Dark Creature

Dark Creature
King Enma


__ADS_3

Sang Surya telah bersembunyi kembali dibelahan bumi lainya, menyisakan langit hitam yang ditaburi berjuta Bintang, dengan sinar Bulan yang memberikan pencahayaan ala kadarnya, pada awalnya kehidupannya bisa dikatakan seperti sang Surya, begitu diharapkan kehadirannya, namun begitu ditakutkan jika mendekat, menghangatkan dan mampu menyinari segala yang berada dibawahnya, namun enggan diharapkan kebersamaannya.


Namun ia kini memutuskan untuk tenggelam dalam kegelapan, dan suatu ketika ia akan kembali muncul kepermukaan dan menunjukkan keperkasaannya, melawan apapun yang menghadang jalanya, dan berusaha naik kembali keatas untuk menunjukkan betapa berbahayanya telah bermain-main dengannya, cepat atau lambat, semua akan terjawab seiring berjalannya roda kehidupan.


Suara jangkrik tampak terdengar nyaring dan bersahutan malam itu, angin bertiup dengan irama yang menyejukkan, dapat kita lihat dua orang pemuda dan satu remaja tengah duduk melingkar menghadap sebuah bara api dengan rusa yang dipanggang diatasnya, ketiga sosok tersebut tidak lain adalah, Uzumaki Naruto, Sabaku Gaara, dan Sarutobi Konohamaru, mereka bertiga kini memutuskan untuk mengisi perut setelah pertemuan siang tadi yang cukup menguras tenaga, mungkin itu hanya berlaku untuk Konohamaru saja,


Dinginya malam itu terasa begitu jelas menyentuh kulit tiga Shinobi tersebut, disebuah Gua yang merupakan tempat Gaara dan Konohamaru bersembunyi selama ini,


Hening,, hanya terdengar suara jangkrik dan lahapan api yang memakan kayu bakar, mereka bertiga hanya bisa terdiam, sibuk dengan fikiran mereka masing-masing, Konohamaru tampak jengah dengan keadaan yang seperti ini, karena bagaimanapun bocah berisik itu tak terbiasa dengan keadaan seperti ini.


"A-ano, Ni-san,, bolehkah aku bertanya,, 'ucap Konohamaru yang memulai pembicaraan.


Kedua pasang mata yang berada di hadapanya itu tampak mengalihkan pandangannya menatap diam Konohamaru. Dan hal itu cukup membuat remaja 15 tahun itu gugup.


"Katakanlah,, 'jawab Naruto singkat,,


"Begini,,, a-apakah kau punya satu atau dua Jutsu yang bisa kupelajari,, 'balas Konohamaru yang kini tertunduk lesu,, menyadari jika ia masih sangat lemah daripada dua Shinobi dihadapannya.


"Tidak,,,, 'jawab singkat yang bersangkutan.


Entah mengapa jawaban dari Naruto membuat Konohamaru lemas seketika.


"Tapi aku punya sesuatu yang seharusnya sudah kuserahkan padamu,, 'lanjut Naruto kemudian.


"Sesuatu,, apa itu Ni-san?, 'tanya Konohamaru antusias.


"Heeeeemmm hanya sebuah warisan dari seorang kakek kepada cucunya"


"Eeeehhh,, pak tua itu mewariskan sesuatu untukku?, 'balas Konohamaru tak percaya jika mendiang kakeknya meninggalkan sesuatu yang berharga untuknya.


"Begitulah,, 'jawab Naruto sembari mengeluarkan sebuah gulungan coklat dari ketiadaan dan melemparnya langsung kearah Konohamaru.


Debb


Dengan mata berbinar-binar Konohamaru menangkap gulungan yang Naruto lemparkan kepadanya.


"Heheheee,, kuharap ini berisi Jutsu-jutsu hebat dari pak tua itu,, 'gumam Konohamaru bersemangat, kemudian membukanya langsung tanpa berbasa-basi,, dan-,,,


Donggggg!


"Apa ini,, mengapa hanya ada tulisan dari dua nama digulungan ini,, cih,, pak tua itu mengerjaiku, 'rutuk Konohamaru setelah melihat apa yang diharapkannya tak sesuai kenyataan, dalam gulungan tersebut hanya tertulis dua nama dalam bentuk tinta darah, nama pertama yang tertulis adalah, Sarutobi Sasuke, kemudian Sarutobi Hiruzen, dan tak ada sesuatu yang istimewa sama sekali menurutnya.


Gaara hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah bocah yang lima tahun ikut bersamanya itu, sedangkan Naruto hanya bisa menghela nafas melihat kebodohan muridnya itu hampir menyamai kebodohanya dulu.


"Aku tak menyangka otakmu begitu bodoh Konohamaru,, 'ucap Naruto kemudian melihat raut wajah frustasi dari muridnya itu.


"Hey apa maksudmu Ni-san, aku tidaklah sebodoh itu,, 'bantahnya merasa tak terima dikatakan bodoh entah sudah yang keberapa kalinya,,,


"Kau tau dua nama yang tertulis di gulungan itu?, 'tanya Naruto dengan tenang.


"Tentu saja aku tau, Sarutobi Sasuke merupakan Shinobi hebat dimasa kejayaanya dulu ketika perang dunia Shinobi pertama, dan merupakan orang tua dari Hiruzen-jiji,, begitu pula Hiruzen-jiji yang merupakan Shinobi legenda pada masanya yang begitu terkenal dimedan perang dunia Shinobi ke-2 karena kemampuan dan pengetahuannya hingga mendapat julukan "The Professor",, 'jawab Konohamaru dengan sedikit jengkel karena ia merasa menjadi satu-satunya anggota Klan hebat yang lemah.


"Lalu apakah kau melupakan satu hal yang menjadi ciri khas dari dua Shinobi hebat itu, 'lanjut Naruto kemudian.


"Heemmm sebentar biar kuingat-ingat,,


?


?


"Ah aku tau, Sarutobi Sasuke merupakan pemegang Kontrak Kuchiyose pertama dari King Enma, sedangkan pak tua itu menjadi penerus Kontrak selanjutnya, mereka begitu terkenal ketika bertarung bersama partner Kuchiyosenya itu, karena menurut pengetahuanku King Enma merupakan Kuchiyose yang bisa digunakan sebagai partner bertarung dan juga memiliki kulit yang lebih keras dari berlian sekalipun,, lalu apa hubunganya dengan gulungan ini,, 'terang Konohamaru sambil memegang dagu dengan pose seseorang yang tengah berfikir.


"Kau benar Kono, dan gulungan itu adalah segel Kontrak dari kepemilikan Kuchiyose King Enma"


"Apa mungkin-,,


"Yah,,, Hiruzen-jiji telah mewariskan Kuchiyosenya itu kepada cucu satu-satunya, berharap kau bisa menjadi Shinobi hebat dengan caramu sendiri, dan meneruskan perjuangannya sebagai pemilik Tekad Api Konoha. Hiruzen-jiji menitipkan gulungan ini kepadaku sebelum kematiannya, karena waktu itu entah bagaimana Hiruzen-jiji sadar jika ia takkan bisa melihatmu tumbuh dewasa lebih lama lagi,, 'jelas Naruto sambil mengingat-ingat memori kematian Sandaime-Hokage, satu-satunya Shinobi yang dengan tulus memberikanya perlindungan tanpa mengharapkan pamrih, dan jujur ia begitu mengagumi mendiang Hokage ke-tiga itu. Karena bagaimanapun berkat beliaulah ia bisa tumbuh lebih baik dan bisa merasakan apa itu sebuah Kasih sayang.

__ADS_1


,,


,,


TESSSS


TESSSS


Tanpa terasa airmata telah membasahi pelupuk mata dari satu-satunya anggota Klan Sarutobi yang tersisa itu, sejauh ini ia tak pernah berfikir bagaimana kakeknya itu menunjukkan Kasih sayangnya, ia mengira kakeknya tak pernah perduli, namun ketika ia mengingat dan terus menggali ingatanya lebih dalam lagi, ia bisa melihat satu-persatu kepedulian dan perhatian kakeknya itu kepadanya,


"Hikzz,,, pak tua itu,, 'gumamnya pilu dengan kepala tertunduk, berusaha menyembunyikan airmatanya yang terus menerus turun dari singgasana kelopak matanya.


Suasana nampak kelabu dengan rintih tangis dari bocah berusia 15 tahun tersebut, kesedihan begitu jelas terlihat diraut wajahnya.


"Sudahlah, percuma saja kau menumpahkan airmatamu"


"Sekarang lebih baik kau coba panggil King Enma dengan segel Kuchiyose,, dan mintalah persetujuannya,, 'ucap Naruto kemudian,,,


"H-hai,, aku mengerti,, 'balas Konohamaru sembari menghapus airmatanya,,


Kemudian Konohamaru segera berkonsentrasi, dan bersiap melakukan rangkaian segel pemanggilan Kuchiyose.


King Enma


Senpou : Kuchiyose no Jutsu


Boftzzzz


Muncul sebuah kepulan asap mengiringi kedatangan hewan Kuchiyose yang telah Konohamaru panggil.


"Grrrr,, siapa yang berani memanggilku, 'ucap Suara berat dari balik asap yang mengepul.


"Aku lah yang memanggilmu kesini Enma-sama,, 'balas Konohamaru kemudian, berusaha menyembunyikan perasaan takutnya, walau bagaimanapun Enma merupakan Kuchiyose yang tak bisa diajak kompromi dengan perwatakan tegas dan keras.


Setelah asap yang mengepul tadi telah hilang seutuhnya, Raja Kera itu dapat melihat dua manusia dan satu lagi entah makhluk apa, mengingat, tekanan auranya saja sudah membuat Kuchiyose Raja Kera itu merasakan firasat yang tak mengenakkan.


'Siapa pemuda pirang itu, auranya sangat mengerikan, dan aku juga merasakan aura gelap lain didalam tubuhnya, pemuda itu sangat berbahaya, 'fikir Enma dalam hati.


Beberapa saat kemudian Enma segera mengenyahkan fikiranya dan menatap sipemanggil.


"Grrrr,, apakah kau yang memanggilku ketempat ini bocah,, 'tanya Enma dengan nada yang terdengar remeh.


"Kau benar Enma-sama, aku yang telah memanggilmu, 'balas Konohamaru kemudian.


"Memangnya siapa kau dengan lancang berani memanggilku kemari, 'tampak nada tidak suka terucap dari hewan Kuchiyose itu.


"Aku,, Sarutobi Konohamaru, cucu dari mendiang Hiruzen-jiji,, 'balas Konohamaru dengan mantap tanpa keraguan sedikitpun, meski awalnya merasa ragu dan takut.


'Heeeemm,, jadi bocah ini yang hiruzen katakan agar kelak meneruskan Tekadnya, 'fikir Enma dalam hati, mengamati dengan teliti perawakan dari bocah dihadapanya tersebut!


"Lalu atas dasar apa kau memanggilku, meskipun kau cucu dari Hiruzen bukan berarti kau memiliki hak untuk memanggilku seenaknya bocah, hanya mereka yang kupilihlah yang berhak memanggilku,, 'ucap Enma dengan tegas berusaha menjatuhkan dan membuat mental bocah dihadapanya ini turun.


"Aku tau itu Enma-sama, untuk itulah aku memanggilmu kemari, aku ingin memintamu menjadi partner Kuchiyoseku, 'jawab Konohamaru berterus terang.


"Partner Kuchiyose, cih! Aku tak sudi menjadi partner dari bocah lemah sepertimu, kau tak memenuhi exspetasiku bocah, 'jawab Enma tegas, ia tak peduli meski bocah dihadapanya ini merupakan keturunan dari pemegang kontrak pertama dan keduanya, karena ia hanya memilih tuan yang kuat dan bisa mengalahkanya.


"Ta-tapi-,


"Sudahlah bocah, enyahkan pemikiranmu untuk menjadikanku partner Kuchiyosemu,, kau lemah".


Pupus sudah,, begitulah kira-kira pemikiran Konohamaru, ia benci lemah, ia ingin kuat. Kepalanya tertunduk dalam diam, jari-jarinya mengepal erat, dengan gigi yang bergemelatuk, bukan ia marah, sudah sejauh ini ia berusaha kuat, namun upayanya tak begitu membuahkan hasil, meski pada kenyataanya kemampuanya sudah cukup untuk melawan seorang Kage, tapi ia masih belum puas dengan hasil yang ia raih.


Namun hal yang tak terduga terjadi ketika pemuda berambut pirang yang tidak lain adalah Naruto berdiri dari duduknya, dan kemudian berjalan kearah Enma dengan sorot mata yang menunjukkan kebengisan, seketika itu pula hawa jahat begitu kental memenuhi gua tersebut.


Tap


Kini Naruto berdiri tepat dihadapan sang Raja kera itu, hanya dua meter jarak yang tersisa diantara keduanya, sedangkan Konohamaru yang melihat Naruto yang sedang dalam mode tersebut hanya bisa menyingkir kebelakang, karena ia tahu betapa berbahayanya Naruto saat ini, dengan aura nya saja sudah membuatnya ketakutan.

__ADS_1


Enma pribadi hanya bisa menaikkan alisnya bingung meski ia akui pemuda dihadapanya ini sangat berbahaya, terbukti aura yang kini dipancarkan terasa begitu kelam, hingga membuat kulit kerasnya itu seakan mengalami radiasi, ego yang begitu tinggi membuat si Raja kera itu mengabaikan kenyataan tersebut.


Tampak perbandingan yang begitu signifikan ketika keduanya saling berhadapan, tubuh Enma yang tinggi besar dua kali orang dewasa, sedangkan Naruto hanya seorang pemuda yang memiliki fisik diatas rata-rata.


"Apa yang kau mau bocah, 'ucap King Enma dengan sarkas.


Namun Naruto tetap diam tak membalas ucapan Summoner Raja kera itu. Hanya wajah kosong dengan tatapan hampa yang terlihat.


Geram, tentu saja hal tersebut membuat king Enma geram, berani-beraninya pemuda dihadapanya ini mengabaikan pertanyaanya.


"Cih ! Berani-beraninya kau mengabaikanku makhluk rendah, 'lanjut Enma yang langsung menghantamkan lengan kananya kewajah Naruto.


Naruto yang melihat kepalan tangan besar yang sebentar lagi akan menyentuh wajahnya hanya tetap diam tak bergeming, sedetik kemudian kepalan tangan besar itu hanya mengenai udara kosong, Enma yang melihat kecepatan pemuda dihadapanya hanya bisa melotot tak percaya, kecepatan gila yang tak bisa diperkirakan sama sekali, begitu juga dengan Gaara dan Konohamaru,


Dan-


Greeepp


Sebuah lengan raksasa berwarna hitam pekat yang terbentuk dari gumpalan Chakra itu telah mencekik leher dari sang Raja kera itu tanpa terduga sama sekali.


"Kau tau apa kesalahanmu?, 'tanya Naruto dengan nada yang terdengar menusuk.


"Gggaaahh,, le-lepaskan aku bedebah, 'racau sang Raja kera dengan susah payah, terus meronta untuk melepaskan dari lengan hitam yang kini tengah mencekiknya dengan kuat.


"Pertama,, untuk ukuran Kuchiyose lemah kau terlalu arogan. Yang kedua, kau berfikir seolah kau yang terkuat disini. Yang ketiga, kau berani mengayunkan lenganmu untuk menyentuhku"


"Sadarilah dimana batasmu,, aku tak peduli jika harus melenyapkanmu detik ini juga, 'ucap Naruto dengan nada yang terdengar dingin dan menusuk. Sorot mata yang tajam terasa begitu mengintimidasi King Enma,


Sedangkan Enma sendiri menyadari jika ia telah membuat pilihan yang salah, dan ia berharap ia bisa lepas dari maut untuk sekedar mengambil pilihan yang tepat.


Lalu dengan mudahnya Naruto menyentakkan lengan Chakra berwarna hitam itu dengan kuat.


Bruagghhhhhhh


"Arghhhhhh,, cough,, 'teriaknya kesakitan ketika tubuh sekeras berlian itu menghantam dinding gua hingga jebol, sungguh kuat, begitulah yang ia rasakan kini, darah segar keluar dari mulutnya akibat hantaman keras tersebut, kini ia hanya bisa merintih kesakitan disela-sela runtuhan Batu tersebut.


Tap


Tap


Tap


Grakkkk


"Arrrrrrrgggghhhh,, 'teriakan lebih kencang dari sebelumnya kini terdengar begitu pilu kala Naruto kembali menghantamkan lengan Chakra itu pada tubuh Enma yang tengah tergeletak.


Tap


Tap


Tap


"Fikirkan kembali sebelum aku benar-benar meremukkan seluruh tulangmu Enma, 'ucap Naruto yang kini sedang berjongkok dihadapan Raja kera yang sedang terbaring lemah.


"Ba-baiklah aku mengerti, 'mau tak mau ia harus merelakan harga dirinya jatuh kalah tanpa perlawanan yang berarti, sungguh ia tau makhluk dihadapanya lebih berbahaya dari Monster sekalipun.


"Baguslah,, 'balas Naruto singkat kemudian bangkit dan berjalan kearah Konohamaru yang kini merasa ketakutan. sedangkan Gaara hanya bisa terdiam melihat kebengisan Naruto barusan, hanya satu kata yang bisa ia simpulkan,


,,


,,


"Mengerikan".


...


...

__ADS_1


...


...


__ADS_2