
"Aku......."
"Aku tidak apa apa tapi...." putus perkataan Mesa yang menggantung.
"Sa katakan aku tidak suka kalau kamu menyembunyikan sesuatu padaku!" sahut Adam dengan penasarannya itu.
"....." Mesa diam membisu
"Baiklah!" acuh Adam yang sebenarnya ia penasaran dengan bicara Mesa yang mengantung itu.
"Mungkin nanti jawabannya ada di rumah sakit,awas saja kalau bertemu dengan Devan?" Batin Adam
*****
Di RS QX
Mesa turun dari mobil tersebut dengan terburu buru,Adam hanya mendengus kesal.
"Sudah berani dia kepadaku,Le!" kata Adam yang masih ada Leo di dalam mobil, Adam pun turun juga dari mobilnya lalu masuk kedalam rumah sakit mengikuti langkah Mesa.
Sampailah lantai 2 ruang ICU,
kini Adam bersama Mesa sudah ada di depan ruang ICU. Untung saja langkah Mesa masih bisa di kejar oleh Adam yang terburu buru entah apa yang membuat Mesa terburu buru pikir Adam.
Benar saja Adam ingin rasanya mencekik Mesa saat itu juga yang sudah berani berhubungan dengan pria lain. Tapi enggan Adam melakukannya,
"Mesa untunglah kamu sudah datang,kebetulan mamahmu sudah sadarkan diri! Tapi...." Kata Devan keluar dari dalam ruang ICU setelah mengecek kondisi mamah Isti.
"Ada apa yang sebenarnya terjadi Van!" tanya Mesa yang sudah menghampiri Devan.
Saat ini Adam hanya bisa diam mendengarkan percakapan MesΓ dengan Devan.
__ADS_1
"Ceritanya panjang,sehari mungkin belum kelar Sa! Apa lagi ada laki laki ini." jawab Devan melirik kearah mata Adam yang ada di samping Mesa.
Adam hanya diam dengan stay datarnya itu,
"Cukup Van bukan saatnya ngaitkan suamiku atau yang lain! yang terpenting bagaimana kondisi mamahku ? Ada apa yang sebenarnya terjadi?" cecar Mesa yang enggan membahas yang lain selain mamah Isti.
"Iya aku minta maaf,untung mamahmu sudah sadar kamu boleh bertemu mamahmu di dalam. Beliau ingin berbicara kepadamu." ngalah Devan
"Tunggu! Kalau kamu masuk aku juga masuk Mesa." Cegah Adam
"Tidak bisa tuan Adam yang terhormat,mamahnya hanya ingin bertemu putrinya." tolak Devan melarang Adam.
"Kalau begitu kita pulang Mesa, kecuali aku juga masuk kedalam bersamamu aku tidak akan memaksamu untuk pulang, dan aku izinkan kamu bertemu mamahmu asal ada aku,aku curiga kamu berani macam macam!" tawar Adam yang ingin tahu mamahnya Mesa dengan cara bertemu langsung.
"Biarkan dia masuk Devan,aku ingin bertemu mamah atas izin dia!" Mesa meminta ke Devan agar Adam di diperbolehkan masuk kedalam bersamanya.
******
"Mamah!" panggil Mesa yang melihat mamahnya terbaring di bed pasien dengan beberapa alat yang terpasang di tubuhnya.
Pertama kali yang mamah Isti tampakan adalah senyum indah sang mamah yang ia rindukan selama ini.
"Anakku!" kata berat mamah Isti melihat Mesa,ia tidak menyangka bisa bertemu dengan putrinya itu.
Mesa memeluk tubuh sang ibu,dan ternyata tubuh itu lumpuh tidak bisa bergerak selama sekali. Kankernya sudah menggerogoti dirinya,banyak beberapa penyakit yang di deritanya.
"Mamah kenapa seperti ini?" Mesa melepaskan pelukkannya itu,dan mengalirkan air matanya karena tubuh sang mamah tidak merespon,bibir yang perot ( bibir atas ketarik ke samping kirinya, bibir bawah ke tarik ke samping kanannya.) Hati Mesa tidak kuasa menerima kenyataan ini.
γBersambung.....
___________________________________________
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak kata,typo ,bahasa yang sulit di mengerti dari setiap bab. Ambil intinya ya,nanti misal author longgar akan author perbaiki kesalahannya,lagi pula author juga di sibukkan di dunia nyata,tugas tugas tugas dan tugas,yang terpenting author sempatkan untuk UP, kalau longgar banyak author juga akan crazy up.
Selamat menunggu sabar selalu. β€π€
_______________________________________
.
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π