
"Hahahaaaaaaa,, memang benar apa yang kau ucapakan itu Naruto, tapi satu hal yang harus kau ketahui, selama ini kau hidup sendiri,, selalu sendiri, dan sampai kapanpun akan tetap sendiri, dan apa menurutmu selama ini kami benar-benar bersamamu?, 'ungkap salah seorang Shinobi.
Naruto yang mendengar jawaban tersebut hanya bisa menaikkan alisnya bingung.
"Apa maksud kalian?, 'balas Naruto serius dengan sorot mata tajam.
"Heh,, kau memang bodoh Naruto, beda dengan Yondaime yang terlampau Jenius,, kau tak pantas menjadi anak beliau, biar kukatakan satu rahasia besar desa yang tak kau ketahui selama ini,,
",,"
"Fufufufuuu ! Sejak awal, Konoha, dan seluruh ninja yang berada didalamnya, sengaja untuk memanfaatkanmu yang begitu polos dan bodoh, namun bermodal tekad kau bisa sampai sejauh ini, dan kau bisa lihat sendiri selama setahun pasca perang, bahkan kehadiranmu sudah tidak dibutuhkan sama sekali, dan kembali dalam takdirmu sebagai Monster Kyubi yang hanya akan dibenci dan tak pernah layak hidup bersama kami, 'jelas panjang lebar seorang Shinobi yang ternyata adalah Mitharasi Anko.
"Dan kami berterimaksih dengan kebodohanmu itu telah menyelamatkan kami semua dari kematian, 'tambah Shinobi lain ikut menimpali ucapan Anko barusan.
Deggg
"Ja-jadi,,,
"Yah kau benar Naruto, dengan kata lain, kau sengaja dimanfaatkan, bukankah itu sangat mengejutkan heh. Seorang pahlawan besar harus berakhir semenyedihkan ini.
,,
,,
"Aku tak menyangka Konoha memiliki Rahasia semengerikan itu,, bagaimana menurutmu Raikage-dono, Mizukage-dono, dan Kazekage-muda, 'komen Tsucikage yang sedari tadi mengamati kejadian didepan mereka.
__ADS_1
"Kau benar Tsucikage,,, tapi aku tak peduli, buatku mengorbankan satu orang lebih baik dari pada harus membahayakan nyawa semua orang, 'balas Raikage dengan tenang tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Hmmm menurutku ada benarnya juga apa yang barusan anda katakan Raikage-dono, yang terpenting Lima desa besar telah berdamai bahkan telah beraliansi, jadi sebisa mungkin kita membinasakan siapapun yang memiliki potensi untuk menyulut kembali peperangan. Meskipun itu dari pahlawan besar sekalipun, tidak menutup kemungkinan dimasa depan dia akan menjadi ancaman serius, 'kini giliran Mizukage a.k.a Mei Terumi yang mengutarakan pendapatnya.
Dan ke-tiga Kage tersebut kini tengah memandang Kage bersurai merah bata yang sedari awal terdiam, mereka ber-tiga sedikit bingung melihat tingkah Kazekage muda tersebut yang tampak begitu marah lewat pandangan matanya saja.
"Kazekage-muda, apakah anda baik-baik saja? sepertinya ada sesuatu yang mengganggu fikiranmu, 'tanya Oonoki yang ingin segera mendengar pendapat dari Kage padang pasir tersebut.
"Hmm, aku baik-baik saja Tsucikage, 'jawab Gaara sembari memalingkan wajahnya menatap Kage tua bangka tersebut.
"Souka,,
'Sepertinya ada yang aneh denganya, entahlah, aku sudah terlalu tua untuk memikirkan hal seperti ini. Kita lihat saja, 'gumam Oonoki dalam hati.
'Apa yang harus kulakukan,, 'Gumam Kazekage Gaara dalam hati melihat teman pertamanya harus mengalami diskriminasi kembali. Ia merasa tidak pantas disebut teman karena disaat temanya saat ini sedang kesusahan ia hanya diam, padahal ia merasa memiliki hutang budi pada sosok dihadapanya yang saat ini tengah mengalami masa-masa sulitnya.
Disisi lain seorang bocah bersurai coklat dengan syal biru dilehernya hanya bisa memandang kejadian tersebut dengan geram, tanganya terkepal erat melihat mentor sekaligus Sensei-nya yang saat ini sedang dikeroyok seluruh ninja Konoha, bahkan diantaranya terlihat shinobi dari 4 desa besar lainya yang ikut andil.
'Naruto-nichan,, aku tak menyangka Konoha benar-benar brengsek. Cih,, si-Uchiha itu,, 'geram Konohamaru dalam hati, ingin sekali ia beranjak dari tempatnya dan membantu Sensei-nya tersebut, tapi ia bisa apa, ia hanyalah bocah Genin yang belum bisa berbuat lebih, dipenuhi keterbatasan mental dan kekuatan, yang ada ia hanya akan semakin menyusahkan mentor-nya yang sangat ia hormati tersebut. Disamping itu Naruto sudah ia anggap kakak sekaligus penjaganya dari sejak ia kehilangan dua keluarganya yang tersisa. Paman dan juga kakeknya, Sarutobi Asuma dan Sarutobi Hiruzen.
Beralih kembali pada Naruto saat ini yang benar-benar telah merasa hancur mendengar ucapan-ucapan yang tak ingin ia dengar, ternyata Fealing-nya selama ini benar adanya.
"Sudah selesai melamunya, heh?, 'ucap sosok yang baru saja tiba mendekat.
Naruto yang telah kembali dari renunganya segera mendongakkan kepalanya pelan untuk melihat siapa yang kini berbicara.
__ADS_1
Yah, saat ini Naruto bisa melihat mantan rekan-rekanya dulu, Rokkie-12 yang tersisa, minus Hyuga Neji, dan 3 lainya yang kini tengah duduk di Altar pernikahan menyaksikan pengeroyokan guna untuk menangkapnya.
Dan kali ini Shinobi bersurai pirang emas tersebut tidak bisa untuk tidak menyembunyikan keterkejutanya.
"Ka-kalian,,?
"Seperti yang kau lihat Naruto, kami juga ikut andil dalam rencana besar tersebut, dan tentunya kami disini datang untuk membantu-,,,
"Membantu untuk menangkapmu lebih tepatnya, 'lanjut Tenten dengan senyum meremehkan meneruskan ucapan Shikamaru yang nggantung.
"Hahahaaaaa, lihatlah dirimu Naruto. Bukan kami yang pantas disebut sampah,, tapi kau sendiri lebih rendah dari sampah,,, 'kali ini Kiba lah yang berbicara dengan begitu congkaknya.
Mendengar ucapan-ucapan yang seakan menusuknya Naruto hanya bisa terdiam dengan fikiran yang berkecambuk, suasana hatinya kini perlahan menggelap. Dengan pandangan kosong disertai jatuhnya buliran bening airmata, ia mendongakkan kepalanya menatap langit yang seakan ikut mengejeknya.
"Sekejam inikah takdir yang kau rancang untukku Kami-sama, 'gumamnya dengan nada bergetar.
Ia benci mengakuinya, ingin menyangkal jika semua yang terjadi ini hanyalah sebuah mimpi dalam bunga tidurnya, ingin lekas bangun jika memang apa yang kini dirasakan memang sebuah mimpi buruk. Namun ia harus menelan kenyataan pahit jika ini semua memang nyata, kenyataan yang mau tak mau harus ia terima dengan lapang.
Dari relung-relung gelap didalam dirinya seekor rubah ekor-9 kini tengah memandangnya sendu, ia sudah menduga dari sejak awal, orang-orang disamping Host-nya memiliki niat buruk kepadanya, namun ia pribadi enggan untuk memberitahunya, karena itu percuma, Host-nya tersebut tak akan pernah mempercainya.
'Sepertinya dia akan bangkit lebih cepat, ternyata yang kukhawatirkan akan benar-benar terjadi,, 'gumam sang rubah dalam hati, entah siapa yang dimaksud dengan kata "Dia' oleh rubah tersebut.
,,
,,
__ADS_1