Dark Creature

Dark Creature
Hari Penghakiman.


__ADS_3

"Sa-sasuke-kun,, ada apa dengan langitnya,, 'ucapnya ketika Emerald miliknya mengamati langit yang berubah hitam melingkupi seluruh daratan yang disebut Elemental Nation.


Namun yang dipanggil hanya diam, bibir itu terkunci rapat, Onix hitam kelam itu berkilat tajam, giginya bergemelatuk merasakan sensasi ini, sensasi kegelapan yang akan menghadirkan sebuah petaka besar.


"Entahlah Sakura, sepertinya akan terjadi sesuatu"


"Dimana Hinata?, 'tanyanya kemudian.


"Uuuummm kalo tidak salah Hinata sedang beristirahat dikamar menemani Hirata dan Sarada tidur, 'jawab Sakura kemudian.


"Sakura,, kau kembalilah kekamar bergabung dengan Hinata dan anak-anak, aku akan menemui Kage lainya untuk mendiskusikan hal ini"


"Baiklah Sasuke-kun, aku mengerti"


Kemudian tanpa menunggu lama Sakura beranjak pergi dari tempat tersebut, meninggalkan sang suami yang kini tengah terselimuti kekhawatiran tinggi.


'Mungkinkah ini hal besar itu', 'gumamnya dalam hati kemudian.


Drap


Drap


Drap


"Hokage-sama, anda sedang ditunggu diruang rapat saat ini juga, para Kage dan mantan Kage telah berkumpul untuk membicarakan fenomena aneh ini, 'ucap salah satu Shinobi yang kini tengah membungkuk hormat kepada pemimpin desa Konoha itu.


"Hn, segera perketat penjagaan diseluruh area, laporkan jika ada sesuatu yang mencurigakan, 'perintahnya dengan nada tegas dengan penuh Wibawa.


"Dimengerti, saya permisi"


,,


,,


Dan semua hal yang menjadi ketakutan mereka selama ini akhirnya terjawab sudah, Gemetar, tubuh mereka bergetar hebat, ketika sebuah kabut hitam entah dari mana asalnya mulai melingkupi tempat tersebut.


Duaaarrrrrrr


Petir menggelegar dengan begitu dahsyat. Seakan mengguncang permukaan daratan yang tengah mereka pijaki, semakin lama semakin terasa begitu mencekam, semua terdiam dengan tubuh ketakutan. Peluh membasahi kulit mereka.


Hening!


Hingga sebuah langkah kaki terdengar begitu menegangkan dibalik pekatnya kabut hitam.


Tap,,,


Tap,,


Detik terasa begitu mendebarkan, seluruh pasang mata yang berada ditempat tersebut menajamkan pandangan mereka kedalam kabut hitam tempat dimana arah suara derap langkah kaki itu berasal.


Tap,,


Perlahan namun pasti kabut hitam yang menghalangi pandangan mereka mulai menipis, dan puluhan ribu pasang mata itu dapat melihat satu sosok misterius yang perawakannya masih belum juga terlihat jelas, sesaat kemudian, ketika kabut hitam tadi telah hilang seutuhnya, ribuan mata itu tengah melotot tak percaya.


Degggggggg


Wajah familiar itu, warna rambut itu, hanya satu yang ada dalam fikiran mereka, pemuda yang sering menghantui mereka.


,,


"Apa kabar?, 'sebuah suara yang terdengar dingin dan menusuk terucap dari bibir sosok tersebut, seiring dengan pandangan mata kosong layaknya mayat hidup.


,,


"Ti-tidak mungkin,,, di-dia-,,,

__ADS_1


"K-kau benar,, ti-tidak salah lagi"


"Dan ba-bagaimana Monster itu masih hidup"


"Ce-cepat beri tahu para Ka-,,


Jleebbbbbb


"Ohookkkkkkkk,,,


Darah telah menyembur deras sebagai pembukaan parade dari sang legenda, tubuh seorang Shinobi dengan sebuah ikat kepala berlambang pusaran dan daun telah menjadi korban pertama dalam exsekusinya, lengah kokoh yang dimiliki sosok tersebut telah bersarang di jantung Shinobi Konoha tersebut hingga menembus punggung belakang.


Braghhhhhhh


Kemudian dengan mudahnya melempar mayat tersebut kesembarang arah.


Semua Shinobi ditempat itu masih terdiam dengan mata yang membulat sempurna. Mereka teringat dengan mimpi yang pernah mereka alami ketika melihat pemandangan dihadapan mereka. Benar-benar bengis, dan lebih kejam dari seorang Madara dalam membunuh.


,,


"JANGAN HANYA DIAM CEPAT BERITAHU GOKAGEEE, 'teriak salah seorang Shinobi hingga membuyarkan semua lamunan mereka.


"Ba-baikkkk"


,,


Sosok yang tidak lain adalah Naruto itu kini tengah memandang kosong ribuan Shinobi dihadapannya, dalam pandangannya ia hanya melihat kumpulan Shinobi itu hanya sebagai serangga tak berguna.


,,


"Tunggu apalagi, cepat Serang monster itu, 'dengan segenap keberanian seluruh Shinobi yang berada ditempat tersebut berinisiatif untuk melawan sosok dihadapannya.


"Yah,, mari kita Serang bersama-sama"


"HEYYAAAAAAAAAAAAAAAAA


,,


,,


"Waktu kalian telah berakhir, 'ikrarnya kemudian, satu nyawa telah ia kirim pada dunia kehampaan, dan pastinya, jumlah itu akan segera berubah. Tak ada exspresi apapun, hanya kekosongan yang bisa digambarkan dalam potretnya.


Kemudian, Naruto berjalan pelan kedepan untuk menyambut setiap Shinobi yang berniat menyerangnya.


Deb


Grakkkk


"ARRGGHHHHHHH, 'lolongan kesakitan mulai terdengar, ketika dengan tenangnya Naruto merobek rahang seorang Shinobi.


Bruggggghh


Seonggok mayat dengan tubuh dan rahang tanpa kepala telah tergeletak mengenaskan, dengan otak yang tercecer menjijikkan disekitarnya. Sedangkan Naruto hanya memandang bangkai itu dengan kosong, tangan kananya masih mencengkram rahang kepala bagian atas dengan erat. Kemudian ia hancurkan dalam sekali remas.


Tanganya sudah mulai berlumuran darah hina para penghianat, masih dengan pandangan kosongnya menatap bangkai itu, dari arah belakang sebuah ayunan pedang telah hampir menebasnya.


Greppppp


"A-apa? "


Dengan mudahnya Naruto menangkap pedang tersebut, lalu menoleh pelan kearah sipemenggal, saffier bekunya berkilat tajam.


Brughhh


Hanya sekedar tatapan, Shinobi itu telah terbujur kaku tanpa nyawa, kemudian dengan bengisnya Naruto menendang kepala mayat itu hingga hancur.

__ADS_1


,,


,,


"Di-dia benar-benar Monster"


"Ba-bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan? "


"Aku juga tidak tahu, kita tunggu saja para Kage datang, dan terus berusaha menyerang Monster biadab itu"


"ARRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGG-,,,


"AMPUUUUUUN, MAAFKAN AKU, KUMOHOON"


"Ini tidaklah seberapa, 'jawabnya tenang, kemudian kedua lengan kokohnya ia genggamkan erat pada kedua pergelangan mata kaki Shinobi yang menerima giliran penyiksaannya.


Mata Shinobi dari Kirigakure itu melotot, ketakutan sangat jelas tersirat diraut wajahnya.


"A-apa yang akan kau lakukan, ti-tidak jangan, jang-,,


"ARRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHH"


Tanpa rasa kasihan Naruto merobek tubuh Shinobi itu menjadi dua bagian, dan melemparkan dua bagian tubuh tersebut seperti sampah begitu saja.


Semua mata menyaksikannya, dia kembali, dan mulai merampas nyawa di antara mereka satu persatu.


,,


Tap


Tap


Tap


Dan satu persatu dari mantan sahabatnya mulai berdatangan, mereka yang baru saja datang hanya bisa menahan diri untuk tidak muntah ketika dihadapanya disajikan pemandangan yang memilukan, beberapa mayat tampak terbaring bersimbah darah tanpa anggota tubuh yang utuh.


"Astagaaaa,,, makhluk apa yang telah melakukan hal biadab seperti ini, 'gumam seorang pemuda berambut coklat yang berdiri disamping seekor anjing putih yang terlihat ketakutan dengan tubuh bergetar.


"E-entahlah, ini tidak seperti pembunuhan, tapi,,,,,


"Pembantaian, 'sahut Shikamaru menimpali ucapan istrinya, Sabaaku Temari.


Glekkkk


Beberapa perempuan tampak meneguk ludahnya ketika mendengar kata "Pembantaian".


Ino yang berdiri disamping Sai merasa terganggu ketika kakiknya tengah menginjak sesuatu yang becek seperti sebuah lumpur, dengan gerakan patah-patah Ino menggerakkan kepalanya untuk melihat apa yang kini tengah diinjaknya, dan kemudian matanya melotot ketika melihat sesuatu berwarna putih yang hancur berhiaskan darah.


"KYAAAAAAAAAAAAAAAA, 'jeritnya histeris ketika sadar jika apa yang diinjaknya adalah sebuah otak yang telah hancur.


Grepppp


"S-sai-kun,, a-apakah itu sebuah otak, 'dengan pandangan penuh jijik Ino langsung memeluk Sai yang berada disampingnya.


"Sepertinya begitu,, "jawab Sai dengan seadanya, dirinya tau, ini bukanlah saatnya menunjukkan senyuman.


Pandangan mereka terus menelisik kesegala arah berusaha menemukan siapa gerangan yang berani-beraninya menyerang Markas Pusat Aliansi seorang diri, dan dihujung pandangan, mereka para Kage, Rokkie 12, beserta Mantan para Kage dapat melihat jelas sesok tubuh yang berdiri tegap memandang kearah lain membelakangi mereka semua, hanya tampak ciri dari surai pirang emas yang tercemar cairan merah kental yang bergerak sesekali. Kemudian dipunggung sosok tersebut mereka dapat membaca sebuah tulisan yang sebagian tertutup helaian rambutnya.


"Kurayami no Sora"


Kegelapan, kata itulah yang mereka baca.


Onix hitam kelam sang Hokage terus mengamati sosok tersebut yang tak kunjung membalikkan badan, pupil matanya menajam ketika ia seperti merasakan Chakra yang begitu dikenalnya pada diri pemuda itu,, hingga kemudian ia melebarkan matanya tatkala dugaanya jatuh pada satu nama.


"Ti-tidak mungkin, jangan bilang-,,, 'gumamnya tertahan seketika, bukan hanya Sasuke yang mampu menyimpulkan, tetapi banyak diantara mereka yang mulai sadar siapa sosok yang kini berhadapan mereka.

__ADS_1


Dan dengan gerak pelan sosok itu mulai membalikkan badanya, seluruh pasang mata yang baru saja tiba segera menajamkan pandangan mereka, entah mengapa rasa gugup muncul hanya dengan menunggu wajah dari sosok misterius yang telah membunuh beberapa Shinobi dengan begitu kejam.


Dan-,,,


__ADS_2