
Beberapa hari setelah insiden kasus Wisma. Kini Adam ingin membawa Mesa kesuatu tempat. Iya tepatnya untuk berbulan madu.
Di pantai
"Apakah kamu bahagia sayang?"
"Aku selalu bahagia memilikimu Sayang."
"Kalau tempat ini apakah kamu suka?"
"Tentu." singkat Mesa lalu Mesa menarik tangan Adam berlari-larian di bibir pantai bersama Adam yang mengejarnya.
Hari semakin petang, matahari segera tenggelam. Kebahagiaan di keduanya tidak akan pernah terlupakan untuk hari ini. Mereka duduk di pinggir pantai sambil menikmati matahari segera tenggelam. Pantulan cahaya matahari bisa memberikan bayangan mereka dari belakang begitu romantis.
"Aku mencintaimu." Adam memeluk Mesa di sampingnya, angin yang kencang menghidupkan cintanya, dan tempat ini menjadi saksi cinta mereka.
"Aku sama sepertimu. AKU MENCINTAIMU..." Mesa menekankan katanya seperti berteriak. Setelahnya mereka saling beradu tatapan, yang jarak wajahnya sangat dekat pada akhirnya Adam menyium bibir ranum Mesa saat itu juga. Mesa pun merespon tanpa menolak, bahkan mengimbangi ciumannya yang semakin dalam.
"Sial! Aku tidak mendapatkan Devan . Dan ini aku melihat Mesa bahagia aku tidak rela. Aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan juga." seseorang memperhatikan mereka berdua dari jauh begitu muramnya.
****
Keadaan semakin dingin Adam mengajak Mesa untuk kembali ke villa. Tapi Mesa enggan pergi di tempat, yang masih memeluk tubuh Adam.
"Baiklah, kamu menginginkannya di sini rupanya."
"Apanya?" sontak Mesa kaget langsung menaikkan kepalanya dari sandaran bahu Adam lalu Mesa menatap kedua mata Adam, iya keadaan semakin menggelap, matahari sudah tenggelam.
"Apa kamu lupa kewajibamu sebagai istri. Aku rasa kamu tidak lupa. Ini kita lagi bulan madu bukan liburan saja."
"Ituu... aku."
"Kenapa?"
Mesa diam sejenak, ia takut kalau Adam akan melakukan dengan kasar.
"Tidak ada, baiklah kita kembali ke villa. Tapi aku ingin makan."
__ADS_1
Mesa berdiri untuk bergegas pergi. Adam pun mengikuti Mesa dari belakang.
"Tunggu, sayang!" teriak Adam mengejar Mesa. Mesa semakin berlari dengan irama cepat. Dan pastinya Adam sanggup menariknya kembali bagaikan tubuh Mesa dengan Adam itu magnet saling berkaitan.
Grep!
"Apa yang kamu lakukan!" Mesa tersentak kaget tubuhnya sudah melayang di bahu kiri Adam, tubuh Mesa yang tidak seberapa untuk Adam menggendongnya bisa saja.
"Turunkan aku." Mesa memberontak
"Diam, atau kamu jatuh akan terasa sakit." gertas Adam supaya Mesa mau diam .
"Kamu itu aneh, aku lihat drakor-drakor yang aku tonton selama ini mereka gendongnya ala bridal style apa lah itu so sweet pokoknya. Nah ini kamu menggendongku seperti membawa karung." gerutu Mesa
"Apa itu drakor? yang jelas seperti ini cara efektif menggendong lebih enteng tidak berat." sahut Adam
"Apaanya......."
"Stop menyela, atau aku berlari sambil menggendongmu seperti ini." potong perkataan Adam yang mulai berlari.
"Tidak tidak, jangan berlari. Baiklah aku diam." Mesa terpaksa mengikutinya daripada jantungnya tiba-tiba copot. Di gendong di bahu kirinya terus berlari, bayangin!
****
Sampailah depan Villa akhirnya Mesa di turunkan dan memohon untuk berjalan sendiri akhirnya Adam mau menurunkannya. Untungnya tidak banyak saksi mata yang melihatnya hanya saja orang jaga depan yang melihatnya.
Mereka pun melakukan makan malam bersama keduanya sangat-sangat menikmatinya. Mesa sengaja mengolor waktu makannya.
"Sayang apakah makanannya tidak enak?"
"Enak kok!"
"Kalau enak, lama sekali kamu mengunyahnya ada apa dengan gigimu?"
"Apa hubungannya dengan gigi?
"Lama, aku ingin segera kembali ke kamar."
__ADS_1
"Kenapa buru-buru sekali Adam!"
"Siapa yang buru-buru ini makan 1 jam aku menunggumu. Aku selesai makan sudah beberapa menit yang lalu." Adam mulai kesal dengan Mesa yang tidak peka, padahal Mesa peka makanya dia sengaja mengolor waktu makannya.
Mesa terdiam lalu memasukan makannya di dalam mulutnya.
"Kalau begitu aku duluan saja, tubuhku sudah lengket mau mandi lebih dulu." Adam pun berdiri dan pergi meninggalkan Mesa sendiri.
Hugfttt
"Apa dia marah?" Mesa mulai kasian dengan suaminya, iya memang Adam tidak pernah menuntut Mesa kalau ingin melakukannya, Adam akan menunggunya sampai bener bener siap dan kesannya tidak memaksa seperti dulu itu. Tapi kali ini sudah kewajiban sang istri menolak terus itu dosa, dan Mesa tidak mau membuat Adam kecewa. Pada akhirnya Mesa pun juga kembali ke kamarnya dengan kemantapan hatinya.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π