Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 72


__ADS_3

"Tidurlah sayang, ini sudah lewat jam malam. Aku tahu kamu pasti lelah istriku."


Adam melepaskan pelukannya lalu beralih pergi ke kamar mandi. Mesa hanya melihatnyΓ  dan masih diam di tempat, ia tidak berfikir panjang akhirnya ia mengambil baju tidur miliknya di lemari dan mengganti bajuanya disana. Sekalian menunggu Adam agar segera keluar dari kamar mandi.


Adam pun sama sudah memakai baju tidurnya, dan menghampiri Mesa yang sudah di atas ranjang tidurnya.


"Sayang?"


"Iya, kenapa?"


"Aku tadi tidak sengaja melihat ujung buah dadamu lecet apa itu tidak terasa perih?"


"Perih, kata siapa tidak perih. Hm, itu kan demi Albe biar mau minum ASIku agar Albe tumbuh sehat karena terpenuhi nutrisi dari ASIku."


Tok..


Tok...


Tok....


"Kamu tunggu di sini."


Mesa hanya menganggukan kepalanya saja dan melihat Adam membuka pintu kamarnya, ternyata itu dari salah satu pelayan yang memberikan barang tersebut kepada Adam. Ia pun kembali ke ranjang tidurnya dan memberikan benda itu kepada Mesa.


"Buat apa ini sayang?" tanya Mesa yang sudah menerima benda itu.


"Aku tidak mau ujung buah dadamu lecet, kamu bisa pompa dan mengeluarkan ASImu lalu di masukkan di botol itu."


"Bagaimana Albe meminumnya?"


"Bisa di simpan di kulkas, kalau Adam haus biar di hangatkan kembali dengan kompor."


"Dari mana kamu tahu itu semua?"


"Dari Devan tanya sama dokter kandungan dan memberikan info kepadaku, setelah itu aku meminta Leo untuk membelikkannya. Aku tidak tega milikmu lecet, dan perih seperti itu, aku melihat ringisan mu tadi sungguh aku tidak tega istriku."


"Baiklah, tapi besuk. sekarang kita isirahat. Tadi kamu memintaku untuk tidur."


"Aku maunya sekarang!"


"Tapi Adam ini sudah malam."


"Lihatlah, air susumu sudah merembes itu lihat di balik baju tidurmu sudah basah." Adam melihat dada Mesa basah karena ASI Mesa merembes.


Mesa menghela nafasnya dan mau menuruti kemauan Adam. Lalu ia membuka bajunya dan mengeluarkan salah satu miliknya, memompanya bergantian. Adam hanya menelan salivanya melihatnya dan berusaha menahanya lagi dan lagi.


"Sabar Adam, jangan terburu-buru. Miliknya sedang lecet, jangan egois dan membuat luka fisik seperti Albe yang menyusu tanpa menikmatinya. Aku harus mengerti Albe masih kecil yang ia tahu hanya haus. Tapi maafkan papah Albe, papah tidak mau milik mamahmu lecet seperti itu dan papah harus menahannya untuk melakukan dengan mamahmu karena alasan lecet terus menerus. Sekarang kamu sudah ada botol dot untuk kamu minum tanpa melukai milik mamah." batin Adam


"Sayang sudah ini. Cukup ya!" kata Mesa membuyarkan lamunan Adam.


"Iya cukup, tidak perlu memaksanya kalau memang tidak terlalu banyak keluarnya."


"Ini sudah banyak sayang."


"Baiklah, semoga cukup."


Adam pun menerima ASI milik Mesa yang sudah berpindah di botol, lalu Mesa membenahkan bajunya sedangkan Adam keluar dari kamarnya lalu turun kebawah untuk menaruh susunya itu ke dalam kulkas.

__ADS_1


Setelah itu Adam kembali lagi ke kamar dan tidur di ranjang tidurnya tepat di samping Mesa. Hendak mereka ingin tidur tiba-tiba ponsel Adam berdering ternyata itu panggilan telepon dari Vera.


"Siapa?" tanya Mesa di samping Adam


"Vera." jawab Adam setelah melihat nama yang ada di layar ponselnya.


"Kenapa malam-malam dia meneleponmu?"


Adam hanya menaikkan kedua bahunya menginsyaratkan kalau dia tidak tahu kenapa Vera menghubungi Adam tengah malam seperti ini.


Akhirnya Adam memilih menjawab teleponnya dari Vera, "Hallo?"


"Ada apa?"


"Iya ini kakak sudah dirumah bersama istriku Mesa"


"Apakah kamu sudah baik-baik saja?"


"Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa."


"Maaf sepertinya kakak tidak bisa menjemputmu dan mengantarkan kamu pulang, kebetulan besuk kakak ada meeting penting di perusahaan kakak dari klien luar negeri."


"Bukan, kakak tidak menghindarimu Vera. Baiklah lusa kakak dan istri kakak akan menjengukmu di rumah setelah urusan kerjaan kakak selesai, tidak apa kan?"


"Adik yang penurut, sudah malam segera istirahat. Besuk pagi biar Johan yang mengantarkanmu pulang."


"Tidak ada bantahan oke!"


"Nampanya kamu senang sekali mendengar nama Johan."


"Bagus kalau begitu, Johan laki-laki baik kakak teman dekatnya. Jadi kakak tahu betul Johan itu seperti apa."


Adam mematikan ponselnya lalu menatap Mesa di sampingnya, "Kenapa sayang?"


"Perhatian kamu....em"


"Apa? Itu perhatian antara kakak dan adik. Aku rasa dia sudah mengikhlasan kakak denganmu."


"Benarkah?"


"Iya aku rasa seperti itu, bahkan dia senang sekarang bersama Johan. Tadi dia sangat antusias sekali mendengar Johan mau mengantarkan pulang besuk, dan tidak mempermasalahkan aku tidak bisa mengantarkan dia pulang karena besuk aku ada meeting penting diperusahaan."


Mesa hanya berdehem mengerti, rasanya lega sekali kalau Vera sudah mengiklaskan Adam, dan tidak lagi berharap lebih kepada kakaknya itu.


"Sudah malam, ayolah tidur."


"Kamu kelihatan lelah sayang hari ini."


Adam pun merebahkan tubuhnya dan memeluk Mesa, selama Adam lupa ingatan dia tidak merasakan tubuh istrinya lagi untuk ia dekap ketika tidur. Sekarang ia bisa memeluk istrinya yang ia sayangi.


Sampai keduanya sama-sama tertidur pulas, Albe tidur tanpa terbangun di tengah malam dan membuat Adam dan Mesa terjaga tidurnya.


Esok harinya


Mesa yang menggeliat dan meraba sebelahnya dengan tangannya ia merasakan kalau tidak ada Adam di samping tidurnya, lalu Mesa membuka kedua matanya dan melihat sekeliling ternyata Adam ada di depan cermin, pakaiannya sudah rapi dengan stel kantornya itu.


"Pagi istriku." Adam mengucapkan selamat pagi kepada istrinya yang baru bangun tidur.

__ADS_1


"Sayang kenapa kamu bangun lebih awal dan tidak membangunkanku?"


"Tidurmu pulas, aku tidak tega membangunkanmu." Adam mendekat kearah ranjang tidur Mesa, lalu Adam duduk di sebelah Mesa.


Cup!


Adam menyium bibir Mesa dengan lembutnya.


"Sayang, aku baru bangun jangan menyiumku rasanya pasti tidak sedap." elak Mesa karena ia merasakan dirinya bau khas bangun tidur yang tidak enak.


"Kata siapa? tetap manis."


"Hisss.." Mesa mengalihkan pandangannya di box tempat tidur Albe di sela-sela sampingnya di sana kosong tidak ada Albe. Mesa menajamkan tatapannya itu karena Albe tidak ada disana.


"Albe di mana?"


"Tenanglah, dia bersama babby sister di bawah. Mungkin dimandikan sayang dan di beri ASI."


"Jadi kemarin kamu memintaku segera memompa air susuku karena ini."


"Ya salah satunya, dan aku tidak mau milikmu lecet. Aku tidak mau kalau kamu menyusui langsung dan nantinya bakalan lecet lagi. Satu lagi sekarang ada babby sister, aku tidak mau kamu kelelahan kamu bisa menjaga Albe di temani babby sister yang sudah aku suruh untuk menemanimu dan membantumu merawat Albe."


"Baiklah suamiku, terimakasih."


"Kalau begitu aku berangkat pergi keperusahaan, ada meeting penting mungkin pulangku nanti agak terlambat kamu tidak perlu menungguku sayang."


》Bersambung......


___________________________________________


...Bantu VOTEnya yang kenceng kalau mau UP setiap harinya. πŸ‘πŸ€—β€...


___________________________________________


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2