
Di perusahaan papah Wisma
"Apa-apaan ini. Lepaskan saya, kenapa anda menangkap saya. Salah apa saya!" kata Wisma yang kedua tangannya di lipat ke belakang oleh bapak-bapak polisi.
"Anda bisa jelaskan sendiri nanti di kantor polisi." Bapak-bapak polisi itu menyeret Wisma keluar dari gedung perusahaannya. Karyawan-karyawan yang melihatnya hanya bisa berbisik-bisik tidak menyangka.
Baru menyadari dirinya sudah viral di media sosial bahkan di layar telivisi sekilas Wisma melihat dirinya betapa buruknya seorang Wisma itu. Betapa malunya dirinya, sekarang Wisma kalah. Bukan berarti Wisma akan menerimanya, orang jahat tetap orang jahat. Dendam yang ia bawa!
Sebagaimana dia adalah seorang pembunuh! Tempat yang kini ia tempati adalah milik bosnya dulu, Wisma dulunya adalah karyawannya saja. Usut punya usut Wisma merasa kurang apa yang dia punya, ia mencintai Wulan. Pada akhirnya Wisma menggunakan cara kotor, memanipulasi semuanya kalau bosnya dulu sakit jantung akhirnya meninggal (padahal Wisma yang membunuh), sebelumnya juga Wisma mempalsukan tanda tangan hak milik perusahaan ke tangannya tanpa ada yang curiga bahkan dari pihak keluarga dan Wisma mengatakan itu bangkrut, mereka percaya saja.. Setelah itu perusahaannya di ubah menjadi nama milik Wisma.
*****
"Papah!" Mesa melihat berita di telivisi yang ia tonton.
Seketika telivisinya mati karena Adam mematikannya melalui ponselnya. Adam kesal kenapa pembantu di rumah tidak menyuruh Mesa untuk istirahat.
"Adam, kenapa kamu mematikannya!" kesal Mesa melihat Adam di belakang sofa yang Mesa duduki.
"Untuk apa kamu melihatnya?"
"Maksudmu?"
"Sudah cukup, mereka menyiksamu."
"Jadi itu semua ulahmu."
"Iya."
"Kenapa?"
"Apanya yang kenapa?"
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan? biarkan dia hidup selama dia tidak mengusik hidupku lagi."
"Bukannya yang salah harus mempertanggungjawabkan kesalahannya kan? Aku cuma memberikan pelajaran kecil saja."
"Adam kamu tidak mengerti papah Wisma seperti apa. Aku takut kamu kenapa-kenapa." Sendu Mesa
Adam pun menghampiri mendekat ke Mesa yang sama-sama berdiri mengimbangi tatapannya.
"Sayang... Semua akan baik-baik saja. Percayalah!" Adam hendak mau menyium dahi Mesa terhenti karena Mesa mundur melangkah ke belakang.
"Apa kamu masih mencintaiku?"
"Apa yang kamu katakan? Pastinya aku mencintaimu sampai kapanpun itu."
"Lalu kamu juga melaporkan papah yang dulu membunuh Ayunda?" Mesa keceplosan.
"Kamu sudah tau?"
"Katakan Mesa? Kamu tahu dari mana?"
"Maafkan aku, waktu di taman dulu aku mendengarnya. Aku minta maaf." Mesa menundukkan pandangannya .
"Ayunda adalah istriku yang sudah meninggal, dia sudah tidak ada, kini aku sudah bersamamu. Meskipun Wisma yang membunuh Ayunda. Tapi bukan seharusnya kamu yang menanggung kesalahannya, kamu tidak salah."
Mesa pun memeluk Adam, "Mungkin kita di takdirkan bertemu, awalnya aku yang menyakitimu. Maafkan aku."
*****
Di rumah Wisma (Wulan+Selly)
"Mah,bagaimana bisa kacau seperti ini?" gelisah Selly dan juga mamah Wulan
__ADS_1
"Mamah juga tidak tau Sel, mamah tidak menyangka papahmu seperti itu. Rasanya mamah menyesal dulunya menikah dengan papahmu itu kalau tau akhirnya seperti ini."
"Aaarrgg..... Belum beraksi sudah kalah di tempat mah, sial!"
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1