Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 8


__ADS_3

"Mesa!"


"Mesa! bangun"


"Mesa"


Adam menepuk nepuk pipi Mesa menyadarkan Mesa yang sudah hilang kesadarannya. Beriringan obat perasangnya sudah mulai menghilang,Adam sudah tidak melakukan aksinya lagi.


Adam melepaskan persatuan Adam dengan Mesa lalu turun dari ranjang tidurnya dan langsung berdiri dengan tubuh telanjangnya kearah pintu keluar,ia baru ingat tadi Adam mendengar percakapan Johan dengan pelayan pelayan rumah kalau kamarnya di kunci sampai esok hari baru di buka.


Setelah itu Adam mencari ponselnya tidak ketemu ia ingat menaruh ponselnya di saku celananya tapi tidak ada.


"Arggggg" gunda Adam


Adam kembali menggedor-gedorkan pintunya tapi tidak ada yang menjawab dari luar.


Lalu Adam memandangani Mesa di ranjang tidurnya, ia pun menghampiri kembali menaiki ranjang tidurnya. Tubuh Mesa di tutupi dengan selimutnya itu, membenarkan posisi tubuh Mesa dengan benar. Kepala di bawahnya di beri bantal.


"Mesa bangun!" kata Adam menyadarkan Mesa tapi tak ada jawaban.


Adam menemani Mesa tidur di sampingnya,ia memandangi wajah Mesa begitu dekat. Adam baru menyadari kalau Mesa cantik kalau di lihat dari dekat.


Tubuh Adam juga begitu lelah akhirnya Adam dan Mesa terlelap tidur bersama. Ini adalah momen suami istri mereka tidur bersama di kamar yang sama,kehangatan yang sama.

__ADS_1


*****


Esok Hari


Adam bangun lebih dulu,ia baru ingat semalam ia sudah melakukan bersama Mesa. Anak dari yang ia benci, Adam menjadi lupa sesaat yang di pikirannya sekarang Mesa menjadi wanitanya yang sudah Adam ambil mahkotanya dengan cara paksa,posisinya Adam masih memeluk tubuh Mesa di dalam dadanya.


Mesa perlahan lahan mulai sadarkan diri,ia bangun dari pingsannya atau dari tidurnya yang penting Mesa sekarang sudah bangun.


Mesa melihat tubuhnya yang menempel di tubuh seseorang. Mesa melihatnya ternyata Adam yang ada di dalam dekapannya.


Mesa pun bangun melepaskan pelukkannya dan duduk menutupi tubuhnya dengan selimut,Adam memandangi Mesa dengan menaikkan alisnya.


"Itu tugasmu sebagai istri!" mulut pertama mengawali pembicaraan pagi hari ini di ranjang bersama Mesa.


Mesa hanya bisa diam,tubuhnya rasanya remuk semua. Pernikahan macam apa sudah cepat menjadi istri orang tanpa persetujuannya,buku nikah sudah jadi dan asli ada tanda tangan Mesa di buku pernikahannya membuatnya pusing memikirkannya, dari mana tanda tangannya bisa di dapatkan dengan asli ia merasa tidak menanda tangani sebelumnya.


Mesa tidak banyak bicara,ia hanya diam saja dan akhirnya Mesa hendak turun dari ranjang tidurnya,tubuh Mesa kembali duduk di pinggiran ranjang tidurnya itu karena Mesa merasa sakit di bawah sana.


"Mesaa berani kamu mengabaikanku dan turun dari tempat tidur,kamu akan tau akibanya!" Teriak Adam melihat Mesa akan turun dari ranjang tidurnya tanpa memperdulikan bicaranya Adam.


Mesa pun hanya bisa diam ia tidak bisa berbicara saat ini,mulutnya seakan akan terkunci. Ia masih terbayang-bayang kejadian semalam,seperti trauma atau takut. Perasaannya campur aduk tak menentu bersamaan kalau melihat mata Adam hatinya bakalan berdetak tak karuan,makanya Mesa jarang menatap mata Adam ia sering menunduk.


》Bersambung.....

__ADS_1


.


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐

__ADS_1


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2