Dark Creature

Dark Creature
The Beginning III


__ADS_3

Deggg


Deggggg


Mendadak seluruh tamu undangan beserta ketiga mempelai seperti terkena serangan jantung melihat kedatangan seorang pemuda yang sudah tidak asing lagi dimata mereka, seakan kedatanganya mengundang pemikiran masing-masing dibenak seluruh tamu undangan saat ini, karena dia yang terlupakan hadir dengan gambar barunya.


Suasana yang semula ramai kini terasa begitu sunyi dan sepi, waktu seakan berhenti ketika pemuda tersebut terus berjalan dengan tenang, tanpa sedikitpun keraguan di matanya.


Yah,, pemuda tersebut adalah Uzumaki Naruto yang mengenakan pakaian serba hitam yang tampak asing, karena setau mereka selalu ada warna orange disetiap stel pakaian Shinobi pirang tersebut.


Surai pirang emasnya nampak bergerak liar menyapu wajahnya saat ini, hembusan angin selalu mengiringi setiap langkahnya, jubah hitam dengan lambang pusaran air berwarna merah dibelakang punggung tampak sesekali bergerak tak beraturan,, sorot mata yang sayu seakan menyimpan berjuta misteri didalamnya, tak ada lagi Hitae Ate kebanggaan yang selalu melekat di dahinya, sebuah lambang desa tempatnya lahir dan bernaung yang penuh kisah sedih nan pilu bagi sosok tersebut.


TAP


TAP


TAP


Sang pemuda terus berjalan memotong jarak yang tersisa, melawati seluruh tamu undangan yang hadir, tak memperdulikan ribuan mata yang kini menatapnya dengan pandangan yang berbeda-beda, bahkan tak menoleh sedikitpun ketika melewati barisan rekan-rekanya dulu, hingga kini telah berhenti dihadapan tiga calon mempelai yang dua dari tiga tersebut tengah menundukkan kepalanya.


Diam, tanpa ada sepatah katapun yang terucap dalam pertemuan yang tak diduga itu, bahkan untuk ke-tiga mempelai tak sedikitpun membayangkan kehadiran pemuda dihadapan mereka yang saat ini memandang datar dan kosong, tatapan yang seakan menelanjangi mereka saat itu juga.


Dan kini sang pemuda bersurai pirang tersebut tengah menatap sang Uchiha terakhir, jarak yang tersisa hanya satu meter diantara mereka, dua Shinobi Superior tengah saling berhadap-hadapan, tak ada niat satupun dari mereka untuk mengganggu pertemuan tersebut.

__ADS_1


"Uchiha Sasuke,, 'ucapnya datar disertai hawa dingin menusuk kulit disetiap helai ucapanya.


"Mau apa kau kesini, 'balas sang Uchiha dengan nada khas datar nya.


"Begitukah kau membalas sapaan dari sahabat lamamu ini ?,


"Cih,, cepat katakan saja apa yang kau inginkan, aku tak punya banyak waktu meladenimu.


"Khekhekheee,, kau semakin sensisif heh Uchiha, 'lanjut Naruto dengan kekehan yang memiliki makna ejekan untuk sang Uchiha terakhir.


"Bukan urusanmu, 'lanjut Uchiha Sasuke dengan nada datar bercampur jengkel didalamnya.


Naruto yang mendengar jawaban dari sang Uchiha hanya bisa tersenyum sinis, kemudian mengalihkan pandanganya kearah dua perempuan disamping Kiri dan kanan Sasuke.


"Jangan berbasa-basi Naruto, cepat katakan saja apa maksudmu, kalo tidak aku akan memerintahkan semua Ninja disini untuk menangkapmu karena mengganggu acara pernikahan seorang Hokage,, 'lanjut Sasuke dengan geram melihat dirinya serasa direndahkan saat ini.


"HAHAHAHAAAAAAAAA,,


"Apakah itu sebuah ancaman Uchiha,,?


" Tapi baiklah, aku hanya ingin mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian ber-tiga, !


Mendengar ucapan selamat dari Naruto barusan membuat ke-dua Kunoichi yang sedari tadi tertunduk mendongakkan kepalanya menatap pemuda Uzumaki tersebut.

__ADS_1


"Te-terimakasih Na-naruto-san,,


Deggggggg


'Secepat itukah kau melupakanku Hinata, 'ucapnya dalam hati.


Entah mengapa ucapan Hinata barusan seakan mengoyak hatinya saat itu juga, meruntuhkan pertahanan yang telah ia bangun susah payah untuk menghadapi situasi seperti ini. Perih begitu terasa ketika mendengar ucapan yang seakan dirinya hanyalah orang asing, dan sekali lagi pertahananya benar-benar teruji kali ini.


Sedangkan Sasuke yang mengerti perubahan exspresi pada Naruto hanya bisa menyeringai senang. Dan Sakura, entah apa yang ia rasakan saat ini, jujur ia tak peduli sama sekali dengan Naruto, tapi ketika pemuda itu berdiri dihadapanya saat ini membuatnya merasa begitu gugup.


Seketika itu pula Naruto memejamkan erat ke-dua matanya, mencoba menahan linangan air mata agar tidak jatuh dari tahtanya, ia lelah, seakan ingin menyerah, tapi ia ingat prinsip hidupnya, "Tak ada kata menyerah dalam kamus Uzumaki Naruto".


Mengambil nafas panjang dan kemudian ia lepaskan perlahan, niat menenangkan fikiranya barang sejenak saja, berharap kuat dihadapan tiga orang yang dulunya merupakan bagian penting dalam hidupnya, Rival yang telah ia anggap saudara, cinta pertama yang membuat nya mengerti patah hati untuk yang pertama kali dari gadis bersurai bak bunga Sakura, dan Cinta terakhir yang pernah ia yakini cinta sejatinya ketika ia sadar betapa pentingnya sosok beriris Lavender tersebut, namun semua itu hanya akan jadi memori yang perlahan akan menggerogoti kewarasanya. Karena dengan ini, penghianatan adalah kata yang pantas untuk mengambarkan tragedi yang menimpanya saat ini.


"Aku mengerti,, Uchiha Sasuke, Haruno Sakura, dan Hyuga Hinata, akan kuingat nama kalian meski di Neraka sekalipun, 'ucapnya dengan tajam, dan mengandung sebuah mistery di dalamnya.


"Dan,,,, terimakasih,,,,,


"Hikzz,, hikzzz,, Go-gomen Naruto-san, 'balas Hinata yang tak bisa lagi membendung air matanya, ia merasa begitu kejam saat ini, sungguh kehadiran pemuda tersebut seakan membuatnya dalam ketakutan.


"Na-naruto, ma'av bisakah kau pergi sekarang, kau membuat Hinata-chan menangis, dan juga,, kau mengganggu jalanya pernikahan ini dengan kehadiranmu, 'ucap Sakura untuk pertama kalinya berusaha memberanikan diri,


"Tanpa kau minta aku pasti akan pergi nona Haru-,, ah maksudku nona Uchiha,,

__ADS_1


"Dan untukmu Uchiha, ingatlah ini baik-baik,, suatu saat akan ada monster yang lebih mengerikan dari Juubi sekalipun datang kehadapanmu,, dan ketika saat itu tiba,, kau akan merasakan apa itu ketakutan, seakan nyawamu telah berada digenggamanya, 'ucap Naruto dengan tajam, tak ada sedikitpun canda'an didalamnya.


__ADS_2