Dark Creature

Dark Creature
'Dia' yang menghukum para pendosa


__ADS_3

Dalam keadaan mencekam tersebut tak ada yang bergerak seinchi pun, para Shinobi itu, telah jatuh pada mental terendah, menyebabkan mereka tak mampu lagi untuk sekedar bergerak.


Naruto tetap berdiri tegap dengan gagahnya, angin kencang mengibarkan surai pirang bersamaan dengan jubah hitam miliknya, berdiri ditengah-tengah kumpulan potongan daging manusia dan darah, menunjukkan sendiri siapa predator sebenarnya, jubah hitam itu penuh akan noda darah dari ratusan nyawa yang telah diambil.


Kwak kwakk kwakkkkk


Perlahan burung gagak dan pemakan bangkai lainya datang berbondong-bondong ketika mencium bau anyir darah, seakan mendapatkan undangan untuk ikut merayakan festival berdarah tersebut, dan kemudian mulai menikmati bangkai-bangkai yang sebelumnya merupakan kumpulan manusia yang hidup.


Ia masih belum puas sebelum semuanya ia binasakan, dan pada penghujungnya ia akan menjemput satu persatu nama dalam daftar hitam miliknya.


Melarikan diri pun sangat tidak mungkin, karena tempat tersebut telah terselubung Kekkai kuat yang tak mampu ditembus, penuh akan perhitungan memang, karena Naruto takkan membiarkan siapapun lolos dari mautnya.


,,


"Siall,, ada apa dengan para Shinobi itu,, kenapa mereka hanya diam saja?, racau Kiba kemudian ketika matanya mengamati seluruh Shinobi yang tersisa tak lagi beranjak untuk menyerang Naruto.


"Entahlah Kiba, tapi sesuatu telah mengguncang mental mereka, 'sahut Shino kemudian.


"Hokage-dono, ini tak bisa dibiarkan, kita harus turun tangan untuk menghentikan Monster itu, 'tanya Yondaime-Tsucikage a.k.a Kurotsuchi.


"Aku setuju dengan Tsucikage, sepertinya mereka para Shinobi telah jatuh dalam ketakutan dan keputusasaan untuk bertarung lagi"


Disisi lain, Naruto sudah siap untuk melanjutkan ketahap berikutnya, ia sudah terlalu lama menunggu, dan muak melihat wajah-wajah mereka para pengkhianat, terlebih ketika melihat wajah dari Rivalnya, sungguh, ia benar-benar muak, namun semua itu tertutup oleh wajah kosong miliknya yang seakan tak memiliki emosi, dan kemudian ia melihat satu persatu diantara mereka mulai berlari menyerangnya.


,,


KATON : GOUKAKYU NO JUTSU


FUTON : KAZEKIRI NO JUTSU


Dari arah depan ia dapat melihat dengan jelas sebuah Jutsu bola api yang disupport sebuah gelombang angin, bola api yang semula hanya berdiameter sekitar 1 meter tersebut tampak ukuranya melebar berkali-kali lipat akibat tekanan Jutsu futon.


Dan-,,


Wushhhhhh


Duarrrrrrrr


Hantaman kombinasi dari kedua Jutsu tesebut tepat mengenai sang target dengan telak,


Semua mata melihat hal tersebut bertanya-tanya. "Apakah sebegitu mudahnya Monster itu dikalahkan?, mereka tidaklah bodoh, bahkan jika ingin, pemuda itu bisa menghindari terjangan Jutsu itu dengan mudah, namun, apa yang difikirkan Monster dihadapannya itu, bahkan membiarkan tubuhnya tenggelam oleh kobaran api yang terasa begitu panas. Dapat terlihat jelas, bagaimana pemuda itu terbakar habis tanpa merasa sedikitpun kesakitan.


Setelah kobaran api itu berlalu mereka hanya dapat melihat seonggok tubuh yang telah hangus dalam abu, apa yang sebenarnya terjadi? Semudah itukah?, entahlah, mereka takkan pernah tahu, karena mereka tak ingin lagi untuk cepat memberikan kesimpulan. Karena bagaimanapun semua tak sesimple itu, seakan hidup adalah teka-teki.


Suasana mendadak hening, bibir mereka lagi-lagi terkunci rapat tak bersuara, seperti sedang dipermainkan oleh keadaan, namun,, beberapa saat kemudian mereka dapat melihat dengan jelas, sisa-sisa abu pembakaran tadi tampak kembali membentuk sesosok tubuh, tubuh yang merupakan bentuk asli dari abu hitam tadi. Tanpa memerlukan waktu lama tubuh itu telah terbentuk sempurna.


Perasaan takut, perlahan mulai mereka rasakan,, syok seakan terus berulang, melihat bagaimana Naruto kembali bangkit dengan sebegitu mudahnya.


"Ba-bagaimana bisa Monster itu bangkit kembali, 'guman Maito Guy dengan mulut menganga, matanya tampak menunjukkan reaksi yang begitu terkejut.


"Entahlah Guy, tapi yang jelas,, itu buruk, sangat-sangat buruk!, 'sahut Kakashi kemudian, jujur,, dirinya kini telah digerogoti oleh penyesalan dan kekhawatiran, namun menyesal sudah tak lagi berguna, maaf pun sudah terlambat, jadi, ia akan berusaha sekuat mungkin untuk melawan pemuda yang tak lain adalah sosok muridnya dulu, anak dari mendiang Sensei-nya, dan semua itu telah berlalu ketika moment penghianatan itu ia lakukan. Menyebabkan bangkitnya jiwa baru yang penuh dendam dalam diri mantan muridnya itu.

__ADS_1


Takut,, itulah yang kini terlihat diraut wajah Kunoichi dari lima desa besar, ini bukanlah pertanda yang baik, ditambah suasana yang begitu mencekam, ketika menengok kiri dan kanan, mereka hanya mampu melihat kumpulan bangkai manusia yang mulai dicabik-cabik binatang buas, dan keringat dingin mulai membasahi tubuh mereka ketika sekilas melihat tatapan mata Naruto, tatapan kosong bak mayat hidup, tak berexspresi, terlihat tenang namun begitu berbahaya ketika bergerak.


Sedangkan Orochimaru yang sedari tadi diam mengamati, entah mengapa merasakan iri. Karena ia tau persis bagaimana hal itu bisa terjadi.


'Apakah itu yang dinamakan sebuah keabadian, sesuatu yang ingin kugapai selama ini, 'batinya miris, sejauh apapun ia berusaha, tubuhnya tetap memiliki kekurangan dan batasan yang begitu menonjol, dengan kata lain, ia tak pernah menggapai kesempurnaan. Namun, pemuda dihadapannya telah mematahkan semua usahanya yang sia-sia, dengan mudahnya membentuk kembali tubuhnya yang telah hancur menjadi abu.


Wushhhhhhh


Kemudian terlihat dua makhluk hijau Konoha telah melesat cepat kearah sipemuda yang sedari tadi diam.


"Lee,, ayo kita tunjukkan kekuatan dari prajurit Konoha, ayo kita tumbangkan Monster Kyubi itu dengan kekuatan dan semangat masa muda kita yang membara"


"H-hai,, aku mengerti, Guy-sensei, 'meskipun ragu dan takut, Lee tetap berusaha untuk tidak turun mental.


"HEYAAAAAAAAAAA"


Sedangkan dengan Naruto, hanya menatap dua insan sehidup semati itu dengan pandangan jijik, entah mengapa ia baru sadar jika kedua makhluk hijau itu seperti pasangan Yaoi, dimana Maito Guy menjadi Seme nya, dan Lee menjadi Uke. Tapi lupakan hal itu dulu, bukan saatnya berbasa-basi, karena bagaimanapun, bukan saat yang tepat untuk membicarakan hal menjijikkan tersebut.


Dengan penuh percaya diri, mereka berdua melakukan serangkaian serangan Kombinasi Taijutsu untuk menyerang Naruto, dengan semangatnya mereka mencoba untuk terus menyerang dan menyerang, pukulan, tendangan, entah sudah tak terhitung lagi yang mereka berdua lesatkan untuk setidaknya menjatuhkan Naruto, namun Naruto hanya menghindar dan terus menghindar seakan dengan sengaja mempermainkan mereka berdua.


"Jangan terus menghindar brengsek, 'ucap Guy yang mulai merasa geram melihat wajah tenang lawanya. Sedangkan Lee, hanya diam sembari terus berusaha menyerang.


"Begitu, baiklah,, akan kutunjukkan sebagian kecil dari apa yang disebut kekuatan"


Lee dan Guy berinisiatif untuk menjaga jarak, mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, walau bagaimanapun mereka tahu, Naruto yang sekarang sungguh berbeda.


Kemudian Naruto mengangkat lengan kirinya pelan, ia rentangkan kedepan, dengan jari telunjuk teracung lurus. Membentuk sebuah pose yang tengah menunjuk, dan pada saat itulah, sebuah bola kecil berpendar hitam sebesar kelereng tercipta dari ketiadaan, hawa gelap jelas terasa pada saat itu pula.


"Kau meminta, aku memberikanya, 'ucap Naruto datar. Hingga kemudian-,,


Wushhhhh


Lee dan Guy yang melihat hal tersebut sesegera mungkin untuk menghindar.


"Lee, CEPAT MENGHINDAAAR, "'peringat Guy kemudian dengan teriakan keras.


"Hai, Guy-sensei"


Dan-,,,,,


Jutsu itu melesat dengan speed yang gila, terus melaju, melahap apapun yang dilaluinya, menyisakan puing-puing kehancuran saat itu pula. Hingga-,,


Booooooooommmmmmmmmmmm


Sedetik kemudian ledakan besar terjadi di Markas Pusat Aliansi lima desa besar, dan disaat itu pula, seluruh pasang mata yang berada ditempat tersebut tengah melotot tak percaya.


Debu putih mengepul dengan begitu padatnya. Memberikan kesan Horror bagi siapapun yang menyaksikannya. Bahkan untuk Sasuke sendiri sungguh tak ingin mempercayainya, Naruto memang telah bertambah kuat,, sangat-sangat kuat menurutnya. Dan ia jujur tak menyukai hal itu.


"J-jutsu apa itu, sangat-sangat mengerikan,'ucap Chouji dengan mata melotot melihat markas pusat Aliansi telah hancur seutuhnya pada bagian barat,


"

__ADS_1


"I-itukah yang disebut sebagian kecil, 'ucap Lee terbata.


Glekkkkk


"Kau benar Lee, serangan itu mengingatkanku dengan bijuudama, 'balas Guy kemudian.


,,


,,


,,


Tubuhnya oleng seketika seiring terdengarnya debuman keras memekikkan telinga, Hinata dan Sakura merasa begitu terkejut tatkala itu, mereka tau saat ini diluar tengah terjadi sesuatu yang besar, mereka kini telah diamankan ketempat persembunyian bawah tanah bersama civilian lainya, meski sempat menolak, namun pada akhirnya mereka harus menuruti perintah suaminya untuk tetap bersama kedua anak mereka.


Kepanikan kini mulai terlihat dengan jelas tatkala mereka merasakan gempa yang cukup untuk membuat tubuh mereka terhuyung, tangisan anak kecil mulai terdengar dikerumunan pengungsi tersebut. Terlihat mantan Kage ke-lima desa Konoha yang bernama Tsunade tengah membantu untuk mengamankan para penduduk yang mengungsi. Sembari sesekali menenangkan anak-anak kecil yang tengah menangis, jiwa keibuanya terpanggil tatkala itu, bagaimanapun ia adalah perempuan dewasa yang lebih dari kata matang dan siap, jadi, nalurinya sebagai perempuan membuatnya melakukan hal yang belum pernah ia lakukan.


,,


,,


"Hinata-chan, aku takut Sasuke-kun kenapa-kenapa ketika menghadapi musuh yang menyerang diluar sana, 'ucap Sakura sendu ketika memikirkan suaminya, entah mengapa ia begitu gelisah.


"Entahlah Sakura, aku sudah terlalu lelah dengan semua ini, semoga semuanya akan segera berakhir, 'jawab Hinata seadanya, memejamkan kedua kelopak matanya sesaat, firasatnya mengatakan hidupnya sudah tidak lama lagi, bukan hanya dirinya, melainkan semuanya.


"Dan sepertinya "Dia" benar-benar telah datang, tak akan ada yang bisa menghentikanya, bahkan para dewa sekalipun, 'lanjutnya dengan mata terpejam erat.


Sakura tertegun sesaat, ia tak mengerti akan ucapan Hinata barusan, seakan Hinata tau apa yang terjadi saat ini, dan apa yang akan terjadi nanti.


"A-pa maksudmu Hinata, siapa yang kau sebut "Dia",, 'ucap Sakura dengan nada terbata, seakan kepribadian mereka berdua telah tertukar.


"Sakura-chan,, pernahkah kau berfikir jika karma akan selalu ada pada setiap mereka yang telah melakukan dosa, 'jawab Hinata yang kini tengah membuka kelopak matanya menatap anaknya dan anak Sakura yang sedang bermain entah apa di dekat mereka berdua.


Terdiam dan mencerna ucapan Hinata barusan, ia tetap tak mengerti, namun yang jelas ia tau jika Hinata mengetahui sesuatu.


"Katakan Hinata, apa yang sebenarnya terjadi diluar, 'panik dan takut, itulah exspresi yang terpancar dari manik Emerald gadis musim semi tersebut.


"Dia" telah kembali untuk menghukum kita semua"


Deeeegggg


Entah mengapa Sakura mulai faham arah pembicaraan yang Hinata maksud.


"Ti-tidak mungkin Hinata, jangan bercanda, "Dia" sudah mati, jadi,, jangan berucap omong kosong!, 'ucap Sakura dengan nada yang cukup tinggi, hingga kedua bocah itu menoleh dan menatap ibu mereka dengan bingung.


"Kau benar Sakura, dan kita semualah yang membunuhnya dengan kejam"


,,


"Ti-tidak, aku harus keluar dari tempat ini dan membantu Sasuke-kun, yah! Aku harus keluar dari tempat ini, 'racau Sakura kemudian.


Hinata hanya diam,, jujur ia sudah sangat lelah, hingga tak sanggup lagi untuk menumpahkan airmatanya lagi, sorot matanya pun terlihat redup tak lagi memukau seperti dulu. Karena bagaimanapun, ia tau,, karma tak akan pernah melepaskan mereka semua begitu saja.

__ADS_1


,,


,,


__ADS_2