
"Apa yang kamu lakukan?" sambar Adam melihat pelayan itu.
"Maaf tuan, maafkan saya, saya tidak sengaja menjatuhkan tutup makanan ini." kata pelayan laki laki yang berdasi kupu-kupu itu.
Tiba-tiba pemilik tempat restoran itu pun datang,begitu juga ia meminta maaf atas insiden yang tidak seharusnya terjadi barusan.
"PECAT DIA!" Adam menekankan perkataannya itu kepada pemilik restoran itu.
Mesa yang mendengarkan dan melihatnya pun merasa tidak tega,padahal pelayan tersebut sudah meminta maaf, lagi pula semua itu tanpa kesengajaan dan semudah itu Adam memecat orang.
"Ampuni saya tuan,saya sungguh tidak sengaja. Saya butuh pekerjaan tambahan ini untuk biaya adminitrasi di rumah sakit ibu saya tuan. Ibu saya sedang sakit, ampuni saya." rengek pelayan tersebut yang rela berjongkok di hadapan Adam.
"Tidak,saya sekali bilang tidak ya tidak!" tolak Adam
"Adam,maafkanlah dia. Jangan membuat dirinya kehilangan pekerjaannya,itu tadi juga tidak sengaja lagi pula dia sudah meminta maaf." bujuk Mesa di samping Adam.
"Kamu tidak tau siapa aku Mesa,lancang kamu mau mengubah perkataanku?" enggan Adam
"Oke,kamu bohong mencintaiku! Cih seharusnya kalau kamu beneran mencintaiku kamu mau mendengarkan perkataanku. Tapi di mana peri kemanusiaanmu itu, soal kamu ke aku seperti apa aku terima. Tapi jangan kamu lakukan kepada orang lain juga. Setidaknya bantu dia bertahan di pekerjaannya demi ibunya,kamu dengar kan tadi?" cecar Mesa lalu pergi meninggalkan Adam.
Dinner malam yang kacau karena berdebatan. Adam melihat Mesa berjalan keluar dari restoran. Adam menghela nafasnya itu dengan kasarnya,
"Biarkan dia bekerja,itu karena istriku kamu selamat!" tunjuk Adam kepada pelayan yang berdasi kupu-kupu itu.
Adam pun keluar dari restoran itu untuk mencari Mesa,ia melihat ke samping kanan kiri jalan restoran, Adam tidak menemukan keberadaan Mesa di sana.
__ADS_1
Hendak ingin menghubungi Leo sebagai tangan kanan Adam,Adam melihat Mesa duduk di pinggir taman di depannya ada pancuran air yang di hiasi lampu orange.
Adam pun duduk di kursi samping Mesa, Mesa menangis lalu di hapus dengan punggung tangannya itu.
"Maafkan aku Mesa"
"Untuk apa?"
"Untuk kesalahan yang barusan ku perbuat"
Mesa hanya diam tanpa menanggapi perkataan Adam lagi.
"Aku masih menyimpan dendam kepada seseorang itu atas kematian Ayunda,sehingga aku menjadi seperti ini. Sungguh ini menyiksaku sangat menyiksaku. Aku ingin segera membalasnya Sa,ingin segera selesai."
"Bukannya kamu milikku sekarang? Kenapa kamu tidak mengikhlaskannya? Soal balas dendam,aku ingat kamu mengatakan itu kepadaku dulu. Kamu menikahiku karena ingin membalas dendam? Maksudnya apa?" sahut Mesa di samping Adam mengingat dulu Adam mengatakan soal dendam melalui dirinya.
Sebelumnya Adam sudah mencari tahu tentang Mesa dari orang suruhannya,sangat miris kehidupan Mesa dulu bersama mamah Isti. Ingin rasanya Adam menyebloskan Wisma ke penjara tapi enggan di lakukan,suatu saat nanti di waktu yang tepat Adam akan mengatakannya kepada Mesa tapi bukan untuk sekarang.
Adam berubah dratis ketika Adam mengakui sendiri soal hatinya kalau dia memang sudah jatuh cinta dengan Mesa di tambah Mesa tidak ada sangkut pautnya dalam masalahnya itu.
γBersambung......
__________________________________________
Mampir juga di karya author yuk judulnya "Ceo Tampan Vs Ceo Cantik"
__ADS_1
___________________________________________
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π