Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 47


__ADS_3

"Aku bisa membayarnya dengan bekerja di perusahaan suamimu."


"Soal itu aku tidak bisa menjamin kamu bisa bekerja di perusahaan suamiku tidaknya. Nanti coba akan ku bicarakan dengan Adam."


Selly hanya bisa menganggukan kepalanya saja, tanpa berkomentar lagi, pastinya memasang tampang melas!


Tiba-tiba Adam sudah sampai di dalam rumahnya harapannya bertemu dengan Mesa malah ada Selly di rumah, ada perlu apa. Membuat Adam kesal melihatnya!


Akhirnya Mesa menyeritakan semua percakapannya tadi dengan Selly, Selly sungguh tulus datang kemari. Entah Mesa yang polos atau memang Selly itu sudah berubah menjadi baik. Entahlah!


Dengan bujuk rayuan sang istri, Adam pun mau bersikap baik kepada Selly, meski di dalam hati enggan menerima Selly sebagai saudara Mesa, otomatis Adam juga saudara iparnya.


"Tidak masalah, kamu butuh uang berapa? Aku penuhi sekarang juga." Adam mengeluarkan kertas cek di saku kanannya.


"200 juta."


Pada akhirnya Adam menulis deretan angka nol yang berjumlah banyak pastinya.


Setelah Adam menulis yang di minta Selly, lalu Adam memberikan langsung kepadanya.


"Ini terlalu banyak, aku tidak bisa menerimanya." Selly terbelalak kaget dengan angka yang di tulis pada cek yang di terimanya itu.


"Selebihnya bisa kamu pakai modal mendirikan butik, atau toko bunga, atau toko kue, terserah kamu."


"500 juta??"


"Kalau kurang dengan uangnya aku bisa berikan lagi untukmu, asal kamu tidak perlu bekerja di perusahaanku, itu sama sekali tidak perlu! Ya bukannya aku tidak percaya, tidak salahnya juga kan aku waspada kepadamu karena sebelumnya kamu juga bekerja sama dengan papahmu Wisma? Tidak mungkin, tutup kemungkinan kamu akan menjatuhkan perusahaanku." tegas panjang lebar kali tinggi peturur Adam


"Adam, apa yang kamu katakan! Dia tulus untuk berubah." sahut Mesa untuk membela Selly


"Benar yang di katakan suamimu Sa, dia tidak salah berucap. Tapi ini lebih dari cukup aku harus bagaimana akan mengganti uang ini? Yang bisaku lakukan dengan bekerja di perusahaanmu Adam. Soal butik, toko bunga toko kue dan semacamnya sebelumnya aku belum berpengalaman. Kalau aku bangkrut terus gagal aku tidak bisa menggantikan uangmu. Aku harus bagaiamana?" Sendu Selly


Adam mulai pening mendengar ucapan Selly, di perusahaan yang tadinya sedikit ada masalah ya syukur sudah teratasi dengan baik. Tujuannya setelah selesai di kantornya, dia ingin menemui istrinya untuk menghilangkan penatnya, malah bertemu dengan orang yang tidak di undang di rumahnya.


"Tidak perlu di ganti. Cukup kamu bangun usaha sendiri!" tegas sekali lagi oleh Adam.


Adam pun bergegas pergi meninggalkan Mesa dan Selly di ruang tengah tanpa Adam lagi.


"Sel, maafkan suamiku. Mungkin dia begitu baru ada masalah di perusahaannya." kata Mesa kepada Selly


"Tidak masalah Sa." senyum Selly menatapnya


"Maaf soal kamu untuk bekerja di perusahaan tidak bisa di kabulkan, dan aku tidak bisa membantumu. "


"Benar yang di katakan suamimu Sa, aku harus buka usaha sendiri. Dengan begitu aku bisa menggantikan uangnya, semoga saja bisa."


"Soal uang yang di berikan Adam tadi tidak usah kamu pikirkan, kamu bisa gunakan uang itu untuk biaya berobat mamahmu dan kamu bisa gunakan untuk kebutuhan yang lain. Kalau kamu belum keinginan buka usaha sendiri tidak masalah, toh kalau kamu ingin kerja di perusahaan kamu bisa lamar di kantor lain."

__ADS_1


"Makasih Sa, soal itu ehm....... aku juga ingin Adam juga bisa menerimaku seperti kamu menerimaku seperti saudara."


"Semua butuh waktu."


Setelah Mesa dan Selly selesai bercakap-cakap, Selly pun berpamitan untuk pulang.


...*****...


Adam memandangi kolam renang dan di depannya di hiasi tanaman hijau dan beberapa tanaman bunga. Menyejukkan suasana hati apabila untuk bersantai,


Mesa pun mendekati Adam, "Suamiku?" panggil manis Mesa


Adam mendengar tanpa menjawab dan tanpa mengalihkan pandangannya, yang masih berdiri dengan mengantongi tangannya masing-masing di sakunya.


Sama-sama berdiri sebelahan tanpa satu patahpun mereka tidak bergeming, Mesa menatap Adam sedangkan Adam menatap ke arah lain.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Adam


"Tidak, aku cuma ingin melihat ada apa denganmu hari ini?" jawab Mesa jujur dengan tingkah Adam yang tidak biasanya seperti ini.


Adam pun menghela nafasnya lalu menarik tangan Mesa untuk duduk di kursi yang ada di sana.


"Apa kamu benar-benar polos atau gimana?"


"Apa maksudmu?"


"Kalau Selly memanfaatkanmu bagaimana?"


"Aku tidak yakin."


"Jadi kamu tidak percaya kepadaku kalau dia memang sudah berubah? Sehingga kamu tidak mau menerimanya bekerja di perusahaanmu."


"Kamu tidak mau kan dia berbuat tidak-tidak kepadaku sayang?"


"Mengambilku darimu misalnya!" lanjut Adam


"Tidak boleh!"


"Nah...."


"Terus aku harus apa?"


"Berhati-hatilah dengannya, tidak mungkin dia bisa langsung berubah dratis seperti itu. Pasti ada maksud terselubung kepada dirinya setelah kehancuran Wisma."


Tiba-tiba ponsel Mesa berdering di tengah-tengah percakapannya. "Sisi?" , Adam mempersilahkan Mesa lebih dulu mengangkat teleponnya dengan isyarat menganggukan kepalanya.


"Hallo Si? ada apa?" sapa Mesa dari balik teleponnya.

__ADS_1


"Benarkah?"


"Senang aku mendengarnya."


"Selamat ya semoga lancar nanti di hari H nya, ada yang bisa aku bantu?"


"Baiklah."


Mesa mematikan panggilan teleponnya, Adam yang mendengar setengah percakapan menanyakan kembali kepada Mesa untuk memastikan pendengaranya.


"Kenapa wajahmu begitu senang setelah Sisi menghubungimu?"


"Tidak senang bagaimana? Sebentar lagi Sisi dan Devan akan segera menikah. Aku senang mendengarnya."


...*****...


7 hari sudah berlalu, rumah tangga Adam dengan Mesa baik-baik saja. Kini mereka berada di mall, orang-orang melihat Adam dan Mesa begitu serasi. Apa lagi orang-orang yang berlalu lalang mengenal sekali Adam itu siapa. Sebelum itu mereka ke butik untuk mengambil baju yang sudah di pesan sebelumnya. Kini keberadaannya ke mall untuk membelikan kado pernikahan untuk Sisi dan Devan. Di tambah Adam ingin menemani Mesa untuk ke salon setelah berjalan kesana kemari membeli kado.


"Kenapa semua orang melihatmu seperti itu?" tanya Mesa melihat orang-orang mengagumi ketampanan suaminya itu.


"Entahlah, abaikan saja." Adam memperdalam pelukkannya yang memegang pinggang Mesa begitu erat di sampingnya. Pasti yang lainnya ngiler melihat keromantisan mereka, sebelumnya Adam tidak pernah membawa wanita kemana pun kecuali Ayunda yang sudah meninggal. Akhirnya Adam sudah menemukan Mesa sebagai gantinya, istri yang sangat di cintainya.


Setelah membeli kado, mereka berjalan ke arah salon kecantikkan. Adam menemaninya dan akan setia menunggu untuk istrinya selesai di make over.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐

__ADS_1


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2