
"AWAS SHIKAMARUUUUUUUUU, 'teriak keras kawan-kawannya memperingatkan.
Shikamaru yang dalam kondisi terkejut tak menyadari hingga menyebabkannya ikut terlempar seketika.
Wusssshhh
Brakkkkkkkkk
"Uhukk,, siall, 'rintihnya tatkala kepala nanas miliknya membentur tanah dengan kuat, tampak darah mengalir dari sudut bibirnya.
Sang istri hanya bisa terbelalak melihat suaminya terkapar dihujung sana.
Tap
Tap
Tap
Grebbb
"Hikss,,, Shika-kun, kau tidak apa-apa?, 'tanya nya dengan isak tangis kesedihan.
"Ughhh,,, a-aku rasa tidak,, Temari, 'jawab Shikamaru lemah.
"Hikss,, kita tak harus melawan,, lebih baik kita menyerah dan meminta maaf kepada Naruto"
"Uhukkkk,,, i-itu percuma T-temari,, "Dia"bukan N-naruto yang dulu lagi, 'lanjut Shikamaru yang kini tengah meringkuk lemah dipangkuan istrinya.
,,
"Naruto,,, kenapa kau tega melakukan semua kekejaman ini,, kau sudah benar-benar berubah?, 'ucap Kakashi yang mencoba berniat merubah fikiran Naruto saat ini.
Menaikkan alisnya bingung, tentu saja Naruto merasa bingung, apakah sensei-nya itu Idiot mengatakan hal barusan, apa sebegitu mudahnya ketakutan menyebabkannya melupakan dosa-dosa mereka dimasa lalu.
"Aku tidaklah berubah,, Kakashi"
"Tapi-,,,
"Naruto yang kau kenal sebagai muridmu yang dulu telah dibunuh muridmu yang lainya, dan inilah Naruto yang telah bangkit dari dasar jurang Neraka, karena,,, kutukan takkan membiarkanku diam dan menerima penghianatan yang telah kalian lakukan semuanya begitu saja"
Kakashi tertegun sesaat tatkala mendengar ucapan pemuda dihadapanya, ucapan itu, ucapan yang seakan telah lelah dengan kehidupan, ucapan yang penuh akan kesakitan, dan disaat itu pula, ia memejamkan matanya perlahan.
"Aku tahu,, tapi,, tak seharusnya kau membalasnya dengan cara seperti ini, kau hanya akan semakin larut dalam keputusasaan"
"Kakashi, dunia ini sudah tak pantas lagi untuk dipertahankan, makhluk seperti kalian hanya akan semakin membawa kerusakan ditempat yang suci ini, tempat suci yang telah kalian rusak hingga tampak seperti lembah yang terkutuk"
Menunduk lemah, Kakashi tau dan mengerti bagaimana cara pandang pemuda dihadapanya kini, dan ia sendiri, mengakui kebenaranya.
"Ta-,,,
Buaggghhhhh
"Hentikan omong kosongmu bedebah, 'sebuah tinju ia lepaskan kepada wajah yang tertutup masker dihadapanya, dibarengi sebuah ucapan tajam menusuk.
Wussshhh
Brakkkkkkk
"Ohokkkkkkk,,, 'terpelanting begitu saja tatkala Naruto menyarangkan sebuah pukulan kewajahnya.
"KAKASHI/SENSEIIIIIII, 'teriak keras Sakura dan yang lainya ketika melihat Kakashi telah terpental.
Drap
Drap
Drap
Mengacuhkan apa yang baru saja ia perbuat kepada mantan gurunya tersebut, Naruto membalikkan badanya pelan untuk melanjutkan sentuhannya yang tertunda.
Grebbbb
"Arrgghhh, 'erangnya tertahan tatkala Naruto mencengkram erat surai birunya, pandangannya nampak sayu dan nanar.
Sret
Srett
Tubuh tak berdaya itu perlahan terseret, kedua mata Choujuro terbuka saat panas mulai terasa menyengat kulitnya. Dan kemudian, ia mampu melihat sebuah tubuh kokoh berlumur darah yang berniat menenggelamkanya pada lahapan api Neraka.
"Ti-tidak, tidak,, arggghh,, Na-naruto aku mo-,,,
"ARRRRRGGGGHHHHH PANAAAASSS"
"HUWAAAAAAAAAAAAAAAA,,,, LEPASKAN AKU NARUTOOOOOOO"
"AAAAAARRRRGGGHHHHH, 'mulai dari kepala, dan perlahan menuju anggota tubuh lainya, kobaran api mulai melahap seluruh anggota tubuhnya, sipelaku pun ikut berkecimbung pada kobaran api tersebut, namun,,, tak ada kesakitan sedikitpun yang "Dia"rasakan.
Semua mata melihatnya, Choujuro, Mizukage ke-6 telah dibakar hidup-hidup didalam kobaran api dasyat, dan mereka juga melihat, sesosok tubuh yang seakan menyatu kedalam api tersebut, tampak surai pirang Naruto berkibar mengikuti gejolak kobaran api,, dan mereka juga mampu melihat,, sebuah Tatto besar berbentuk tengkorak bertanduk banteng dipunggungnya.
Mereka yang tengah berlutut, semakin mengeratkan genggamannya pada tanah, kepedihan yang sudah tak mampu lagi dibendung. Semangat yang tadi terbangun kini kembali runtuh,, tak ada yang bisa mereka lakukan.
Hatake Kakashi,, kini telah bangun dengan tertatih-tatihnya, tampaknya ia berniat melakukan sesuatu, sorot mata yang sayu kini digantikan sorot mata tegas penuh keyakinan.
"Ka-kakashi-sensei,, apa yang akan kau lakukan?, 'tanya sigadis musim semi kemudian.
"Sakura,, dan kalian semuanya yang tersisa,, dengarkan aku baik-baik,, Naruto,, "Dia"bukanlah manusia lagi, kita tak akan pernah mampu untuk mengalahkanya, hanya ada satu-satunya cara untuk memusnahkannya! "
__ADS_1
"Apa itu?, 'tanya Sasuke penasaran.
"Jangan bilang kau mau memanggil Shinigami untuk melahap jiwanya Kakashi!"
"Kau benar,,, Raikage-dono"
Degggg
"K-kakashi-senpai,, k-kau bercanda kan?, 'ucap Yamato terbata.
"Tidak Yamato,, aku sudah memikirkan hal ini sejak awal,, meski terlambat, setidaknya masih ada kesempatan, dan aku membutuhkan bantuan Mokutonmu untuk mengekang pergerakanya sekuat mungkin,, "
"T-tapi,,,,
"Sudahlah Yamato,, hanya itu yang bisa kulakukan"
"Hah,,, baiklah,, tapi aku membutuhkan suplai Chakra lebih?,'lanjut Yamato kemudian.
"Uuumbbb, untuk itu kau bisa serahkan padaku Yamato-Taichou, aku masih memiliki segel Byakugou sebagai cadangan Chakra, 'sahut Sakura menimpali.
"Kau yakin,, Sensei?, 'ucap Sasuke memastikan.
"Sudah sejauh ini Hokage-sama,, Naruto harus dihentikan bagaimanapun caranya, 'lanjut Kakashi kemudian.
"B-bagaimana Sensei melakukanya, setauku kemampuan Fuinjutsu itu hanya pernah bisa dikuasai Yondaime dan Sandaime-sama?, "
"Kau tak perlu khawatir Sakura,, lima tahun terakhir aku mencoba untuk menguasai Formula Shiki yang ditinggalkan Minato-sensei, meski sempat putus asa namun aku berhasil menguasainya"
"Jadi begitu,,,!
"^_^"
"Kalian yang tersisa adalah harapan bagi semua Shinobi diseluruh lima desa besar, meski kita telah salah memilih jalan waktu itu,, apa boleh buat, semua sudah terlanjur hingga sejauh ini, jadi,,, aku akan melakukan yang terbaik demi keberlangsungan Ras Shinobi yang tersisa,"
Entah mengapa ucapan tersebut seakan begitu pahit untuk mereka semua rasakan, namun,, hanya itulah cara satu-satunya.
"Hikss,,,, K-kakashi-sensei"
"Sakura,,, Sasuke,,, dan kalian semua,, jaga diri baik-baik, 'sebuah ungkapan perpisahan dari seorang Shinobi hebat yang namanya telah begitu terkenal di dunia per-Shinobian, Hatake Kakashi,,, berniat mengorbankan nyawanya, karena pada dasarnya, ia termotivasi dan salut dari sosok hijau yang menganggapnya Rival sejauh ini.
"Dan untukmu Sasuke,, jaga Konoha sebaik mungkin"
'Jika ini berhasil, 'lanjutnya dalam hati.
"Hn,, aku mengerti,,, Sensei"
Tap
Tap
Tap
,,
,,
Disisi lain,,,, Insting predatornya merasakan kehadiran seseorang yang berjalan mendekat kearahnya, ia tau pasti,,, siapa yang mendekat.
Kepala berbalutkan kobaran api tersebut menoleh pelan,, dalam pandangannya ia melihat mantan Senseinya tengah menatapnya tajam penuh keyakinan diri.
'Tampaknya si mesum itu tengah merencanakan sesuatu yang buruk, 'sebuah gema suara serak nan berat kembali terngiang di langit-langit fikiranya.
'Aku tahu,, dan aku tak peduli,'
'Khukhukhuuu,, jangan terlalu percaya diri,, Naruto, 'lanjut suara serak nan berat tersebut.
'Ini bukanlah sebuah kepercayaan diri,, karena pada dasarnya, apapun itu,, akan tetap kuhadapi'
'Cih,, dasar'
Dan kemudian Naruto memutuskan untuk melangkah keluar dari kobaran api tersebut, tampak tubuhnya yang tetap baik-baik saja tanpa lecet sedikitpun.
Tap
Tap
Tubuh kekar itu berhenti beberapa meter dari hadapan Kakashi. Pandangan mata yang senantiasa kosong tanpa exspresi selalu tampak diraut wajahnya, begitulah potretnya kini.
,,
,,
"Naruto, aku akan menghentikanmu saat ini juga,, kau sudah banyak membunuh Shinobi yang tak bersalah, 'ucap Kakashi penuh ketegasan diraut wajah malasnya.
"Lakukanlah,,, jika kau memang mampu,,, Sensei?, 'jawabnya dengan panggilan yang sudah begitu lama tak ia ucapkan.
,,
Mokuton : Hijutsu Jukai Koutan
,,
Dengan cepat sebuah cabang-cabang kayu keluar dari bawah tubuh Naruto dan langsung membelitnya dengan cepat.
'Apalagi sekarang, 'ucapnya dalam hati ketika tubuhnya telah terkekang erat oleh sulur-sulur kayu.
Tidak sampai disitu saja,, sebuah getaran kembali terdengar saat segumpal lumpur hitam ikut muncul kepermukaan untuk mengekang tubuh pemuda bersurai pirang tersebut, lalu sebuah sulur bayangan hitam yang tadi menjeratnya pun ikut kembali membelenggunya.
__ADS_1
'Ughh, apa yang akan mereka lakukan?, 'tanya nya dalam hati, jujur Naruto merasa begitu penasaran.
"Hah,, hah,, hah,, Kakashi-san,, cepat mulai ritualnya, 'ucap Kurotsuchi yang berdiri disamping Yamato dan Sakura, ditambah Shikamaru yang ikut berjuang kembali dibantu istrinya.
"Tsucikage benar,, kami juga tak bisa menahan Jutsu ini terlalu lama,, jadi,, cepat selesaikan, Kakashi-senpai"
"Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini,, tahan dan serahkan sisanya padaku"
Dan kemudian,, Jounin bersurai perak tersebut memulai dengan cepat ritual pemanggilan dewa kematian, Aksara-aksara Fuin beterbangan, satu persatu Kakashi lakukan dengan penuh keyakinan diri, merapal mantra dengan penuh konsentrasi tinggi,, keringat dingin mulai bercucuran ketika semakin dekat, semakin dekat dan dekat.
Fuinjutsu : [Hakke no Fuin Shiki]
Kinjutsu : Shiki Fujin
Deeeeggg
"Segel keparat itu,, kau dalam masalah besar,,, Naruto, 'peringat keras rubah hitam tersebut,, bagian dalam dirinya mengatakan familiar dengan aksara-aksara Fuin tersebut,, dan ia tau,, segel itu,, Kinjutsu terlarang dimana sipengguna memanggil Shinigami untuk menyegel jiwa targetnya. Sebuah Kinjutsu yang pernah menyebabkan wujud rubah ekor-9 nya waktu itu terkurung dalam perut Shinigami.
Naruto hanya diam, dalam keadaan terkekang itu,, ia tak berniat berontak sedikitpun, seakan menikmati setiap detik berjalannya waktu, dan kini,, ia telah mengerti arti dari tatapan mata tajam Dan penuh keyakinan diri dari seorang Hatake-Kakashi.
"Jadi,, lawanku Dewa kematian ya? 'gumamnya pelan, entah mengapa Naruto merasa salut dengan usaha dan tekad dari mantan senseinya itu. Sejauh ini,, Kakashi terlihat lebih berguna untuk dunia, tidak hanya diam dan berpangku tangan.
"Kau tidak merasa khawatir?, 'sahut sang rubah hitam kemudian.
"Kau bilang khawatir, jangan bercanda!, 'tak ada exspresi ketakutan sedikipun, justru,, Naruto merasa begitu penasaran bagaimana respon si pencabut nyawa tatkala melihat siapa dirinya sebenarnya.
'Sepertinya,, kau benar-benar telah lepas dari batasmu-,,,
'Tuan, 'fikir sang penguasa kaum siluman tersebut, begitu banyak misteri yang belum terungkap dari jiwa baru itu, jiwa baru yang kehadirannya seakan membawa perkara rumit. Dan tak ada satupun yang mampu mengikat jiwanya, meski itu,, "Dewa kematian" sekalipun.
,,
,,
Suasana berubah mencekam saat sebuah bayangan besar muncul dari punggung Kakashi. Surai kuning pucat acak-acakan, mata hitam legam dengan iris kuning, kulit hitam keunguan, tubuh yang terlihat kurus berbalutkan jubah putih compang-camping, dua lenganya yang terbentang lebar, dengan sebuah tasbih yang digenggamnya ditangan kiri,, tak lupa sebuah pisau bedah yang tergigit pada gigi-gigi runcing dimulutnya. Itulah,, sang penguasa alam kematian.
Namun tak ada yang mampu melihat perwujudanya selain si pengguna itu sendiri, walau bagaimanapun, itu merupakan rahasia kehidupan yang tak boleh terungkap begitu saja, tapi,,, hal itu tak berlaku untuk "Dia", perwujudan dari sosok makhluk yang entah sejak kapan ada, karena tak ada yang tau, bagaimana makhluk sepertinya mampu terbentuk.
Kakashi,, berusaha sekuat mungkin untuk tidak jatuh tatkala melihat bayangan besar dihadapannya, dengan membawa aura kematian yang begitu kental bersamaan kedatanganya.
„
„
[Manusia,, kehendak apa yang membuatmu memanggilku, apa yang akan kau persembahkan sebagai ganti dari kedatanganku] 'terdengar sebuah ucapan serak yang menyapa kasar telinga Jounin bersurai perak tersebut.
Lidahnya terasa kelu untuk sekedar memberikan jawaban, walau bagaimanapun, kesalahan sedikit saja bisa menyebabkan kegagalan, dan tentu saja, nyawanya sudah dipastikan akan tersegel selamanya dalam perut Shinigami.
"S-shinigami-sama, ambillah jiwaku sebagai gantinya, 'pada akhirnya Kakashi mencoba memberikan ganti nyawanya sendiri sebagai tumbal.
[Grrrr,, penawaran yang kurang menarik, lalu,, apa yang kau inginkan,,,, Manusia]
"Ugh,,, "D-dia", ambil jiwa itu dan segel selamanya,, kehadiranya telah membawa petaka besar dalam kehidupan, jadi,, aku mohon,, penuhi permintaan terakhirku ini, ohoooookkkk, 'dengan segenap tenaga yang tersisa, Kakashi mencoba untuk terus mempertahankan kesadarannya, fisik dan stamina yang mulai melemah, dengan pasokan Chakra yang mulai menipis.
Setelah mendengar permintaan dari manusia dihadapannya, Mata khas dari Shinigami itu mengedarkan pandanganya beberapa meter kedepan. Mencari perwujudan makhluk yang dimaksudkan.
Dan-,,
Deggg
Iris mata kuning bak predator itu dapat melihat sesosok pemuda yang tengah menatapnya kosong, terlilit sulur kayu, terkekang gumpalan lumpur padat, dan terjerat dalam bayangan hitam pekat, juga,, sebuah energi hitam kelam yang mulai merembes keluar seakan berontak.
Entah mengapa terasa begitu familiar untuknya, dan berusaha menggali ingatanya kembali, mengingat-ingat pemilik aura kelam tersebut. Aura yang membuatnya sebagai makhluk penguasa alam kematian merasakan apa itu ketakutan nyata.
Degggg
[Tidak mungkin-,,,]
[Aura kelam ini,,, tidak salah lagi, makhluk terkutuk yang telah lepas dari dasar jurang Neraka] 'mata itu tebelalak lebar tatkala ingatannya memberikan jawaban mengenai siapa pemilik aura hitam kelam tersebut.
Dan-,,,,
Wusssssssssssssshhhhhhh
Booooooooommmmmmmmmmmmmm
Ledakan energi dasyat serasa telah menyapu seluruh daratan yang ada, sebuah energi hitam kelam yang seakan menjadi racun dan mencemari udara pada malam suram Elemental Nation, berpusat pada satu titik dari seorang pemuda yang sebelumnya tampak diam karena belenggu tiga Jutsu sekaligus.
Dunia telah berguncang dengan hebat, lautan bergejolak marah, gunung-gunung telah memuntahkan lahar panas. Sebuah tanda kemunculan bagi sang jiwa hitam penuh noda. Sosok makhluk yang tercatat pada sebuah kitab tua sang pencipta.
„
„
„
...Tiga pasang mata yang terpejam ditempat saling berbeda itu,, kini telah terbuka dengan lebar, ketika samar-samar mereka merasakan apa yang begitu mereka takutkan, makhluk dari dasar neraka yang telah bangkit, makhluk yang tidak terikat dari Ras apapun, dan sesosok makhluk yang akan membantai mereka bertiga suatu saat. Raungan hebat dari tiga makhluk superior itu seakan ikut mengguncang dunia untuk menyambut kemunculan sang Exsekutor.
„
„
Deggg
'Sepertinya Naruto telah benar-benar mengamuk, 'ucap pemuda bersurai merah bata, yang tak lain adalah Gaara.
,,
__ADS_1
,,