Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 38


__ADS_3

Mesa ingin bertemu dengan Sisi karena ia ingin membagikan undangannya kepada Sisi.


Tak di sangka pertemuan Mesa dengan Sisi ada Devan di samping Sisi. Itu membuat Mesa tersenyum melihatnya. Tentu saja, kedua orang itu ikut senang, berbahagia dan memberikan selamat yang tulus kepadanya.


Devan benar benar sudah mengikhlaskan Mesa, asal Mesa bahagia Devan rela melepaskan, dan janji hatinya hanya untuk Sisi sekarang. Itulah yang membuat Sisi bahagia mendengarkan apa lagi Mesa begitu bahagia.


Tiba-tiba panggilan masuk dari ponsel Devan, ternyata ada yang menghubungi Devan yaitu suster rumah sakit untuk meminta Devan datang ke rumah sakit, padahal ini sudah malam. Karena keadaan urgent ia harus pergi, tinggal lah Mesa dan Sisi saja, itu tidak ada masalah bagi mereka, biasanya seperti itu.


Sisi malah mengajaknya clubbing untuk terakhir kalinya. Kata iya untuk Mesa, karena memang betul setelah ini sulit bagi mereka untuk bertemu.


Mesa beneran menikmati waktu di klub. Dia minum sampai mabuk. Sisi juga menikmati waktu dengan berjoget. Sisi dalam keadaan setengah mabuk mengejek Mesa yang tidak bisa joget. Mesa tidak terima dan menyombongkan walau mukanya tertutupi rambut dan dia berjoget seperti monster, orang-orang akan tetap bilang dia cantik dan pandai menari. Untuk membuktikan perkataannya, Mesa menutupi wajahnya dengan topi dan turun ke lantai dansa. Dia menari dengan sangat jelek. Tapi, semua orang malah memujinya cantik dan pandai menari.


"Wah, ada apa dengan dunia ini? Apa semuanya buta?" ujar Sisi heran.


Mesa terus menari. Di tengah tarian, sekelompok pria mendekat dan menggoda Mesa. Tanpa takut atau malu, Mesa malah menyombong pada pria itu kalau suaminya adalah pria paling tampan. Sisi jadi panik menyadari akan ada masalah, sehingga Sisi menarik Mesa kembali ke kursi.


Tapi, Mesa tidak mau pergi karena para pria itu malah mengganggunya. Pria itu tidak takut walau Mesa bilang akan memanggil suaminya. Mereka malah bilang kalau Mesa teriak keras pun, suaminya itu tidak akan bisa datang menolong.


Tanpa babibu, Mesa berteriak keras. Sedetik kemudian, Adam muncul. Sisi sampai speechless karna Adam bisa datang begitu tiba-tiba.


Mesa tidak sadar situasi malah memamerkan kegantengan suaminya kepada semua orang di sana. Adam sampai harus menggendongnya pergi dari sana.


Begitu tiba di rumah tepatnya di kamar mereka tidak mungkin kan di ruang tamu, mamah Isti tahu bisa memburuk keadaan mamah Isti atas kelakukan Mesa malam ini, meski Mesa janji ini terakhir kalinya.


Di kamar


Adam mulai memarahi Mesa karna sudah menikah dan tinggal merayakan pesta pernikahan saja tapi masih keliaran dan membuat masalah di klub. Gimana kalau malah terlibat dengan orang jahat?


"Pegang tanganku," ujar Mesa, memotong omelan Adam

__ADS_1


"Ngapain?"


"Ada sesuatu yang ingin ku lakukan."


"Apa?"


"Pegang tanganku."


Walau bingung, Adam menurutinya. Mesa menyeret Adam ke saklar lampu. Dia mematikan lampu dan suasana mendadak gelap. Dia menyuruh Adam untuk tidak takut karna dia ada di sini. Dia menarik Adam ke jendela, melihat sinar rembulan temaram yang menerangi gelapnya malam.


"Tidak begitu gelap kan?" tanya Mesa


"Ya."


"Jika… jika kau tahu suatu hari kau akan menghilang setelah menikah, apa kau masih akan tetap menikah denganku?"


"Menghilang seperti apa yang kau bicarakan? Menjadi tidak ada di alam ini, di culik atau menghilang dari catatan kependudukan, atau menjadi tidak terlihat dan menuju ke akhir dunia?"


"Lalu, ngapain nanya itu?"


"Mau gimanapun kalau Ayunda kembali kamu akan pilih siapa? Aku atau Ayunda? dan aku hanya ingin tahu apakah kau masih akan menikahiku atau tidak setelahnya?"


"Tidak usah membahas hal kecil seperti itu, Ayunda sudah tidak ada dia tidak mungkin kembali lagi. Bahkan jika aku harus ke neraka karena menikahimu ulang dengan cara resmi, aku masih akan menikah denganmu."


"Aku tidak tahu kalau kau begitu menyukaiku."


"Di saat aku sadar kalau aku menyukaimu, itu tidak ada bedanya dengan ke neraka."


Mesa sedikit kesal dan mau memukuli Adam, tapi Adam menangkap tangannya. Dan berbalik menyudutkannya ke jendela. Adam mencium bibir Mesa.

__ADS_1


"Aku dapat melihat ekspresimu sayang." ujar Adam yang menggoda Mesa.


Cahaya temaram dari bulan semakin membuat Adam dan Mesa terhanyut suasana.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2