Dark Creature

Dark Creature
Is this all over?


__ADS_3

Naruto dalam wujud kutukan itu hanya bisa memandang datar keempat sosok yang melayang cukup jauh itu, ia tak mengerti.


Bahkan pendosa memiliki kesempatan untuk kembali pada jalan yang benar, seburuk apapun mereka, mereka tidaklah sendiri, mereka tak pernah dikhianati rekan, bahkan pendosa memiliki rasa Cinta kepada tuhan, tapi,,,,,, apa yang bisa ia miliki?


Ia memiliki kekuatan mengerikan yang berada diluar Logika makhluk hidup, jikapun ia mau, detik ini pula ia bisa melenyapkan keberadaan dunia ini tanpa sisa dengan melepas seluruh Energi hitam dunia yang bersemayam di jiwanya, namun,,, ia diikat sebuah perjanjian mutlak dalam takdir, keinginannya tak akan pernah terealisasikan.


Ia sendiri didunia ini,,, makhluk sepertinya tak kan pernah pantas mendapatkan kebahagiaan.


Aura hitam perlahan menyeruak dari tubuhnya, melecut-lecut ganas penuh hawa jahat yang mampu dirasakan setiap makhluk yang bernafas ditempat tersebut, tanah-tanah disekelilingnya terangkat keatas.


..


"Kita mungkin tak akan bisa membunuhnya, tapi, aku rasa aku memiliki cara untuk menghentikannya"


"Apa itu? " jawab ketiganya tertarik ketika mendengar ucapan dari Bellial.


"Air memang tak mampu kita genggam karena akan terus mengalir dari celah sekecil apapun, tapi kita bisa menampungnya dalam sebuah wadah agar keberadaanya bisa dikondisikan"


"Cih,,, aku tau kau memang genius melebihi kita bertiga, tapi ayolah,, ini bukan waktu yang tepat untuk merangkai kata isyarat Bellial, katakan saja langsung intinya, karena aku tak bisa mengaitkan semua kejadian ini dengan air yang kau maksud itu" protes Ramiel kepada wakilnya tersebut. Sedangkan Lucifer mencoba memahaminya bersama sang pemimpin Seraph Syurga.


"Jadi begitu ya! " gumam Lucifer sembari menorehkan senyum kecil ketika mampu menangkap penjelasan dari Bellial.


"Yah! Aku juga mengerti apa yang dimaksud Bellial-kun" sahut Michael dengan senyum teduh.


"Sialan kalian bertiga, ayolah katakan kepadaku" hal yang tak lazim ketika pemimpin tertinggi kaum Datenshi itu merajuk bagai anak kecil.


"Kau akan segera tau nanti ketika sudah saatnya Ramiel"


"Cih! Baiklah-baiklah,, dasar kalian ini" pada akhirnya ia harus menyerah dalam ketidaktahuannya.


"Dan aku memiliki satu permintaan untukmu Lucifer? " lanjut Bellial kemudian.


"Katakanlah! "


"Aku minta,, jemput Gabriel lebih dulu, karena rencana ini hanya bisa berjalan lancar dengan kehadiranya"


Lucifer sedikit terkejut akan hal itu, permintaan Bellial memang cukup sederhana, namun entah mengapa ini merupakan sesuatu yang sulit baginya.


"Kenapa bukan Michael saja,, kenapa harus aku?" tanya Lucifer tak mengerti.


Bellial tersenyum sesaat ketika mendengar pertanyaan itu, "untul kali ini saja Lucifer,, Gabriel akan merasa sangat bahagia ketika kau yang datang, hanya kau yang sejauh ini ingin ia gapai, maka dari itu,, anggap ini sebagai kebersamaan dan pertemuan kita yang terakhir, dan buatlah rindu didalam hatinya terobati dengan kehadiranmu."


"Apa yang dikatakan Bellial benar Lucifer, jika aku yang menjemputnya mungkin akan terlihat monoton, Bellial dan Ramiel selalu terlihat garang, dan itu membuat Gabriel takut, ia pernah bercerita padaku tentang hal itu"


"Hei,,, apa maksudmu Michael,, aku tidak segarang itu kepada adik manis kita,, " protes Ramiel tak terima.


"Aku hanya jujur Ramiel,, kalau tidak aku bisa jatuh seperti kalian" ucap Michael dengan senyumanya, dan itu semakin membuat Ramiel jengkel.


"Sialan kau Michael"


,,


"Baiklah! Mungkin memang sudah waktunya" tukas Lucifer sembari pergi dengan meninggalkan lingkaran sihirnya.


Disisi lain Ramiel tengah memikirkan apa yang sebenarnya direncanakan Bellial. 'Apa yang kau rencanakan Bellial, jika ini mengikutsertakan Gabriel, apakah mungkin?,, -


"Jangan-jangan-,,,,


"Kau benar Ramiel,,, aku,, kau, Lucifer, Michael, dan Gabriel, kita berlima yang mendapatkan berkah Ayah karena dedikasi kita sewaktu di Syurga, dan jika semua berkah itu kita manfaatkan secara bersama, maka,,-


"Kelima berkah itu bisa mengekang makhluk itu untuk selamanya, bagaimanapun, tak mungkin bagi kita mengalahkan makhluk Immortal itu, sebanyak apapun kita melukainya, pemuda itu terus beregenerasi, seberapa kalipun kita membunuhnya, makhluk itu terus bangkit tanpa memiliki batasan"


"Genius seperti biasanya, aku heran kenapa kau tak mau menjadi pemimpin waktu itu, malah kau menyuruhku untuk menempati posisi merepotkan ini, cih,, dasar!"


,,


"Kalian semua siap,? "


"Hai/tentu saja/kapanpun" komando dipegang sang Mantan malaikat pertama Syurga yang tak lain adalah sang Raja Iblis Satan.


Wusssshhhhh


Mereka berempat berpacu bersama, menukik turun untuk membuka lembaran baru dalam kebersamaan yang tersisa. Sedangkan Gabriel hanya diizinkan menunggu untuk giliranya. Terdiam ketika melihat kehidupan yang semakin rumit ini.


Jiwa bertarung dari makhluk itu seperti telah bangkit ketika melihat empat makhluk kuat itu merudal kearahnya.


Krekk


Kreekk


Kepala tengkorak itu tertekuk kearah berbeda secara bergantian, surai merah panjangnya melambai-lambai liar bagaikan gejolak api yang membara.


[…!]


Brassssttttt


Makhluk itu bagai hilang tanpa jejak, meninggalkan bekas pijakan yang amblas hingga kedasar ketika terkena hempasan energi yang begitu dasyat.


Keempat pasang mata itu memicing tajam ketika makhluk itu sudah meluncur mendekat, dan mereka mampu merasakan tekanan Energi yang begitu kelam.


'Setidaknya aku tak akan mati dengan mudah' kata Lucifer dalam hati, ia ingat jelas bagaimana langkah terakhirnya meninggalkan Syurga.


Blaaaaaarrrrrrr


Gabungan dari empat Energi itu mengalami bentrokan sangat keras, bergemuruh dahsyat, dan menggetarkan batas antar Dimensi, sudah cukup mereka semua terkejut, karena,, tiap detiknya mereka mulai berguguran ditangan makhluk pembawa petaka buruk itu.


Ini lebih menjijikkan dari apapun, bangkai- bangkai yang terus bertambah, dengan entah berapa ratus liter darah yang harus tumpah. Mereka dibantai oleh kumpulan tulang berjalan, pasukan keabadian yang terus bangkit.


Kaum tiga fraksi itu mungkin memiliki sayap untuk terbang menghindari kerumunan pasukan jahannam dari Neraka itu, tapi sampai kapan, suatu ketika mereka akan mencapai batas fisik dan energi pula.


Mereka memekik sakit dan histeris, tak jarang tubuh mereka yang sekarat digerogoti makhluk tak bernyawa tapi memiliki kehidupan itu. Mengantarkan akhir hidup mereka dalam kubangan kesakitan yang enggan mereka rasakan kembali.


Denting logam bagaikan sebuah paduan suara yang terdengar tak beraturan silih berganti, berbaur merdu dalam bunyi ledakan.


Duarrr


Duaaarrrrr


Tulang-tulang yang terpisah dan hancur itu bagaikan kepingan puzzle yang perlahan menyatukan diri kembali, keputusasaan mulai menghampiri optimisme mereka ketika mendapat bantuan dari para petingginya masing-masing.


Namun pada akhirnya..


Semua itu hanyalah sebuah kesia-siaan.


,,


Bagaikan empat penjuru mata angin mereka berdiri, dan ditengahnya diibaratkan mata angin pusat itu sendiri.


Detik-detik terasa begitu berat dan mencekam untuk dilalui, dari jarak yang begitu dekat ini mereka mampu melihat setiap inchi tubuh bagian pemuda berwajah buruk rupa itu.


Pusaran yang dikelilingi segel Fuin dibagian pusar, lalu beberapa Symbolis yang tak pernah mereka mengerti, dan bagian dimana mereka dapat melihat beberapa tatto binatang buas, berbaur bersama bekas luka dari masa lalu yang begitu fatal, berupa goresan pedang dan sayatan benda tajam lainya, luka-luka yang enggan untuk sembuh ataupun menghilang, terutama pada bagian dada kiri itu, siapa dan darimana Existensi semacam ini muncul?


Brassssssst


Dalam sekali kedipan mata lima petarung itu menghilang, digantikan kilauan warna berbeda yang berusaha menghantam kilau warna hitam.


Mereka terus melebarkan jarak pertempuran, mendarat ditanah lalu melesat kembali.


Wusssshhhhh


Braaakkkkkkkkk


Sang wakil Gubernur dihantam hingga dipaksa terseret sembari membajak tanah, makhluk itu terus menyerang mereka dengan Brutal, dan meski fisik mereka kaum supranatural dikatakan begitu mengagumkan, namun kenyataanya hal itu tidaklah seberapa bagi makhluk bertanduk banteng itu.


Surai perak dari sang Raja Iblis bergerak tak beraturan menghindari setiap tinju keras dari sang Exsekutor, dua makhluk yang sama-sama mendapatkan kutukan langsung dari tuhan.


[Kau kuat nak!]" tengkorak itu bersuara, memuji kemampuan sang Raja Iblis.

__ADS_1


"Ini bukan apa-apa" balas Lucifer datar.


Ramiel yang tak ingin sebagai penonton ikut bergabung didalamnya, kedua lengannya telah berbalutkan Elemen besi yang keras, dan tentunya Ramiel berharap tinjunya mampu meremukkan makhluk itu.


"Jangan anggap kami lemah makhluk brengsekkk"


"HAAAAARRRRGGGGGHHHHHH"


Bruaaaakkkkkkk


Drago terpental jauh akibat sebuah pukulan kuat nan cepat menghantam bagian punggungnya yang tak terlindungi.


Tampak kini Ramiel tersenyum bangga dihadapan Lucifer. "Yo! Kau tidak apa-apa Lucifer, jangan bilang kalau kau kuwalahan"


Sretttt


"Dibelakangmu Ramieeeeell" teriak Lucifer dengan mata melotot terkejut.


"Si-sialllllllaaaaaaaan"


Bruaaaakkkkkk


"Arrrgggghhh,, sial pukulanya mengerikan sekali" teriak Ramiel yang kini jatuh berguling-guling diatas permukaan tanah.


[Khakhakhaaaaa,,, Serang aku anak-anak tuhan yang hina, khakhakhaaaa] " tawanya terdengar begitu gila, tawa yang menunjukkan betapa Superrior dirinya.


Sring


"Sesuai keinginanmu"


Crashhhh


Dari arah belakang kepala tengkorak itu ditebas sebuah pedang suci dari pemimpin Seraph, pedang yang sejatinya merupakan senjata khas pembunuh naga, pedang Suci Ascalon.


Brughhh


Kepala tengkorak bertanduk banteng itu jatuh dan tergeletak dihadapan tubuh yang tetap berdiri tegak.


"Maafkan aku pemuda-san,, tapi,,, sudah cukup kau membunuh, kau harus dihentikan" ucap Michael dengan tegas, tak ada keraguan sama sekali baginya. Lalu pedang suci yang berada digenggamanya teracung tepat kepada tubuh yang berdiri tanpa kepala tersebut.


"Pergilah untuk selamanya"


Srriiiinggg


Pedang itu mengeluarkan sinar yang begitu terang, dan mulai terayun untuk membelah tubuh itu dari atas, tepatnya pangkal leher yang buntung.


..


Greebbbbb


[Khakhakhaaaa,,, kau tak akan bisa melakukanya nak!]


Degggg


"Ba-bagaimana mungkin" Michael berucap terkejut, melihat ayunan dari tebasan Syurga itu ditangkap begitu saja, ditambah lagi kepala yang tergeletak itu terus tertawa dengan pongah.


Serasa membuat semua yang dilakukan sejauh ini terasa sia-sia, makhluk ini, bagaimana cara memusnahkannya, pedang Suci pun tak memiliki efek yang berguna, padahal pedang tersebut memiliki kemampuan mengerikan untuk sekedar membantai kaum naga.


Greebbb


Cakar-cakar tajam itu mencengkram leher Michael dengan kuat, terasa begitu menyayat lehernya sedikit demi sedikit.


Deb


Kaki dari tubuh tanpa kepala itu menghentak ke tanah dengan cukup kuat, membuat kepala yang tergeletak itu bagai terpantul keatas.


Grebb


Satu lenganya lagi yang terbebas menangkap kepala tersebut, lalu memasangnya kembali ketempatnya semula. Diputar beberapa kali hingga pada akhirnya kini bersatu kembali dengan sempurna.


Deggg


"Uggh,, ke-kenapa? Kenapa kau melakukan ini? " sebuah kalimat tanya terlepas dari bibirnya yang bergetar.


[Tak ada alasan apapun untuk itu,, aku tak perduli siapa kau, apapun posisimu didunia ini, meski kau bukanlah bagian dari pendosa, kau mengangkat senjatamu kepadaku, itu artinya kau telah bersiap untuk mendekati kematian]


[Aku yakin cahaya terang (kami-sama) itu sudah mengatakan kepada kalian mengenai keberadaanku, tapi,,, kau tetap saja mengangkat senjata, maka,, aku tetap akan menghabisimu] " desis Drago kemudian.


Grebb


"Arrrggghh" sang pemimpin Seraph itu meraung ketika lehernya berusaha diremas.


Wussssshh


Namun secara mengejutkan sebuah kobaran api hitam dengan cepat melahap tubuh Drago, tampaknya ia diserang dari arah belakang.


Lalu Drago melepas cengkramanya pada Michael dengan Spontan, bertanya-tanya ketika api hitam itu mencoba membakar tubuhnya dengan suhu panas yang begitu tinggi.


[Api ini,,, -]


Satan yang berada disebelah barat memandang datar hasil perbuatanya tersebut, yah! Api hitam itu adalah miliknya, Api Legenda dari Dewi Amaterasu yang dihadiahkan langsung kepadanya.


Disudut penjuru mata angin bagian timur, Ramiel tampak berkonsentrasi memejamkan matanya, entah berapa banyak lafalan mantra yang ia ucapkan.


"Datanglah"


Krakk krakkk


Blarrrr,,,


Ledakan cukup besar terjadi ketika sesuatu muncul dari dalam tanah dibawah pijakan makhluk yang terbakar itu. Terpanggilah sebuah peti mati berukuran panjang dua meter dengan lebar satu meter atas kehendak sang Gubernur Datenshi.


Sriiing


Srrringggh


Ketika pintu dari peti mayat itu terbuka, muncullah tangan-tangan hitam panjang, tangan dari para penghuni Tartarus, dan mencoba menggapai tubuh Drago.


Grebb


[Gaaaaaahhhhhhhhhh, bedebahhh kalian semua]" Drago meronta-ronta ketika tubuhnya ditarik masuk kedalam peti mati itu.


Blammm


Dalam sekejap tertutup lalu terbenam kedalam tanah, terkubur bersama timbunan tanah. Melihat hal itu Michael yang berada diarah mata angin Selatan segera memanggil berkahnya, ia menengadahkan wajahnya keatas langit memohon Do'a kepada sang Tuhan.


Wuuuuussshhhh


Blaaaaarrrrrrrrr


Hadirlah sebuah salib suci bercahaya, menancap tepat dimakam yang baru saja terbenam ketanah yang menjadi Altar penyegelan.


"SEKARANG SELESAIKAN BELLIAAAAAAAL" teriak Ramiel dengan keras.


Kemudian Bellial yang berada disudut Utara mata angin telah mulai melafalkan sebuah mantra, wajahnya begitu tegang, karena apa yang akan ia datangkan merupakan sebuah berkah yang berat. Ia berkonsentrasi penuh, tampak bulir-bulir keringat membasahi wajahnya.


Dari atas langit yang suram itu tiba-tiba saja muncul sesuatu berwarna emas yang bersinar terang, mereka berempat memang diberkahi tuhan dengan kelebihan masing-masing. Sebuah berkah yang begitu didambakan mereka kaum Syurga, mereka berempat beserta Gabriel lah yang mendapatkan Berkah Tuhan itu.


Ketika semakin mendekat tampaklah sebuah Pagoda raksasa yang menukik turun dengan cepat bak telah dijatuhkan dari langit, jarak semakin dekat, lalu menghantam makam yang tertanda tiang salib tersebut, menindih sesuatu yang tersimpan di dalamnya.


Blaaammmmmmmmmmmm


Hentakkan kuat itu menciptakan gelombang kejut yang cukup kencang, menerbangkan debu sekaligus mementalkan bebatuan yang ada.


Berakhir, mereka telah berhasil menyegel makhluk terkutuk itu, Segel yang terbentuk dari lima penjuru mata angin,, yah,, masih tersisa satu mata angin lagi, lebih tepatnya yang sekarang menjadi inti berdirinya pagoda itu, mata angin pusat.


..

__ADS_1


"Aku serahkan sisanya padamu,,-


"Gabriel" ucap Lucifer sembari memberikan senyum indahnya kepada sosok tersebut, sosok Archangel Syurga yang dulu selalu mengikutinya.


Disaat seperti ini,, entah mengapa hatinya merasakan kebimbangan yang begitu besar, dalam satu sisi,, ia senang sekali melihat senyum itu kembali bersinar, senyum yang tentunya begitu ia rindukan, namun disisi lain, ia tak mampu jika harus menyegel makhluk itu dengan berkahnya.


Ia dalam keraguan yang begitu rumit. Tapi,,, kenapa ia harus bimbang? Apalah arti pemuda kejam itu baginya, mengapa ada bagian kecil dihatinya tak bisa merelakan.


Ia mengingat gambaran wajah pemuda bersurai pirang itu, satu-satunya wajah yang mengisyaratkan keputusasaan luar biasa akan benang takdir yang mengikatnya, ia teringat tatkala pemuda itu pernah menunjukkan memori tragis perjalanan hidupnya, hidup sebatang kara dan menjadi sosok pecundang dalam kehidupan, suatu ketika pemuda itu bersinar dihadapan dunia, Gabriel terharu melihat perjuangan itu.


Namun,,,,,,


Semua itu berubah dalam sekejap,,, pemuda itu kembali menjadi korban, dan Gabriel mampu mengingat betapa besar duka yang harus pemuda itu alami, pemuda itu dirajam kesendirian dalam duka batin yang menyakitkan, hingga pada akhirnya pemuda bermata biru itu menjelma menjadi seekor makhluk buas yang mengerikan.


Lalu,,, mengapa Gabriel harus dilema?


Pada dasarnya hatinya tergerak, hatinya berkata bahwa, pemuda itu harus dan berhak mendapatkan apa itu kebahagiaan, bahkan sampai detik inipun ia tahu.


Pemuda itu,,,,


Tak pernah mendapatkanya.


Gabriel terdiam cukup lama dengan pandangan kosong.


Hingga,, -


Plukkk


Lengan kanan sang Raja Iblis itu mendarat lembut dikepalanya, mengusap lembut Surai pirang panjang itu. Gabriel yang tersadar reflek mendongak menatap wajah Lucifer, wajah dari sosok yang begitu ia kagumi, tersenyum lembut kepadanya sembari memberikan anggukan kecil, seakan berkata, 'lakukanlah,, kau pasti bisa'


Mata indahnya terpejam sesaat, mencoba mengosongkan fikiranya untuk mengambil keputusan yang tepat. 'Kenapa semua terasa begitu sulit untukku,, Ayah! Apa yang harus kulakukan sekarang?'


'Mungkin inilah yang terbaik, demi semuanya! '


"Baiklah Lucifer-kun, serahkan padaku"


Lalu,, keenam pasang sayap merpati itu mengepak terbang diatas pusat pagoda emas tersebut, Gabriel memutuskan untuk mengambil keputusan demi banyak nyawa, meski sejujurnya ia tak bisa, namun,, mungkin inilah yang terbaik.


Ketika sampai ditempat yang dituju, Gabriel terdiam sesaat, menatap Altar penyegelan dibawahnya, dibawah pagoda itu, tersimpan sebujur raga yang terbelengu empat berkah sekaligus, dan tugasnya untuk menyempurnakanya agar semuanya Kompleks.


'Ayah,,, izinkan aku memakai berkah yang pernah kau berikan, dan berikan anakmu ini kekuatan untuk menghadapi semua ini' ia berdo'a dalam hati, memanjatkan semua pujian bagi sang tuhan.


Sebuah keajaiban tatkala tubuhnya mengeluarkan cahaya yang begitu terang, membuat lembah terkutuk itu tampak terbebas dari kegelapan.


Dan kemudian sinar itu membentuk sebuah rantai-rantai suci, dan kemudian bergerak memanjang dan merantai pagoda itu dari setiap penjuru mata angin.


Sringg


Grebb


Greebbb


Seakan pagoda itu dikelilingi Barrier yang begitu kuat, membungkus Pagoda itu dengan kuasanya.


Selesai sudah,,,


Akhirnya, mereka telah mengurung makhluk itu untuk selamanya, dan mereka percaya jika makhluk itu takkan pernah mampu membebaskan diri.


Degg


'[ADA APA INI] 'sang Legenda Youkai hanya bisa bertanya-tanya tatkala tubuhnya bagaikan melebur, dan tertarik kearah Pagoda yang berdiri kokoh tersebut.


[Sialllll,,,, mustahil tuan disegel begitu sa,, -


[AAAAAAARRRGGGGGHHHHHH,, BEDEBAH KALIAN SEMUAAAAAAAAAAAA] " Juubi melepaskan sumpah serapahnya tatkala tubuhnya seakan tersedot masuk kedalam Pagoda tersebut.


Pasukan mayat hidup itu pun melebur hancur menjadi serpihan energi berwarna hitam yang beterbangan diudara menuju Altar penyegelan dimana Pagoda itu berada.


"Hossshh, hoshh,, a-apa yang sebenarnya terjadi? "


"Hosh,, entahlah,, hosshh,, t-tapi sepertinya, para pemimpin berhasil menyegel makhluk mengerikan itu, lihatlah Aura-aura hitam itu terbang dan tersedot masuk kedalam pagoda disebelah sana, dan sebelumnya aku juga melihat Youkai ekor-10 yang bertarung dengan ketiga Dewa Naga juga ikut tersedot masuk kedalamnya"


"Be-benarkah itu? "


"Hoshh,, semoga saja itu benar, diantara seluruh Malaikat ciptaan Ayah, hanya mereka berlima yang mendapatkan berkah yang mengagumkan, aku yakin Michael-sama dan pemimpin kalian bekerja sama untuk melakukan penyegelan itu"


"Hoshh,, syu-syukurlah,, hoshh jika saja hal itu tidak terjadi,, kalo kita tidak mati terbunuh, kita pasti akan mati karena kelelahan, tengkorak-tengkorak itu terus bangkit setelah kita membunuhnya" ujar salah satu dari Fraksi Datenshi.


"Yah kau benar Datenshi-san,, semoga ini semua sudah berakhir"


"Kuharap juga begitu"


..


Wuussshhh


Tap


Tap


Tap


Tap


Kelima team penyegel yang merupakan gabungan dari pemimpin tiga fraksi akhirat telah berkumpul disatu tempat agak jauh dari pagoda itu.


"Selamat Gabriel,, kau berhasil melakukanya" ucap Michael dengan senyum bahagia.


"Uummb,, aku hanya melakukan yang kubisa Michael-nii, lagipula semua ini juga berkat kalian semua" jawab Gabriel merendah, dengan senyum tipis yang tampak aneh, terlihat seperti dipaksakan, dan Lucifer mengetahui akan hal itu.


Bellial dan Lucifer terdiam menatap Pagoda emas tersebut, keduanya terlarut dalam fikiranya. Meskipun mereka mendengar teriakan-teriakan kemenangan yang menggema disegala sudut, namun entah mengapa hatinya tetap merasa gelisah.


'Makhluk itu,,, aku masih tak mengerti tentangnya, apakah dengan ini aku berhasil mematahkan takdir dari Ayah, tapi,, aku tak yakin,, bagaimanapun Ayah tak mungkin berbicara omong kosong waktu itu'


'Aku masih tak percaya dengan yang kulihat, persepsiku mengatakan,, jika semua ini masih belum selesai, makhluk itu,, bahkan belum mengeluarkan apapun yang dia miliki, aku tetap harus waspada' kemudian Bellial melirikkan matanya kearah Lucifer, keduanya saling bertemu pandang seakan berkata, 'kau merasa aneh? '


Keduanya mengangguk singkat pertanda saling memberikan konfirmasi satu sama lain.


..


..


Akankah semuanya sudah berakhir?


.


..


...


To be Continued.


..


[Sudah cukup,,, biarkan mereka yang tersisa hidup tenang hingga hari itu tiba]



[Sesuai yang pernah kukatakan dulu, mulai dari sini,, kuserahkan padamu]


Lalu afinitas Cahaya yang begitu terang itu melebur,,, dan bertebaran keseluruh penjuru dunia untuk memberbaiki seluruh kerusakan yang ada.


"Tidak,, jangan pergi Ayah,,-,,,


"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAK"


..

__ADS_1


..


__ADS_2