Dark Creature

Dark Creature
'Dia' Yang telah kembali II | ARC II


__ADS_3

Mata merahnya tetap memicing tajam kesegala arah ketika dalam pandangannya ia tak menemukan lagi sosok berjubah hitam tersebut.


Sringg


Sringgg


Sringgg


Kembali muncul puluhan rantai hitam yang langsung melilit bagian kepalanya, sekali lagi Sang Dewa Naga merah dominasi berontak sekuat tenaga, namun entah bagaimana Rantai itu semakin kuat melilit seluruh bagian tubuhnya.


Seakan terkunci tubuh raksasa itu berhenti bergerak, percuma saja,, pada dasarnya cengkraman rantai itu semakin menguat, existensi yang ditakuti tersebut hanya mampu terdiam, pasrah tanpa perlawanan, diantara seluruh tubuh yang dirajam ribuan rantai itu, hanya terlihat dua mata merahnya yang terus bergerak liar kesegala arah.


Tap


Deggg


Mata merah itu melotot tatkala sosok berjubah hitam itu menapakkan kakinya tepat diatas tanduknya,, dengan kata lain, berada tepat dihadapannya.


Wushhhhh


Hoddie yang menutupi kepalanya terbuka begitu saja, menampakkan surai pirang panjang dengan wajah putih bersih,, Great Red hanya mampu terdiam ketika mata merahnya bertemu pandang dengan mata biru Saffier beku dihadapanya.


"Ketahuilah dimana batasanmu,,, dan-,,,,


"Nikmatilah masa tenangmu sebelum hari itu tiba"


Wushhhhhhhhhh


Sosok tersebut melebur hilang begitu saja.


Sring


Sring


Sring


Dan seketika itu ribuan rantai yang mengekang tubuh Great Red terlepas dan ikut melebur.


[GROOOOOOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRGHHHH]


[BEDEBAH KAU "DRAGOOOOO"] 'pada akhirnya Great Red melepaskan sumpah serapahnya,, ia sadar betapa lemahnya dirinya dihadapan sosok tersebut, bahkan jika mau sosok tersebut bisa membunuhnya saat itu juga.


Dan sekarang,, ia harus mulai menghitung hari untuk sosok tersebut memenuhi ucapanya, cepat atau lambat, takdir itu akan segera terjadi. Takdir yang sangat ingin mereka bertiga patahkan. Dimana nyawa mereka akan berakhir ditangan sosok tersebut.


..


..


÷Mekkai÷




Sama seperti sebelumnya,, pada sebuah tempat yang entah siang atau malam tampak angin berhembus kencang. Mengiringi terciptanya sebuah Robekan dimensi diudara kosong, lalu perlahan mengeluarkan sosok pemuda berjubah hitam.


Wushh


Tap


Pemuda tersebut menapakkan kakinya pelan diatas permukaan tanah terkutuk Mekkai.


"Jadi,,, ini tempatnya? "


"Grrrr,,, tidak salah lagi,, Naruto"


"Tapi,,, sepertinya tempat ini sudah jauh berubah"


"Berubah? "


"Begitulah,, terasa dipenuhi banyak Aura negatif ditempat ini"


"Kau benar Kurama, "


"Lebih baik kau tekan seluruh Energimu Naruto, belum waktunya para penghuni baru Mekkai tahu kedatangan kita"


"Lebih baik begitu,, ah sayangnya kita sudah kedatangan tamu lebih dulu,, Kurama!, 'biru Saffiernya menatap sosok yang melayang tinggi diudara dengan 6 pasang sayap yang membentang lebar.


"Khukhukhuu,, kuyakin mereka sudah merasakan kedatanganmu sewaktu mengganggu Naga bodoh itu Naruto"


Tak ada jawaban,, Naruto memilih diam sembari mengamati sosok yang melayang diudara tersebut, entah mengapa tamu tersebut cukup membuatnya tertarik.




Tampak mata hitamnya memicing tajam, mengamati sosok asing yang menurutnya bukan sekedar pemuda biasa, setelah mengamati beberapa saat sosok tersebut dapat mengambil sebuah kesimpulan.


'Merasakan Auranya, pemuda itu bukan dari Ras manapun, tapi,,,, samar-samar aku merasakan dua Energi mengerikan didalam tubuhnya'



"Siapa kau? Dan apa yang kau lakukan diwilayah bangsa Iblis? 'Sosok bersurai perak panjang itu tampak berucap dengan datar.


'Wilayah Bangsa iblis,,? Pantas saja Aura ditempat ini begitu menyedihkan'


"Heeeemmm dan biar kutebak,, kau adalah pemimpin dari bangsa Iblis? Bukan begitu?, 'balas Naruto dengan tenang.


"Yah!,, aku,, Satan Lucifer, pemimpin kaum iblis, dan kau belum menjawab pertanyaanku,, makhluk asing!, 'ucap Lucifer sembari turun dari ketinggian untuk menapak tanah. Dan kemudian berdiri tepat sepuluh meter dihadapan sosok bersurai pirang panjang tersebut. Sekilas terlihat perawakan dan postur tubuh yang hampir mirip dari keduanya, perbedaan warna rambut dan setelan pakaianlah yang menjadi pembeda fisik diantara mereka berdua.


"Kau bisa memanggilku Naruto, 'tak ada Exspresi yang berarti,, pembawaan sifat tenang telah melekat erat dalam diri pemuda bersurai pirang keemasan tersebut.


Dan entah mengapa hal itu membuat Makhluk sekelas Raja Iblis bertanya-tanya.


'Tatapan matanya,, tak ada kehidupan sama sekali, bahkan ketika sosok itu menyadari jika yang dihadapanya Raja Iblis,, ia tetap tenang, siapa pemuda ini sebenarnya, 'meski kini Lucifer merupakan lambang dari tujuh dosa besar sekalipun, dirinya masih waras untuk sekedar merasakan emosi seseorang. Masih dapat membedakan dimana batas kewajaran, berbeda dengan garis keturunan pertamanya, Rizevim yang amat sangat Arogan.


"Dan aku hanya datang untuk memenuhi kutukan, 'balas Naruto sembari membalikkan badanya. "Kembalilah Lucifer, dan nikmati dunia yang begitu Indah ini"


,,


Sejenak termenung dalam diam, jujur Lucifer tak mengerti apa maksud perkataan pemuda dihadapanya. 'Apa maksudnya? '


Deeggg

__ADS_1


'Tidak mungkin,, jangan-jangan "Dia"-,,,


"Sialll, kemana perginya pemuda itu? 'Racaunya bingung ketika apa yang dalam pandangannya hanya terlihat kabut hitam yang entah sejak kapan menggantikan keberadaan pemuda bersurai pirang tersebut. Kepalanya bergerak kesana kemari, dan terus mencoba merasakan keberadaan pemuda tersebut, namun tak ada lagi tanda-tanda keberadaan lawan bicaranya.


"Grrrr,, bedebah,, ini tak bisa dibiarkan, 'gumamnya geram, seiring meleburnya Lucifer kedalam diagram lingkaran Sihir berpola Bintang terbalik membentuk kepala kambing, lingkaran sihir khas nya sebagai Raja Iblis.


„„


„„


Kini ia tokoh utama kita telah tiba dibumi, tempat dimana Ras manusia hidup dan tinggal. Netranya mampu melihat kumpulan-kumpulan orang yang berlalu lalang, lalu ia memutuskan untuk berbaur di kerumunan Manusia tersebut.


Menurutnya, dimensi ini cukup menarik dimana ia mengetahui jika bukan hanya Manusia yang hidup, melainkan dipenuhi berbagai macam Ras, Tenshi, Datenshi, Akuma, Youkai, Vampir, Monster, bahkan Dewa.


Entah apa yang "Dia"cari, hanya sebatas rasa ingin tahu tentang kehidupan Manusia didimensi ini, dan ia menemukan perbedaan dimana Manusia didimensi ini cenderung tak peduli dengan orang lain, dan tak ingin mencampuri urusan orang lain.


Sekilas penampilannya terasa berbaur dengan kumpulan manusia pada setiap jalan yang dilaluinya, mungkin ada beberapa orang yang memandangnya heran ketika melihat seorang pemuda disiang hari mengenakan jubah hitam gelap. Namun Naruto tak peduli akan hal itu, toh itu bukan masalah untuknya.



Ia terus berjalan menembus setiap sudut tempat yang disebut bumi, roda waktu terus berputar pula, membawa hari dari siang kemalam, Mentari telah tenggelam diufuk barat digantikan bulan Purnama yang bersinar terang, ia terus melangkahkan kakinya untuk menyusuri kehidupan dunia Manusia.


,,


'Mereka para Manusia tak pernah tau kehidupan hitam dibelakang mereka, 'gumamnya dalam hati.


'Begitulah cara tuhan mengatur kehidupan Makhluknya, mereka dijadikan ternak untuk Ras lain yang diberkahi kekuatan, sedangkan mereka para Manusia seakan berjalan dijurang kematian setiap detiknya'


'Aku tak menyangka makhluk sepertimu bisa berkata bijak! '


'Ggrrrrr,,, aku hanya mengatakan apa yang kuketahui, mereka para manusia bisa dibilang paling dirugikan dalam sistem kehidupan, tapi mereka memiliki satu hal yang tak dimiliki Ras lain? '


'Aku tau,,, mereka diberkahi sebuah potensi untuk melampaui Ras manapun'


'Yah, dan itu mengingatkanku dengan bocah waktu itu, dia yang begitu bodoh, tak memiliki sedikitpun bakat, dia ceroboh, lemah, dan siapapun akan menduganya jika bocah waktu itu akan berakhir dengan mengenaskan, tapi,,, dia mematahkan semua hal itu, bocah bodoh waktu itu telah melampaui batasnya sebagai manusia, bahkan telah melampaui para dewa, dia telah menjelma bak pembunuh berantai'


Mendengar ucapan panjang lebar dari partnernya cukup untuk membuatnya tersenyum tipis, terkadang dirinya mengingat akan masa lalu, sungguh ia tak pernah menduga akan melalui begitu banyak rintangan dalam karirnya.


"Semua itu hanyalah omong kosong Kurama, disisi lain mereka para Manusia juga memiliki keserakahan tinggi,"


"Lupakan itu,, kau merasakanya? "


"Sudah sejak awal"


Tap


Tap


Tap


Langkahnya terhenti pada sebuah gang sempit diantara dua bangunan sederhana.


"Keluar,, 'ucapnya datar tanpa membalikkan badan.


„„


'Sial ketahuan,, 'racau sipenguntit dalam hati.


'Aku harus segera lari'


Wushhhh


Sring


Sring


Grebbbb


"A-apa, 'ucapnya terbata ketika dua buah rantai dengan cepat melilit kakinya setelah satu meter diatas permukaan tanah.


Srettt


Brakkkkk


"Uhukkkk,, sialll, 'rintihnya ketika rantai tersebut menghempaskanya dengan kuat hingga menciptakan retakan pada dinding beton gang tersebut.


Tap


Tap


Kemudian terdengar derap langkah kaki pelan dari pemuda bersurai pirang tersebut.


Tap


Datenshi tersebut mampu melihat sosok berjubah hitam itu berdiri tenang dihadapannya, entah mengapa ia serasa menelan ludahnya kasar ketika menatap langsung raut wajah mati pemuda dihadapannya.


Sedangkan Naruto sendiri hanya memandang datar Datenshi tersebut. "Malaikat hitam! 'Ucapnya kosong, mata itu kembali menunjukkan kilat kehampaanya sebagai makhluk yang telah dikutuk.


"Ughhh,, si-siapa kau sebenarnya? 'Meski bergetar ketakutan, malaikat jatuh yang bergender laki-laki itu mengucapkan sebait kalimat yang membuatnya dirundung kebingungan sejak awal.


"Kutukan"


Srett


Buagggghhh


"Ohooooookkkkkkk, 'seketika itu darah menyembur deras dari mulutnya.


Grebbbb


Setelah menghantam perut malaikat pembangkang tersebut, lengan kekar yang tertutup jubah hitam itu mencengkram erat sepasang sayap dari dua pasang sayap yang ada.


Mata itu melotot horor ketika sayap hitam kelamnya terasa berdenyut-denyut. "A-apa yang akan kau la-,,,


Grakkkkk


"Argggggggggghhhhhhhhhhh"


Tanpa menjawab lengan kekar itu telah mencabut sepasang sayap yang dicengkramnya, sekali hentak bak mencabut sebuah rumput dengan begitu mudah tanpa sedikitpun kesulitan.


"Sayap yang rapuh, 'ucapnya datar ketika Saffier bekunya menatap sepasang sayap yang tampak terkulai digenggamanya.


Wusssshhhhh

__ADS_1


Dan kemudian sepasang sayap tersebut telah hangus terbakar dengan cepat menyisakan abu pembakaran yang terbang berhamburan keudara..


"Pergi, dan kembalilah kepada pemimpinmu, dan katakan-,,,


"Kutukan telah datang untuk menyeret para pendosa ke Neraka, 'lanjutnya kemudian, surainya terhempas kencang menyapu wajahnya, hingga menyisakan sedikit bagian dari raut wajahnya yang terlihat.


"Enghh,, arrrghh,, sial!"


"Ba-baiklah, 'dengan menahan sakit dan perih, Datenshi tersebut memutuskan untuk segera pergi, dan memberikan informasi yang didapatkan meski harus mengorbankan sepasang sayapnya.


Sosok berjubah hitam yang tak lain adalah Naruto itu tetap diam, memandang Purnama malam yang bersinar terang, tampak sesosok perempuan bak bidadari yang tengah memandangnya dari atas, gaun putih bersih tanpa noda, enam pasang sayap putih yang terlihat bercahaya, dan sebuah lingkaran putih tampak bersinar diatas kepala berselimutkan surai pirang, wajah cantik nan lembut, membuat siapapun terpana.


Namun pemuda berusia 23 tahun itu tak sedikitpun terpengaruh akan kecantikan sosok perempuan yang tampak seperti malaikat tersebut.


Hatinya telah gelap untuk sekedar melihat keindahan nyata dihadapanya, dan ia tak kan pernah perduli dengan apapun yang sekiranya menyimpang dari jalan takdirnya.


,,


'Pemuda itu,, mengingatkanku denganmu,,, Lucifer-kun, 'ucap sosok perempuan bersayap itu dalam hati, dengan tatapan sendu ketika tanpa sadar bayangan wajah Lucifer yang menghiasi pandangannya.


„„


Kemudian pemuda bersurai pirang tersebut membalikkan badanya berniat pergi.


"Tunggu,, wahai pemuda 'pada akhirnya sosok perempuan tersebut mengangkat suaranya untuk mencegah langkah pemuda dibawahnya melangkah lebih jauh dari pandangannya.


Tap


Langkah itu terhenti ketika telinganya menangkap suara lembut dari atas, ia tau perempuan tersebut tak akan melepaskannya begitu saja.


"Apa yang kau mau, 'ucapnya datar!


Kemudian perempuan bersayap merpati enam pasang tersebut memutuskan untuk turun.


Tap


"Tidak ada, aku hanya ingin tau siapa kau sebenarnya, mengingat aku tak merasakan Auramu dari Ras manapun, dan aku melihat dengan mudahnya kau melumpuhkan malaikat jatuh barusan?, 'ucap perempuan tersebut dengan jujur.


Masih dalam posisi yang sama, pemuda itu hanya diam ketika mendengar pertanyaan yang terus berulang setiap kali berjumpa dengan makhluk Supranatural.


,,


"Tak ada yang harus kau ketahui, karena cepat atau lambat, makhluk seperti kalian akan segera tau, aku ada hanya untuk menghancurkan omong kosong dunia ini, 'lanjut pemuda pirang dengan lirih.


Deggg


'Me-menghancurkan omong kosong dunia ini?'


'Dan,, a-apa maksudnya kutukan telah datang untuk menyeret para pendosa ke Neraka? '


Deggg


'Ti-tidak mungkin, jangan-jangan-,,,'


Plukkk


Sebuah tepukan pelan membuyarkan lamunan Malaikat perempuan bersurai pirang tersebut.


"Sampaikan salamku pada-NYA,, aku telah datang untuk segera memenuhi tugas"


Deggggg


"D-Dia, 'ucap Gabriel dengan terbata, ternyata benar, pemuda itulah yang dimaksud sang pencipta dalam kata "Dia".


Desisan lirih dari pemuda tersebut seakan menyiksa Indra pendengaranya, sebuah ucapan yang terkandung kesakitan disetiap helai nafasnya, penuh kekosongan. Matanya hanya bisa terbelalak kedepan, tubuhnya serasa kaku untuk sekedar menoleh kearah sipemilik suara yang kini tengah berdiri sejajar disampingnya.


Bahkan Aura sucinya sebagai Malaikat serasa tenggelam dalam kegelapan yang tak berhujung, peluh dingin tampak membasuh kulit putih bersih dari salah satu Malaikat tertinggi Syurga itu ketika perlahan ia mulai merasakan desakan hawa gelap yang mencemari udara sekitarnya, bukan hanya itu, bahkan jiwanya seperti tertarik dalam kehampaan. Dan mulai membawanya kesebuah tempat entah berantah yang terlihat menyedihkan.


Ia melihat darah, dan ceceran bangkai ribuan manusia dihamparan tanah yang terlihat hancur, ia melihat pembantaian massal ribuan nyawa, dan netranya mampu melihat seorang pemuda bertelanjang dada dengan lubang menganga tepat dibagian jantung tengah menghabisi satu persatu manusia dengan kejam, ia tau pemuda tersebut, pemuda yang saat ini sedang berdiri sejajar disampingnya.


Dan perlahan, mata itu telah dipenuhi cairan bening, jujur apa yang kini berada dalam pandangannya merupakan sebuah kekejaman yang tak akan pernah termaafkan.


"Ke-kenapa, kenapa kau membunuh mereka semua?, 'ucap Gabriel dengan bergetar.


Pemuda berjubah hitam itu hanya mampu terdiam sembari melihat kilasan dunia Ilusi ciptaanya tersebut, bukan ilusi, melainkan membawa seseorang masuk dalam kubangan ingatan masa lalu miliknya. Dimana ia mampu memperlihatkan kejadian lalu yang telah terlewat.


Dan perlahan kilasan-kilasan itu berubah lebih kelabu, Gabriel dapat melihat dengan jelas sosok bocah yang tengah dipukuli habis-habisan oleh banyak orang, sceane terus berganti dari satu kejadian ke kejadian lainya, kini ia melihat bocah tersebut berjalan ditengah keramaian dengan memegangi perutnya yang sedang kelaparan dengan kepala tertunduk, bukan hanya itu, disekitar bocah tersebut dipenuhi kerumunan orang yang tengah menghujat dan mencaci maki bocah kecil bersurai kuning dalam pandanganya.


Pada akhirnya Gabriel mengerti setelah kilasan-kilasan itu menunjukkan satu persatu kejadian memilukan sebelum akhirnya pemuda tersebut memilih membantai mereka semua dan kemudian meleburkan dunia tersebut tanpa sisa.


Brughh


Gabriel jatuh berlutut ketika ia sadar didunia ini begitu banyak rahasia yang ia sendiri sebagai Malaikat tak pernah tahu.


"Hikz,, hikz,, 'tangisnya kian menggebu setelah kilasan-kilasan itu pudar dan menyisakan kegelapan disekitarnya.


Naruto hanya mampu terdiam dengan pandangan kosong keatas tepat pada sinar bulan Purnama. "Dunia ini begitu Indah untuk kalian yang diberikan Takdir cerah, namun,, dunia ini begitu buruk ketika seseorang diberikan takdir yang mengerikan dan menyakitkan, tergantung dimana kau berada"


"Itulah tugasku, kau dan aku jelas berbeda bukan?, kau ditakdirkan sebagai makhluk suci yang terbentuk dari Cahaya-NYA, sedangkan aku, tercipta dari ketiadaan dan kegelapan, 'ucap Naruto lirih.


"Hikzz,,, haruskah kau melakukan itu lagi?, 'tanya Gabriel kemudian.


"Yah!,,, hanya itulah yang bisa kulakukan,"


Tap


Tap


Pemuda tersebut mulai berjalan meninggalkan Malaikat bersurai pirang yang tengah jatuh bersimpuh.


"Hikss,, si-siapa namamu?, 'ucap Gabriel dengan isak tangis yang masih terdengar.


Tap


"Naruto, 'hanya sepatah kata itulah yang terdengar seiring tenggelamnya sosok berjubah hitam tersebut dalam kabut hitam.


Tak ada yang bisa ia katakan, hatinya tengah gundah gulana, dan jujur, ia tak menyangka akan bertemu dengan Makhluk awal yang bertugas untuk memberikan akhir bagi kehidupan, dan Gabriel akui jika sosok tersebut begitu mengerikan, malaikat tinggi sepertinya bahkan tak berkutik ketika merasakan sedikit rembesan energi kelam yang menyapa kulitnya, bahkan ia yakin jika tatapan mata pemuda bernama Naruto itu mampu membunuh dalam sekejap.


Pandanganya masih senantiasa menatap kabut hitam yang mulai pudar tersebut, tempat dimana sosok berjubah hitam bernama Naruto itu menghilang.


'Hikss, a-apa yang harus kulakukan?, 'tanyanya dalam hati.


"Ayah,,, iya,, hanya Ia yang tau tentang semua ini, 'lanjut Gabriel kemudian.

__ADS_1


..


..


__ADS_2