Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 24


__ADS_3

Keadaan mamah Isti tiba tiba kritis, manusia tidak ada yang tau hari esuk masih di beri umur panjang atau tidak. Mungkin hari ini,esuk,lusa kita bisa di jemput kapan saja dengan namanya kematian kita tidak tau,hanya saja kita sebagai makhluk Tuhan seperti pemeran di dunia ini, menjadikan hidup kita yang hanya sekali ini sebaik mungkin.


"Mah,mamah harus bertahan demi Mesa mah!" sendu Mesa di depan ruang ICU yang berdiri mundar mandir, kini dokter Devan sudah di ganti dengan dokter lain.


Ceklekkk


(Suara pintu terbuka)


"Dok,mamah saya bagaimana keadaannya dok?" tanya Mesa melihat dokter cantik keluar dari dalam ruang ICU.


"Keadaannya semakin memburuk nona,saya memperkirakan umur beliau sudah tidak lama lagi. Kanker leukimia sulit di sembuhkan,rutin cuci darah dan beberapa terapi yang di berikan hanya untuk mengulurnya saja, tapi selebihnya kita pasrahkan kepada Tuhan, hanya Sang Pencipta yang bisa memberikan keajaiban kepada beliau kemungkinan kecil untuk sembuh." kata dokter Erwi yang sudah memprediksikan lebih dulu tentang penyakit mamah Isti yang sulit di sembuhkan.


"Tidak mungkin! dokter bukan Tuhan menentukan hidup mati mamah saya dok!" sangkal Mesa dengan menggeleng gelengkan kepalanya itu mendengar petuturan dokter tersebut membuat matanya tidak bisa berhenti menangis.


"Saya juga berharap seperti itu nona. Yang sabar,bantu dengan doa. Tim medis dari rumah sakit ini sudah melakukan perawatan intesif kepada beliau semaksimal mungkin yang kami berikan kepada setiap pasien." pasrah dokter Erwi karena dari hasil pemeriksaan dari awal sampai akhir apa lagi sudah seminggu ini dokter Erwi memantau keadaan mamah Isti,yang hasilnya keadaan mamah Isti yang tidak membaik malah memburuk.


"Beliau tadi cuma menyampaikan kepada saya kalau beliau ingin berbicara dengan namanya Adam,tapi saya rasa di sini tidak ada siapa siapa selain nona!" cicit dokter Erwi


"Adam! buat apa mamah saya ingin bertemu Adam dok?" tanya Mesa


"Beliau hanya menyampaikan itu nyonya,selebihnya saya tidak ingin tahu itu privasi keluarga. Tapi saya harap nyonya bisa mempertemukan beliau dengan seseorang bernama Adam segera!"


"Baik Dok!"


"Kalau begitu saya pemirsi." dokter Erwi pergi meninggalkan Mesa dan juga setelah selesai memeriksa keadaan mamah Isti.

__ADS_1


"Bagaimana ini? kenapa mamah mencari Adam? kenapa? Aku cuma ingin mamah cepat sembuh,dan aku bisa mengatakan kalau aku segera berpisah dengan Adam,setelah itu aku kembali lagi dengan mamah." Mesa berbicara sendiri dengan dirinya sendiri.


Mesa merogoh ponselnya dari tas mungilnya itu,ia melihat ponselnya dengan mencari kontak bertulisan "Suami Tampanku 😘" yang dulu sudah di namain oleh suaminya sendiri.


"Telepon tidak ya telepon tidak ya!" ragu Mesa


Pada akhirnya Mesa memutuskan untuk menghubungi Adam


"Hallo" sapa Mesa


"Mamah ku ingin berbicara kepadamu!"


"Bukan bukan! mamahku ingin kamu kesini bukan via telepon begini."


"Sungguh!"


*****


45menit berlalu,


Adam akhirnya datang ke rumah sakit tersebut,Adam melihat Mesa yang dingin dalam hatinya ia ingin sekali memeluk suaminya itu apa lagi Adam, ia juga ingin bisa memeluk istrinya. Tidak tidak! mungkin akan segera menjadi mantan suami istri. Pada akhirnya Mesa mengurungkan diri untuk bersikap biasa saja,Mesa tidak ingin berharap lebih kepada Adam.


Yang terpenting Mesa bisa mengabulkan keinginan mamahnya itu yang ingin bertemu Adam,berharap mamahnya bisa sembuh setelah bertemu dengan Adam meski musthahil tapi mukjizat tidak ada yang tau.


》Bersambung......

__ADS_1


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2