Dark Creature

Dark Creature
Ikatan.


__ADS_3

Dalam keheningan dengan hawa yang begitu mencekam terdengar derap langkah kaki dibalik pekatnya kabut hitam yang menaungi hutan tersebut, semakin dekat dan terus mendekat, semakin keras hingga terasa begitu menegangkan.


Konohamaru yang sudah tak mampu bergerak bisa pasrah ketika derap langkah itu mulai mendekatinya, beberapa detik berlalu, pemilik derap langkah itu kini berhenti tepat di belakang Konohamaru yang tengah terbaring tengkurap.


'Sial,, sial, sial,, hanya dengan tekanan Chakranya saja sudah membuatku tak berkutik'


"Sepertinya perjuangananku harus berakhir sampai disini, maafkan aku Ni-san tak bisa membalaskan kematianmu, 'gumamnya pelan dengan senyum miris sudut pandang yang terbasahi oleh darah yang menetes dari luka dipipinya.


Sosok yang berdiri di belakang Konohamaru mampu terdiam mendengar ucapan keputusasaan bocah dihadapanya, ia tidak mengerti, mengapa bocah itu harus terlibat dengan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, tapi sosok tersebut menghargai satu hal yang kini ia benci,, yah, sosok tersebut sebuah hubungan. Tapi walau bagaimanapun ia tidak bisa membenci sesuatu tanpa alasan yang jelas, ada sebab pasti ada akibat, itulah yang menjadi dasar untuk pandangan dan komentar.


Konohamaru yang berbaring dalam kepasrahan diri hanya bisa terdiam ketika kematian yang ia tunggu tak kunjung datang, fikiranya bertanya-tanya, apa yang diinginkan sosok yang kini berdiri di belakangnya, ingin melihat wujudnya namun tak bisa, tubuhnya lumpuh tak bisa bergerak akibat tekanan Chakra yang terus menerus paksanya untuk tunduk.


"Si-siapa kau,, apa yang kau inginkan dariku,, 'tanya Konohamaru kemudian, namun tak ada jawaban sama sekali, sosok tersebut tetap diam tak bergeming.


Beberapa saat berlalu dalam keheningan, tekanan Chakra gelap dari sosok tersebut mulai berkurang hingga dititik terendah, namun masih dapat dirasakan, entah mengapa Konohamaru merasa lega ketika ia bisa kembali bernafas dengan lancar.


"Bangunlah,,,,,, 'ucap sosok tersebut dengan nada yang nampak datar namun terdengar bersahabat.


Terkejut, itulah yang tengah Konohamaru rasakan ketika sebuah ucapan memerintahkanya untuk bangun.


"Ke-kenapa, bukankah kau bisa membunuhku saat ini juga?, 'tanya Konohamaru yang sudah mulai berusaha mengangkat tubuhnya secara perlahan.


"Membunuhmu,, maaf aku tak berminat untuk membunuhmu bocah bodoh,, 'jawab sosok tersebut dengan santai.


"Cih,, seenaknya saja memanggilku bodoh, lalu apa tujuanmu ?,, 'tanya Konohamaru kemudian, ia tau, sosok tersebutlah yang menjadi tuan tengkorak-tengkorak yang tadi mengeroyoknya.


"Hanya ingin melihat sejauh mana perkembanganmu,,, dan ternyata kau masih terlalu lemah,, 'jawab sosok tersebut dengan tenang, hoddie yang menutupi kepala sosok tersebut menutupi pandangan Konohamaru untuk melihat dengan pasti wajah dari sosok misterius dihadapanya.


'Apa maksud dari ucapanya, mengapa dia seperti telah mengenalku, 'fikir Konohamaru dalam hati,


"Siapa kau sebenarnya, dan apa maksud dari ucapanmu barusan, apakah kita pernah bertemu sebelumnya, 'tanya Konohamaru yang merasa penasaran,,


"Aku,, aku hanyalah makhluk yang tak bisa lagi untuk kau fahami, entah dunia mengganggapku apa, karena aku sendiri tak pernah tau siapa sebenarnya aku ini,, namun aku tak peduli akan hal itu, aku ibarat sebuah kutukan yang mencari jalan pulang,, terombang-ambing oleh masa dan waktu, makhluk yang tak pernah layak untuk berdiri sejajar dengan manusia lainya"


Jujur Konohamaru tak mengerti akan ucapan sosok dihadapannya, namun Konohamaru dapat jelas melihat kesakitan dan kesedihan dibalik suara lirih sosok dihadapannya itu, namun tetap saja ia tak bisa memahami maksud dari ucapanya.


"Kau tak akan mengerti, ambisimu hanya akan membawamu dalam keputusasaan tak berhujung, kau hanya akan menjadi makhluk yang kehilangan arah"


"Hentikan omong kosongmu itu,, tau apa kau tentang ambisiku, mereka harus membayar kematian dari Naruto Ni-san, mereka manusia yang tak tahu diri,, aku tak peduli apapun yang kau katakan, tapi kutekankan, aku, Sarutobi Konohamaru tak akan menarik kata-kataku karena itu jalan ninjaku,, 'ucap Konohamaru dengan tegas, tanpa keraguan sedikitpun, itulah prinsip yang ia ambil dari sosok mentornya yang terus ia pegang Teguh untuk selalu mengingat pahlawan perang dunia Shinobi ke-4 tersebut.


Dan ucapan dari Konohamaru cukup untuk membuat sosok berjubah hitam dihadapanya tertegun sesaat,, namun kemudian sebuah kekehan mengejek keluar dari bibir sosok dihadapanya tersebut.


"Khekhekhe,, kau begitu naif bocah, kau hanya akan berakhir sama sepertinya, kau hanya akan ditertawakan, apa yang bisa kau lakukan dengan kekuatanmu yang menyedihkan itu,, 'ucap sarkas sosok tersebut untuk melihat tanggapan dari bocah bersyal biru dihadapanya.


"Setidaknya aku telah berusaha semampuku, meskipun pada akhirnya aku harus mati sekalipun, aku tak peduli,, dan sekali lagi aku tekankan, aku tak akan pernah menarik kata-kataku karena itu jalan ninjaku, 'jawab Konohamaru kemudian.


"Souka,,,,,, kau memang mewarisi tekad darinya"


"Hah,,, mungkin sudah waktunya kau mengetahui fakta mengejutkan ini Kono,,, 'ucap sosok tersebut dengan tenang,, mengerakkan lengan kananya secara perlahan untuk membuka hoddie yang menutupi kepalanya.


Degggg


'Panggilan itu,,, jangan-jangan-,


Deggggg

__ADS_1


"Ti-tidak mungkin, k-kauuuu-,


"Na-naruto ni-san,,


Aku kembali murid bodohku, 'ucap Naruto dengan tenang, tampak suasana yang semula gelap dengan kabut hitam kini kembali terang membawa pencahayaan ditempat tersebut.


Satu hal yang Konohamaru rasakan,, sebuah rasa tidak percaya melihat orang yang telah dikabarkan mati itu kini berdiri dihadapanya dengan keadaan baik-baik saja, tanpa sebuah kekurangan dalam pandangannya, surai pirang jabrik yang terakhir kali ia lihat kini telah memanjang sepunggung, tak ada lagi tanda kumis cap rubah dipipinya, ditambah sebuah anting bulat hitam bergelantungan ditelinga kiri sosok tersebut yang tak lain adalah Uzumaki Naruto.


Dan kini tampak berdiri gagah bak pria dewasa yang telah menunjukkan karismanya, tampak sorot mata yang tajam mengintimidasi, raut wajah tenang seakan tak memiliki emosi, perawakan tubuh yang tinggi besar, meski tertutup jubah sekalipun tampak jelas jika pemuda tersebut telah mencapai sebuah kesempurnaan fisik, sangat jauh berbeda dari terakhir kali ia bertemu.


Konohamaru masih diam terpaku,, tampak matanya telah berkaca-kaca, bibirnya bergetar, entah sosok dihadapanya ini nyata atau tidak, namun itu sudah cukup untuk membuatnya senang.


"Be-benarkah itu kau Naruto Ni-san,,, 'ucap Konohamaru kemudian dengan nada yang terdengar bergetar!


"Heeeemm,,,, seperti yang kau lihat Kono"


"Huwaaaaaaa kemana saja kau Naruto ni-san,,, 'teriak Konohamaru yang langsung berlari hendak memeluk Naruto, namun-,,,,,


Bruggghhh


"Ittaiiiiiiiiii,,,, 'rintih Konohamaru yang bukanya memeluk Naruto melainkan sebuah pohon yang berdiri kokoh dibelakang Naruto.


"Apa yang kau lakukan Baka ni-san?, 'protes Konohamaru yang tampak kesal akibat tubuh Naruto yang berpindah tempat entah sejak kapan.


"Kau menjijikkan Konohamaru,, 'jawab Naruto dengan tenangnya tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Keluarlah,,,,,, Gaara,, 'lanjut Naruto kemudian, ia tahu Gaara yang sedari tadi bersembunyi dibalik rimbunya pepohonan disekitar tempat tersebut.


Tap


"Akhirnya kau datang juga setelah sekian lama, aku yakin kau tak bisa mati semudah itu"


"Kau menyadarinya,, 'balas Naruto tanpa exspresi yang berarti.


"Tentu saja, walau bagaimanapun kau tetaplah ninja pirang yang penuh kejutan, aku menyadari jika waktu itu kau telah menyiapkan semuanya"


Sedangkan Konohamaru yang merasa terabaikan entah mengapa alisnya berkedut kesal,


"Hoy,, setidaknya jangan abaikan aku, 'teriak Konohamaru kemudian. Namun tak bisa dipungkiri Konohamaru merasa senang mendapati kenyataan jika sensei-nya masih hidup dan tampak baik-baik saja.


"Diamlah sejenak bocah bodoh,,, 'balas Naruto dengan sorot mata tajam kepada muridnya tersebut, dan entah mengapa hal itu berhasil membuat Konohamaru meneguk ludahnya.


'Sial,,, aku tak menyangka Naruto-ni sekarang terlihat begitu menyeramkan, 'ucap Konohamaru dalam hati.


"Heeemm apakah ini yang dinamakan Reuni,, 'ucap Naruto diiringi senyum tipis dibibirnya.


"Hem,, begitulah kira-kira, kalau boleh tau kemana saja kau selama Lima tahun ini,, 'lanjut Gaara yang menanyakan keberadaan Naruto selama ini.


"Aku hanya berjalan kemana kaki ini melangkah,, jadi aku tak bisa memberikan jawaban yang memuaskan"


"Aku mengerti Naruto, tapi bagaimana mungkin kau masih hidup sedangkan jelas-jelas berita mengatakan kau mati ditangan si Uchiha itu, 'tanya Gaara yang merasa penasaran dengan semua yang telah terjadi pada sahabat didepanya tersebut.


"Aku memang telah mati Gaara,, dan apa yang kini berada dihadapanmu bukan lagi seperti yang kau fikirkan, ini hanyalah sebuah raga tanpa nyawa, karena kutukanlah yang memaksaku untuk bangkit kembali, sebuah kutukan mengerikan yang terus menerus menemani kehidupanku,, 'jawab Naruto dengan exspresi yang sulit diartikan, ketika pandangan matanya seakan telah lelah dengan jalan hidup yang telah ia lalui,, setiap manusia memiliki kelemahannya masing-masing, tanpa terkecuali, sekuat apapun, pasti ada titik rapuh yang akan muncul kepermukaan tanpa dirinya sadari.


Gaara tak bisa mengerti dengan jalan apa yang kini sahabatnya tempuh, namun apapun itu, ia akan terus mengikuti jalan pemuda yang telah merubah hidupnya sedemikian rupa, tak ada penyesalan, karena memang inilah yang menurutnya disebut kebenaran, dan ia akan terus bertempur bersama sahabatnya untuk bisa menggapai sebuah keadilan.

__ADS_1


"Aku mengerti apa yang kini kau rasakan, meskipun semua tentangmu begitu rumit untuk dijabarkan, tapi aku percaya, kau tak akan duduk diam sementara mereka diluar sana tengah berbahagia, melupakan semua kejadian itu ibarat angin lalu, tanpa pernah berfikir jika apa yang mereka rasakan itu adalah hasil karyamu hingga mengorbankan segalanya, 'ungkap pemuda bersurai merah bata memandang sendu sahabatnya.


"Gaara,,, semua telah banyak berubah, tak ada yang perlu dirahasiakan, lagipula, sebentar lagi aku akan menghapuskan mereka yang bertanggung jawab, dan lihatlah bagaimana cara seekor predator mengexsekusi mangsanya,, terlebih untuk ke-tiga manusia bedebah itu,,, akan kukirim jiwa mereka pada kehampaan yang terdalam, dan memberikan pedih yang teramat sangat sebelum nyawa mereka terlepas, 'jawab Naruto yang kini menatap tajam kedepan.


'Pandangan mata itu,, pandangan matanya penuh aura jahat yang begitu kental, lebih mengerikan dari tatapan Madara, dan aura kelam itu,, lebih kelam dari ekor-10 waktu itu,, siapa kau sebenarnya Naruto?, 'fikir Gaara dalam hati, melihat dengan mata kepalanya sendiri, aura hitam kelam menyeruak keluar dari tubuh Naruto,, melambai-lambai hingga menciptakan bayangan kepala tengkorak bertanduk banteng.


Glekkkkk


A-apa itu,,, 'ucap Konohamaru dalam hati melihat sebuah bayang-bayang mengerikan yang tercipta dari aura hitam kelam dibelakang Naruto.


Dan saat itu pula suasana kembali mencekam, suara burung gagak terdengar riuh bersahutan, lolongan anjing liar seakan membawa pesan buruk kepada dunia,,, angin bertiup kencang hingga menyebabkan pepohonan yang berada disekitar area tersebut bergoyang-goyang, sungguh nuansa yang dipenuhi hawa kegelapan yang terasa menyayat kulit.


Namun hal itu tak berlangsung lama ketika aura hitam kelam itu kembali masuk dalam tubuh si empunya secara perlahan,


Hening!


Tak ada yang berbicara barang sepatah katapun,, Gaara yang begitu terkejut, dan Konohamaru yang masih Syok,, ketakutan jelas terpancar di kedua wajah mereka ketika secara dekat dan langsung, melihat dan merasakan hal mengerikan dihadapannya.


"Kalian tak perlu takut,, kalian tidak termasuk dalam daftar hitamku, jadi, jangan pasang exspresi wajah seperti itu,, terlebih kau,,, bocah bodoh,, 'ucap Naruto kemudian sembari menunjuk Konohamaru yang matanya melotot dengan mulut menganga.


Konohamaru yang melihat Naruto tengah menunjjuknya ditambah panggilan bodoh terus menerus entah mengapa merasa kesal.


"Setidaknya jangan panggil aku bodoh terus-menerus Ni-san,, 'ucap lemah Konohamaru,, merutuki nasibnya yang Malang.


Sedangkan Naruto hanya tersenyum tipis melihat bocah yang sudah ia anggap adiknya sendiri,, dan seorang bocah yang tetap membelanya dikala semua orang disekitarnya membenci dirinya. Dan jika boleh berterus terang akan hal itu, pada hakikatnya, Konohamaru dan Gaara tidak memandangnya seperti apa yang mereka lakukan. Dan Naruto berjanji, tak akan membiarkan mereka berdua terlibat jauh urusan pribadinya, meskipun ke-duanya nanti tetap akan ikut bertempur menuruti Egonya.


Plukkk.


Sebuah tepukan pelan membuyarkan kekosongan yang Naruto rasakan, dengan gerakan pelan Naruto menoleh kearah si pelaku. Dan disitu Naruto dapat melihat sebuah senyum tipis yang diberikan mantan Kazekage ke-5 itu kepadanya.


"Jangan memikul semua beban itu sendiri,, aku tau kau kini kuat, sangat kuat malahan, tapi ingatlah, ada kami yang akan selalu bersamamu, entah jalan apa yang akan kau ambil, aku, dan Konohamaru akan selalu mengikuti jalanmu, 'ucap Gaara kemudian, ia tau apa yang difikirkan sahabatnya tersebut, tak akan membiarkan orang berharga baginya terlibat masalahnya lebih jauh, namun ini bukanlah saatnya untuk memikirkan hal itu, karena bagaimanapun Gaara telah siap dengan apapun resikonya, meski itu kematian sekalipun.


"Yah,, apa yang dikatakan Gaara-Ni benar,, bukankah dengan begini kita seperti seorang saudara, aku tau kekuatanku tidak akan cukup membantu, tapi, biarkan aku bertempur bersamamu Ni-san, lima tahun ini kuhabiskan hanya untuk berlatih, agar bisa menjadi kuat, dan membalaskan apa yang telah mereka lakukan pada Ni-san, 'sahut Konohamaru dengan semangat yang menggebu.


Perasaan ini,, entah mengapa membuat hati Naruto bergetar, sebuah kepercayaan, dan ikatan, meski enggan mengakuinya, namun Naruto dapat merasakan sebuah perasaan yang telah lama mati, namun ia tak ingin lagi kehilangan, dan ia memutuskan untuk tidak membiarkan siapapun melukai ke-duanya, dan ia takut jika suatu ketika ia tak mampu melakukanya, dan harus melihat kematian salah satu dari mereka, ia akan lepas kendali dan membinasakan semua makhluk diseluruh Elemental National ini.


Ketakutan jika kewarasanya telah benar-benar habis oleh kehilangan dan keputusasaan, karena bagaimanapun ia tak bisa mengukur batas kekuatanya jika suatu ketika ia terlepas dari kekangan jiwa terkutuknya. Bahkan ketika itu terjadi, andaikata para Dewa turun untuk menaklukannya, ia akan melahap habis jiwa mereka dalam kegelapan tak berhujung. Karena kegalapan alam semesta merupakan inti dari apa yang kini bersarang ditubuhnya bersama kutukan itu.


"Baiklah jika itu memang keinginan kalian, aku mengizinkan kalian berdua ikut, tapi ingat-,


"Jangan mati"


"Kau tenang saja Naruto,, kami berdua juga telah bertambah kuat, dan walau bagaimanapun,, aku juga pernah menyandang gelar Kage, jadi,, jangan terlalu mengkhawatirkan kami,,, 'balas Gaara meyakinkan Naruto,


"Aku hanya tak ingin lagi merasakan kehilangan,, sudah cukup semua yang kumiliki telah direnggut satu persatu, keberadaan, teman, cita-cita, dan Cinta,, semuanya telah hilang, karena sebuah sandiwara"


"Hah,,, kalau begitu persiapkan diri kalian,, dan kuharap kau tidak muntah saat melihat pembantaian massal nanti Konohamaru, 'ucap Naruto dengan nada yang terdengar horror ditelinga bocah bersurai coklat tersebut.


Glekkk


'Sial,,, lagi-lagi Ni-san terlihat menyeramkan,, 'ucap Konohamaru dalam hati.


"H-hai,, aku mengerti Ni-san"


,,

__ADS_1


,,


,,


__ADS_2