Dendam Sang Presdir (TAMAT)

Dendam Sang Presdir (TAMAT)
Episode 37


__ADS_3

"Kenapa perusahaan bisa di ujung tanduk seperti ini?" Kesal Wisma membanting berkas yang ia genggam di meja kerjanya.


"Maaf tuan, itu karena yang menginvestor ke perusahaan kami tiba-tiba menariknya, itu sebabnya perusahaan ini akan kolep." kata salah satu karyawan yang masih berdiri di depan Wisma.


"Kenapa seperti itu? kemarin baik-baik saja. Semua rekan bisnisku mau menginvestasikan ke perusahaan ini dan kenapa sekarang tiba tiba menariknya?" pening kepala Wisma,hancur sudah perusahaan yang ia pegang ini.


"Saya rasa itu ada kesengajaan tuan."


"Kesengajaan? Apa maksudmu?"


"Iya pasti ada yang merencanakan sebelumnya. Tapi saya tidak tahu siapa yang berani melakukan ini."


Wisma berfikir sejenak,ia mulai berfikir keras pada akhirnya....


"Iya kamu betul, karena ini datang dengan tiba-tiba. Aku tau siapa yang berani melakukan ini." sorot mata Wisma begitu tajam ia sudah menebak orang yang berani melakukan ini pasti Adam, siapa lagi yang berani selain Adam. Karena Adam pembisnis nomor satu yang berkuasa di negara Indonesia ini. Siapa sih yang tidak tau Adam? Semua pasti mengenal Adam.


*****


Di rumah


"Sayang, aku pulang."


Mesa membukakan pintu sudah di sambut sapaan lembut dari sang suami, membuat Mesa tersenyum kecil mendengarnya.


"Sayang kenapa diam saja? Apa kamu tidak mau menyambut kepulangaanku?"


"Apa maksudmu? Kamu suamiku,dan aku heran kenapa kamu selalu memanggilku dengan sebutan sayang?" tanya Mesa yang sudah membuka pintu lebarnya.


Adam pun mendekat kearah Mesa lalu Adam meraih pinggang Mesa masuk ke dalam dekapan Adam.


"Seharusnya kamu juga memangilku sayang, istri yang tidak pengertian." gerutu Adam


"Manisan suamiku."


"Apa? Jadi kamu mulai mengakuiku sebagai suamimu?" Adam mendekatkan telingannya untuk mendengar ulang perkataan Mesa barusan, yang membuat hati Adam senang.


"Bukan kah kamu memang suamiku?"


"Iya tentu aku suamimu sayang. Bisakan kamu panggil aku dengan suamiku sayang?" Adam mendekatkan wajahnya kewajah Mesa membuat kedua hidung itu bersentuhan.

__ADS_1


"Hais, lepas nanti mamah liat bagaimana?" Mesa berusaha melepas tapi sia-sia Adam masih tetap mempererat pelukkannya.


"Aku gak akan melepaskan sebelum kamu bilang suamiku sayang dengan penuh cinta."


Mesa tidak bisa lepas dari pelukkan Adam, mau tidak mau Mesa harus menurutinya. Dan pada akhirnya.....


"Suamiku sayang lepaskan pelukkanmu, nanti kalau mamah keluar kamar terus melihatnya bagaimana?" Adam masih memeluk Mesa yang enggan melepaskan, Mesa yang sudah deg-degan dirinya berinsiatif menyium bibir Adam.


Cup!


Adam pun tak menyangka semakin hari Mesa sudah berani hal beginian,lagi-lagi hatinya merasakan senang. Seumur hidupnya baru kali ini Adam merasakan. Cinta?Kasih sayang?kehangatan?dan lain sebagainya.


Tanpa di sadari mereka, mamah Isti sudah melihat dulu Mesa mencium Adam.


"Nak Adam sudah pulang?" kata mamah Isti melihat Adam dan Mesa masih ada di depan pintu apa lagi bermesraan mamah Isti sudah melihatnya.


Adam dan Mesa melihatnya dan melepaskan pelukkan lamanya itu, pipi Mesa menjadi merah merona. Betapa malunya Mesa yang berani duluan,apa lagi mamah melihatnya.


"Kenapa wajahmu seperti itu Mesa? Tidak apa, mamah mengerti itu hal yang wajar sebagai pasangan suami istri." toleransi mamah Isti


"Iya mah, Mesa memang seperti itu. Selalu menggodaku duluan." sahut Adam


"Hais padahal kamu Adam, kenapa jadi aku?" kesal Mesa


"Iya mah, mamah duluan ke ruang tengah. Ada sesuatu yang aku tunjukkan nantinya."


"Baik nak adam, mamah tunggu di ruang tengah ya." Setelah berbicara mamah Isti pergi meninggalkan Mesa dan Adam, mamah Isti bersama pelayan rumahnya itu yang membantunya untuk berjalan.


"Sayang jangan marah seperti itu, aku cuma bercanda." bujuk Adam


Mesa masih diam membisu, "kalau gitu aku cium agar kamu mau berbicara, bagaimana?"


"Tuh kan kamu mulai duluan. Menyebalkan." Mesa berjalan ke arah ruang tengah sesuai perintah Adam tadi, untuk menunggunya di sana. Adam hanya tersenyum dengan tingkah Mesa yang lagi lagi menggemaskan.


*****


Di ruang tengah


"Ada apa nak Adam?" tanya mamah Isti

__ADS_1


"Mah,ini undangan pernikahannya sudah jadi Mesa yang akan menyebarkan, kalau mamah ingin mengundang teman mamah, mamah bisa menulis juga. Silahkan mah!" Adam menunjukkan undangan-undangannya itu di meja yang ada di depannya.


Mesa membuka undangannya yang ternyata, pernikahan ulangnya seminggu lagi.


"Adam apa ini tidak terlalu cepat?" tanya Mesa heran


"Aku sih awalnya ingin 3 hari lagi, gegara ngikut saran Leo jadi seminggu."


"Kenapa begitu? ini terlalu cepat bagaimana dengan baju, rias dan lain sebagainya keperluan pengantin?"


"Bukannya lebih cepat lebih baik, soal itu kamu tidak usah memikirkannya."


"Benar Sa,yang di katakan suamimu. Lebih cepat lebih baik. Bukannya sebelumnya kalian sudah menikah cuma dengan cara sederhana tanpa banyak orang yang tau. Ini hanya mengulang pernikahan ibarat ini tinggal pestanya." sahut mamah Isti setuju dengan perkataan Adam.


Pada akhirnya Mesa pun mengalah dan menerima kemauan sang suami. Dengan waktu singkat ini dia masih memikirkan Sisi dan Devan. Apakah mereka sudah saling jatuh cinta? Mesa harap Devan bisa melupakannya dan membuka hatinya untuk Sisi yang tulus mencintainya.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐

__ADS_1


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2