Rubah hitam itu hanya bisa terperangah, bagaimana mungkin Monster itu mampu mengangkat tubuh sang malapetaka yang jelas jauh lebih besar daripada tubuhnya.


Wuuuuungggh


Tubuh Raksasa itu ia hentakkan keras kepada Dua Dewa naga lainya yang hampir menyelesaikan pembebasannya.


BRAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKK


"[GAAAAAAHHHHHHHHHHH, KUBUNUH KAU JUUBIIII] Kali ini Great Red lah yang meneriakkan sumpah serapahnya.


Seringainya kian menjadi ketika melihat hasil perbuatanya, setelah itu sang Rubah membuka mulutnya lebar, menarik energi positif dan negatif kehidupan, terkumpul dalam satu bentuk berupa bola penghancur berwa hitam kemerahan.


Brasssssssttttt


Boooooooooommmmmmmmmmmmm


...


...


...


...


...

__ADS_1


__ADS_2