
"Sampai kapan kamu terus memelukku seperti ini?" kata Adam kepada Mesa yang sudah bangun.
Spontan Mesa melepaskan pelukkannya karena perkataan Adam. Mesa duduk di ranjang tidurnya dengan menyengir saja,berharap Adam tidak akan marah.
"Maaf maaf!" jawab Mesa dengan rasa bersalahnya itu.
Adam memandang tubuh Mesa yang hanya mengenakan lingernya itu. Mesa merasah tubuhnya di lihat oleh Adam langsung di tutup dengan selimutnya.
Akhirnya Adam juga duduk di samping Mesa,
"Kenapa di tutup,aku sudah melihat semua waktu itu!"
Adam mendekatkan diri untuk mencium Mesa di pipi kirinya.
Cup!
"Apa yang kamu lakukan Adam!" kata Mesa spontan pipinya berubah menjadi merah merona karena di cium dadakan oleh Adam.
"Itu morningkiss! Seharusnya kamu yang menciumku bukan aku." dengus Adam
"Dan seharusnya morningkiss itu bibir dengan bibir ini belum seberapa!" lanjut Adam
"Apanya yang belum seberapa?" sahut Mesa
"Dahlah pagi pagi kamu sudah bikin aku kesel aja." cecar Adam yang sudah berubah mood saat itu juga.
Deg
Hati Mesa was was takutnya Adam akan kasar kepada dirinya lagi karena tidak menuruti kemauannya itu.
Tanpa babibu Mesa mencium bibir Adam lalu turun dari ranjang tidurnya berlari ke kamar mandi.
Adam tercengah atas keberanian Mesa yang semakin berani. Yang jelas itu membuat hati Adam senang.
*****
Di meja makan
Adam dan Mesa sudah duduk di kursinya masing masing,mereka melakukan sarapan bersama berdua.
Mesa ingin sekali meminta izin sesuatu kepada Adam,tapi rasa takutnya masih melabui dirinya.
Adam menatap Mesa seperti ini mengatakan sesuatu akhirnya Adam menanyakan lebih dulu di tengah tengah makannya.
"Katakan kalau ada yang ingin kamu katakan Sa!" kata Adam yang sudah enggan untuk makan lagi.
Mesa masih diam memikirkan mau mengatakan atau tidak.
"Tapi janji jangan marah atau menyiksa ku!" tunduk Mesa tanpa menatap Adam di sampingnya itu.
"Tergantung!" singkat Adam
"Gak jadi." sahut kilat Mesa karena masih takut.
Adam pun mengerutkan dahinya menatap Mesa terlihat Mesa gemetar karena takut atau apa.
"Baik aku gak akan marah! Katakan!" kata Adam yang sudah mau mengalah
"Gak ada kok Adam." Senyum Mesa yang mengaduk ngaduk isi makanannya di dalam piringnya itu.
"Pilih aku marah atau katakan!" tegas Adam yang wajahnya menjadi beruang kutub eh murka.
__ADS_1
"Haduh gimana ini,katakan gak ya katakan gak ya! Gak bilang marah bilang marah. Kenapa aku terpojok dengan pilihannya!" dengus batin Mesa
"Mesa katakan!" Adam menatap Mesa begitu lekatnya.
Mesa mengatakannya itu lebih baik kalau akhirnya juga marah,gak ngatakan juga membuat Adam marah mending katakan saja kalau sama sama membuat marah. Pilihan berujung sama.
"Aku ingin kembali kerja apakah kamu mengizinkanku?" Mesa mengatakannya dengan pelan tetap masih terdengar di telinga Adam
"Kerja?" tanya Adam
"Iya,boleh ya!"
"Aku kerja di cafe sebagai pelayan." lanjut kata Mesa apa adanya
"Terserah!" singkat Adam yang tidak memperdulikan
"Huh aku kira marah,malah acuh gapapalah maksudnya terserah berarti boleh. Syukurlah!" batin Mesa dengan senyum manisnya itu.
Adam melihat wajah Mesa berubah menjadi senang hanya sementara.
" Ada syaratnya! " kata Adam
Senyumnya Mesa menjadi berubah seakan akan penasaran syarat yang akan di ajukkan oleh Adam.
"Syarat apa?" tanya Mesa penasaran
"Aku izinin kamu bekerja asal sebelum aku pulang kerja kamu sudah ada di rumah. Intinya aku pulang kerja kamu sudah di rumah." syarat pertama Adam
Lega Mesa sesaat, Mesa bekerja ambil shif pagi gak masalah. Malemnya sudah di rumah sebelum Adam pulang.
"Dan satu lagi,kamu jangan mengatakan kepada siapapun kalau kamu istriku." syarat kedua.
Entah membuat hati Mesa sakit seperti tidak di anggap,semata mata Adam ingin melindungi Mesa sementara waktu.
"Baik Adam!" patuh Mesa
Leo pun datang masuk kedalam untuk menjemput tuannya itu.
"Permisi tuan nyonya!" kata Leo menyapa Adam dan Mesa.
"Kebetulan kamu sudah datang,kemarin yang aku minta sudah ada!" tanya Adam menatap Leo
"Sudah tuan,ini!" Leo meletakan bingkisannya itu di meja nya di sebelah Adam.
Adam mengambil bingkisannya lalu di berikan kepada Mesa.
"Apa ini?" tanya Mesa bingung.
"Buka saja!" sahut Adam
Mesa pun membuka isi bingkisan itu terisi dasbook beserta ponsel yang sudah menyala dan juga sudah terpasang nomor di dalamnya.
"Wahh,ini ponsel bagus sekali. Adam aku tidak bisa menerima,aku bisa pakai ponselku yang lama bisa kamu berikan!" Mesa melihatnya begitu tercengah gadget yang canggih yang ia pegang seketika keingat ponsel lamanya.
"Tidak ada penolakan!" bantah Adam.
Dengan terpaksa Mesa menerima ponsel canggihnya itu,ia berusaha sabar lebih dulu menghadapi Adam saat ini. Yang sewaktu waktu bisa marah seenaknya,dan terkadang berubah menjadi lembut. Entahlah seperti memiliki kepribadian ganda.
"Baik aku akan menerimanya!"
Adam mengeluarkan ponselnya dan memanggil nomor tersebut yang sudah ada di kontak ponselnya.
__ADS_1
Tiba tiba ponsel Mesa berdering,Mesa menatap nama yang tertera di layar ponselnya.
"Suami Tampanku๐" Kata Mesa membaca layar di ponselnya itu.
"Itu nomorku sudah aku namain di ponselmu." Adam mematikan panggilannya itu setelah Mesa melihat nama layar di ponselnya sendiri.
"Kalau terjadi apa apa kepada dirimu,kamu bisa hubungi Leo di situ juga sudah ada nama Leo!" lanjut Adam
"Apa maksudnya tadi dia miscall aku menujukan nomornya itu kalau ujung ujunganya ke Leo." batin Mesa menatap Leo di samping Adam.
"Ada lagi ketika kamu bekerja,Leo yang akan mengantar jemput kamu." kata Adam mulai berdiri membenarkan jasnya itu.
"Tapi aku bisa sendiri!" tolak Mesa
"Aku tidak suka di bantah sayang!" murka Adam di selimuti dengan kata manisnya.
Deg
Membuat Mesa hanyut saja,baru kali ini dirinya di panggil sayang. Seumur umur Devan yang dekat dengan Mesa tidak pernah di panggil sebutan sayang,yang,beb dan lain sebagainya.
Tapi Mesa tidak boleh terbuai,yang seharusnya jatuh cinta yaitu Adam bukan Mesa. Mesa menginginkan kalau Adam bisa mencintainya.
"Leo tau kan tugas kamu! Kita antar Mesa ketempat kerjanya lalu setelahnya kita keperusahaan." lanjut Adam
"Baik Tuan!" patuh Leo
"What! apa apaan tadi dia minta jangan ada yang tau kalau aku istrinya,nanti apa kata begawai begawai di cafe itu menanyakan aku bersama siapa! Aku menolak pasti tidak bisa di bantah! Menyebalkan!" Umpat dalam hati Mesa di tutupi dengan senyum yang di buat buatnya di hadapan Adam.
ใBersambung.....
____________________________________________
Maaf ya semua,maunya crazy UP kemarin author pas lagi sakit ini udah mendingan author vit kembali jadi bisa untuk UP kembali meski UP 1 gapapa ya kalau bisa UP 2 ya syukur gak janji,apa lagi author sudah mulai kuliah, mulai aktif,banyak tugas dan lainnya. Tolong pengertiannya๐ค. Belum juga mati lampu semoga masih ada yang mau nunggu UP dari author,ada alasan tertentu author nantinya tidak UP salah satu kendala author sudah sebutkan sebelumnya.๐Sekali lagi tolong pengertiannya๐ค๐๐
____________________________________________
.
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. ๐ค
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ๐๏ธ
LIKE ๐
KOMENTAR ๐ฌ
FAVORIT โค
TIPโญ
RATE 5 BINTANG โญโญโญโญโญ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya๐!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. ๐