Dark Creature

Dark Creature
Hari Penghakiman II


__ADS_3

Deg


Deg


Degggg


"Ti-tidak mungkin,, dia-,,


"U-uzumaki Naruto"


"K-kau benar,, ti-tidak salah lagi, wajah itu,, mimpi buruk itu, dia benar-benar telah bangkit"


"Siapapun, tolong bangunkan aku jika ini mimpi buruk itu lagi, 'ucap Kiba yang entah mengapa merasa gila.


"Dan maaf Kiba, sepertinya ini bukanlah mimpi buruk itu lagi, tapi,, sebuah kenyataan buruk, 'jawab Shino mengomentari ucapan Kiba barusan.


,,


,,


Sedangkan Naruto tetap diam ketika melihat reaksi dari mantan sahabatnya, kembali mengingat dengan jelas ketika waktu itu, dirinya yang seorang diri tengah direndahkan, diremehkan, dan ingin dihapuskan. Biru saffier itu perlahan mengamati satu persatu diantara mereka, menurutnya ada yang kurang, yah, kedua perempuan sialan itu tak tampak sama sekali dalam pandanganya, tapi, cepat atau lambat semua akan segera terjawab.


Sungguh bibir mereka kini terkunci rapat, tak mampu untuk sekedar berucap, mereka tak menyangka jika sosok itu benar-benar nyata, perlahan namun pasti, wajah-wajah itu berubah memucat.


,,


"Aku kembali-,,,


Dan sebuah ucapan dingin nan menusuk mulai memicu terjadinya sebuah kepanikan.


Sretttttt..


"Dari Neraka,, 'tanpa siapapun menduganya Naruto kini telah berada tepat disamping Rokudaime-Hokage. Dengan posisi yang terlihat saling membelakangi satu sama lain.


Deggggg


Kedua manik hitam kelam itu membola dengan sempurna, sebuah kecepatan pergerakan gila menurutnya, bukanlah Shunsin ataupun Jutsu Teleportasi Ruang dan Waktu lainya.


Tak ingin terus terkejut, sang Hokage lekas menyabetkan Kusanagi miliknya kearah makhluk disampingnya.


Swuussshhhh


Hembusan angin menerpa surai pirangnya tatkala pedang yang ditebaskan Sasuke berhenti beberapa centi dari samping wajahnya, pandangan mata tetap kosong kedepan.


Dan pada saat itu pula, semua mata ditempat tersebut tengah melotot seakan ingin terlepas dari rongga tengkorak kepalanya, pedang Legenda itu, pedang yang dirumorkan sebagai yang tertajam didunia, kini ditahan hanya dengan tangan kosong, sekarang mereka percaya, dia telah kembali dari dasar jurang Neraka untuk memberikan penghukuman, satu persatu, mulai menyadari, Naruto yang sekarang, benar-benar telah berubah, fisik yang tampak begitu kokoh tinggi besar, wajah putih bersih tanpa ada kecacatan, surai pirang jabrik yang dulu seperti duren, sekarang bak helaian emas lembut yang cukup memanjang sepunggung, ditambah anting hitam yang sesekali terlihat itu, yah! "Dia" telah kembali.


"Singkirkan mainan ini, 'gumamnya pelan tanpa menoleh sipemilik pedang yang terlihat begitu terkejut.


'A-apa, sial! Dia benar-benar seperti dimimpiku,, 'racaunya dalam hati.


Dan kemudian sebuah tubuh berbalut petir telah melesat cepat dari tempatnya, Naruto hanya melirikkan matanya sekilas, namun terkesan tajam dan berbahaya.


Tinggal sedikit lagi hantaman Lariat dari Raikage ke-lima a.k.a Darui mengenai wajah Naruto, namun dengan reflek dan insting yang tidak diragukan lagi dengan cepat Naruto mengayunkan lengan kirinya yang bebas dari arah depan kesamping kiri, dan-,,


Bruaghhhhhh


Wussssshhh


Brakkkkk


"Uhuk,, si-sial, pukulanya kuat sekali, 'batin Darui yang kini tengah memegangi kepala bagian kirinya yang menjadi sarang dari ayunan kuat lengan kiri Naruto.


,,


Setelah itu mereka semua melompat mundur, dan menjaga jarak dari Naruto, meningkatkan kewaspadaan adalah cara yang tepat untuk mereka terapkan dalam keadaan seperti ini, penuh kesiagaan, karena maut,, bisa merenggut kehidupan mereka kapan saja.

__ADS_1


Bahkan untuk Sasuke sendiri, memutuskan untuk Shunshin ketempat yang lebih aman untuk mempersiapkan diri, ia hanya khawatir, jika nanti istri dan anaknya datang ketempat ini.


Larut dalam keheningan, hingga sebuah tawa yang terdengar begitu jahat mengisi pendengaran mereka.


"Khekhekheee, sebegitu takutnya kah kalian kepada makhluk yang dikutuk ini?, 'senang, yah,, entah mengapa Naruto begitu menikmati exspresi dari wajah bedebah-bedebah dihadapannya, sebuah hiburan tersendiri menurutnya, sudah sejak lama ia ingin melihat satu persatu diantara mereka merasakan apa itu rasa takut.


Degggg


Dan ucapan dari Naruto barusan membuat semua yang berada ditempat tersebut tersentak kaget, apa katanya barusan? "


Dikutuk?, "What the Heel"


,,


,,


Angin kencang menyapu daratan tempat festifal perdamaian yang berubah begitu kelam, hawa kegelapan telah kembali mendominasi dunia, "Dia"yang telah bangkit, telah menyapa jiwa para pendosa. Jiwa-jiwa kotor itu, sudah tak layak lagi mengisi dunia, dan sekarang, semuanya baru saja dimulai.


Namun, Uchiha tetaplah Uchiha, dengan Ego yang begitu tinggi, seberapapun ia merasa takut dan khawatir, arogan selalu menjadi wadah utamanya.


"Cih,, Uzumaki Naruto,, aku tak menyangka kau masih hidup, tapi jangan kira kau merasa hebat dengan berfikir akan menang melawan kami semua,, 'tatapan nyalang ia tujukan kepada makhluk yang kini berdiri dengan tenang beberapa meter dihadapannya.


"Yah, itu benar,, aku tak menyangka kematianmu hanyalah kepalsuan, tapi, kali ini kami semua akan benar-benar menangkapmu, dan kemudian menyiksamu hidup-hidup, 'tatapan remeh dan merendahkan kembali menghiasi wajah-wajah itu, entah apa yang membuat sipengucap yang tidak lain adalah Mei Terumi, mantan Kage ke-lima Kirigakure itu begitu percaya diri.


,,


,,


'Bodoh!,, 'begitulah yang tengah difikirkan dari sang Legenda penguasa kaum Youkai dan siluman, matanya tetap terpejam untuk menunggu hal yang menarik minatnya, meski pada hakekatnya, ia tak menyangka sang Host benar-benar melakukan pembantaian melebihi expestasinya, benar-benar pantas untuk menerima takdirnya sebagai sang Exsekutor.


Sedangkan Naruto entah mengapa merasa sedikit jengkel mendengar ucapan omong kosong yang mengisi pendengarannya. Kepercayaan diri yang begitu tinggi, tanpa tau apa yang kini tengah mereka hadapi.


Menyiksanya hidup-hidup katanya? Oh ayolah lelucon apalagi sekarang.


"Jika kau tidak benar-benar mati waktu itu, maka,,, saat ini kau akan benar-benar tamat bocah!, 'dengan aroganya Raikage ke-empat menambahkan ucapan dari para Kage lainya, entah mengapa Raikage begitu geram melihat kembali wajah itu, wajah yang sesekali pernah mampir dalam bunga tidurnya.


Entah karena apa, tapi kepercayaan diri mulai kembali terbangun pada adrenalin mereka secara pelan, mungkin mereka berfikir, sungguh mustahil bagi satu orang untuk mengalahkan ribuan orang, meski hal itu pernah terbantahkan oleh "Uchiha Madara"


Akan tetapi,, mereka semua harus segera bersiap menelan ludah mereka kembali ketika "Dia" akan mulai menunjukkan betapa berbahaya Shinobi yang mereka rendahkan saat ini, dan akan memberikan kesan hidup paling mengerikan sepanjang hidup mereka sebelum jiwa mereka hanyut dalam kesengsaraan dan derita.


Sedangkan Naruto hanya diam, diam ditengah ribuan Shinobi, dari Chunin, Jounin, Anbu, dan Kage, berdiri ditengah-tengah Shinobi hebat yang berniat kembali membinasakannya.


Wajahnya nampak tenang dan begitu santai, tanpa merasa sedikitpun tertekan atau bahkan ketakutan, justru inilah yang ia harapkan, berkumpul dalam satu wadah, dan mengeksekusinya, agar mereka melihat, bagaimana makhluk yang mereka sebut Monster melahap jiwa mereka satu persatu dengan kejam.


"Heh, mungkin aku terlalu khawatir dengan mimpi sialan itu, kau tetaplah Naruto sipecundang, dan kenyataan itu takkan pernah berubah ataupun terbantahkan sampai kapanpun, 'ujar Ino kemudian, melupakan ketakutannya beberapa saat lalu, bagaimanapun ia merasa kembali tenang ketika banyak Shinobi hebat ditempatnya sekarang, jadi tidak mungkin jika pecundang itu akan melakukan sesuatu seperti yang ada dimimpinya.


"


"


"Begitukah,, lalu,,, mengapa tidak kita mulai saja pestanya, 'gumamnya dengan nada yang tersimpan makna tersendiri dalam kata pesta.


,,


,,


Dan kemudian perang benar-benar telah dimulai, semarak teriakan perang terdengar menggema disetiap sudut markas pusat aliansi lima desa besar, berbagai macam senjata tampak mereka genggam ditangan, dengan mental yang kembali terbangun akibat kesombongan pemimpin mereka, dengan semangat menggebu mereka kembali menyerang pemuda yang tampak diam, namun,, tak ada yang tau, jika sebuah seringai bak serigala lapar baru saja berlalu dari bibirnya.


'Kau sudah siap kawan?, 'ucapnya sumringah dalam hati.


'Khukhukhuuu,, kapanpun Gaki,, lakukan seindah mungkin, dan berikan tontonan terbaik, 'seperti sebuah konspirasi, keduanya menyeringai bengis, karna saat yang ditunggu-tunggu sudah memasuki detik-detik penghabisan.


Dan kemudian satu persatu Shinobi mulai melancarkan serangan mereka kepada Naruto, ada yang melempar Shuriken, menebaskan pedang, menyayatkan kunai mereka. Namun entah bagaimana tak ada satupun serangan-serangan amatir itu mengenai target.


Grepppp

__ADS_1


Brakk


"Ohokkkkkk"


Kembali Naruto membunuh seorang Shinobi dengan begitu brutal dan ganas, menghancurkan dada mereka dengan sekali hantam.


"Matilah bedebahhh, 'teriak lantang seorang Shinobi dengan begitu percaya diri. Berusaha menebaskan pedang berlapis Chakra angin kepada Naruto.


Grepp


Dan kemudian mata Shinobi itu melotot tak percaya ketika pedangnya patah dengan begitu mudahnya saat Naruto menangkap pedang tersebut dengan begitu kuat.


Jlebbb.


"ARRGGGGGGGGHHHH"


Teriakan pilu mengiringi kematiannya ketika patahan pedang yang digenggam Naruto tertancap dikepalanya menembus tengkorak belakang. Kemudian Naruto menghantamkan kakinya kekepala itu hingga hancur, darah seakan bertebaran, mulai mewarnai tanah coklat tempatnya berpijak.


Mengingat banyaknya Shinobi yang menyerang membuat Naruto kembali bergerak liar, entah mengapa, nafsu membunuhnya begitu tak terkendali.


Satu Shinobi, dua Shinobi, tiga Shinobi, mulai berguguran dengan cara yang memprihatinkan.


"ARRRRRRRRGGGGGHHHH"


Tak bisa untuk tidak menjerit ketika Naruto merobek perutnya, hingga tampak pemandangan yang begitu menjijikkan, biru saffier itu mulai menunjukkan kilat kegelapanya, hawa mencekam kembali mereka rasakan, terus bergerak dan bergerak, kepala yang terpisah dari badanya, tangan yang tak lagi melekat, terlihat beberapa diantara ribuan Shinobi itu berakhir dengan menyedihkan.


Syok,,,, yah! Itulah exspresi yang kebanyakan mereka tunjukkan, melihat dengan jelas bagaimana Naruto menghabisi nyawa para Shinobi.


"Hoeeeekkk,,, 'terlihat beberapa Kunoichi yang memuntahkan isi perut mereka karena tak bisa lagi menahan mual yang sejak awal berusaha mereka tahan. Sungguh baru kali ini mereka menyaksikan kekejaman nyata yang begitu biadap tak berperikemanusiaan.


Bau anyir darah perlahan menyeruak kepermukaan, tubuh yang tercerai berai, tergeletak membentuk kubangan mayat, kaki, tangan, dan kepala berserakan dimedan pembantaian.


Para Kage tak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka saat itu pula.


'Aku tak percaya ini,, "Dia",, lebih mengerikan dari Madara, 'meski arogan sekalipun, dalam hati ia dengan terbuka mengungkapkan kejujuranya, tak bisa dipungkiri jika sesungguhnya ia begitu takut, lewat mimpi semua perlahan terjawab sedikit demi sedikit, dan ia pribadi tak ingin jika ketakutanya menjadi kenyataan.


'Cih,, ternyata bedebah itu semakin bertambah kuat, 'gumam A dalam hati.


Dengan bengis Naruto mulai membabat Shinobi-shinobi itu, hanya mengandalkan kekuatan fisik, dengan dukungan Stamina yang telah kelewat batas, dengan insting seekor predator, menerkam dan menghancurkan.


"HARRRRRGGGGGHHHHHHHHHH, 'teriak Naruto murka ketika ia menghantamkan sebuah kepala kepada Batu besar didekatnya.


Brakkkkkk


Hancur dan tewas sia-sia, entah hal apa yang mendasari mereka untuk melakukan hal sejauh ini. Mengorbankan nyawa sia-sia hanya untuk menuruti perintah pemimpinya. Meski mereka tau, nyawa mereka sedang dikorbankan kepada Monster dihadapannya.


Brugh


Bangkai itu terhempas dengan pasrah, tak ada lolongan kesakitan. Karena sebelum sempat berteriak, kepalanya telah hancur terlebih dulu.


Deb


Dengan tak berperikemanusiaan Naruto menjadikan tubuh tak bernyawa itu sebagai tumpuan kakinya,, matanya menatap nyalang Shinobi-shinobi yang tersisa, tak ada yang berani lagi mendekat untuk menyerangnya, karena kematian selalu menjadi akhir bagi mereka yang datang sebagai musuh.


Glekkkk


Kini seluruh mata mulai melihat ketakutan yang nyata, sebagai ganti dari perwujudan semu mimpi mereka setiap malam, dan jika mereka fikir, semua terdapat kesamaan, pembantaian satu persatu, yang menjadi akhir bagi mereka ras Shinobi.


Airmata kesedihan terpancar jelas dimata mereka ketika melihat rekan-rekan mereka tewas dengan mengenaskan, marah, sedih, benci, menyesal, seakan bercampur aduk dan membuat mereka mulai putus asa. Dan disaat demikian tak ada yang dengan rela melindungi mereka, teringat akan kisah masa lalu ketika perang dunia Shinobi ke-empat, dimana seorang pemuda dengan gagah berani melindungi mereka dimedan perang, tanpa takut kehilangan nyawanya, namun dengan bodohnya mereka mengikuti kehendak pemimpin mereka untuk menghianati sipemuda tersebut.


Dan kini karena pemimpin mereka juga, mereka harus tewas sia-sia, kedamaian yang mereka dapatkan nyatanya tidaklah kekal, karna sang pahlawan sendirilah yang memilih untuk menghancurkan kedamaian yang telah diciptakannya, sungguh mata hati mereka telah dibutakan oleh keegoisan yang begitu hina, sadar akan dosa, dan konsekwensi dari apa yang telah mereka sebabkan.


Dan kini mereka telah siap, jika seandainya mereka menjadi korban berikutnya, pemimpin yang selalu mereka agungkan, nyatanya hanya diam melihat Shinobinya tewas satu persatu dengan cara yang menyakitkan.


,,

__ADS_1


,,


__ADS_2