Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 12


__ADS_3

3 hari kemudian....


Mesa yang biasanya di kurung di dalam kamar kini boleh keluar dari kamarnya selama masih di dalam rumah.


Sikap Adam saat itu berubah tidak lagi menyiksa Mesa seenaknya,Mesa pun tidak menyangka sebelumnya. Apa yang membuat Adam berubah sikapnya kepada dirinya,malah Adam melakukan Mesa layaknya istri yang sebenarnya.


Tapi ya sudahlah sesuai rencana Mesa, Mesa ingin membuat suaminya itu jatuh hati kepada dirinya. Seperti janji dia kepada dirinya sendiri kalau mahkotanya hilang saat itu juga dialah sang pemiliknya seutuhnya atas hak dirinya. Meskipun Adam orangnya,dia akan melakukan cara apapun membuat Adam mencintai diri Mesa.


Kini benar Mesa melakukan layaknya istri yang sebenarnya,ia meminta kepada pelayan kalau dia ingin memasak sendiri tanpa bantuannya,sehingga Mesa selesai memasak ia bergegas mandi dan menunggu Adam pulang. Benar saja orang yang di tunggu tunggu pulang juga.


Mesa yang membukakan pintunya untuk Adam,Adam melihat Mesa di balik pintunya tidak biasanya yang membuka pintunya adalah Mesa biasanya pelayan,ya mungkin sebelumnya Mesa di kurung terus di kamar.


"Tuan Adam sudah pulang?" Kata awalan Mesa dengan senyum manis ikhlasnya,lalu menarik tangan kanan Adam dan mencium punggung tangan Adam saat itu juga.


"Ehmm" dehem Adam,melihat tingkah Mesa hari ini. Mungkin ini pertama kalinya Mesa menyambut kepulangan Adam dengan manis. Mesa berharap ini bisa membantu meluluhkan hati Adam.


Lalu Adam berjalan masuk ke rumah mencium bau masakan yang menggugah cacing cacing Adam yang sedang tidur di perutnya.


Ia kearah meja makannya,melihat hidangan masakan yang banyak dan di sukai Adam semua rata rata. Mesa pun mendekat kearah Adam,lalu Mesa mengambil tas di tangan kanan Adam dan jasnya yang di sampirkan di lengannya Adam.


"Tuan,sini aku bawakan dan aku taruh ke kamar tas dan jas tuan!" pinta Mesa yang sudah mengalihkan jas dan tas kerjanya di tangannya.


Hendak Mesa ingin pergi ke kamar atas terhenti karena perkataan Adam.


"Siapa yang memasak sebanyak ini?" tanya Adam kepada Mesa


Mesa langsung berbalik menghadap Adam entah kenapa hatinya menjadi berdetak tidak karuan,mungkin karena takut yang nada bicara Adam enjadi meninggi.


"Ehmm anu ehm...." bimbang Mesa,karena dari tatapannya Adam hari ini akan marah karena masak terlalu banyak.


"Kamu Mesa yang masak semua ini?" potong perkataan Adam langsung.


"Iy....iya tuan!" kata gagap Mesa langsung menunduk.


"Tatap aku yang sedang bicara Mesa!" perintah Adam


"MESAA!" lanjut Adam menekankan namanya


"Iya tuan!" Mesa langsung memberanikan menatap Adam,seketika detak jantung mereka berdetak begitu cepat rasanya ingin copot.


2menit-3menit mereka saling tatap, sehingga Adam tidak kuasa sendiri mengalihkan pandangannya kelain arah.


"Baik,kamu yang masak kan?" tanya ulang Adam


"Iya tuan!" merasa Adam mengalihkan pandangannya kesempatan Mesa menundukkan kepalanya kembali kebawah.


"Semoga aja Mesa tidak mendengar suara detak jantungku ini." batin Adam

__ADS_1


"Itu jantung tuan Adam kenapa ya suaranya terdengar sekali." batin Mesa


Karena mereka berhadapan terlalu dekat,membuat Mesa mendengar detak jantung Adam yang fokus kepada Adam. Beda dengan Adam yang acuh seakan akan tidak memperdulikan Mesa.


"Pelayan!" teriak Adam memanggil salah satu pelayannya itu.


"Iya tuan." Salah satu pelayan yang ada di dapur menghampiri Adam karena merasa di panggil.


"Bawa jas dan tas aku di atas kamar!" pinta Adam


"Baik tuan!" tunduk pelayan tersebut.


"Taa...tapii" Potong perkataan Mesa, pelayan itu langsung saja mengambil ahli jas dan tas yang ada di tangan Mesa.


"Temani aku makan malam!" sahut Adam


Mesa pun kembali memandang Adam sekilas lalu beralih kembali menunduk. Tidak cukup banyak waktu Adam menyentuh punggung Mesa untuk duduk di kursinya.


"Tapi tuan!" kata Mesa


"Apa Mesa? Makanan sebanyak ini kamu menyuruhku untuk memakan semuanya?" cicit Adam.


Mesa lalu melihat masakannya di meja memang banyak,baru sadar ia memasaknya terlalu banyak bukan porsinya saja yang banyak tapi juga berbagai menu masakan juga yang banyak mungkin karena Mesa hobby memasak tanpa lelah yang ia rasakan kalau sudah keasikan masak.


Mesa hanya diam memandangi masakannya sendiri itu.


Gleekkkk


(Mesa menelan salivanya rasanya sangat sulit seperti mau menelan berlian yang sulit di telan.)


"Kenapa aku masak sebanyak ini sih? Niatku kan agar tuan Adam jatuh hati padaku,tidak menyuruhku untuk memakan semua ini. Senjata makan tuan kalau gini,mana mungkin aku bisa menghabiskan masakanku semua ini malam ini juga. Kalau tidak aku bakalan sekamar sama dia,aku belum siap nanti dia macem macem lagi sama aku gimana. Tuhan tolong aku!" batin Mesa


Adam melihat wajah Mesa berubah menjadi masam seperti mangga muda baru di petik,membuat Adam gemas melihat ekpresi Mesa saat ini. Adam tersenyum miring,semoga saja Mesa tidak sanggup menghabiskan makanannya dan berakhir Mesa harus tidur di kamarnya bersama.


"Bagaimana Mesa kamu sanggup kan?" tanya kembali Adam


"Iya tuan!" ragu Mesa terlihat jelas di wajahnya.


"Sudah ku bilang panggil Adam,Mesa!" kata Adam yang berubah kesal,yang awalnya tersenyum


"Maaf,maaf! Baiklah Adam." patuh Mesa


"hmm" dehem dingi Adam


Mesa dan Adam mulai acara makan malamnya bersama,Mesa berusaha makan sebanyak banyaknnya.


Adam melihatnya tersenyum dengan sekali menegukan air minumnya di mulutnya sekali kali melirik Mesa sudah kesusahan menelan makannya.

__ADS_1


"Menyerah saja sebelum perang!" Kata Adam yang menaruh gelas air minumnya di mejanya.


Benar saja Mesa memang sudah kekenyangan sekali memakan makanannya beberapa kali ia telan,rasanya perut Mesa saat ini ingin meledak.


"Cukup!" Adam menghentikan Mesa menyendok makannya untuk memasukannya di mulut Mesa,Adam tidak tega melihat kondisi Mesa saat ini.


Mesa pun meletakan kembali garpu sendoknya,lalu Mesa minum agar nasi yang masih di usus segera turun kelambung.


"Kamu kalah Mesa! Mulai malam ini kamu tidur bersamaku di kamar atas. Tidak ada bantahan,karena kamu kalah lihat makanannya ini masih banyak. Mau di paksa perutmu tidak akan kuat karena perutmu bukan karung." Adam mulai berdiri dari duduknya.


"Aku ingatkan lagi, aku mau mulai malam ini kamu tidur di kamarku. Karena kamu kalah namanya sepakatan harus di sepakati. Mengerti!"


"Iya!" lemas Mesa meskipun tenaga powernya terisi penuh masakannya tetap saja kalah.


Adam berjalan melangkah menuju ke kamar atasnya,tersenyum miring terlihat di wajah Adam tanpa di ketahui Mesa saat itu yang sudah kalah duluan sebelum perang.


"Bodoh bodoh! Bodohnya aku,tau gitu aku tadi masak beberapa menu. Gilanya aku bisa masak sebanyak ini. Dan aku kalah lah tidak bisa menghabiskan semua menu di meja ini. Hmmmm!" penyesalan Mesa membentur-benturkan kepalanya di mejanya yang sudah menyingkirkan piringnya duluan di depannya itu.


》Bersambung.....


.


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2