Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 10


__ADS_3

25 menit kemudian,


Dokter yang di hubungi Adam pun tiba sampai rumahnya.


Adam di depan pintu kamar Mesa yang sedang menjawab panggilan teleponnya tentang masalah perusahaan lalu di tutup panggilannya setelah melihat dokter tersebut sudah datang.


"Permisi tuan,siapa yang sakit?" kata dokter tersebut.


"Istriku!" jawab Adam


"Kenapa bukan yang datang Andra dan kamu siapa?" lanjut perkataan Adam yang datang bukan dokter pribadinya sendiri.


"Maaf tuan dokter Andra mendadak harus menangani pasien urgen tadi di rumah sakit,saya di suruh menggantikannya!" balas dokter tersebut.


"Bentar bentar,saya tau betul dokter lama yang ada di Rumah Sakit QX,dan apakah kamu dokter baru?" Adam melihat dokter tersebut dengan instennya,tidak biasanya Adam menemukan dokter yang masih muda seumurannya malahan. Bahkan dokter dokter di rumah sakit kebanyakan usianya sudah kepala tiga lebih.


"Iya tuan,saya baru selesai study di luar negeri dengan begitu cepat karena saya termasuk mahasiswa dokter yang caumplaude, berprestasi sehingga saya lulus dengan usia muda setelah selesai study saya di luar negeri, saya di tugaskan di rumah sakit QX yang terbaik itu tuan. Syukur puji Tuhan." Jelas dokter tersebut.


"Apa ada yang salah tuan? Ini bukti name tag saya tuan,kalau masih tidak percaya tuan bisa tanyakan direktur yang di rumah sakit QX!" lanjut dokter tersebut.


"Tidak,tidak perlu." tolak Adam mengalihkan pandangannya melihat name tag di dada kanan dokter tersebut.


"ahhww!" rintih suara Mesa di dalam kamar.


"Oh iya dia ada di dalam tolong periksa istriku segera!" lanjut Adam mendengar suara Mesa merasa sakit.


Akhirnya Adam membukakan pintu kamar Mesa dan mempersilahkan dokter tersebut masuk.


Mesa melihat dokter tersebut tercengah siapa yang di lihatnya,begitu juga dokter tersebut yang sudah mendekat kearahnya terbelalak kaget.


"Mesa!" panggil Dokter tersebut.


"Devan!" sahut Mesa melihat Devan di hadapannya.


Adam melihatnya begitu bingung,ternyata Mesa dan Devan sudah saling kenal.


"Apa kalian saling mengenal?" tanya Adam membuyarkan tatapan mereka berdua.


"Tidak!" sahut cepat Mesa


"Iya!" jawab Devan


Adam menatap mereka berdua kenapa jawabannya berbeda pasti ada salah satu yang benar.

__ADS_1


Lagi lagi Mesa merintih kesakitan di perutnya,tanpa pikir panjang Devan memeriksa Mesa. Tapi sebelumnya Devan meminta Adam keluar dengan penuh mohon,akhirnya Adam keluar dari kamarnya.


Tapi Adam menunggu di pintu luar kamar Mesa yang masih terbuka sedikit pintu kamarnya sengaja agar Adam bisa mendengar apa yang terjadi di dalam.


Devan sudah selesai memeriksa Mesa dan memberikan obat melalui suntik,kondisinya lebih membaik dari sebelumnya.


Devan dan Mesa begitu canggung keadaan seperti ini,Mesa tidak tau harus bicara mulai dari mana untuk menjelaskan kepergiannya selama ini.


"Mesa? Ini aku Devan apa kamu lupa Sa! Aku cari kamu kemana mana ternyata kamu sudah menjadi istri orang,kamu meninggalkanku pas lagi sayang sayangnya,aku berjuang mati matian kuliah jauh ke luar negeri demi kamu Sa!" akhirnya Devan mulai bicaranya itu.


"Aku sudah kembali Sa,tapi kenapa pas aku kembali kamu sudah menjadi istri orang. Kamu janji untuk menungguku tapi apa ini Sa!" lanjut Devan yang matanya mulai sendu


Mesa masih diam dengan kondisinya yang masih sedikit drop tapi masih bisa di tahan,dia bingung harus jawab apa. Semua sudah terlambat kini dirinya sudah menjadi milik orang lain.


"Apa gara gara tuan Adam itu KAYA iya Sa! Sehingga kamu meninggalkanku yang tidak SEBERAPA ini. Sungguh kamu MATRE Sa aku tidak menyangka!" Devan menekankan beberapa kata katanya itu.


"Cukup Van,kamu tidak tau yang sebenarnya yang terjadi! Kamu menyimpulkan seenak jidatmu." jawab Mesa begitu terkejut mendengar perkataan Devan yang tidak biasanya Devan bicara yang menyakiti hatinya.


"Maafin perkataanku yang menyinggung perasaanmu,bukan maksudku mengatakan seperti itu. Lalu apa Sa?" Tanya Devan.


"Ceritanya panjang,dan kamu tidak perlu tahu. Yang jelas aku bahagia sekarang dengan suamiku sekarang. Terserah kamu mau menilai aku seperti apa,yang jelas aku tidak pantas untukmu lagi!" jawab Mesa berusaha menahan air matanya.


"Maafin aku Van,kamu pantas bahagia dengan wanita lain. Tidak pantas kamu mendapatkan aku yang sudah kotor ini,apa lagi statusku sudah istri orang." batin Mesa


"Tidak ada yang aku sembunyikan,aku bahagia dengan suamiku. Tolong Van lupakan aku." tolak Mesa melepaskan sentuhan tangan Devan di tangannya.


Adam mendengarkan percakapan Devan dengan Mesa,ternyata mereka sebelumnya sudah saling kenal dan saling dekat. Kenapa Mesa tidak menceritakan yang sebenarnya perihal dirinya yang di siksa olehku,tapi malah Mesa menutupinya seakan akan benar adanya kalau memang baik baik saja rumah tangganya. Adam mikirkannya apa maksud Mesa menutupinya.


"Apa papah Wisma,memaksamu menikah dengan tuan Adam Sa! katakan Sa!" tebak Devan,Devan tau betul orang tua Mesa. Apapun masalah yang menimpanya selama ini Devan yang menampung curahan curahan kesedihan Mesa sebelumnya.


Mesa yang awalnya menahan air matanya pun meloloskanya dengan mengalirkan air matanya membasahi pipi Mesa.


"Hiks hiks!" Isak Mesa menangis


"Katakan Mesa,sudah cukup aku tidak rela kalau memang papahmu yang memaksamu menikah dengan tuan Adam,buat apa kamu menikah dengannya kalau kamu tidak bahagia Mesa!" lanjut Devan


Sedangkan Adam masih mendengarkan obrolan di balik pintu kamar di luar.


"Sudahlah Devan,aku tidak apa apa." Mesa masih tetap menyembunyikannya.


"Baik! Kalau kamu tidak mau mengatakannya aku akan menemui papahmu!" tegas Devan.


"Tidak perlu percuma!" cegah Mesa

__ADS_1


"Maaf Mesa,aku harus menemuinya!" cicit Devan


"Lebih baik jangan Devan,aku minta tolong saja bilang sama mamahku,aku baik baik saja di sini. Mamahku pasti khawatir aku hanya minta tolong itu . Bisa Dev?" pinta sendu Mesa.


"Aku akan merebutmu kembali,kalau memang papahmu yang memaksamu menikah dengannya!" kata Devan


"Aku sudah bilang lupain aku Devan,aku mohon aku tidak pantas untumu. Meskipun aku nantinya jadi janda atau tidaknya aku tidak akan memilihmu." tolak Mesa.


"Aku telah gagal menjaga mahkotaku untukmu, kini mahkotaku di ambil oleh tuan Adam dia yang seharusnya menjadi milikku seutuhnya,meski aku belum bisa mencintainya tapi aku akan berusaha supaya dia mencintaiku. Aku sudah berjanji dengan diriku sendiri ketika mahkotaku hilang dialah yang akan menjadi pilihanku untuk menjadi milikku seutuhnya,meski suamiku tidak mencintaiku sekarang,tidak ada salahnya mencoba untuk mengambil hati suamiku yang kasar itu." batin Mesa


"Kenapa Mesa? aku mencintaimu,apa kamu sudah tidak mencintaiku?" tanya ulang Devan.


Brakkk


(Suara pintu kamar terbuka lebar)


》Bersambung.....


.


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2