
"Dokter,syukurlah anda sudah datang. Maaf malam malam memanggil anda dok!" kata sopan Mesa melihat dokter tersebut sudah datang di kamarnya.
"Jangan terlalu formal begitu. Panggil saja aku Andra,yah karena aku bisa di bilang dokter pribadi Adam atau temannya Adam itu hal biasa Adam lakukan sebelumnya tidak perlu sungkan." jelas dokter Andra yang juga sudah tau kalau Mesa istri Adam sekarang.
"Baik kalau begitu,Andra!" setuju Mesa karena penjelasan Andra yang masuk akal.
Akhirnya Andra memeriksa kondisi Adam di ranjang tidurnya,tiba-tiba Adam mengigau dalam mimpinya!
"Paa, jangan tinggalkan aku sendiri pa! pahh tolongg! pah buka pintunya pah di sini gelap sekali Adam takut pah!" ricau Adam
"Papahh! Adam takut pahhh, papah!" lanjut ngigau Adam di bawah sadar Adam.
Keringat Adam mulai becucuran di pelipisnya, Mesa melihatnya penuh bingung apa yang di mimpikan Adam. Yang bisa membuat Adam ketakutan seperti itu, seperti Adam bisa memiliki rasa takut juga ternyata!
Andra yang memeriksanya karena Andra dokter pribadinya sekaligus temannya yang sudah tau riwayat kesehatan Adam sebelumnya,Andra juga sudah tau penyebab Adam bisa seperti ini sesuai apa yang Andra ketahui dari yang di lihatnya kepada kondisi Adam sekarang.
"Apa sebelumnya rumah ini terjadi mati lampu?" tanya Andra
"Iya! Ada apa? Kenapa Adam seperti ini."
"Apa yang kamu lakukan tadi ketika mati lampu bersama Adam?"
"Itu,emm memeluknya!"
"Seharusnya kamu memcari senter di sebelah laci ranjang tidurnya kalau tidak pakai senters,kamu juga bisa pakai senter ponselmu untuk menyinari Adam!" tegas Andra
__ADS_1
"Mana sempat, dia tadi memelukku membuatku bingung harus apa!" sangkal Mesa
"Kamu istrinya seharusnya kalau tau gelap kamu cari penerangan kek tidak membuat Adam seperti ini!" mulai kesal Andra
"Kamu tau, dia memili-" potong perkataan dokter Andra
"Cuma mati lampu aja,masak laki laki seperti Adam takut gelap. Cemen bukan!" Mesa meremehkan Adam yang tidak sesuai dengan sifat arogannya menjadi penakut ketika menghadapi kegelapan di malam hari.
Di tengah tengah mereka berargumen tiba-tiba Adam terbangun dan ngos-ngosan seperti habis belari maraton. Keringat yang membasai tubuh dan dahi Adam.
"Adam kamu tidak apa apa kan?" tanya polos Mesa melihat Adam sudah bangun dan duduk.
Adam menatap Mesa sekilas "Adam kamu tenang. kontrol nafasmu pelan pelan. Tarik nafas dari hidung keluarkan dari mulut. Yah begitu terus iyaa bagus." Dokter Andra menginstruksi nafasnya Adam agar lebih rileks.
"Aku mimpi buruk,mimpi buruk di masa laluku!" tenang Adam tetapi masih ada di dalam kegelisahan Adam yang barusan kembali di mimpi buruk tentang masa lalunya.
Mesa menanyakan alasannya? Dan Adam mau menceritakannya.
Sewaktu masih kecil, setiap kali dia melakukan kesalahan walaupun itu kesalahan kecil, ayahnya akan menguncinya di dalam ruangan kecil. Tidak peduli sekeras apapun dia menangis atau memohon, tidak ada gunanya. Terkadang, dia di kurung sepanjang hari dan tidak mendapatkan makanan ataupun air. Ruangan itu sangat gelap dan tidak ada cahaya sedikitpun. Suatu kali, ayahnya datang membawa lilin. Dia mengira ayahnya tahu kalau dia takut pada gelap dan ingin memberikannya cahaya, tapi ternyata bukan. Ayahnya meneteskan air lilin yang meleleh pada tubuhnya.
Mendengar itu, Mesa menangis tanpa Adam sadari lalu setelah selesai berbicara menjelaskan. Adam melihat Mesa yang meneteskan air mata.
"Tidak apa-apa. Semuanya hanyalah masa lalu. Bukankah aku tumbuh dengan baik?" ujar Adam pada Mesa
Mesa merasa marah dan kecewa pada dirinya sendiri. Sebelumnya, dia menganggap remeh rasa takut Adam pada gelap, tanpa tahu luka pedih yang tersimpan di dalamnya. Dia menyesal karena sudah menganggap remeh hal itu.
__ADS_1
Pada akhirnya Mesa memilih pergi dari sana,membiarkan Adam dengan Andra untuk memeriksanya lebih lanjut.
Mesa pergi ke belakang rumahnya yang ada taman untuk bersantai ya ada pemandangan kolam renang di sana untuk menyejukkan suasana hati Mesa sekarang, bila di pandang kolam renang berisi air jernih dengan tenang.
γBersambung......
Mesa : Kenapa Author tidak membiarkanya besar dengan bahagia? Apa harus ada penyesalan dan kekurangan? Dia hanya karakter fiktif dan bukan orang sungguhan. Mengapa hatiku merasa sakit? Aku sudah sering membaca lebih dari 87 novel dengan pemeran utama memiliki trauma masa kecil. Jika bukan keluarga yang tiba-tiba menjadi miskin atau kedua orang tua sekarang, atau mengadopsi anak yang salah, masalah psikologis. Semua ada di dalam novel. Sangat kuno.
Author : Lah author kagak mau sama karya lain, author mau beda dengan karya karya yang lain.
Mesa : Author sangat tidak bertanggung jawab! Kau hanya menulis kata-kata sesukamu dan karaktermu harus hidup di bawah bayang-bayang selamanya!! Kau gila!Tidak bisakah Author lebih menyukai karakter mereka? Penyiksaan pada anak sangat menyakitkan hati. Di gigit anjing, gegar otak semua itu lebih baik daripada penyiksaan.
Author : Author yang nulis,mau kamu author ganti dengan Ayunda! π
Mesa : Ayunda anak komplek mana thor?
Author : Oh iya kamu belum tau Ayunda,nanti deh bakalan tau. Mau lanjut pemeran utamanya kamu atau Ayunda?
Mesa : Biarkan aku menjadi pemeran utama authorπ«, jangan ganti Ayunda anak komplek!
Author : Nah gitu Mesa yang penurut, Ayunda juga tidak bakalan hidup kembali. π
Readers mana suaranya? Lanjuttttt?????
.
__ADS_1
.
.