Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 59


__ADS_3

Selly sangat senang sekali hari ini ia akan bertemu dengan Devan di suatu tempat. Tepatnya malam ini mereka berkencan, Selly heboh mencari baju yang cocok untuk dirinya.


Selly mengobrak-abrik isi lemarinya untuk mencari-cari dress yang pas. Akhirnya Selly menemukan dressnya yang pas dan cocok untuknya.


Ia kenakan dan mulai merias diri, seharian memilih baju meguras waktu hingga larut malam. Ia sangat tampil cantik dan siap untuk segera pergi bertemu Devan.


"Selly kamu mau kemana?" tanya mamah Wulan yang melihat Selly pergi dengan pakaian rapi.


"Bukan urusan mamah!" cetus Selly


"Kenapa kamu jadi seperti ini nak, kasar sama mamah!"


"Udah deh mah, gak usah drama dulu kenapa sih? Cukup ya Selly pergi dulu."


"Tapi Selly, kamu mau pergi kemana?"


Selly nyelonong pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan mamah Wulan. Entah hati mamah Wulan sakit sekali dengan sikap Selly yang sekarang.


"Udah Nyonya, jangan menangis. Sabar nyonya." pembantu itu menenangkan mamah Wulan, sakit struknya sudah sedikit-sedikit mulai sembuh karena rutin terapi.


Di suatu tempat,


Selly menunggu Devan datang, entah itu di mana yang jelas Selly datang sesuai alamat yang Devan kirim ke Selly.


Di sebuah gedung di dalam ada meja dan kursi di rias sangat romantis, Selly sangat tercengah melihatnya.


Tiba-tiba Devan datang menghampiri Selly yang masuk lebih dulu. Mereka berada di lantai atas penuh hiasan yang sudah di susun sebelumnya.


"Devan, kamu manis sekali. Ini suprize untukku kan?" tanya Selly kepada Devan yang sudah menghampirinya.


"Tentu, ini akan menjadi pertama dan terakhir kalinya kamu menghirup udara segar sebelum kamu akan masuk ke dalam sel penjara." gertak Devan


Jelas Selly sok mendengarnya,


"Apa maksudmu Devan?"


"Aku sudah laporin kamu ke penjara atas kejahatanmu selama ini. Aku sudah tahu semua, dan bukti sudah aku kasih ke pihak berwajib."


"Devan, Devan, kamu pasti mau ngeprank aku kan. Devan ayolah jangan seperti ini. Kamu ngomong apa aku tidak mengerti." Kata Selly lalu menghampiri Devan untuk memeluk Devan tapi Devan menghempaskan Selly begitu saja.


"Sebentar lagi polisi akan datang untuk menjemputmu." sahut Willy di ikuti dengan Johan menampakan diri.


"Kalian, kenapa kalian ke sini? Oh aku tahu, ini aku yakin prank hahaha." Lagi lagi Selly menyangkalnya.


"Kalau ini, menurutmu prank atau bukan?" Adam pun tiba-tiba muncul di hadapan Selly


Selly dikit demi sedikit melangkahkan kaki mundur kebelakang, Selly sangat tidak mempercayai apa yang ia lihat sekarang, Adam masih hidup.

__ADS_1


"Ka...kamu masih hidup Adam?" tanya Selly terbata-bata


"Seperti yang kamu lihat." Adam merentangkan tangannya menunjukkan dirinya.


Diiringi Mesa dan Sisi datang melihat Selly, Selly pun panik. Kenapa Selly bisa sebego ini, bisa-bisanya ia kejebak seperti ini.


Selly tidak bisa berkutik sama sekali, "Selly kamu bodoh! Hm cinta memang buta tapi tidak sebodoh seperti kamu. Ngakunya pintar tapi bodoh." celetus Sisi


"Apa maksudku Sisi?" tanya Selly tidak terima.


"Cih, bukankan begitu? Kamu harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu."


"Kamu seorang penjahat, seorang pembunuh. Bisa-bisanya kamu membunuh sahabatku sendiri. Tapi kamu lihatkan aku masih hidup, aku akan membalas dendamkan kematian sahabatku." murka Adam menghampiri Selly dan mencengkeram lengan Selly.


"Ampun Adam, maafkan aku. hiks... hiks.. aku khilaf." rengek Selly


Adam mendorong Selly sampai jatuh ke lantai dengan kasar, "aahhw. sttt...." lututnya pun terluka.


Dengan refleks Mesa maju kedepan karena jiwa perikemanusiaannya yang ada di diri Mesa, ia tidak tega melihat ada orang menderita di depannya, meski suaminya sendiri yang menyiksa Selly.


"Itu belum seberapa!" Adam berbalik memunggungi Selly.


Selly perlahan berdiri kembali, ia melihat pisau yang ada di samping atas meja untuk pemanis dinner makan tadi.


Selly menarik Mesa dan masuk ke dalam pelukkannya lalu ia menyodongkan pisaunya di leher Mesa. Semua sangat terkejut dengan apa yang ia lihat, terutama Adam.


"Lepaskan Mesa, Sel." mohon Adam


"Jangan ada yang mendekat, kalau kalian mendekat aku sayat leher Mesa sekarang juga di depan kalian semua." ancam Selly.


"Tolong Selly, jangan seperti ini lepaskan istriku."


"Hey wanita biadab, lepasin Mesa." celetus Sisi


"Selly, lepaskan Mesa." kata Devan untuk membujuk Selly agar luluh tapi tidak.


"Kalau aku sama saja masuk penjara, sekalian saja aku bunuh orang lagi biar tidak sia-sia, kalau aku masuk penjara dan ku pastikan lebih dulu peran utama akan mati di tanganku sekarang juga."


"Semua orang berfokus dengan Mesa, semua gara-gara Mesa. Peran utama ini seharusnya aku tapi Mesa yang mendudukinya. Lebih baik tidak ada peran utama di sini. Aku bunuh!"


Orang-orang di sana pun panik, Mesa sangat ketakutan apa lagi dia sedang hamil.


Tiba-tiba suara bunyi mobil polisi terdengar, jelas Selly pun tak kalah panik. Pandangannya pun kemana-kemana. Adam punya kesempatan untuk mendekat, Mesa pun mengigit tangan Selly. ia pun melepaskan Mesa tapi hendak mau menusuk punggung Mesa, Adam lebih dulu menghempaskan pisaunya dengan hentakkan kakinya.


Pisau itu terjatuh dari tangan Selly, ia yang tidak ingin ketangkap Adam dan yang lainnya. Ia akhirnya berlari sampai pinggir gedung yang tidak ada penghalang, Selly terpeleset jatuh dari atas gedung terjun ke bawah.


"Aakhhhhhkkkk"

__ADS_1


Braaggkkkk!


"SELLY!" Teriak orang-orang memanggilnya, di bawah gedung sudah ada polisi dan Leo di sana sebagai pelapor kejahatan Selly, yang sudah di recana sebelumnya.


Sedangkan Adam dan Mesa melihatnya dari atas gedung sambil berpelukkan untuk menenangkan Mesa yang masih ketakutan.


Devan pun sama memeluk Sisi di sampingnya menyaksikan secara langsung apa yang terjadi barusan.


Johan dan Willy turun ke bawah gedung untuk mengecek kondisi Selly. Selly sangat mengenaskan, mengeluarkan darah dari hidung, telinga dan mulut. Di tambah Selly tidak sadarkan diri.


"Sayang semua akan baik-baik saja." Adam menenangkan Mesa di dalam pelukkannya.


"Si."


"Iya Devan, semus berakhir. Mesa dan Adam akan bahagia setelah ini. Kita pun sama."


Willy dan Johan hanya melambaikan tangan ke atas setelah mengecek keadaan Selly di bawah. Itu sebagai isyarat ...........


》Bersambung......


__________________________________________


Inget jadwal UPnya kan! Tunggu episode selanjutnya sesuai jadwal (Senin&kamis). Terimakasih! πŸ˜‡


__________________________________________


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐

__ADS_1


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2