
'Karui,, aku akan membalaskan kematianmu, 'ucap Chouji dalam hati, sambil tertunduk meratapi tulang dari calon istrinya, amarahnya telah mencapai Puncak tatkala ia juga melihat Naruto menghabisi Kurenai dengan tak berperikemanusiaan.
"AKAN KUBUNUH KAU BEDEBAH"
Berlari sekuat tenaga dengan keputusasaan, demi membalaskan kematian yang tercinta.
"MATI KAU NARUTOOOOOOOOO, 'teriak Chouji yang kini sudah beberapa meter dibelakang Naruto, pemuda berbadan tambun itu mengayunkan lengan besarnya untuk menghantam Naruto.
Disaat demikian Naruto memejamkan pelan kelopak matanya. Dan-,,,
Sringggggg
Jlebbbb
"A-apa, Ohokkkkkk, si-siallll, 'matanya melotot ketika perutnya telah tertembus sebuah rantai yang kembali muncul tanpa ia perkirakan, seperti sebuah ranjau yang tersembunyi.
Krakkkkk
Grakkkkk
Blarrrrrrr
Bunyi sebuah getaran dan ledakan dari tanah dibelakang Chouji, hingga kemudian tampaklah sebuah tiang salib yang tampak usang namun begitu kokoh.
Grepp
Sringg
Tubuhnya kini telah bersandar pada tiang salib dibelakangnya, tubuhnya terkekang kuat oleh rantai dari para pendosa.
Sretttt
Empat buah besi hitam tampak keluar dari lengan jubah hitamnya, Kemudian terlepas hingga menancap di kedua pergelangan tangan Chouji pada tiang salib.
Jleb
"ARRRRRRRRRGGGGGGHHHHHHHHH,,,
"A-APA YANG KAU LAKUKAN KEPADAKU BEDEBAH?, 'teriak Chouji murka, tubuh tambun itu, kini perlahan dihinggapi rasa sakit, darah telah mengucur deras dari sela-sela luka ditubuhnya.
,,
,,
Suasana yang semakin lama terasa bgitu suram dan kelabu, dibawah sinar Bulan yang redup. Mengiringi setiap moment yang membawa duka bagi jiwa mereka yang kotor.
"Ti-tidak, Chouji,, sial ini tak bisa dibiarkan, 'geram Shikamaru, ia benci saat seperti ini, otaknya berhenti berfikir disaat yang tidak tepat, down akibat apa yang ia lihat sejauh ini.
"Na-naruto,, dia benar-benar iblis, 'ucapnya dengan nada bergetar,, mentalnya telah jatuh, hanya karena melihat pembantaian mengenaskan beberapa saat lalu, Sakura tak bisa membendung airmatanya lagi, moment seperti ini, entah mengapa membuatnya mengingat kembali mimpi-mimpi itu.
Kilat kemarahan yang tak bisa lagi dibendung, sepasang mata berbeda bentuk dan warna kini telah menyala terang dikedua bola matanya, Sasuke, berinisiatif untuk secepatnya bertindak, ia merasa seperti pecundang bodoh yang sedari tadi diam tak berguna, hanya diam mengamati tanpa lekas bertindak, hingga korban berjatuhan satu persatu.
Kemudian melirik para kage berusaha memberikan kode untuk segera bertindak, hingga kemudian semua tampak mengangguk mengerti.
Rangkaian Handseal berbeda-beda kini telah selesai mereka para Kage dan mantan Kage lakukan.
Wushhhhhhhh
Swuusssshhhhh
Berbagai macam Jutsu dari beberapa Elemen tampak beterbangan, menuju satu titik target yaitu seorang pemuda yang tengah berdiri menatap rendah seorang pemuda tambun yang tengah mencoba berontak dari kekangan kesedihan rantai dan tiang salib.
Insting dari seorang veteran sepertinya tak bisa dianggap remeh, melirikkan matanya pelan menatap berbagai macam Jutsu yang kini tengah melesat cepat kearahnya. Iris biru Saffier itu berputar cepat digantikan kembali dengan merah darah.
Kemudian ledakan Chakra hitam pekat kembali menyeruak keluar dari tubuh Naruto membentuk dengan cepat sebuah lengan Chakra raksasa.
Wushhhhh
Duaaaaaaarrrrrrrrrrrr
.
"Kalian takkan pernah bisa menggapaiku, 'gumam Naruto kemudian, berdiri kokoh dibawah lengan Chakra yang keluar dari dalam tubuhnya.
Konoha Senpu
"Heyaaaaaaaaaaaa"
Sreeeettt
Grepppppppp
'A-apa, siallll! '
"AARRRRRGGGHHHHHHHHH", teriak Lee dengan begitu keras ketika lengan Chakra itu telah menangkap kakiknya,, hingga penghujungnya mata hitam bulat itu kini semakin lebar dan seakan ingin terlepas dari tempatnya.
Krakk
Bragggggggg
"Arrrrrrgggggghhhhhhh,,, 'kembali Lee berteriak keras sembari berguling-guling merasakan sakit yang teramat sangat ketika betis kaki kananya telah hilang, terlihat daging dan tulang yang menonjol keluar, darah mengalir dengan deras.
"Leeeeeeeeeeeeeeeeee,, 'teriak Tenten dan Maito Guy bersamaan, dan kemudian berlari cepat menuju tempat dimana Lee tengah berteriak-teriak kesakitan.
"Hiksss,,, Lee, bertahanlah,, siapapun cepat panggilkan team medis, 'ucap Tenten setengah berteriak.
"Lee, bertahanlah, 'ucap Guy kemudian,, sungguh ia tak menyangka, kejadian begitu cepat tanpa sempat mencegah Lee yang bertindak ceroboh, gigi putih itu kini telah bergemelatuk keras, Maito Guy, kemudian menatap sipelaku dengan benar-benar marah, berdiri dengan tegap, hingga dengan kepalan tangan yang tergenggam erat.
"Uzumaki Naruto, kau telah melewati batasmu, iblis terkutuk sepertimu tak pantas hidup didunia ini"
"Dan aku,, akan mengakhiri hidupmu saat ini juga 'ucap Guy kemudian, menatap marah pemuda yang berdiri lima puluh meter dihadapannya.
,,
,,
Sedangkan Naruto, hanya menatap kosong Guy yang kini tengah terselimuti aura yang berkobar dengan ganas, kulit yang memerah seakan ingin terkelupas, dan mata yang telah memutih, rambut mangkok nya kini tampak berkibar liar.
,,
"I-itu,, jangan bilang jika Guy-sensei berniat mengorbankan dirinya, 'ucap para Shinobi Konoha yang menyaksikannya.
__ADS_1
'Jadi itu pilihanmu, Guy!, 'ucap Kakashi dalam hati, menyaksikan untuk yang kedua kalinya bagaimana rivalnya itu menggunakan kemampuan terlarang miliknya. Matanya terpejam erat ketika sadar jika satu persatu Shinobi telah bersiap diri untuk meregang nyawa.
"G-guy-sensei, 'gumam Tenten tak percaya melihat Sensei-nya itu benar-benar marah.
"Tenten, cepat bawa Lee ketempat yang aman, sudah waktunya aku membinasakan makhluk terkutuk itu, sudah banyak nyawa yang mati sia-sia karenanya, 'tampak suara Guy kini semakin berat dan serak, pertanda jika kesadarannya telah diambang batas.
"Hiksss, ta-tapi-,,,,
"Percayalah, makhluk itu harus segera dibinasakan secepatnya, jika tidak,,, Naruto akan membunuh yang lainya juga, cepatlah,, sudah tak ada waktu lagi"
"H-hai,, aku mengerti,,,,,, sensei"
'Lee, Tenten, dan kalian semua, tetaplah hidup, 'ucapnya untuk yang terakhir kalinya, dan itupun ia ungkapkan dalam hati.
Kobaran aura itu semakin besar dan ganas, otot-otot semakin menonjol pada setiap pori-pori kulitnya yang hendak seperti terkelupas.
The Gate of Dead [Shimon] kai
Wusssssssssshhhhhhhhh.
"HARRRRRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH, 'suara berat bercampur serak itu terdengar penuh gejolak amarah. Melesat cepat bak sebuah rudal. Dan kini terlihat aura itu membentuk sebuah replika dari seekor naga merah raksasa.
Dihujung sana, "Dia" atau lebih tepatnya Uzumaki Naruto tengah menyeringai bengis, ia tau kekuatan yang kini tengah melesat cepat dihadapannya. Kekuatan yang hampir membuat Madara tewas sewaktu dimedan perang.
Sora ni Oboreru
[ Tenggelamlah dalam kehampaan]
Wuuuuuuuuuusssshhhhhh
Grak
Boooooooooommmmmmmmmm
Ledakan dahsyat akibat pertemuan dua kekuatan besar, menciptakan gempa berskala kecil dikawasan perbatasan lima desa besar tersebut, seluruh pasang mata hanya bisa terbelalak lebar, sungguh kekuatan gila menurut mereka. Dengan perasaan bercampur aduk, mereka berusaha menunggu hasil akhir, dan mereka berharap, gerbang ke-8 kematian itu, mampu membinasakan iblis yang menyebabkan kesengsaraan saat ini.
Setelah beberapa saat berlalu, samar-samar mereka dapat melihat seseorang dibalik pekatnya asap tengah berdiri tegap, perasaan takut kembali menggerogoti mereka tatkala melihat sebuah surai pirang tampak berkibar dengan liar.
Setelah asap yang mengepul itu hilang seutuhnya, mereka, para Shinobi dari lima desa besar tengah melotot tak percaya, seakan mereka benar-benar dihadapkan dengan makhluk yang amat mengerikan, sosok itu adalah, "Dia", yang berdiri dengan tenang dan gagah, namun dalam kondisi yang berbeda dari sebelumnya, jubah hitam yang sedari awal dikenakan kini tak lagi melekat dianggota tubuh, menyisakan sebuah celana hitam yang tampak lusuh karena debu dan gumpalan darah yang mengering, dan mereka dapat melihat dengan begitu jelas, makhluk dihadapan mereka kini benar-benar telah menjadi sesuatu yang jauh dari kata normal.
Tubuh mereka bergetar hebat tatkala melihat sebuah lubang bulat menganga pada dada kiri Naruto, dengan banyaknya segel hitam yang menghiasi tubuh kekarnya, sorot mata yang tak memiliki kehidupan sama sekali, dan mereka juga dapat melihat seonggok tubuh yang tergeletak dalam kondisi hangus, namun masih memiliki detak jantung meski kecil.
Deggg
'Lu-lubang itu, 'hatinya tersentak ketika mengingat dengan jelas bagaimana lubang itu tercipta, yah! Ia sendirilah yang menjadi penyebab utama dalam tragedi berdarah ini.
Kemudian "Dia" berjalan pelan mendekati seonggok tubuh yang tengah meregang nyawa itu, meski dalan keadaan sekarat sekalipun, Guy dapat melihat dengan jelas wajah itu.
Dan kemudian berjongkok dihadapan Maito Guy, lengan kiri Naruto bergerak pelan kearah surai hitam yang tampak berasap itu.
Grebbbb
Mencekalnya kuat sembari menatap mata yang tengah melotot itu.
"Lupakah siapa yang membuatmu tetap hidup disaat seperti ini?, 'tukas Naruto dengan pelan.
Bibir kering dan hitam itu tampak bergetar seakan ingin berucap!
"Ma-,,,
Sebelum sempat terselesaikan, Naruto lebih dulu mencabut kepala itu sekali sentakan kuat, kemudian berdiri pelan sembari menenteng kepala dari Shinobi yang mendapat julukan Monster Hijau Konoha itu. Dan kemudian menggerakkan lengan kirinya kehadapanya untuk melihat lagi kepala itu.
"Tak ada kata maaf bagi penjilat sepertimu"
Dan-,,
Brakkkkkkkk
Kepala itu hancur berkeping-keping, dengan otak yang berhamburan kesegala arah.
"GUY-SENSEIIIIIIIIIIIII, 'teriak Lee dari kejauhan ketika melihat mentornya itu telah gugur. Tak perduli akan keadaanya saat ini, Lee mencoba merangkak untuk mendekati jasad gurunya itu.
"Hiksss,, hiksss,, L-lee, s-sudahlah,, 'sahut Tenten dalam isak tangisnya, dengan tetap mencoba menahan tubuh rekanya untuk tidak bergerak.
"Tenten,, Guy-sensei-,,
"Hiks,, a-aku tau Lee"
,,
,,
Jinton : Genkai Hakuri no Jutsu
"MATILAH KAU MAKHLUK LAKNATTTTT, 'teriak Tsucikage ketiga a.k.a Oonoki.
Wushhhhhhhh
Tercipta dan kemudian melesat dengan sangat cepat kearah Legacy dari Namikaze Minato yang kini tengah memandang diam langit malam yang terasa begitu suram. Kemudian Naruto mengalihkan pandangannya menatap sebuah leser berbentuk kubus itu dengan tenang, tinggal setengah meter lagi Jutsu itu mengenainya, namun, Naruto telah lebih dulu menghilang dengan sangat cepat tanpa siapapun menduganya.
Syuttttt
Blarrrrrrrrr
Sreeettt
Sandaime Tsucikage yang tengah melayang bebas diudara itu tak menyadari jika sang target telah berdiri bersidekap dada dibelakangnya, hingga sebuah teriakan keras membuyarkan pengamatannya.
"AWAS KAKEK DIBELAKANGMUUUUUUUU, 'teriak Kurotsuchi dari kejauhan.
DEGGGGGG
'Sialllll, 'gerutunya kemudian sambil mencoba menghindar secepat mungkin. Namun-,,,
Greeeeepppp
Sebuah lengan kekar telah mencekal leher belakangnya terlebih dulu.
"Ughhh,, le-lepaskan aku bocah, 'meski dalam keadaan terdesakpun Oonoki tetaplah menunjukkan sikap aroganya.
"Tidak sebelum kau mati pak tua, 'desis Naruto tajam disamping telinga Oonoki.
__ADS_1
Perbandingan fisik yang berbeda jauh membuat Kage ketiga dari Negara tanah itu tak bisa berbuat banyak.
Krakk
Grakkk
"ARRRRRGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHH, 'teriaknya keras dengan mata melotot lebar tatkala merasakan desakan kuat dari sebuah kaki menghantam punggungnya yang sedikit bungkuk. Dalam kondisi melayang itu tak ada yang bisa membantu Tsucikage.
Tak ada sedikitpun exspresi diraut wajahnya ketika melakukan penyiksaan yang begitu biadab, tak ada guna untuk melakukan perlawanan, karena kematian tak akan pernah bisa mereka hindari, meski bersujud dan memohon maaf, semua akan tetap berjalan sebagaimana takdir mengatakan.
Kkkrraaakkkkk
"ARRRRRRRGGGGGGGGGGGHHHHHHH,,, TERKUTUKLAH KAU IBLISS"
Kakek tua kerdil itu meraung hebat dengan sumpah serapahnya tatkala Naruto mencabut kedua tanganya seperti mencabut rumput dengan begitu mudahnya. Kemudian lengan kekar yang menggenggam leher belakang Oonoki itu terayun kuat kebawah dengan penuh tenaga.
Wussssshhhhh
Braggghhhh
"Ohokkkkkkk,,, coughhhh,,, 'darah menyembur deras ketika tubuh kecil itu menghantam tanah dengan begitu kuat, seperti sebuah sampah yang sudah tak lagi dibutuhkan, terhempas dalam rasa sakit dan derita, meninggalkan teriakan pilu dari mereka semua.
Si pelaku,, tetap diam diudara, melayang dengan bebas, hingga kemudian, seakan terjatuh tubuh itu meluncur deras kebawah tepat dimana tubuh Oonoki terbaring.
Wusssshhhhh
Braggggghhhhhh
Sebuah kepalan tangan telah meremukkan dada dari Kage tua bangka tersebut, mata itu melotot sempurna, diiringi muntahan darah yang begitu kental, kesadaran akhir yang tersisa.
"Ohoooooookk, ke-keparat kau Na-,,,
Jresssssshhhhh
Leher itu,, telah terlepas dari tubuhnya, tergeletak dalam bangkai yang mengenaskan, tak berhenti sampai disitu, "Dia" Naruto kembali menyiksa tubuh tak bernyawa itu dengan bengis dan biadab.
Brakkk
Brakkk
Brakkkkkk
Pukulan demi pukulan terus ia hujamkan dalam bangkai Tsucikage itu, matanya telah benar-benar dibutakan dendam.
Namun,, kalian salah jika mengatakan ini hanyalah dendam semata, karena bagaimanapun, inilah jalan kebenaran yang ia tempuh untuk menegakkan hukum dunia yang telah manusia nistakan. Darah, kekotoran, semakin hina dan biadab dalam kutukannya sebagai pemangsa jiwa-jiwa kotor para pendosa.
"HAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRGGGGHHHHHHH,,, 'teriakan murka dari Naruto seakan membuat dunia terguncang,.
Semakin ketakutan ketika dihadapkan dengan pembantaian nyata, melihat dengan detail bagaimana "Dia"yang telah bangkit dari kesengsaraan merampas nyawa dan hidup para Shinobi.
,,
,,
Sedetik kemudian sebuah sulur-sulur kayu berwarna coklat telah membelit tubuh Naruto dengan sangat kuat, hingga selanjutnya sebuah pukulan super kuat mementalkan tubuh Naruto beberapa puluh meter kebelakang dimana tempat Chouji yang tengah berada disalib berada.
Wusssss
Brugggggghhh
'Ughhhh, jadi nenek tua itu masih hidup, 'gumamnya dalam hati ketika ia tau siapa pemilik pukulan super kuat ini.
ketuk
ketuk
,,
"Kakashi-senpai, apa yang sebenarnya terjadi, 'tanya sang ketua Anbu Konoha.
Mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut berada, dan Kakashi dapat melihat Tenzou Yamato bersama Mitarashi Anko dan Morino Ibiki baru saja datang.
"Hah, buruk Yamato,, "Dia" telah kembali, dan telah mengambil beberapa nyawa diantara kita, 'jawab Kakashi pelan dengan membocorkan langit hitam kelam.
Deegggg
"Ja-jadi yang tadi itu-,,,
"Kalian benar, "Dia",,,,, Uzumaki Naruto, benar-benar telah bangkit, 'lanjut Kakashi kemudian
"Ti-tidak mungkin, bagaimana bisa, 'ucap ketiganya tak percaya.
"Hentikan keterkejutan kalian, lebih baik persiapkan diri kalian, ini akan menjadi malam yang panjang, 'lanjut Kakashi yang kini tengah memandang kedepan tempat dimana Naruto berada.
,,
Biru Saffier beku itu kini tengah mengungkapkan diam seorang perempuan bersurai pirang pucat yang tampak berdiri angkuh dihadapannya, tak ada yang berubah dalam pandanganya, hanya wajah naif tak berdosa. Kemudian datang lagi seorang laki-laki berambut hitam panjang bermatakan ular.
"Senju Tsunade dan-,,,
"Orochimaru, 'desis tajam Naruto kemudian.
Kedua nama yang dipanggil tetap diam, doa dari Legenda Sannin Konoha yang tersisa itu kini tengah menunjukkan sikap waspada ketika mendengar nada datar nan kosong dari pemuda dihadapannya. Benar-benar terasa dingin dan menusuk.
"Kau masih hidup bocah, lalu datang dan mencari pembalasan dendam?, 'balas Tsunade sinis kemudian.
Sedangkan Naruto hanya diam, memandang lekat-lekat sosok perempuan yang pernah ia anggap sebagai ibu itu, entah mengapa tidak terasa nyeri, ternyata, perempuan dihadapannya itu juga terlibat.
"Khukhukhuuu,, aku tak menyangka kau sekarang begitu banyak berubah Naruto,, dan-,,
"Bagaimana kau bisa terus bangkit meski ragamu telah hancur"
"Apa yang dimaksudkanmu Orochimaru?, 'tanya Tsunade bingung, ia tidak mengerti kejadian sejauh ini.
"Dia",,, tak bisa mati Tsunade, sepertiku yang ingin mencapai kesempurnaan yang kekal, 'jawab Orochimaru kemudian.
Deeggg
Tsunade hanya tersentak kaget mendengar ucapan Orochimaru barusan.
"Ja-jadi-,,,
__ADS_1
"Yah! "Dia" Abadi"
,,