
Mesa berjalan begitu cepat, Adam membuntuti dari belakang.
"Mesa hey hey, tunggu kamu masih ada aku jangan seperti ini sayang." Adam menarik tangan Mesa dan tubuhnya reflek masuk kedalam pelukkan Adam.
Mesa menangis tersedu-sedu di dalam pelukkan Adam. Sudah cukup Mesa menderita, entah kenapa hati Adam merasakan sakit.
"Kapan aku bahagia? kenapa hidupku seperti ini terus. Apa ini aku takdirkan tidak boleh bahagia?"
"Apa yang kamu katakan sayang."
"Hanya mamah dulu yang aku punya, hanya mamah memberiku semangat ketika aku terjatuh, hanya mamah yang memberiku penghargaan kecil seperti bunga yang mamah rangkai untukku ketika lulusan sekolah. Dan banyak lagi, kini mamah sudah pergi, sumber kebahagiaanku adalah mamah."
Adam baru mengetahui itu, "Kamu mempunyaiku. Di masa depan, kamu akan mempunyai keluargamu sendiri. Dan di masa depan, kita akan merayakan semua tanggal penting bersama. Kita bahkan akan pergi bersama menerima penghargaan. Mau acara apapun, kita akan mengambil banyak foto. Kita tidak boleh melewatkan hal penting apapun."
Perkataan Adam membuat Mesa menangis lagi. Dia merasa bahagia memikirkan masa depan yang Adam katakan. Andaikan masa depan itu ada, maka semuanya akan terasa sempurna. Semoga saja! Kebahagiaan menyertai Adam dan Mesa selamanya.
"Aku ada sebuah keinginan. Bisakah kamu membantu mewujudkannya?" tanya Mesa.
"Ya."
"Bisakah kamu⦠tidak meninggalkanku apapun nantinya yang terjadi?"
"Aku janji, tidak akan meninggalkanmu sayang. Aku sudah janji dengan almarhum mamah, akan aku wujudkan amanah itu."
Cukup perkataan itu, sudah membuat hati Mesa merasa tenang. Mesa akhirnya tersenyum, membuat Adam bahagia melihatnya.
Posisi di pinggir jalan raya, Adam ingin menyiumnya tapi tangan telunjuk Mesa menghentikan bibir monyong Adam yang ingin nyosor Mesa yang tidak tau tempat.
"Aku ingin menyiumu sayang."
"Lihatlah kanan kiri. "
Adam lupa kalau dirinya bersama Mesa di pinggir jalan banyak kendaraan melintas.
"Andai aku punya kekuatan, ingin aku berhentikan waktu."
"Untuk apa?"
__ADS_1
"Menyiumu ?"
Mesa memukul kecil di dada bidang Adam membuat Adam meringis kesakitan (pura-pura biar Mesa berhenti memukul)
"Jangan menangis lagi ya sayang, aku bingung harus bagaimana lagi untuk berbicara menghiburmu. Sungguh aku tidak bisa melihatmu menangis."
Mesa kembali tersenyum melihat Adam dengan wajah yang sungguh sungguh serius.
"Aku serius, kenapa kamu tersenyum sekarang."
"Hais tadi bilang gak boleh menangis, ini sudah mulai tersenyum tidak boleh." kesal Mesa yang melepaskan pelukkannya menjauh dari Adam
"Siapa yang bilang tidak boleh,kamu bisa berubah ekpresi wajah beberapa menit saja sayang. Aku sampai tidak bisa menebaknya." Adam membenarkan anak rambut Mesa di belakang telinga agar Mesa menatap mata Adam.
"Yang jelas, aku ingin bahagia bersamamu. Mamah? dia harus bahagia di surga melihat aku juga bahagia bersamamu."
"Tentu sayang. Aku mencintaimu."
Mesa lagi lagi tersenyum lalu sekilas Mesa menjijitkan kakinya untuk mencium pipi kanan Adam.
Cup!
*****
Di rumah
Amazinggggg! Secepat kilat Adam memerintah seseorang mengubah dan memodifikΓ si rumahnya dalam hitungan jam.
Lalu Adam membawa Mesa ke rumahnya. Ruang tamunya sudah di rubah. Atap langit-langit ruang tamu sudah di pasang proyektor, menampilkan pemandangan langit malam dengan penuh bintang. Mau nonton tinggal pilih pakai ponsel. Snack juga ada di samping. Keduanya sangat menikmati waktu mereka bersama.
"Tempatku ini tentu saja mempunyai sesuatu spesial yang tidak ada di tempatmu."
"Apa itu?"
"Jika kamu tidak suka karna kamar mandi terlalu jauh, aku bisa membawamu ke sana. Kamu hanya perlu memberikanku ciuman sayang.β ujar Adam dengan genitnya.
Rayuan yang membuat Mesa tersipu malu. Setelah itu, Adam malah mengajak Mesa makan bersama besok malam. Dan tentu saja Mesa bersedia. Hitung-hitung untuk melupakan kesedihannya itu, Mesa juga tidak ingin berlarut-larut di dalam kesedihan yang membuat mamah Isti juga sedih di surga.
__ADS_1
*****
Di ruang kerja Adam (di rumah)
"Bereskan semua yang menyangkut Wisma, keluarkan bukti mengenainya. Aku sudah muak, kesabaranku sudah habis!" ujar Adam di balik teleponnya.
"Sayang, sudah malam apakah kamu akan bekerja terus di dalam?" Mesa masuk kedalam setelah Adam mematikan panggilannya.
"Apa kamu baru datang?" Adam memastikan Mesa semoga saja harapannya, Mesa tidak mendengar obrolan Adam dengan anak buahnya di balik teleponnya.
"Iya, kenapa? aku ganggu?" heran Mesa
"Tentu tidak sayang, kemarilah!" Mesa dan Adam pun berpelukkan sesaat sebelum masuk kedalam ke kamar pengantin dengan penuh kehangatan dari keduanya.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π