
Tiba-tiba suara cacing di perut Adam bersuara, mereka melepaskan ciumannya itu.
"Kamu lapar suamiku?"
"Ya, seperti kamu dengar. Baiklah kita keluar untuk mengisi perut, aku tahu kamu dan anak kita juga sedang lapar, sudah waktunya jam makan siang sayang. Dan setelah itu kita pulang melanjutkan yang tertunda barusan." goda Adam
"Hais.... aku lapar juga, ayuk kita keluar dari sini. Nampaknya di ruang meeting ini horor sekali banyak yang melihat secara diam-diam." Mesa mengalihkan pembicarannya
"Maksud kamu yang melihat secara diam-diam? Istriku sayang.... hanya kita berdua di sini, apa lagi tuh lihat CCTVnya mati." Adam menunjuk CCTV yang mati.
"Yah sayang dong, tadi kamu dan Leo tidak kerekam. Padahal tadi kalian hebat sekali."
"Tidak masalah, aku sering hebat. Bisa lain waktu aku tunjukkan kepadamu betapa hebatnya suamimu ini. Bentar-bentar tadi sepertinya sudah melihat langsung sayang. Jangan-jangan kamu lupa?"
Cup!
Mesa menyium pipi kanan Adam, sontak saja Adam diam sejenak dengan tingkah Mesa. Dan Adam kembali menatap Mesa.
"Iya iya tidak bisa di ragukan lagi, aku tahu suamiku memang hebat."
Akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari ruang meeting dan pergi ke restoran.
Setelah sampai di restoran, mereka memesan makanannya. Tapi tiba-tiba Kelly datang menjumpai mereka berdua, tentu saja Lily di suruh gabung pada mereka. Nampaknya kedekatan Adam dengan Kelly begitu akrab, mahklum lah mereka berteman lama. Yang pastinya Adam hanya mencintai Mesa.
"Adam, kamu ya memang tidak pernah berubah masih saja suka belepotan kalau sedang makan." sontak Mesa melotot melihatnya tanpa di sadari Adam dan Kelly, karena Kelly membersihkan belepotan Adam dengan tissue.
"Terimakasih Lily, memang dari dulu aku seperti ini, kamu tahu sendiri kan!" Adam pun membersihkan bibir belepotannya sendiri, Setelah itu Adam menatap Mesa, Mesa pun menatap tajam Adam balik, tatapan Mesa seperti ingin menerkam mangsanya hidup-hidup.
Seketika tatapan Mesa yang tajam berubah lembut kembali...
"Maaf Mesa, aku tadi tidak sengaja, itu karena em.... aku refleks. Sungguh, aku tidak ada maksud lain." Kelly baru menyadari Adam sudah punya istri yaitu Mesa, bahkan Adam bersama istrinya. ia sudah kebiasaan seperti itu dulunya kepada Adam, jadi yang namanya reflek jangan di salahkan. Bukan karena ada rasa, tapi sebagai sahabat tidak lebih. Kalau memang Killy cinta sama Adam, sudah dari dulu Killy menerima cinta Adam yang pernah menembaknya. Tapi Kelly menolaknya karena cinta tidak harus di paksakan, dan Kelly memutuskan menjodohkan Adam dengan Ayunda temannya dulu.
Mendengar cerita Kelly, entah kenapa Adam melihat ada sungu banteng di kepala Mesa. Kelly merasa kebelet untuk buang air, ia pergi ke toilet sebentar.
Sambil menunggu Kelly kembali, Adam kembali menelan makannya yang cukup kesulitan, pada akhirnya Adam meminum air di gelasnya dan.....
"Uhuukkk-uhuukk" Adam keselek dengan air minumnya sendiri. Salah siapa menatap Mesa jadi keselek sendiri kan.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu sayang? Aku sampai kesulitan untuk meminum."
Mesa hanya diam saja mengacak makanan di piringnya sendiri dengan garpu yang ia pegang, mahklum mood ibu hamil mulai kumat.
"Kamu cemburu sayang?"
"Tidak!"
"Lalu itu tadi."
__ADS_1
"Nggak ada."
"Kamu bohong sayang, katakan saja kalau kamu cemburu."
Mesa kembali diam saja dengan terpaksa memakan makanan yang di acak-acaknya tadi.
"Baiklah, kalau kamu diam saja seperti ini. Aku bakalan teriak ini beneran."
Mesa tetap mengabaikan Adam dengan mengalihkan memakan makanannya kembali.
"I LOVE YOU MESA ISTRIKU..." Adam berteriak di dalam restoran, sontak saja orang-orang melihat ke arah mereka.
"Apa yang kamu lakukan!" Reflek Mesa membukam mulut Adam dengan tangannya.
Adam hanya tersenyum dan memeluk Mesa di sebelahnya. "Aku mencintaimu istriku, percayalah!" bisik Adam di telinga Mesa.
"Aku tahu, tapi kamu jangan seperti itu lagi. Lihatlah orang-orang sekitar melihati kita, apa kamu tidak malu berteriak seperti itu tadi?"
"Kenapa malu? Karena itu bukti cintaku sayang. Aku takut kamu akan meragukan suamimu ini cuma gara-gara Lily mengatakan itu tadi."
"Ya aku percaya!"
Akhirnya, pas sekali Kelly datang menghampiri mereka, "Wah di manapun kalian berada, sungguh membuatku iri saja melihatnya."
"Tentu Lily, kapan kamu akan menikah? seperti kita gini dong, masih saja kamu betah sendiri."
"Hmm, ngomong-ngomong aku pergi dulu ya! Aku ada keperluan penting yang mendadak, orang yang ku temui sudah menungguku di sana." Lanjut perkataan Kelly dan ia bergegas pergi meninggalkan Adam dan Mesa.
"Baiklah, hati-hati."
...*****...
Di tempat lain.
"Bagus, ternyata kamu datang juga!" Selly sudah menunggu Kelly datang untuk menemuinya.
"Apa maumu katakan saja, tidak perlu berbelit-belit!"
"Hahaha santai dong sayang. Masih banyak waktu."
"Cih, aku tidak tertarik kepadamu!"
"Wow, bagus kalau begitu. Baiklah langsung saja, mintaku simpel cukup kamu hancurkan Adam untukku."
"Kamu bodoh atau gimana? Adam tidak ada kaitan dengan masalah ku."
"Nampaknya kamu ingin semua orang tau siapa dirimu yang sebenarnya. Wanita suka dengan sesama jenis hahaha lesbian. Menjijikan!"
__ADS_1
"Cukup! Itu masa laluku, kamu tidak berhak mengungkitnya."
"Berhak dong! Duh kamu lupa aku kenal dengan kekasihmu sebelumnya yang bernama Rena, dia punya bukti hubunganmu dengannya. Dan kamu harus tahu, aku sudah meminta semua buktinya hahaha."
"Licik kamu Selly! Aku sudah mengatakan itu masa laluku."
"Yah memang itu masa lalu, entah sakit lesbianmu sembuh belum tidaknya kan tidak tahu. Ku rasa belum, kenyataannya kamu saja tidak memiliki kekasih pria bukan?"
"Ada, tapi kamu tidak perlu tahu siapa dia. Yang jelas dia yang membuatku jatuh cinta."
"Tapi sayang, semua sudah terlambat. Tinggal aku sebar masa lalumu sebelumnya lewat ponselku ini, nampaknya dunia akan percaya dengan berita itu ketimbang mulut manismu sayang." Ancam Selly
"Pikirkan, dan kamu akan malu di serang semua seisi penghuni di dunia ini. Betapa burukmu dan malunya kamu sampai semua orang tahu siapa kamu yang sebenarnya dulunya."
"Sialan, wanita iblis."
"Lebih baik wanita iblis daripada wanita suka lesbian... Oops!" ejek Selly
Kelly kesal, ia bingung harus apa. Sungguh sangat dilema untuk Kelly, semua itu gara gara Rena kekasih Kelly dulunya. Tapi Kelly memang sudah berubah, dia mencintai pria sekarang, tapi kalau pria yang di cintai tahu masa lalunya Kelly, pasti pria itu akan menjauhinya. Kelly benar benar bingung, sedangkan Adam sahabatnya sendiri. Ia tidak mungkin menghancurkan Adam. Tuhan bantu Kelly.
Adam hancur, Mesa harus mati. Rasa benci Selly sudah merasuki dirinya. Devan? ia laki-laki di cintainya, mungkin mustahil akan mendapatkannya. Setidaknya Selly bisa menghancurkan orang-orang yang di bencinya termasuk Sisi.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π