
Tidak terlalu lama, Adam sadarkan diri. Adam meringis sakit merasa nyeri di punggungnya. Sontak saja, Selly terbelalak melebarkan kedua matanya melihat Adam sadarkan diri.
Begitu juga kelly yang memeluk Adam, "Kelly? Apa yang kamu lakukan!" Adam mendorong tubuh Kelly dan bangun untuk duduk.
"Maafkan aku...."
Adam melihat Selly berada di sana bersama orang-orang bayarannya. Jelas Selly gelagapan dengan tatapan Adam.
"Itu, emmm tidak ada apa-apa Adam! Ini hanya kecelakaan kecil. " sangkal Selly
"Ini waktu yang tepat, aku harus mengatakan sebenarnya kepada Adam." batin Kelly
"Bohong!"
"Adam, Selly bohong!" teriak Kelly kepada Adam
"Maksudmu?" Adam mengerutkan alisnya dengan kebingungan.
Apa yang terjadi hari ini, dengan segala penyangkalan Selly akhirnya Kelly mengatakan semuanya kepada Adam. Jelas Adam mempercayai sahabatnya sendiri ketimbang Selly.
"Kalau kamu tidak percaya, kamu lihat sendiri foto kita di ponselnya. Dia memaksaku untuk berpose mesra kepadamu, aku lakukan itu demi keselamatanmu."
"Adam, semua yang di katakan Kelly bohong." sangkal Selly
"Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa cek sendiri ponselnya." titah Kelly
Akhirnya Adam meminta ponsel Selly saat itu juga, jelas Selly tidak memberikannya, dengan paksa Adam mengambil ponselnya, ia terkejut dengan dirinya berpose mesra dengan Kelly di ponsel Selly. Selly merasa terancam lalu memerintah orang bayarannya menghajar Adam, merasa orang bayaran Selly mulai lengah, Selly mengambil ponselnya yang terjatuh dan menarik Kelly dan menyandra Kelly dengan pisaunya.
"Apa yang kamu lakukan kepada Kelly? lepaskan sahabatku!"
"Tidak!"
Kelly di bawa paksa keluar dari gubuk sampai di atas jurang. Kelly mengikutinya karena pisaunya tepat di leher Kelly.
"Sudah ku duga kamu memang licik Selly!" Adam mengikuti setiap langkah Selly membawa pergi. Orang bayaran Selly sudah di bekukan, tanpa di sadari masih ada satu yang bertahan.
"Hahahaha, semua itu gara-gara Mesa istri tercintamu!"
"Tidak ada yang berhak menyalahkan istriku. Mesa tidak salah!"
"Cukup!" teriak Selly
"Lepaskan Kelly, atau aku laporan perbuatanmu kepada polisi."
"Kamu menyoba mengancamku!" dengan sengaja Selly menutup mata Kelly. Dan saat itu orang bayaran Selly berada di belakang Adam. Sesuai rencana, dan kode mengode.... orang itu mendorong Adam jatuh ke jurang.
"Aahkkkkkkk......"
"Adam!" teriak Kelly setelah matanya di buka kembali oleh Selly.
"Apa yang kamu lakukan Selly."
"Hahahaha, sekarang giliranmu!"
"Tidak, lepaskan aku. Kamu sudah berjanji tidak membunuhnya setelah aku menuruti keinginanmu."
__ADS_1
"Ya benar, tapi kamu tahu sendiri kan kalau aku wanita iblis. Dan jelas aku bohong kepadamu!"
"Benar benar licik kamu Selly!"
"Hahaha aku tidak perduli, satu persatu orang yang aku benci mati di tanganku. Dan kamu ingat tinggal berapa orangnya yang belum mati? Ya kamu benar, Mesa begitu juga Sisi. Setelah itu aku bisa memiliki Devan. hahahaha!" Selly membisikan di telinga Kelly.
"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu itu terjadi."
"Oh ya! tapi sayang ini giliranmu yang akan mati!"
Selly juga mendorong Kelly ke dalam jurang. Selly pun akhirnya tersenyum puas dengan rencananya hari ini.
Ternyata Adam pergi ke Australia tidak sendiri, ia membawa sahabat-sahabat sohibnya yaitu Johan dan Willy. Mereka tidak tenang sudah selarut ini, Adam tidak kembali ke Apertemen, katanya hanya ingin bertemu dengan Kelly sebentar. Tapi Adam ingin menemui Kelly sendiri tanpa Johan dan Willy, nanti ketika pulang akan menjelaskan semua kepada sahabat sohibnya dan Mesa tentang masalah Kelly. Kalau Adam mengatakan sekarang, Adam juga tidak tahu yang sebenarnya terjadi kepada Kelly.
Mereka cemas lalu menghubungi Adam, Johan ingat satu hal. Ia ingat dengan pengacakan lewat ponselnya di ponsel Adam.
"Wil, Kenapa Adam ke tempat ini? Bukannya tempat ini dekat hutan?" tanya kepada Willy yang sama-sama risau.
"Iya, aku juga tidak tahu. Apakah kita ke sana saja? Aku takut terjadi apa-apa kepada Adam."
"Ini sudah larut malam Wil."
"Yaelahh hahahah kau takut!"
"Enggak, siapa yang takut?" sok berani Johan
"Kalau begitu kita ke sana, sumpah brother perasaanku tidak enak. Duh melebihi perasaan wanita." celah Willy
"Yeee serius ini."
Akhirnya Johan dan Willy pergi kelokasi tersebut dengan petunjuk ponselnya.
Ponsel Adam berada di ketinggian, sebelum mereka kesana. Mereka melihat gubuk bekas jejak kaki banyak sekali seperti ada berkelahian sebelumnya. Sontak saja Johan dan Willy saling tatap.
"Jangan jangan!" bebarengan mereka berbicara.
"Tidak, Adam pasti baik-baik saja. Kita sedikit lagi menemukan Adam."
Akhirnya mereka kembali berjalan ke atas jurang.
"Mana Adam? mana Kelly?"
"Aku juga tidak tahu, coba cari-cari lagi."
Willy pun menemukan ponsel Adam di tanah, "Ini ponsel Adam. Tapi di mana mereka? Apa jangan-jangan mereka dalam masalah."
"Bisa jadi, ini sudah sepi sekali. Tapi jejak ini, jejak ini seperti orang terjatuh. Apa mereka jatuh ke bawah?"
"Johan, kita harus bagaimana ini?"
Mereka sama-sama panik akhirnya mereka meminta tolong tetapi waktu sudah larut malam. Mereka memutuskan untuk mencarinya esuk hari.
Mesa menghubungi Adam tapi tidak di angkat. Johan pun bingung harus mengatakan apa kepada Mesa. Mereka tidak berani menjawab sebelum menemukan Adam dulu.
Jelas membuat Mesa gelisah sekali memikirkan Adam. Perasaannya tidak enak sekali. Risau ibu hamil!
__ADS_1
Esok harinya Johan dan Willy kembali lagi ke lokasi semalam. Orang-orang mencari mereka tidak ketemu.
Pada akhirnya team relawan menemukan jasad Kelly yang tertahan di ranting. Tetapi mereka belum menemukan Adam berada.
"Apa yang terjadi yang sebenernya?" Johan bingung dan syok. Kelly meninggal dengan begitu tragis.
"Lalu bagaimana Adam, kalian belum menemukan Adam?"
"Belum tuan."
"Cari kembali sampai dapet, antara hidup dan mati Adam harus ketemu."
"Apa yang kamu katakan Johan? Adam pasti hidup, setelah ini kita selidiki apa yang terjadi yang sebenarnya, aku tidak terima kalau Adam kenapa-kenapa."
"Aku tahu Wil, tapi lihat Kelly meinggal ketika jatuh ke jurang. Apa yang terjadi semalem? Kemungkinan mereka di bunuh. Siapa yang berani melakukannya!"
"Tapi aku percaya Johan, Adam pasti masih hidup. Buktinya jasadnya belum ketemu."
"Kita berharap dengan berdoa semoga ketemu dengan keadaan Adam masih hidup!"
"Maaf tuan Johan dan tuan Willy. Di bawah ada sungai, kemungkinan tuan Adam terjatuh ke dalam sungai dan hanyut terbawa air sungai." salah satu anak buahnya datang mendekat.
"Apa! kalau begitu kalian cari ke sungai dan pastikan Adam harus ketemu."
"Kami akan berusaha kembali mencarinya."
Tiba-tiba ponsel Adam bunyi yang di pegang Johan. "Bagaimana ini? bininya telepon lagi. Aku takut mengatakan yang sebenarnya."
"Jangan di jawab, tunggu Adam sampai ketemu!"
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π