
Esok harinya,
Adam,Mesa dan bersama mamah Isti melakukan sarapan pagi. Setelah mereka selesai menyantap makanannya,kini Adam dan Mesa harus mengatakan sesuatu kepada mamah Isti,karena itu sebuah keharusan.
"Mah." panggil Adam untuk mamah Isti
"Ya nak Adam." balas lembut mamah Isti yang kini kian memburuk terlihat dari rambutnya yang sudah mulai habis karena kemoterapinya beberapa minggu yang beliau lakukan di rumah sakit.
Adam dan Mesa pun saling pandang,anggukan Mesa untuk Adam seperti isyarat Adam harus mengatakannya.
"Adam ingin melalukan pernikahan ulang dengan Mesa,apakah mamah Isti keberatan?" tanya Adam
"Sungguh nak? mamah ingin melihat kalian menikah ulang? Kalau begitu mamah pasti setuju secara mamah bisa melihat langsung. Mamah masih boleh menyaksikan putri mamah satu-satunya menikah dengan nak Adam." sumringah mamah Isti yang pucat tapi tetap terlihat bahagia mendengar pernyataan Adam barusan.
Mesa memeluk tubuh rapuh mamah Isti, "Iya mah,aku ingin mamah menyaksikan Mesa menikah ulang."
Persetujuan mamah Isti membuat hati Mesa dan Adam lega. Akhirnya setelah selesai,Adam pamit untuk berangkat bekerja pagi ini.
Seperti biasa Mesa menemani mamah Isti di rumah,suatu ketika Mesa sedang asik berbicara dengan mamah Isti untuk menghiburnya tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Ternyata yang menghubungi Mesa adalah Sisi,mamah Isti mempersilahkan Mesa untuk menjawab teleponnya terlebih dulu tanpa Mesa menjauh dari mamahnya.
Di balik teleponnya Sisi ingin bertemu dengan Mesa karena itu sangat penting untuk di bicarakan, begitu juga Mesa ingin berbicara kepada Sisi soal pernikahan ulang Mesa dengan Adam. Mamah Isti yang mendengarnya seperti Mesa meminta izin kepadanya untuk menemui Sisi di perbolehkan.
"Pergilah"
Akhirnya Mamah Isti di temani beberapa pelayan di rumah untuk menjaga mamah Isti ketika Mesa pergi.
Pernikahan sebelumnya itu Adam sendiri yang mengaturnya pada akhirnya Mesa harus berbohong kepada mamanya demi kebaikkan bersama,kalau pernikahan sebelumnya di lakukan dengan sederhana.
Di Cafe Quensy
Kedua wanita duduk berhadapan di kursinya masing-masing, entah dari mana mereka harus membuka topik bicaranya. Yang dulunya mereka blak-blakan kini seperti canggung di keduanya.
Tanpa menunggu waktu lama Mesa yang lebih dulu membuka topik.
"Si,sebentar lagi aku akan menikah. Tapi aku menikah ulang." Awal bicara Mesa membuka keheningan keduanya.
Sisi yang tidak terkejut hanya biasa saja,malah lega kedengarnya.
"Iya Sa,aku sudah tau kamu sudah menikah." Jawab Sisi yang tidak ada tatapan terkejut tetapi tatapan itu sendu di matanya sangat terlihat jelas.
"Kamu sudah tau? Dari mana?" Malah Mesa sendiri yang bingung atas sikap Sisi.
"Iya,aku tau semua dari Devan."
"Devan?"
__ADS_1
"Iya Sa" sendu di wajah Sisi
"Kalau kamu sudah tau kenapa kamu tidak senang kalau aku akan menikah ulang?" Mesa melihat Sisi sedih.
"Sa,mau senang gimana? Kamu menikah dengannya karena kamu di jual papahmu kan!" nada suara Sisi yang membuat orang orang menatap kearah mereka berdua.
"Si kecilkan suaramu." titah Mesa
"Maaf!"
"Iya memang Si,maaf sebelumnya aku tidak bisa mengatakannya semua itu karena ancaman suamiku waktu itu, akhirnya aku memilih untuk diam dan tidak memberitahumu."
"Lalu untuk apa? Kamu mau menikah ulang kepada suamimu,apa itu paksaan lagi dari papahmu?"
"Tidak Si,ini keputusanku sendiri. Aku sudah mulai jatuh cinta kepada suamiku,begitu juga suamiku sangat mencintaiku. Pada akhirnya aku harus melepaskan Devan yang bukan jodohku,sungguh aku tidak ingin menyakitinya,tapi ini sudah jalan takdir hidupku."
"Kamu sudah tidak mencintai Devan?"
"Ya tidak mencintainya!"
"Kejam tidak sih kalau aku mengambil Devan darimu?"
"Apa maksudmu? kamu mencintai Devan?"
"Aku sudah mencintai Devan sebelum kamu mengenalnya lebih dulu. Waktu itu Devan meminta bantuanku untuk mendekatkan kepadamu dan kamu begitu mencintai Devan kan waktu itu,akupun mengikhlaskan untuk sahabatku ini." jelas Sisi
Mesa yang mendengarnya sangat terharu,kalau boleh menjadi teman egois udah dari dulu Sisi lakukan tapi rasa sayang terhadap sahabat lebih besar,Sisi rela berkorban demi perasaannya.
Sisi hanya diam tanpa mengatakan apapun,"Si apa yang terjadi kenapa kamu menangis?"
"Waktu itu ketika dia mabuk berjalan keluar dari club malam,tanpa sengaja aku bertemu dengan Devan dan membawanya ke apartemen. Dan di sana......." diam sesaat Sisi yang enggan mengatakannya
"Disana? apa Si?" penasaran Mesa
"Kita melakukan hubungan terlarang,dia mensetubuiku." isak tangisnya yang terbendung keluar juga deraian air matanya.
"Lalu kemana dia? Kalau dia memang laki-laki sejati seharusnya bertanggung jawab sudah mengambil milikmu." murka Mesa
"Entalah setelah dia menceritakan semua dia pamit untuk menenangkan dirinya lebih dulu sampai saat ini entah kemana dia,aku tidak tau."
Sosok seorang laki laki mendengarkan pembicaraan Mesa dengan Sisi begitu sangat pilu,pilu sekali. Dimana hatinya sangat sulit harus melepaskan cintanya untuk Mesa yang ternyata Mesa sudah tidak mencintainya. Dan sebagai lelaki sejati yang sudah mengambil mahkota seorang wanita ia harus bertanggung jawab.
Devan berjalan kearah mereka berdua.
"Sa!" singkat Devan yang berdiri di samping Mesa yang sedang duduk berhadapan dengan Sisi.
Mesa pun berdiri mengimbangi tubuh Devan,tanpa bertele-tele Mesa mencecarnya dengan omongannya itu
__ADS_1
"Kalau kamu memang lelaki sejati kamu seharusnya bertanggung jawab apa yang kamu lakukan kepada Sisi. "
"Sa tapi aku masih mencintaimu."
"Omong kosong! kalau kamu memang mencintaiku kamu harus bisa jatuh cinta kepada Sisi. Lakukan itu untukku kalau kamu ingin melihatku bahagia." sahut Mesa penuh penekanan.
"Baik kalau itu inginmu demi kamu,akan aku lakukan." setuju Devan
"Aku pegang omonganmu!" tantang Mesa
"Sa,jangan paksa dia kalau memang dia tidak ingin,aku rela mahkotaku ilang dan melupakan itu." nyerah sisi
"Cukup aku laki-laki sejati,seumur hidupku hanya sekali aku melakukan dengan seorang wanita yaitu kamu,bukannya sebelumnya kamu mencintaiku?" senggal Devan menatap Sisi yang masih duduk di kursinya.
"Iy...iyaa" terbata-bata jawab Sisi
"Bagus! Obrolkan lebih dulu di antara kalian. Aku harap akan ada kabar baik dari kalian berdua. Dan ingat sebelum aku menyebar undangan pernikahan ulangku aku harus tau perkembangan hubungan kalian,aku tidak mau tahu. Kalian harus sudah saling jatuh cinta,tidak tidak! tepatnya kamu Dev kamu harus bisa jatuh cinta kepada Sisi,karena Sisi adalah aku,kalau Sisi terluka aku sangat membencimu ingat itu!" ancam Mesa lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
γBersambung......
___________________________________________
Mampir juga yuk di karya author "Om, Profesor Tampan! Thanks sahabat, selamat membaca. π€
__________________________________________
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
__ADS_1
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π