Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 14


__ADS_3

Adam keluar lebih dulu dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya saja. Sedangkan Mesa di minta untuk melepas baju basahnya dengan menggunakan handuk yang ada di kamar mandi.


Adam sudah memakai baju jubah tidurnya yang ada di lemari,yang pasti dada tetap terespos dengan indahnya. Lalu Adam duduk di sudut ranjang tidurnya sambil memainkan ponselnya menunggu Mesa keluar dari kamar mandi.


Mesa pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit di dadanya.


"Adam aku minta izin turun ke bawah untuk mengambil baju gantiku." pinta Mesa melihat Adam duduk di sudut di ranjang tidurnya.


Mesa pun melangkahkan kakinya itu menuju pintu keluar tapi terhenti karena Adam mencegahnya.


"Tidak perlu! Baju untukmu ada di lemariku semua. Termasuk linger yang kamu pakai malam ini juga." Kata Adam melihat Mesa menggunakan handuk saja sudah terlihat seksi,apa lagi Mesa memakai linger yang beberapa hari Adam yang sudah membelinya.


Di lemari itu terisi baju baru semua sengaja Adam menggantinya, baju dari almarhum istrinya dulu sudah di berikan ke orang lain,ia mau melupakan masalalunya apa yang di katakan sahabat sahabatnya waktu itu benar juga kalau di pikir-pikir.


"Kamu buka lemari itu,pilih saja bajunya tapi inget pakai linger!" lanjut Adam


Mau gak mau Mesa pun menuruti kemauan Adam,Mesa berjalan kearah lemari dan membuka lemari yang ada di depannya itu.


Mata Mesa pun takjub di lihatnya,bajunya bagus bagus semua. Dan masih ada lebel kalau itu masih baru.


"Wahhhh bagus bagus sekali,tapi kenapa bajunya terbuka semua begini. Gak ada celana jeans sama kaos di sini." Mesa berbicara sendiri sambil melihat melihat baju yang kurang bahan itu menurutnya. Menurut kita mah biasa aja mungkin,sangking Mesa yang hanya biasanya pakai celana jeans dan kaosnya berubah minim semua.


"Gak ada! udah pakai." sahut Adam yang mendengar celoteh Mesa di depan lemarinya melihat baju bajunya itu.


"Ini baju aku semua?" tanya Mesa


"Hm segera pakai Sa!" cicit Adam yang melihat Mesa kelamaan memilih bajunya itu.


"Iya!" singkat Mesa


"Ini mana linger,aku tidak tau. Aku bingung!" kata Mesa yang kebingungan apa yang di maksud Adam linger itu.


Adam hanya mengerutkan dahinya,soal baju aja Mesa tidak tau apa isi otak polos Mesa selama ini.


Akhirnya Adam menaruh ponsel di meja samping ranjang tidurnya lalu berjalan mendekat kearah Mesa,dan memilih linger warna sesuai kulit Mesa.


"Nih namanya linger!" Adam mengambil salah satu baju di lemarinya itu.


Mesa memandang linger yang masih terpasang gantungan baju di tangan Adam yang menyodorkannya langsung berpindah ahli ke tangannya.


Mesa menaikkan bajunya dan menerawang di bawah lampu yang meyala di atasnya.

__ADS_1


"Ini kan lap untuk bersihin meja kenapa di jadiin baju sih." polos Mesa yang membolak balikan lingernya itu


Lagi lagi membuat Adam bingung maksud perkataan Mesa barusan.


"Maksudnya lap apa Sa! Udah deh jangan ngada ngada kamu." kata Adam


"Beneran,ini lap kan? sama persis waktu aku kerja di cafe kalau suruh ngelap pakai yang tipis gini." Adam menaikkan satu alisnya penuh heran.


"Bukan,itu linger segera pakai aku udah lelah Sa!"


"Lap kok di pakai tipis transparan juga!" lanjut Mesa yang enggan memakai lingernya.


"Sa jangan membuatku memintamu tidak memakai baju lepaskan handukmu!" gertak Adam yang sudah mulai pening mendengar Mesa ngoceh mulu.


Mesa pun menyilangkan kedua tangannya di dadanya itu.


"Baik aku akan memakainya!" pasrah Mesa mensetujuinya.


"Hm,bagus segera ganti!" Adam pun kembali ke ranjang tidurnya


Dengan berat hati Mesa masuk ke kamar mandi lagi dan dengan terpaksa memakai lap eh salah lingernya itu.


"Baiklah demi mengambil hati Adam aku rela menuruti memakai lap transparan ini. hufff!" dengus Mesa yang hendak untuk keluar ke kamar mandi menuju ke kamar keranjang tidurnya.


Ternyata di kamar lampu terangnya sudah mati hanya lampu led di sebelah ranjang tidurnya yang hidup. Mesa melihat Adam sudah tidur lebih dulu,membuat Mesa menghelas nafasnya itu dengan tenang.


Akhirnya Mesa tidur di samping Adam dengan berhati hati agar Adam tidak terbangun. Mesa memandangi wajah suaminya itu dengan lekatnya.


"Iya Tuhan tampan sekali,kalau dia sedang tidur,coba saja kalau udah bangun ngeselin minta ampun!" kata Mesa yang masih fokus memandang wajah Adam.


Mesa menyentuh hidung Adam yang mancung itu,kapan lagi Mesa menyentuh hidungnya kalau gak pas Adam tertidur seperti ini.


Akhirnya Mesa tidur di samping Adam dengan tubuh miringnya menatap Adam tidur terlentang di sampingnya, Mesa pun menguap karena juga sudah mengantuk lalu perlahan lahan mata Mesa mulai sayup dan tertutup menandakan sudah di dunia mimpi Mesa saat ini.


Dini hari.....


Adam memeluk tubuh Mesa dari belakang dengan rapatnya,Mesa pun merasakan hangatnya tubuh seseorang. Ternyata itu suaminya yang memeluk Mesa,Mesa pun memindahkan tangan Adam tapi kembali lagi di pinggang Mesa,Mesa kembali memindahkan lagi lagi kembali. Membuat Mesa mendengus kesal,Mesa menggeserkan tubuhnya,Adam menggeserkan juga kearah tubuh Mesa.


"Jangan bergerak! Aku ingi kita seperti ini!" kata Adam yang masih memejamkan matanya.


Kira Mesa kalau Adam masih tidur ternyata kebangun juga,mau tidak mau Mesa membiarkan Adam memeluk tubuhnya itu. Dan Mesa memilih tidur kembali karena masih ngantuk dan bertambah kehangatan tubuh dari Adam membuat Mesa kembali tertelap tidur.

__ADS_1


Pagi hari.....


Mesa berbalikan memeluk tubuh Adam, kaki kirinya di letakan di perut Adam,wajahnya di tenggelamkan di dada bidang Adam yang ternyata jubah tidurnya yang sudah kebuka itu entah ulah siapa.


Adam lebih dulu bangun,memandangi sekitarnya melihat Mesa nempel di tubuhnya membuat Adam mengernyitkan dahinya tapi berubah senyum kecilnya itu.


Adam membiarkan Mesa seperti itu menunggu Mesa bangun lebih dulu dengan melipatkan tangan kanannya sebagai tumpuan kepalanya di belakang.


Tidak butuh waktu lama Mesa menggeliat mengelus ngelus dada bidang Adam dengan sedikit tersenyum karena nyaman,akhirnya ia baru sadar lalu langsung membuka mata lebarnya dan menaikkan kepalanya memandang wajah Adam di atasnya itu.


Mesa melonggoh dan mengedip-ngedipkan kedua matanya untuk menyadarkan diri. Setelah puas menatap wajah Adam lalu berpindah ahli pandangannya di tubuh Adam dan tubuh Mesa yang menyatu,membuat Mesa malu karena Mesa yang memeluk Adam, apalagi kaki kirinya di letakan di perut Adam tanpa berdosa.


》Bersambung.....


.


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™

__ADS_1


__ADS_2