
Tubuh Mesa refleks memeluk tubuh Adam dari belakang yang hendak pergi dari sana.
Adam sangat terkejut karena tubuhnya ada yang memeluk,ternyata itu adalah Mesa.
Mereka diam tanpa berubah posisi,sedangkan Mesa masih menempelkan wajahnya di punggung Adam,Adam merasakan hembusan nafas terasa di punggungnya itu.
Mungkin 5 menit Adam dan juga Mesa tidak bergerak sama sekali dengan posisi berdiri memeluk seperti itu.
Lalu Mesa melepaskan pelukkannya di punggung belakang Adam, Adam pun berbalik menatap Mesa.
"Jangan pergi!" kata Mesa yang menunduk
Adam hanya menaikkan alisnnya mendengar perkataan Mesa barusan.
"Mesa!" balas Adam memanggil Mesa dengan lembut.
Mesa berusaha memberanikan diri menatap Adam,mata itu saling bertatapan,desiran dadanya tidak bisa bohong karena itu detak jantung yang tidak biasanya terjadi,hanya terjadi bila mereka bersama,mereka akan merasakan itu.
"Tenanglah Mesa,kamu bisa mencari ku di mana aku berada aku pasti ada di situ,bukankah dari awal kamu ingin bebas dariku?" lanjut perkataan Adam menatap Mesa dengan sayup.
"Apakah kamu sungguh mengatakan itu? Sungguh kamu ingin menceraikanku?" tanya Mesa
"Sungguh kalau itu membuatmu terbebas dariku, pergilah!" Adam sudah tidak lagi ingin menahannya.
Hati Mesa begitu merasakan perbedaan,apa itu permainan Adam saja. Kenapa hatinya begitu sakit Adam mengatakan yang tidak ingin Mesa dengar sekarang,seharusnya dulu Adam melepaskannya bukan sekarang sudah lain cerita. Adam sudah mencuri hati Mesa,rencana awal Mesa akan membuat Adam jatuh cinta kepadanya kenapa Mesa yang jatuh hati kepada Adam yang kenyataannya tidak bisa ia miliki dan berakhir dengan perpisahan. Sungguh ironis.
*****
__ADS_1
Club malam
Devan menegukkan minumannya berkali kali ia menuangkan air botolnya di gelasnya.
Keadaannya semakin berantakan,pelayan menghentikan memberikan minumannya karena Devan sudah terlalu mabuk. Devan selalu menyebut nyebut nama Mesa yang tega meninggalkan dirinya,wanita yang selama ini Devan cintai tapi apa balasan Mesa sekarang. Hatinya begitu sakit,sakit sekali.
Devan meracau tak menentu dirinya sangat kacau,pada akhirnya Devan keluar dari club malam itu. Tanpa sengaja Devan menabrak seorang wanita cantik.
"Ahhww" pekik wanita tersebut karena terbentur kepala Devan yang sempoyongan itu.
"Ngapain kamu kesini Mesa? bukannya kamu sudah tidak mau bertemu denganku!" ricauh Devan dengan menatap wajah wanita tersebut.
"Devan!" sebut wanita tersebut dari mulutnya melihat Devan.
"Lepaskan aku! jangan sentuh aku! Pergi!" Devan mendorong tubuh wanita itu dengan menghempas hempaskannya tapi wanita itu tetap menolong memapahnya untuk berjalan.
Wanita itu membawa Devan di sebuah apartemen sementara waktu,ya setidaknya esuk hari Devan sadarkan diri. Toh wanita tersebut tidak tau rumahnya di mana karena Devan selalu meracau tak menentu apa lagi dengan kondisi mabuk,wanita itu mencium bau alkohol di mulut Devan.
*****
Brugggg
(Tubuh Devan terpental di kasur)
Devan menarik tangan wanita tersebut dan jatuh di dalam pelukkannya.
"Devan! Tolong sadarlah!" wanita itu memberontak dari tubuh Devan tapi percuma Devan mempererat dekapannya.
__ADS_1
"Aku tidak akan melepaskanmu lagi Mesa,akan ku jadikan kamu milikku seutuhnya!" kini posisi Devan di atas tubuh wanita tersebut.
"Devan sadarlah! ini aku Quinsy. Dev ini aku Sisi!" Sisi menyebut namanya sendiri berharap Devan sadar akan tindakannya sekarang. Wajah Mesa dengan Sisi hampir sama karena mungkin penampilan gaya rambutnya posturnya di tambah Devan mabuk berat di bayangkan Devan hanya Mesa bukan orang lain. Sehingga orang lain itu bisa di lihat dengan mata Devan bisa berubah menjadi Mesa.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π