Dark Creature

Dark Creature
Dark Rikudou


__ADS_3

"Begitulah, entah mengapa aku berfikir jika takdirku akan berakhir bersama kalian, dan sejujurnya tak ada alasan untukku bertarung melawan kalian, tujuanku berbeda dengan kedua rekanku, mereka berniat menjadi yang terkuat dengan mengambil seluruh Energi Chakra di dunia yang dibesarkan Rikudou. Dan itu bertentangan dengan prinsip yang kuyakini, sedangkan aku hanya berniat mengakhiri kutukan Rikudou dengan menghancurkan sistem dan kehidupan didunia yang gagal ini, aku lelah melihat mereka semua terus berperang dalam kebodohan mereka, dan untuk itulah,, aku berniat mengakhiri semua kutukan yang ditinggalkan Rikudou. Dan pada kenyataanya Reingkarnasi Ashura sendiri yang telah lebih dulu mengakhiri kutukan turun temurun itu, 'jawab Toneri sembari menerawang jauh kelangit.


"Jadi begitu,, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?"


"Entahlah,, aku sendiri tak tau,, tujuan hidupku hanya untuk menghancurkan dunia ini,, menghantamkan bulan kebumi, 'lanjut Toneri kemudian.


'Menghantamkan bulan kebumi? Apa mungkin itu bisa dilakukan? 'Gumam Gaara dalam hati. Mempertanyakan sesuatu yang menurutnya mustahil untuk dilakukan.


"Ah sepertinya kita terlalu banyak berbasa-basi, bagaimana kalau kita lanjutkan pertarungan kita yang tertunda ini,,"


"Bukan ide yang buruk, baiklah! Jangan ragu untuk mengeluarkan seluruh kemampu -,,


"Toneri,, Otsutsuki Toneri,, 'potong Toneri kemudian.


"Baiklah Toneri, jangan menahan diri"


"Dengan senang hati! "


„„


„„


Setelah kepulan asap itu berlalu, hanya kekosongan yang tersisa, entah sang target telah musnah bersama ledakan tersebut atau berhasil lolos dari Serangan Lima Naga Elemen barusan.


"Sial! Jika pemuda itu musnah, dengan kata lain Monster didalam tubuhnya bisa dipastikan ikut lenyap bersamanya. Cih! Aku terlalu ceroboh, 'rutuk Momoshiki kemudian.


Namun beberapa saat kemudian Momoshiki merasakan sebuah keanehan, ketika langit perlahan menggelap hitam, entah kemana perginya sang Surya yang tampak lenyap begitu saja, tempat yang semula cerah tersebut kini tampak meredup.


Tampak angin bertiup kencang, diiringi kilatan petir dengan gemuruh yang bergejolak diangkasa.


'Ada apa ini, 'ucapnya dalam hati ketika merasakan sebuah perubahan Atmosfer yang menurutnya tak wajar.


Tes...


Tess...


Tesss...


Mulai dari satu tetes, dua tetes, tiga tetes, Tampak rintik hujan mulai mengguyur bumi tempat mereka berpijak dengan begitu deras.


Wussshhhhh


Tekanan angin semakin bertiup kencang membuat Momoshiki cukup kesulitan mengendalikan tekanan Gravitasi.


„„


Meski keempatnya merasakan perubahan Atmosfer tersebut, namun mereka tetap bertarung dengan semangatnya, terlebih untuk Konohamaru yang berusaha untuk terus menghancurkan senjata-senjata yang dikeluarkan lawanya dengan tongkat yang terus ia sabetkan kesegala arah.


„„


Kemudian sepasang mata Byakugan itu melebar tajam dengan urat-urat menonjol tatkala dari atas langit hitam ia melihat sesuatu yang seperti terbakar meluncur dengan sangat cepat kebawah.


Wussssshhhh


Kobaran api itu semakin mendekat semakin tampak berkobar ganas. 'Apa itu, 'batinya penasaran.


Terus menerus bergerak mendekati bumi,, dan-,,,,,


Wushhhhhhhhh


Booooooooommmmmmmmmm


Ledakan dahsyat kembali mengguncang Dunia Shinobi tatkala sebuah salib Raksasa berbalutkan kobaran api menghantam permukaan bumi tersebut. Mementalkan apa saja yang berada diradius jangkauanya. Derasnya air hujan yang turun tak mampu memadamkan kobaran api yang bergejolak tersebut.


'Ughh, apa itu,, 'ucap Toneri ketika mata biru bercahaya miliknya melihat sebuah tiang raksasa berbalutkan kobaran api.


Uhuk,, a-aapa yang sebenarnya terjadi,'


'Kekuatan ini, siapapun dia pasti sangat kuat, 'batin Kinshiki ketika ia melihat sesuatu yang tak biasa.


„„


Momoshiki kini menajamkan pandanganya kearah benda raksasa yang meluncur deras dari langit dan menancap gagah dipermukaan bumi, menerka-nerka segala kemungkinan, dan berusaha mendapatkan kesimpulan. "Apa yang sebenarnya terjadi, 'gumamnya yang terlihat kebingungan, dalam derasnya hujan itu telah membasahi sekujur tubuhnya, tampak lelehan air hujan yang berulang kaki turun membentang diwajah pucatnya.


Setelah itu muncul sebuah kabut hitam dihujung tiang raksasa yang diselimuti kobaran api. Beberapa saat berlalu,,, kabut hitam tadi tampak telah menipis,, samar-samar terlihat sedang berdiri sesosok tubuh pada hujung tiang raksasa itu.


Deeeeggg


'Tidak mungkin,, bagaimana bisa pemuda itu selamat dari serangan lima Elemenku tadi,'


Kini Momoshiki tampak melihat dengan jelas seorang pemuda yang tak lain adalah lawanya beberapa saat lalu, berdiri gagah berbalutkan kobaran api yang bergejolak dihujung tiang salib raksasa itu. "Siallll! Makhluk macam apa sebenarnya "Dia"itu, 'ucapnya dengan kesal ketika melihat lawanya tampak baik-baik saja dengan pandangan yang menurutnya sangat memuakkan, ketenangan dan pembawaan emosi yang sempurna untuk ukuran seorang petarung.


„„„


"Dunia ini telah tua dan rapuh,, sudah waktunya aku mengakhiri lembah terkutuk ini, 'gumam pemuda bersurai pirang keemasan tersebut. Memandang kosong jauh kedepan tempat dimana lawanya berada.


"Khukhukhuuu, dan sudah waktunya bagi sang Exsekutor untuk menghancurkan mereka semua para pendosa, 'lanjut suara serak nan berat dari dalam diri pemuda itu.


"Yah! Lagi-lagi semua karena takdir dan kutukan! "


"Grrrr,,, kau menyesali pilihanmu?"


"Tak ada yang harus disesali, Kurama! Karena inilah jalan hitam demi keadilan, bukan lagi jalan seorang bocah bodoh yang ingin menciptakan perdamaian,, 'gumam Naruto dengan mata terpejam.


"Khukhukhuu,, mengingat masa lalu heh? "


"Begitulah,, sedikit bernostalgia tak apa bukan, walau bagaimanapun, itulah potretku dimasa lalu,"

__ADS_1


"Yah! Kau benar Gaki,, sudah sejauh ini semuanya berlalu,, 'balas lagi sang rubah hitam, tampak wajah garangnya terlihat damai, mengingat-ingat memori perjalanannya sejauh ini bersama sang-Host..


„„„„


Wajah itu kembali menunjukkan kemarahan besar, ia merasa dipermainkan, dan kini, ia tak peduli lagi meski harus benar-benar menghancurkan lawanya tanpa sisa.


"Keparat,, wajah itu benar-benar semakin membuatku muak,,"


Kemudian Momoshiki kembali merentangkan lengan kirinya kedepan. "Kau akan menyesal telah melakukan semua ini makhluk rendahan, 'lanjutnya kemudian, sembari menciptakan sebuah bola hitam kemerahan yang perlahan membesar dari telapak tangan kirinya.


Wussssssshhhhhh


Wussssssshhhhhh


Gelombang angin kuat mengiringi terbentuknya bola merah tersebut dalam ukuran besar, seakan menutupi langit dalam pandangan siapapun.


„„„


"Ughhh,,, hah,, hah,, hah! Kekuatan besar apa itu 'gumam Konohamaru ketika tanpa sengaja melihat bola raksasa hasil ciptaan Momoshiki. Tampak deru nafasnya yang begitu memburu, dilihat dari segi manapun, remaja berusia 15 tahun itu amat memaksakan kemampuanya, meski ia sendiri tau jika lawanya itu bukanlah tandingannya.


"Keh,, hah,, hah,, sekarang tamatlah kalian semua, hah,, hah, hah,, Tuan Momoshiki akan segera mengakhiri pemuda itu,, 'ungkap Otsutsuki bertubuh besar tersebut dengan percaya diri.


"Hah, hah,, hah!,, itu tak akan terjadi,, dan tak akan pernah terjadi, 'balas Konohamaru terengah-engah.


,,,


"Akan kumusnahkan makhluk rendahan seperti kalian, 'gumam Momoshiki.


Wusssssshhhhhhhhhhhhhhhhhhh


Bola itu bergerak kearah targetnya berada, sekilas tampak lebih besar dari sebuah Bijuudama.


Mata itu tetap menunjukkan kekosonganya ketika ia dihadapkan dengan sebuah bola energi besar, tak tersirat sedikitpun ketegangan ataupun ketakutan. Mengusap pelan raut wajahnya, dan kemudian ia menarik nafas perlahan dan ia hembuskan kasar. Lalu memutuskan untuk memejamkan kelopak matanya.


"Hah! "


Sora ni akiesaru


Seiring sebuah ucapan singkat darinya, menyusul sebuah Energi hitam meledak dari tubuhnya ketika serangan besar dari Momoshiki mulai membentur tubuhnya.


"HAAAAARRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHH"


DUAAAAAAAAAAAAARRRR


BOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMM


Ledakan dasyat terdengar begitu menggelegar disetiap Indra pendengaran mereka yang menyingkir jauh dari area jangkauan Jutsu tersebut.


„„


"Gyahahahahahaaaaaaaaaaa,,,,,, pada akhirnya pemuda itu harus musnah, itulah hukuman bagi siapapun yang berani melawan dewa,"


„„„


Beberapa menit berlalu menegangkan,, bagi Kinshiki dan Momoshiki, mereka berdua yakin jika kekuatan tersebut telah memusnahkan targetnya tanpa sisa, sedangkan bagi Konohamaru dan gaara, mereka berdua tetap yakin jika Naruto mampu bertahan dari serangan dahsyat barusan.


Toneri tetap diam, sembari terus mengamati pekatnya asap tebal jauh dihadapanya. Ia ingin melihat bagaimana pemuda bersurai pirang itu menghadapi terjangan Jutsu pemusnah dari Momoshiki.


'Pemuda itu benar-benar penuh misteri,'


,,,,


Setelah semua berlalu,,, perlahan asap mulai menghilangkan wujud putihnya, sedikit demi sedikit mulai tampak pemandangan mengerikan, dimana kini sebuah kawah raksasa tampak menggantikan lahan luas ditepi jurang tersebut, hanya tersisa kabut putih ditengah-tengah kawah raksasa hasil dari sebuah serangan besar dan kuat.


Lalu,, melesatlah sebuah pedang hitam kelam dari kepulan asap tersebut menuju Momoshiki yang tampak melemahkan pertahananya. Ketika ia tertawa dengan psycopat sembari menembakkan serangan-serangan beruntun kesegala arah.


Dari kejauhan tanpa sengaja Kinshiki melihat pedang hitam berkecepatan tinggi tersebut melesat kearah tuanya.


Degggg


'Sial,,, hah,, hah,, hah,, Tuan Momoshiki dalam bahaya'


Wusssshhhh


Tanpa menunggu lama Kinshiki melesat dengan cepat. Meninggalkan Konohamaru yang jatuh berlutut menggunakan tongkatnya sebagai tumpuan.


Jlebbbb


"Ohookkkkk"


Deggg


"A-apa, K-khinshiki,, 'ucap Momoshiki yang menghentikan tawanya tatkala ia melihat dihadapannya berdiri Kinshiki yang telah tertembus pedang, saat itu pula ia tau, punggawanya telah berusaha melindunginya ketika ia lengah tak menyadari sebuah pedang yang melesat kearahnya.


"Ughhh,, se-sepertinya hanya sampai disini saja aku m-menjagamu,, T-tuan Momoshiki, 'ucap Kinshiki lemah dengan kepala tertunduk. Tampak darah perlahan merembes keluar dari sela-sela pedang yang menembus jantungnya, tampak semakin deras ketika darah itu berbaur guyuran air hujan.


"Kinshiki,,"


"S-sudah tugasku menjadi pelindung anda Tuan, ughh! Dan sekarang tuan bisa menyerap seluruh Energiku"


„„


Asap yang tersisa ditengah-tengah kawah raksasa itu telah hilang sepenuhnya,, dan kini terlihat seorang pemuda yang berbalutkan chakra hitam pekat yang bergejolak, tetap berdiri tak bergeming dihujung tiang salib yang tak sedikitpun mengalami kerusakan sama sekali akibat terjangan dasyat Jutsu Momoshiki.


Ti-dak mungkin,, bagaimana bisa pemuda itu tetap baik-baik saja, bahkan tiang raksasa itu tak tergores sedikitpun, 'ungkapnya tak percaya, baginya itu mustahil mengingat serangan tersebut memiliki daya hancur sangat besar. Mata biru tajamnya tak bisa lepas dari pemuda yang tetap berdiri tegak dengan gagah. Dan ia bisa melihat ukiran Tatto dipunggung pemuda tersebut, entah mengapa ia serasa familiar ketika melihat Tatto itu terus menerus, seakan ia pernah melihatnya entah dimana.


Kemudian menelisik jauh pada kepingan ingatan masa lalunya, mencoba untuk terus menggali ingatanya yang tersimpan.

__ADS_1


Deeeeggg


'Tatto itu,, mirip pada sebuah ukiran di reruntuhan kota kuno waktu itu, dengan kata lain,, jika memang itu benar, pemuda itu yang menjadi wadah dari kebangkitan makhluk Neraka yang begitu melegenda, kekuatan yang konon hanya mereka yang telah mengalami kesengsaraan dan kekejaman hidup mengerikan yang mampu membangkitkannya, 'ungkapnya tak percaya, sempat berfikir jika hal itu hanyalah sekedar mitos, tapi kini ia mulai percaya melihat Tatto itu melekat dipunggung pemuda bersurai pirang keemasan tersebut.


Entah apa yang saat ini Momoshiki rasakan ketika melihat rekan yang merupakan penjaganya itu tengah sekarat.


'Aku tak akan menyia-nyiakan pengorbananmu,, Kinshiki,, '


Lengan kanan itu bergerak perlahan kedepan. Kala itu,, raut wajahnya tampak datar, dan kemudian,, Rinnegan merah itu kembali bersinar terang.


Wushhhhh


"AARRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHH, 'jerit keras Kinshiki ketika tubuhnya mulai terserap, dan kemudian,, tubuh besar itu berubah bentuk menjadi seonggok buah merah digenggaman telapak tangan Momoshiki.


„„„


Konohamaru,, Gaara dan Toneri hanya bisa terbelalak kaget ketika melihat hal tersebut, sungguh diluar dugaan ketika mereka melihat Momoshiki menyerap Kinshiki dalam bentuk buah Chakra.


"D-dia menyerap rekanya sendiri, 'ucap Konohamaru dengan peluh menetes.


"Sepertinya itu bukan hal yang baik, bukan begitu,, Toneri? 'Ucap Gaara kemudian!


"Kau benar, ketika ia menyerap seorang Otsutsuki lainya, ia akan mendapatkan kekuatan yang mengerikan, karena itulah, aku kurang bisa mempercayai mereka sebagai rekan, mereka bertindak atas Ego mereka sendiri, itulah sifat Otsutsuki murni, 'balas Toneri kemudian sembari menatap diam pemandangan jauh dihadapanya.


"Otsutsuki murni? "Tanya Gaara kemudian!.


"Yah! Mereka berdua hidup jauh lebih lama dariku, mungkin juga mereka telah hidup dizaman Kaguya, dengan menyerap Energi kehidupan, mereka mendapatkan kekuatan, umur yang sangat panjang hampir mendekati keabadian, itulah mereka para Otsutsuki murni, dan Generasi murni Otsutsuki dibumi berakhir pada masa Hagoromo dan Hamura, mereka berdua menikahi manusia bumi, yang kemudian menghasilkan Gen campuran, sedangkan aku merupakan Generasi campuran dari silsilah keturunan Hamura-sama, 'ungkap Toneri panjang lebar.


Gaara hanya bisa terdiam ketika ia mencoba memahami ucapan pemuda beberapa meter disampingnya, 'Ternyata dunia ini benar-benar penuh misteri'


"Dan sepertinya sudah tak ada alasan lagi untukku bertarung dengan kalian, karena masalah yang lebih besar baru saja dimulai, 'lanjut Toneri ketika ia melihat Momoshiki mulai memakan gumpalan Chakra berbentuk buah yang sebelumnya merupakan perwujudan Kinshiki.


„„


„„


Disisi lain Naruto tetap diam dengan pandangan yang senantiasa kosong. Kobaran api pada tiang salib tersebut tetap berkobar ganas dengan Naruto yang berdiri dihujung tiang salib, tubuhnya pun telah terguyur derasnya air hujan yang turun, membersihkan seluruh noda darah yang melekat ditubuh kekar pemuda berumur 23 tahun itu, membuat Tatto-tatto ditubuhnya nampak berkilat tajam bak memancarkan sinar kegelapan.


"Grrrrrr,,,, sepertinya semua baru saja dimulai, 'tukas sang rubah kemudian, ia mulai merasakan niat jahat yang begitu besar dari Otsutsuki tersebut.


"Percayalah ! akan tetap kubinasakan mereka para pendosa,, sekuat apapun itu, 'ikrar Naruto kemudian, baginya asalkan mereka semua makhluk yang memiliki jantung, akan tetap berhujung pada kematian. Karena ia memiliki kuasa mutlak dan Absolut atas jiwa mereka para pendosa.


"Aku mengerti, 'jawabnya singkat!


„„„


Suasana nampak semakin terasa berat dan mencekam, hawa kegelapan mulai terpancar pekat dari tubuh Momoshiki ketika telah menelan habis buah Chakra sebesar kepalan tangan. Buah Chakra yang terbentuk dari tubuh penjaganya yang telah ia serap. Dan perlahan,,, tubuh kecil yang terlihat feminim itu tampak mulai menunjukkan Evolusi yang begitu kentara ketika sedikit demi sedikit mulai membesar, kulit wajah pucat yang terlihat memerah, dengan corak putih dibawah kelopak mata, tampak cakar-cakar panjang menghiasi jarinya, sepasang tanduk besar dan kokoh, dan muncul sebuah Rinnegan perak di dahinya.


Wusshhhh


"HAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGG"


WUUUSSSSSHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH


Gelombang angin kencang seakan menyapu seluruh daratan tatkala Momoshiki berteriak keras. Dibarengi lonjakan Chakra gelap yang membuat siapapun bergetar.


„„„


Brughh


Brughhhh


Gaara dan Konohamaru telah jatuh tertunduk dengan mata melotot tatkala merasakan tekanan Chakra besar dan gelap Momoshiki, sungguh tekanan Chakra yang besar menurut mereka.


Sedangkan Toneri tetap berdiri tegak dengan tubuh berbalutkan Chakra biru terang, berusaha menetralisir energi gelap yang seakan berusaha membuatnya tunduk. Tampak peluh menetes dipelipisnya saat itu juga.


'Ughhh,,, Energinya melonjak drastis, 'gumamnya dalam hati ketika ia berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan posisinya.


'Si-sial,, makhluk itu mengerikan sekali,, 'rintih Konohamaru tatkala melihat Evolusi Momoshiki.


'Sekarang,, apa yang akan kau lakukan,,, Naruto, 'batin Gaara kemudian,, mengamati sahabatnya yang tetap berdiri gagah dihujung tiang salib raksasa.


„„„


Saffier bekunya tetap menunjukkan ketenangnnya ketika melihat lawanya yang sudah berubah jauh berbeda dari sebelumnya, bukan hanya fisik, melainkan kekuatan dan juga tekanan Chakranya tampak melonjak.


"Khukhukhuuu,, apa kau akan menghadapinya dengan itu?, '


Diam sejenak lalu memejamkan kelopak matanya. "Tidak,,, wujud itu terlalu beresiko,, jika aku tertelan seutuhnya dan lepas kendali, bisa dipastikan Gaara dan Konohamaru akan ikut kumusnahkan saat itu juga, 'balasnya tenang!.


"Begitukah! Tapi,, apa yang kau katakan benar Gaaki, wujud itu akan semakin membawamu dalam kekosongan dan kegelapan, dan jika kekangan segelnya terlepas seutuhnya, maka saat itu pula kau akan kehilangan kewarasanmu, bahkan kau tak akan mampu lagi mengenali dirimu sendiri"


"Aku tak perduli tertelan sekalipun asalkan tak ada mereka berdua didekatku, bagaimanapun mereka berdualah harapanku untuk tetap waras dan bertahan hingga sejauh ini, karena mereka merupakan jiwa suci yang harus kulindungi, jiwa yang tak pernah membiarkan rekanya menanggung beban dipundaknya seorang diri,"


"Yah!, pemuda pasir dan bocah bodoh itu,, mereka berdua adalah dua dari sekian banyaknya sahabat yang pernah singgah, dan hanya mereka berdualah yang benar-benar memiliki jiwa seorang Shinobi sejati, mereka meninggalkan desa, meninggalkan jabatan, dan meninggalkan kebahagiaan mereka untuk ikut bertempur bersama kita "jiwa hitam penuh noda,"


"Begitulah,, tapi,, aku tak bisa membiarkan mereka untuk mengikuti takdirku,, Kurama, waktu yang panjang akan membuat mereka termakan usia dan pada akhirnya-,,,


"Mati/Mati"


"Grrrr,, sepertinya kau harus cepat menghabisi makhluk itu, Naruto"


WUSSSHHHHHHHHHHHHH


Lagi dan lagi, tubuh kekar itu tampak kembali berbalutkan jubah hitam berlambangkan 9 magatama dengan sebuah lingkaran pola riak air dipunggung belakang, 9 bola hitam legam melayang mengelilinginya,, surai pirangnya kembali menggelap hitam kemerahan, dua tanduk kecil mencuat keatas dengan sebuah tongkat hitam lurus terselip dipunggung, tampak kerahnya dihiasi magatama membentuk sebuah kalung. Dan juga sepasang mata RinneSharingan yang bersinar terang.


Degggg

__ADS_1


"M-mode itu-,,


"Kegelapan Rikudou....


__ADS_2