
Akhirnya Adam menjemput Mesa dari rumahnya ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya.
"Suamiku?"
"Ya."
Di perjalanan, di dalam mobil Adam yang menyetir tanpa Leo. Mesa melihat Adam seperti bahagia terlihat dari raut wajahnya yang nampak bahagia.
"Apakah kamu sedang menang lotre?" tanya melenceng Mesa kepada Adam
"Apa maksud kamu sayang? lotre apa? aku tidak pernah ikut-ikutan seperti itu." kata Adam yang masih fokus menyetir sesekali melihat Mesa di sampingnya.
"Oh ya, lalu apa? aku melihatmu tampak senang sekali? Bentar-bentar di telepon tadi kamu mau menceritakan sesuatu, hm apa itu?"
"Iya, seperti yang kamu lihat. Nanti setelah kita mengecek kandungan, aku akan tunjukkan sesuatu kepadamu." Kata Adam sambil menunjukkan senyumannya itu.
"Haiss... suamiku, aku penasaran." Cemberut Mesa
"Sayang jangan pasang ekpresi raut wajah seperti itu, iya iya aku akan memberitahumu nanti setelah memeriksa kandunganmu. Oke!" Kata Adam menyentuh tangan Mesa dengan tangan kirinya, sambil Adam menyetir.
Mesa hanya bisa mengangguk mengerti, lalu ia menaruh kepalanya di pundak Adam. Keduanya sama-sama tersenyum dan bahagia, tanpa di sadari ada mobil melaju kencang berlawanan menyalip. Mobil lawan dengan mobil yang Adam dan Mesa naikki menjadi berhadapan.
"Awass Adam!" teriak Mesa histeris
Adam membanting setir mobilnya ke arah samping menghindari mobil yang ada di depannya. "Akkkkhhhhhhhhhhh......."
Bruaaakkkkkk!
Mobil Adam menabrak pepohonan yang ada di depannya. Cukup parah mobilnya hancur depannya, orang-orang berdatangan menghampirinya.
"Istriku." Panggil Adam melihat Mesa kesakitan di sampingnya, luka darah segar Adam mengalir dari kepalanya akibat terbentur setir mobil yang ada di depannya.
"Adam, perutku sakit. Aku nggak kuat, sakit!" Mesa meringis kesakitan dan terus menyentuh perutnya, luka darah yang ada di kepalanya cukup banyak begitu juga Adam melihat Mesa pendarahan di bawah sana, terlihat dengan dress mini Mesa kenakan.
Adam buru-buru keluar dari mobil, lalu menggendong Mesa dengan sekuat tenaga. Rasa sakit Adam tidak sebanding dengan rasa sakit Mesa, meskipun Adam juga terluka tapi rasa itu entah tidak terasa.
Rumah sakit tidak jauh dari lokasi kecelakaannya, dengan buru-buru Adam sampai lobby rumah sakit sambil berteriak minta pertolongan.
"Susterr... Dokter... Tolong selamatkan istriku."
Dokter dan lainnya membantu Mesa di taruhlah tubuhnya di brankar pasien dan di dorong sampai dalam IGD.
"Maaf tuan, anda tidak bisa masuk ke dalam." suster itu melarang Adam masuk ke dalam ruang IGD mengikuti Mesa.
__ADS_1
Adam menunggu Mesa di luar, dengan luka yang ada di kepalanya. Adam gelisah hingga akhirnya ia menghubungi papah Bryan dan mamah Nadira untuk datang.
Pada akhirnya kedua orang tuanya datang dan menghampiri Adam duduk di kursi sebelah IGD.
"Adam." panggil mamah Nadira
"Mesa mah."
"Tenanglah Adam, istrimu akan baik-baik saja."
Dokter dari dalam IGD menangani Mesa keluar menghampirinya. "Siapa keluarga dari pasien yang ada di dalam?"
"Saya suaminya dok." sahut Adam berdiri mengimbangi dokter tersebut.
"Maaf tuan, saya akan melakukan tindakan operasi caesar untuk mengeluarkan bayinya."
"Tapi dok, tapi belum waktunya!"
"Iya benar tuan, nanti bayi tuan akan terakhir prematur. Tapi tuan tenang saja itu demi keselamatan bayi dan istri tuan."
Adam tidak punya pilihan lain, hingga akhirnya ia menyetujui tindakan dokter tersebut untuk mengeluarkan anaknya dari rahim Mesa untuk keselamatan keduanya. Adam mendatangani berkasnya lalu dokter tersebut masuk ke dalam lagi untuk melakukan tindakan lebih lanjut lagi. Hingga akhirnya Mesa di pindahkan ke ruang operasi, dengan keadaan Mesa yang lemas efek obat bius.
"Adam, tenanglah. Lebih baik obati lukamu lebih dulu." kata mamah Nadira menenangkan Adam yang gelisah dan di tambah luka yang ada di kepalanya.
"Apa kamu perlu di rawat juga Adam?" tanya papah Bryan
"Tidak pah, aku mau nungguin Mesa di sini." tolak Adam dengan ajakan papah Bryan
"Kalau kamu seperti ini, kamu tidak kasian dengan Mesa yang ada di dalam begitu juga anakmu Adam. Percayalah semua akan baik-baik saja."
"Mah, pah. Kenapa harus terjadi kecelakan seperti ini, kalau terjadi apa-apa dengan Mesa dan anakku aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri." Adam meruntuki dirinya sendiri yang lalai berkemudi.
"Huss.. kamu bicara apa? seperti mamah katakan sebelumnya mereka akan selamat dan baik-baik saja."
"Iya benar yang di katakan mamahmu Adam. Tenanglah"
"Adam cuma takut, ini seperti kutukan buat Adam. Pah mah, sebelumnya Adam menikah dengan Ayunda dia meninggal dengan anakku yang ia kandung. Aku cuma tidak mau ke dua kalinya ini terjadi kepadaku. Apa lagi kehilangan Mesa, aku tidak sanggup lebih baik Adamlah yang mengantikan nyawanya demi mereka. Aku sayang Mesa beserta anakku yang ia kandung."
Belum sempat Mamah Nadira berbicara menyanggah perkataan Adam, dokter itu keluar dari ruang operasi beberapa jam lalu lamanya berada di dalam.
Adam berdiri menghampiri dokter tersebut begitu juga papah Bryan dan mamah Nadira. Tapi tiba-tiba kepala Adam berputar-putar, mungkin efek benturan waktu kecelakaan tadinya.
Bruggg!
__ADS_1
Dan akhirnya tubuh Adam jatuh ke lantai, keadaannya sama lemas pucat tidak sadarkan diri.
"Adam."
Teriak-teriakan kedua orang tuanya tidak terdengar lagi di telinga Adam.
Hingga akhirnya Adam di bawa ke ruang IGD, untuk di periksa kondisinya. Selain Adam syok ia juga merasakan kepalanya pusing hingga jatuh pingsan.
Putra kecilnya di tempatkan di ruang khusus bayi yang telahir prematur, di tempatkan bayinya di inkubator agar bayi mungil tersebut bisa bertahan hidup lebih lanjut.
Mesa masih dengan kondisi lemah tidak berdaya di bed pasien, begitu juga Adam sangat lemah yang sudah di pindahkan di ruang inap VIP juga. Keduanya sama-sama memakai alat-alatnya untuk bertahan hidup.
Jelas papah Bryan dan mamah Nadira sedih, padahal sebelumnya ia melihat Adam baik-baik saja. Otak Adam begitu trauma dengan benturan keras, sedangkan Mesa pasca operasi caesar cukup butuh keajaiban Mesa akan bangun segera.
"Pah, bagaimana? Kasian cucu kita pah. Lihatlah cucu kita di dalam. Papah dan mamahnya sedang terbaring lemah di bed pasien. Dan kita tidak tahu kapan mereka akan segera sadar!" sendu mamah Nadira melihat cucunya di dalam ruang bayi khusus dari pantulan kaca trasnparan dari luar.
"Doakan saja mah, semoga Adam dan Mesa cepat sembuh dan sadarkan diri. Tidak akan mungkin mereka meninggalkan cucu kita sendirian di dunia."
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π